14 February 2013

Last Letter


Selamat sore kak chachaaaa... Ya, walaupun aku tau surat ini nggak dibaca pas sore hari. Hehehe..

Kak, selama 30 hari terakhir, hal paling pertama yang aku lakuin tiap bangun tidur adalah ngecek mention kakak di akun twitter aku. Tapi tau nggak kak? Untuk kedua kalinya, aku nggak nemuin mention kakak disitu. Aku pikir kakak sakit lagi kaya sebelumnya, jadi aku cek deh timeline kakak. Tapi ada kok mention buat yang lain. Nah loh? Ada yang salah nih. Trus aku cek lah mention yang ku kirim buat kakak. Ah, ternyata aku lupa nulis nama kakak! bodohnya.. Nyesel bangetlah, padahal aku pengen nitip surat buat bossee..
Eia kak, kok kalau aku perhatiin.. surat yang ke 28 ma 29, nggak ada dari kelompok l, m, n, sama o, ya? kenapa kak? apa nggak ada yang bagus?
Eh.. maaf yaa kak, kalau aku terlalu banyak tanya. Abisnya penasaran si. Hehehe..
Kak, makasih yaa karena selama 30 hari ini udah mau ngebaca surat-surat yang aku kirim. Bahkan udah nerbitin sebagian buat dibaca orang banyak. Aku juga jadi paham, ternyata yang paling penting itu bukan gimana cara nulis surat yang bagus, tapi ke siapa suratnya kita tujuin. Mungkin dengan begitu, kita jadi nulis pakai hati kali ya. Ya, pokoknya program ini udah jadi pelajaran sendirilah buat aku. Sekali lagi makasi kak chacha. Semoga persiapan weddingnya lancar. Maaf kalau selama 30 hari terakhir aku suka nyesakin twitter kakak pake surat-surat yang aku kirim. Bakal kangen kak chacha banget.

Oleh @nrsfrn untuk @chachathaib
diambil dari http://ilrow.blogspot.com

Nuhun, Teh #SemataCinta, @chachathaib


Sudah hampir melewati sekali fase bulan baru, tidak terasa sudah sampai dipenghujung waktu. Sungguh momen yang sangat sayang untuk dilewatkan #30HariMenulisSuratCinta ini, dan terima kasih, karena masih ada yang berkenan membaca tulisan yang, ah, saya sendiri malu untuk membacanya kembali :).
            Untuk semua surat cinta yang diposkan, untuk waktu yang berharga saat me-retweet tulisan di linimasa, dan untuk semua dedikasi tukang pos yang baik, ehm, Teh Annisa Nadzirani Thaib, a.k.a Teh Chacha, a.k.a Teh @chachathaib, saya mengucapkan terima kasih.
            Terima kasih banyak karena sudah mau meluangkan waktu menjadi tukang pos disela kesibukan menggalau di linimasa, eh, maksudnya kesibukan menghadapi hari bahagia di bulan ketiga nanti. Terima kasih karena masih tetap me-retweet tulisan saya, padahal saya absen berhari-hari, maklum, ganteng *ngak nyambung? Biarin ya. Iya*. Pokoknya terima kasih, Teh Chacha! :D
            Teh, semoga sukses kedepannya ya, semoga #SemataCinta-nya makin laris, cepet diangkat ke layar lebar, semoga makin sering nulis, dan, semoga sukses dunia-akhiratnya dengan Aa Bisma-nya ya, Teh.
            Semoga lancar hingga menhadapi hari besar tanggal 10 Maret nanti ya, Teh. Semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warrohmah ya, Teh. Oh ya, sekali lagi, terima kasih sudah menjadi tukang pos yang baik. Hatur Nuhun, Teh :).
 
Yogyakarta, 13 Februari 2013

N. B.: Entah kenapa saya lebih suka dengan sapaan Teteh, maaf kalo tidak berkenan ya, Teh :p

Oleh @ndobeud untuk @chachathaib
diambil dari http://ndobaeudajah.blogspot.com

Kepada Ibu Pos


Sebenarnya ingin aku tujukan pada 2 pengantar surat, tapi lebih baik kujadikan satu.

