Showing posts with label Surat Cinta #2. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta #2. Show all posts

16 January 2013

Untuk Pak Pos Zulhaq_


Hai, @zulhaq_,

Aku mengeluh tentang panas yang entah berapa derjat, yang aku tau panasnya hampir mengelupasi kulit yang jarang aku rawat ini.
Aku juga mengeluh akan hujan yang suka datang tak mengenal waktu, bahkan pada saat aku sedang bingung mencari alamat. Aku bukan ayu ting-ting, tapi aku juga bisa mengeluh. Aku-pun bertanya pada hujan, juga bertanya pada matahari yang panasnya aku keluhkan. “Ke mana..ke mana….”

 Aku tak bertanya ke mana aku harus menemukan alamat, bukan. Aku bertanya ke mana aku harus menitipkan sebuah surat. Ke mana aku harus menyalurkan surat akan cintaku yang tersirat.

 Iya. Surat ini untuk kamu, yang selama sebulan ke depan akan setia menyampaikan surat-surat cinta dari segala penjuru Indonesia. Termasuk surat dari aku, yang mungkin tak kamu kenal ini. Akhirnya, hujan dan matahari aku ucapkan Terimakasih karena telah memberikan ketenangan (ternyata) sekaligus pencerahan, kepada siapa aku tepatnya menitipkan surat. Iya, kamu.

 Pasti menyenangkan ya, menjadi orang yang diandalkan untuk menyampaikan tulisan yang ditulis dengan segenap cinta. I’ve always had a thing for love letters, even though I’ve never got them.

Aku kadang berpikir tentang orang-orang jaman dulu, yang tidak memiliki telepon, apalagi koneksi internet. Satu-satunya cara mereka menyampaikan afeksi mereka adalah lewat surat - surat mereka. Tak terbayang berapa banyak surat yang terkirim, hanya untuk menyampaikan kata-kata cinta. Aku penasaran dengan isi-isi dari surat itu. Bagaimana mereka menyatakan kerinduan mereka. Bagaimana kita mungkin bisa melihat bekas tetesan air mata yang menggambarkan perasaan mereka, Atau tulisan tangan mereka yang agak bergetar karena emosi yang tidak bisa ditahan. Iya, Aku memang agak kepo. Tapi begitulah aku memikirkan hal lalu yang berkaitan dengan surat-menyurat.

Menyampaikan rasa, cinta, dan kerinduan. Apalagi dulu tidak ada istilah sepik, tidak ada istilah galau. Tapi aku yakin, getaran kata dan rasa mereka pasti mendalam, sedalam kejauhan jarak yang terkadang tak sanggup mereka perkirakan. Sekarang ini aku sungguh mengandalkan kamu, karena aku tidak tahu lagi harus mengandalkan siapa.

Aku rasa kamu memang yang paling tepat. Pasti. Teman aku pernah menulis di blog-nya. Setiap Dua orang di seluruh dunia ini dapat terhubung lewat lima orang lainnya. Lima orang memang gak banyak. Tapi Masih mending. Kalu dipikir-pikir lagi, jika hanya terhubung oleh satu orang saja, bisa jadi terhubung ke orang yang salah. Aku tidak bermaksud untuk membebani kamu.

 Tapi, akua sungguh berharap kamu adalah salah satu dari lima orang itu. Terima kasih Pak Pos, telah mengantarkan surat pertamaku. Aku akan mencoba untuk menulis setiap harinya. Mungkin lebih dari 30 hari-mu.

Salam perangko.

 #30hariMenulisSuratCinta by @_ceritakita http://twotimesacharm.tumblr.com

BBLSKASCBK… dst


Teruntuk Selebtwit CIAYUMAJAKUNING,
Kak @gembrit

Halo Kak, pasti BBLSKASCBKHKABBLKUHKAP#30HMSCHAKPIKKP YPAKMN IK?I SPPKHMAMAKTMSCDHP ATPKM TKYK(?) SKHKP#30HMSC AAMAYMIDS@ TSTBBBBB TBBBBBYMOBBLNBBBBB OIBBC SSSKLMSBBKTPMTTEEGPKYK?SASBP DEKBB YSADSCBK JLBBNBBBBBYK OB

… Bangun Bangun Langsung Seneng Karena Ada Surat Cinta Buat Kakak Hihi Kalo Aku Bangun Bangun Langsung Kaget Udah Hari Kedua Aja Program #30HariMenulisSuratCinta-nya Haduh Aku Kudu Piye Ini Kak, Kudu Piyeee. Yang Pasti Aku Kudu Mulai Nulis. Iya Kan? Iya. Sebagai Pak Pos-ku, Kakak Harus Memberi Aku Maaf Atas Kelalaianku Tidak Menulis Surat Cinta Di Hari Pertama. Aku Tahu Pasti Kakak Maafin. Terimakasih Kembali Ya Kak (?)