Pertama. Hai mbak @chachathaib,

Sebelumnya aku ngucapin salam kenal dulu. Namaku Masni, followermu dan salah satu peserta yang ikut berpartisipasi di #30HariMenulisSuratCinta. Terima kasih karena sudah dengan setia mengantar surat-surat (khususnya suratku) ke @PosCinta dan menyeleksi surat-surat yang akan dipos ke blog 30HariMenulisSuratCinta.

Oiya, ada beberapa suratku yang terselip hingga tak sempat kamu sampaikan ke Pos Cinta (Hari ke 6 – Dear Cupid, Hari ke 10 – Sendal Jepitku, Hari ke 14 – Hey Cupid, dan Hari ke 24 – Room 108 & 201). Tak mengapa, aku memaklumi itu. Mungkin karena banyaknya mention yang masuk, dan kamu harus membaca semuanya. Tapi terima kasih sudah menjadi pengantar surat yang setia, sangat menyenangkan saat beberapa suratku masuk ke blog 30HariMenulisSuratCinta. Bisa sangat memacu keinginanku untuk menulis, hanya saja dalam tiga hari terakhir aku tidak sempat menulis surat karena kesibukan (ngeles karena buntu).

Terima kasih, sekali lagi. Kuharapkan kamu tak bosan untuk jadi pengantar surat di kesempatan program Pos Cinta yang lain. Ah, kudengar Maret nanti kamu akan menikah. Kuucapkan selamat, semoga lancar dan langgeng (hanya Allah SWT yang akan memisahkan kalian berdua dengan mengambil napas yang telah dipinjamkanNya). Amiin.



Yang Kedua. Hai mbak @ikavuje,

Kutempatkan disurat kedua bukan karena pilih kasih kok mbak, hanya saja mbak @chachathaib diawali dengan huruf C. Pertama salam kenal mbak (yah mungkin aku lebih tua dari mbak, terlebih lagi tepat hari ini berkurang lagi umurku berada di dunia), tapi gapapa khan aku panggil mbak? Sama dengan yang aku sampaikan ke mbak @chachathaib, aku juga salah satu followermu.

Terima kasih juga karena sudah mengantar surat-surat yang masuk (meski mbak bukan tukang pos-ku), tapi menyenangkan bisa membaca surat-surat yang kamu sampaikan ke Pos Cinta. Bagus-bagus ^_^. Dan yang aku suka adalah kamu memberikan komentar disetiap surat-surat yang kamu baca, entah di Blog mereka atau di Linimasa yang kamu retweet.

Emm, segini dulu deh. Bingung mau nulis apa lagi.



~ seorang yang sedang belajar menulis surat.

PS:

- Untuk mbak @chachathaib & mbak @ikavuje semoga aku sempat bertemu di gathering nanti, dan bolehkah aku berfoto bareng kalian? Hahahaha.. ^_^


Oleh @mazni_ untuk @chachathaib dan @ikavuje
diambil dari http://dmazni.wordpress.com/

Mister gembrit dan Sir tuannico


Sampai hari terakhir #30HariMenulisSuratCinta, gw masih belum punya Tukang PosCinta kesayangan. Tapi gw mengapresiasi semua tukang pos yang setia meretweet surat yang masuk ke mention mereka. Ahey!

Dari semua surat yang masuk, yang gw baca cuma punya @gembrit untuk Chizta, Chacha, dan Cinta Laura. Kenapa semuanya untuk cewek yang namanya berawal dari huruf C, ya? Apa karena @gembrit juga memiliki nama yang diawali dari huruf tersebut sehingga terjadi sedemikian rupa? Entahlah, biar ini tetap menjadi rahasia Illahi dan semesta…

Kemudian daripada itu, sebenarnya gw mau ngirim surat kaleng. Tapi setelah berpikir panjang, gw mengurungkan niat. Bukan, bukan karena gw tahu surat gw bakal dibaca sama @tuannico, bukan. Tapi karena gw tahu orang yang akan menerima surat pasti langsung tahu tentang pengirimnya. Jadi gak surprise lagi deh, gak seru. Mungkin tahun depan, mungkin tahun depannya lagi, atau mungkin nggak sama sekali ngirim surat kaleng, hihihii…

Demikian surat terakhir ini akan gw dedikasikan ke @gembrit dan ke @tuannico. Sungguh gak ada yang istimewa karena dua-duanya udah ada yang punya. Hahahaa.. *pembaca kecewa*

Berhubung sudah masuk waktu bekerja, marilah kita bekerja… Sekian dan assalamualaikum warrahmatullah wabarrakatuh. *sampirin sajadah ke pundak* *halah*

***

Oleh  @mmychaan untuk @gembrit dan @tuannico
diambil dari http://mmyhappiness.tumblr.com/

Untuk Kamu, Kamu dan Kamu


Kepada tiga tukang pos favorit saya. Apa kabar? Masih sehat dan bugar, kan? Mudah-mudahan nggak tepar setelah sebulan mengantarkan surat-surat dari dan ke seluruh penjuru Indonesia. Semoga Tuhan selalu bersama kalian ^^

1. @zulhaq_ :
Halo. Saya nggak menyangka akhirnya kamu jadi tukang pos juga, Zia. Cukup kaget juga sebenarnya. Tapi jika diingat-ingat, selama saya mengikuti kicauanmu, seorang Zia memang selalu membuat kejutan. Dari tweet-tweet kocak ketika hampir terlambat masuk ke pesawat (masih kepikiran, kok sempat sih, Zi…), atau keribetan tempat kerja yang sering berpindah-pindah (bahkan kamu sering menyebutnya dengan hutan, bukan? Hehehe…), atau tweet-tweet pecun yang kadang bikin hening, atau kemunculan buku pertamamu yang berjudul Home Tweet Home. Zia selalu punya inovasi untuk hidupnya. Salut! Semangat untuk ke depannya, ya. Semoga semakin sukses di udara 

2. @ikavuje :
Halo, Ika. Awalnya saya tidak mengikuti kicauan-kicauan Ika di Twitter. Tapi ketika saya berjalan-jalan di blog berisi surat-surat yang Ika nahkodai, saya takjub. Ika menyempatkan diri untuk memberi komentar di semua surat! Bahkan selalu membubuhkan kalimat penyemangat agar besok pasukan-pasukanmu tidak lupa membuat surat lagi. Bagi semua orang, mendapat komentar di blog sebagai peninggal jejak itu rasanya luar biasa. Dan sebagai tukang pos yang sangat sibuk, Ika telah melakukannya dengan sangat baik. Good job!

3. @chachathaib :
Halo, Chacha… Akhirnya selesai juga ya tugas nganter-nganter suratnya. Saya berterima kasih karena selama ini surat-surat saya telah diantar dengan baik. Sempat ada pertanyaan di awal-awal kegiatan #30HariMenulisSuratCinta ini, tentang jadwal penyampaian surat yang sepertinya terlalu malam. Rasanya tujuan silaturahmi antarblog semacam ‘tersendat’ karena tidak banyak manusia yang bisa mampu bertahan hingga malam. Tapi ternyata nggak juga. Silaturahmi tetap berjalan tanpa harus menunggu tukang pos menyampaikan surat-surat itu. Kiriman surat lewat pos aja bisa dilacak keberadaannya, apalagi via Twitter hehehe…
Kadang-kadang kloter akun L-O sangat penasaran dengan surat-surat terpilih. Karena sempat beberapa hari seakan-akan kloter ini terlewatkan begitu saja (lalu terdengar lagu Sheila on 7 – Yang Terlewatkan. Saya pribadi sih nggak berharap banyak (untuk terpilih), karena memang isi surat-surat saya nggak pernah ‘rapi’ hehehe…).
Tapi mengetahui Chacha sampai sakit, sepertinya memang aktivitasmu banyak sekali hingga tidak cukup waktu untuk beristirahat. Dari pagi hingga tengah malam (termasuk menyempatkan membaca dan mengantarkan seluruh surat yang memenuhi tab mensyenmu). Saya maklum. Menjadi manusia multitasking memang nggak mudah. Bisa jadi ada beberapa pekerjaan yang tidak maksimal. Tapi saya harap, jangan korbankan kesehatanmu, ya. Semoga semua persiapan pernikahannya lancar seperti jalanan Jakarta ketika lebaran. Dan semoga pernikahannya langgeng dan selalu dinaungi oleh cinta yang nggak pernah menua.