Sesuai Ketentuan Hari Kedua Program #30HariMenulisSuratCinta, Aku Akan Menulis Apa Yang Menjadi Inspirasi Dari Seorang @gembrit. Tentu Saja Twit Bangun Bangun Bla Bla Bla-nya! Twit Bangun Bangun Bla Bla Bla Yang Membuat Orang Bangun Bangun Langsung Ngetwit Bangun Bangun Bla Bla Bla. Oke Ini Bangun Bangun Ception. :/
Sebagai Seorang Selebtwit Kakak Layak Mendapatkan Surat Berkelakuan Baik Karena Tidak Pernah Melakukan Tindakan Twitwar (Eh Emang Gak Pernah Kan Ya Kak? Setau Aku Sih Belum Pernah) Dan Emang Kayaknya Berakhlak Baik.

Yasudah Segitu Aja Dulu Surat Cinta Buat Kakak, Jangan Lupa Bangun Bangun Ngetwit Bangun Bangun Bla Bla Bla Ya Kak. Okesip. Bye.

Tertanda,
Follower-ke-berapa-ya-aduh-lupa- mu
@valendgranith


Oleh: @valendgranith untuk @gembrit
Diambil dari http://shandikapuri.tumblr.com/

Modusin Rahne


Dear Rahne (yang mungkin membaca surat ini), 
Saya sebenernya agak sedikit bingung waktu akan menulis #30HariMenulisSuratCinta dengan tema “Surat untuk Selebtwit”. Kalo boleh sih saya mau nanya dulu. Kamu selebtwit kan? Hihihi. Saya agak bingung dengan istilah selebtwit. Apakah yang sekedar followernya banyak? Atau yang cantik dan yang tampan? Atau yang garing-garing lucu begitu? Saya pikir selebtwit itu public figur-nya negara yang namanya Twitter.

Ah. Sudahlah. Yang penting saya follow kamu. Belum begitu lama sih. Sejak follow @anjinggombal aja saya jadi tau kamu. Kagum? Jelas kagum. Menurut saya kamu itu layak dijadikan panutan (halah), sering menginspirasi, dan tulisan-tulisan kamu adalah salah satu motivator saya (terutama untuk latihan menulis).

Membaca Sadgenic seolah membiarkan diri tenggelam dalam lautan kata-kata yang terbentuk dari mata air (atau air mata?) seorang Rahne? :p

Saya heran. Kok Rahne bisa ya kepikiran kata-kata sebagus dan sedalam itu? Apakah otak dan hati Rahne terbuat dari tetes-tetes hujan yang mengetuk jendela kenangan? Atau terbuat dari awan-awan kelabu yang rindu matahari? 
Ada satu lagi kemungkinan. Mungkin jemarimu yang terbuat dari pucatnya bulan di awal fajar?

Duh, maafkan saya yang tidak bisa merangkai kata sesempurna kamu. Tapi saya janji akan terus belajar dari kamu. Semoga kamu mengijinkannya.

Dear Rahne, 
Zarry jomblo tuh :p 
Tapi sayangnya kamu udah ngga jomblo yah :)) 
Saya suka loh kalo kalian balas-balasan puisi. Beberapa tulisan saya ada yang terinspirasi dari kamu Dan Zarry. Tapi sekali lagi, tak mungkin sebagus kamu dan Zarry :)

Dear Rahne,
Meskipun kamu senyawa dengan Sadgenic, tapi saya harap hidupmu tak pernah sedih. Dan bagi saya, kamu tak sekedar selebtwit. Kamu lebih dari itu. Kamu seperti ilmuwan kata yang eksperimennya berhasil Dan berdampak pada saya. Akhir kata, terimakasih sudah berkenan membaca.

Teruslah menginspirasi saya, Rahne Putri :)


Oleh: @_lele19 untuk @rahneputri
Diambil dari http://leletrash.tumblr.com/

Meski Tak Seromantis @zarryhendrik


Masih untuk kamu, yang senyumnya menenangkan.

Hari ini Pak pos menyuruhku menulis surat cinta bertema. Begitupun selasa selasa berikutnya. Tema selasa pertama adalah selebtwit. Tapi tetap ya, aku menulisnya untuk kamu.

Baiklah.
Kamu tau @zarryhendrik ? Iya, dia pembuat puisi 'astaga gue ganteng banget' yang tiga hari lalu aku ceritakan. Serius, dia gak seganteng kamu. Tapi dia romantis. Aku pertama kali jatuh hati pada kalimatnya yang ini:
"cintai dulu Tuhanku, baru aku".
Bahkan aku mengenalkannya pada mamaku. Kamu mau tau mama bilang apa? Katanya, "yaTuhan! suruh dia cukur brewok dulu!" Oke, mungkin seharusnya aku menunjukkan puisinya, bukan fotonya.