Sekian surat dari saya. Senang bisa menjadi bagian dari #30HariMenulisSuratCinta (meskipun nggak konsisten selama 30 hari. Hiks). Sayang sekali saya nggak bisa hadir di acara gathering #30HariMenulisSuratCinta. Tapi dari jauh, saya selalu berdoa untuk kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan kalian.

Best regards,
@noichil


Oleh @noichil untuk @zulhaq_ @ikavuje @chachathaib
diambil dari http://noichil.wordpress.com

Wahai Pasukan Penunggang Sepeda @PosCinta


Wahai pasukan penunggang sepeda,

Izinkan aku merangkai kata untuk kesempatan yang berbahagia. Banyak aksara berkeliaran dalam kepala yang ingin aku muntahkan rasanya. Tapi, sepertinya tidak semua bisa kuungkapkan, sebab memang tidak semua isi kepala harus diutarakan begitu saja. Hanya beberapa kata yang ingin kurangkai untuk kalian semua. Sebab aku tak ingin deretannya akan membeku dan takkan pernah terbaca. Begini kira-kira … .

1. @korekapikayu

Aku memang belum mengenalmu dalam waktu yang lama, tapi meskipun begitu kita pernah dipertemukan di dunia maya tanpa sengaja. Waktu itu kita sama-sama memberanikan diri untuk melamar menjadi tukang pos siaga @PosCinta. Dulu, saat #30HariLagukuBercerita, dan ternyata rasi bintang membuatku tidak berjodoh dengan @PosCinta. Tapi, entahlah kenyataannya seperti apa. Lewat surat edisi kali ini, aku hanya ingin berkata salut padamu yang sudah setia menjadi penunggang sepeda mengantarkan setiap lembar surat cinta ke tujuannya. Semoga setelahnya, kita bisa berkomunikasi berbagi cerita di lini kala.

2. @lionychan

Untukmu perempuan muda penunggang sepeda, kusematkan kekagumanku padamu semata. Kau begitu gigih mengayuh sepeda tanpa peduli cuaca. Bahkan kesibukan pun kamu kesampingkan demi tugas yang mulia. Asal kamu tahu, hatiku sempat terluka saat kamu memutuskan mengundurkan diri dari proyek menulis kita. Bukan apa-apa, kehilangan satu orang anggota rasanya ada yang hilang dalam komitmen bersama. Tapi, aku kemudian memahaminya, bahwa tugas utama tetaplah harus menjadi prioritas pertama. Semoga setelahnya, kita bisa kembali menulis bersama.

3. @gembrit

Untukmu pahlawan penunggang sepeda. Aku mengenalmu saat #30HariLagukuBercerita. Waktu itu aku berhasil menuntaskan 10 cerita. Semua berkat dorongan semangat dan komentar-komentarmu yang membakar asa. Aku tak pernah lupa, betapa satu kata atas satu cerita begitu berharga. Meskipun, aku tahu, tulisanku bukanlah sebuah kebanggaan bagimu, tapi aku tetap bahagia sebab kamu dengan setia tetap membaca. Dari beberapa kata yang kautulis di linikala atas tulisanku dan teman-teman lainnya, sedikit banyak menyulut semangat untuk saling sapa lewat tulisan dengan gaya yang berbeda. Semoga setelahnya, kamu tidak pernah lupa, bahwa aku pernah menjadi salah seorang bocahmu yang tetap setia merangkai kata menjadi cerita. Terima kasih untuk semuanya.