Setiap kali Bang Zarry ketemu Kak @rahneputri di linimasa, dunia maya menjadi pertunjukan yang terlalu romantis untuk dilewatkan. Aku selalu membayangkan suatu saat nanti Bang Zarry dan Kak Rahne jadian. Dan aku.....bahagia. 

Hai, Kamu. 

Aku mengharapkan lelaki romantis yang satu kalimatnya saja bisa buatku mabuk, seperti Bang Zarry. Aku memimpikan laki - laki yang rayuannya sederhana tapi lucu dan menyenangkan, seperti Bang Zarry. Tapi sayangnya, kamu terlalu aneh untuk menjadi seperti Bang Zarry.

Tapi kemudian pikirku, bukankah cinta memang terkadang membuat kita aneh? Atau mungkin keanehanmu menjadikanku aneh sehingga mencintaimu yang aneh? Entah.

Semoga Bang Zarry gak baca surat ini. Karena aku takutnya dia bikin puisi 'astaga gue romantis banget' karena kepedean.

Hai, kamu.

Sudah ya hari ini. Meskipun kamu gak seromantis Bang Zarry, aku bersyukur karena kemungkinanmu untuk merayu perempuan lain sangat kecil. Iya, kecil bukan berarti tidak mungkin tapi yasudahlah.

Dariku, yang masih merindumu dan sekarang sedang ketakutan surat ini dibaca Bang Zarry.


Oleh: @upisufia untuk @zarryhendrik
Diambil dari http://upisufia.blogspot.com/

Kagum Saya


Dear mbak Yant1

Sebelumnya, saya mohon maaf atas kelancangan saya menulis surat “cinta” ini untuk anda. Anda kaget? Saya juga. Saya mengagumi anda. Anda kaget lagi? Saya juga kaget lagi. Saya mengagumi kecintaan anda pada diri anda. Saya harus belajar banyak hal itu dari anda.

Dalam pandangan mata saya yang belum tahu apa apa tentang anda, saya menghakimi anda sebagai penikmat hidup. Saya juga mengagumi betapa anda bisa begitu menikmati hal yang terlewatkan buat saya. Cara anda menikmati Bra misalnya. Saya tidak pernah terpikir, bahwa Bra bisa mendatangkan begitu banyak kesenangan. Selama ini saya hanya menikmati bra jika ia sudah tergeletak di lantai.

Juga bagaimana anda menikmati tubuh anda sendiri. Itu yang paling saya kagumi. Betapa anda merasa nyaman dengan tubuh anda, yang membuat saya terpana. Membuat dunia tahu, bahwa anda menikmati hidup anda dengan lekuk anda lah, yang membuat saya terperangah.

Demikian saja mbak Yant1, omong-omong, sepatu merah di foto terbaru anda, saya kurang suka, mungkin karena tidak cocok dengan bra anda. Yang paling saya suka, bra second skin cokelat. Sepertinya saya akan beli untuk menyenangkan pasangan saya, malam ini.

- Perempuan di balik Jendela maya -


Oleh: @ulansabit untuk @Angel_Yant1
Diambil dari http://punyaulan.wordpress.com/

Mereka Memanggilmu: Mumu


Hi kak,
Semestinya dengan malu yang luar biasa ini aku menulis surat kaleng saja untukmu.

Aku bukanlah followermu. Tetapi di linimasaku banyak yang mengenalmu. Bahkan setiap kali mereka me-retweet twit-twitmu.

Dari mereka aku mengenalmu. Pun aku berkunjung di kamarpodjok(dot)wordpress(dot)com.
Ah, diam-diam aku memasuki tiap kamarmu. Dan kusebut gelap.

Dari mereka aku mengenalmu. Sepertinya kau selalu tak puas diri bila berkarya. Dan aku pun mengunjungimu di jejakubikel(dot)com.

Dari mereka aku mengenalmu. Kau salah satu moderator satu akun syair. Kekagumanku makin bertambah.

Dari mereka aku mengenalmu. Benar kiraku. Kau banyak berteman. Kau banyak berkomunitas. Kau banyak berkarya. Layaklah mereka menyebutmu ‘selebtwit’

Menulis surat ini, membuatku makin malu. Betapa tak layak karya-karyaku dibanding denganmu.

Kak Mumu. Teruslah berkarya. Jangan patah arang. Banyak yang menyayangimu.

Bolehkah setelah ini aku belajar menulis cerita denganmu?

Lala.