4. @chachathaib

Untukmu penunggang sepeda yang selalu tiba pada waktu tak disangka-sangka. Awalnya aku tahu tentangmu hanya selintas di linikala, tanpa pernah berkeinginan untuk mengikutinya. Tapi, akhirnya memutuskan untuk mengikuti setelah mengetahui nama-nama tukang pos dari @PosCinta. Dari sana, perlahan kekagumanku muncul seketika. Kata-kata terangkai dengan manis dan apa adanya. Beberapa di antaranya juga menyuarakan isi hatiku yang seorang pelaku LDR juga. Tidak dari awal memang aku mengikuti program #30HariMenulisSuratCinta, karena waktu itu aku juga sedang punya program lainnya. Baru hari ke-14 aku ikut serta sampai hari kemarin terakhirnya. Meskipun, kadang suka kesal karena share suratku yang terlambat waktunya, tetapi aku memahami bahwa kehidupan nyatamu butuh perhatianmu juga. Bahkan meskipun beberapa hari surat dari nama Twitter L – O tak satu pun diposting di blog @PosCinta, akhirnya aku bisa menerima dengan lapang dada. Kecewa? Pastinya. Tapi, itu hanya sementara. Setelahnya semua baik-baik saja. Mohon maaf atas kesalahan kata yang kadang cenderung memaksa. Terima kasih atas perhatiannya dan terutama kesetiaan mengantar surat cintaku pada tujuan yang seharusnya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk lebih saling mengenal satu sama lainnya, sebab bagaimanapun juga kita memiliki hobi yang sama, menulis cerita. Akhir kata, aku tak bisa memberikan apa-apa selain doa tulus semoga lancar acara pernikahannya, sehingga menjadi keluarga yang sakinah mawahdah warrahmah untuk selamanya. Aamiin.

Dariku, Bocahe @PosCinta,

@momo_DM


oleh @momo_DM untuk @korekapikayu @lionychan @gembrit @chachathaib
diambil dari http://bianglalakata.wordpress.com

Surat Spesial


Bandung, 13 Februari 2013

Kepada Kak Chicko Handoyo.

Kak Iko! Ini surat terakhir yang perlu dikirim, gimana perasaannya setelah 30 hari mengirim surat? Capek ngga? Gimana perasaannya membaca berpuluh-puluh surat setiap harinya? Tapi pasti menyenangkan ya, membaca rangkaian kalimat yang terkadang jadi curhat terselubung para penulisnya? Seperti aku, sok-sok nulis surat cinta buat kota, eh malah diselipkan 2 paragraf tentang cerita cinta, hehehe.

Kak Iko, setelah project ini, tab mention Twittermu tak lagi dipenuhi oleh para pengirim surat termasuk twitterku yang aneh karena suka tak muncul ketika di search ‘#30HariMenulisCinta dan @gembrit’. Mungkin surat-suratku terlalu pemalu untuk dibaca Kak Iko, makanya suka terselip.

Kak Iko, awalnya aku malu lho, kalau tulisanku dibaca orang lain, awalnya masih ragu-ragu untuk mengikuti program ini, namun hati kecil berbicara untuk mencoba konsisten di project ini, dan tak memperdulikan beribu-ribu kalimat curhat colongan yang kutulis di setiap surat.

Kak Iko, pokoknya terima kasih ya telah menyempatkan membaca dan mengantar surat-surat itu ke kantor pos. Semoga Kak Iko bahagia selalu :D

p.s: Kak Iko, ikutan gathering ngga? :p



Yang selama 30 hari ini merepotkanmu,

Aku.


Oleh @waktuhujansore untuk @gembrit
Diambil dari http://spidolungu.tumblr.com/