Oleh: @_bianglala untuk @ParmoeAga
Diambil dari https://pelangiaksara.wordpress.com/

Surat Untuk Bu Guru Naya

Untuk: teteh @nayasaa

Semenjak beberapa hari yang lalu, saya dilanda kebingungan untuk memilih akun selebtwit mana yang akan saya tuliskan surat untuk hari ini. Sampai tadi malam saya membaca salah satu definisi selebtwit yang ditwitkan oleh akun @poscinta

“ SELEBTWIT ADALAH ORANG YANG MENURUT KAMU PUNYA PENGARUH BAIK DI TWITTER DAN MENGINSPIRASI KAMU.”

Nah, saya pun puter otak buat mikir siapa yang jadi objek tulisan hari ini. I follow a lot of people, and most of them are inspiring. Saya termasuk orang yang percaya bahwa semua manusia bisa memberikan inspirasi kepada tiap tiap manusia lainnya, syaratnya ga susah, asal kita mau belajar untuk lebih banyak melihat dan membuka hati. Dan kali ini, akhirnya saya memilih rekan saya ber id-twitter @nayasaa ini mengingat walaupun followernya tidak 5 digit seperti selebtwit lainnya, di mata saya, dia ga kalah hebat loh dengan mereka mereka itu.

Teh Naya ini di sela sela kesibukan sebagai mahasiswi S2, juga jadi founder dan pengelola Sekolah Bermain Matahari di Depok, semacam PAUD untuk para balita yang sebagian biaya operasionalnya diambil dari keuntungan penjualan novel perdanya “Cinta di Ujung Jari”. Dia juga melalui tulisan dan tweet tweetnya ga bosen bosen ngingetin kalo pendidikan buat anak anak sedari dini itu sangat penting, karena mereka adalah calon calon pemimpin bangsa ke depannya, dan kita harus lebih care buat itu. Pokonya calon Mendiknas banget :D.

Teh Naya ini juga jago nulis, kalo ga percaya coba cek di tumblr dan blogspotnya deh. Banyak tulisan serta cerpen - cerpen bagus yang bisa kamu baca. Padahal dia dulu kuliahnya di Jurusan Fisika loh. Nah, hal ini juga ngingetin saya untuk terus ngelatih otak kiri dan kanan terus secara bersamaan, gimana caranya? yah salah satunya dengan menulis cerita.

Teh Naya ini kalo diliat dari tweet - tweetnya juga seneng baca buku, dan bacaannya juga gak pilih - pilih. Udah kayak perpustakaan berjalan aja pokoknya. She reads a lot of book, dari novel novel yang tampaknya ringan, sampai buku - buku filsafat yang berat. Dia juga penggemar buku - bukunya Bung Hatta dan Tan Malaka loh, sama seperti saya. Hal ini juga ngingetin saya, jangan pernah putus membaca, karena buku adalah jendela dunia. Banyak hal - hal baru yang akan kamu dapat disana.

Teh Naya juga memiliki sisi humanis yang tinggi, dilihat dari pendapat pendapatnya mengenai beberapa kasus penggusuran, seperti penggusuran pedagang di area Tamansari, Bandung, serta yang teranyar penggusuran di kawasan St. Pondok Cina. Dari pendapat serta tulisan tulisannya, saya belajar bahwa kita sebagai kaum yang diberikan sedikit kelebihan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi dari masyarakat sekitar, haruslah bisa melihat keluar, merangkul yang sebenarnya sangat dekat dengan lingkungan kampus kita namun seringkali terabai oleh gegap gempitanya kota besar. Jangan sibuk mau go-internesyenel tapi lingkungan di kanan dan kiri kita terabaikan.

Apalagi ya Teh Naya? Pokonya Teh Naya keren deh! Walaupun kita gak sering sering amat ketemu, tapi dari tweet dan postingan Teh Naya di tumblr bisa memberikan banyak inspirasi buat saya. Salamku buat murid - muridmu. Nanti kalo sempet, aku mau main ke sekolahmu, sekalian meriksain kesehatan mereka. Semoga kita bisa sama sama berkarya buat Indonesia yang lebih baik yah bu guru… :’)

Teh Naya, you are my and Sekolah Bermain Matahari’s selebtwit…… :’)

P.S: Tidak ada unsur modus - modusan di dalam tulisan ini. :P

P.P.S: Semoga segera menemukan pelabuhan hatinya di tahun 2013 ini. Yang berminat mungkin bisa dimulai dengan follow twitternya loh. :D


Palabuhan Ratu, 15 Januari 2013
Anggap saja aku murid sekolahmu



oleh @rajaharapp untuk @nayasaa
diambil dari http://rajaharahapp.tumblr.com

Pembela Ayam, Pencinta Pohon; @dausgonia.

Hai, Daus..

Saya gak mau minta maaf kayak surat-surat lain yang katanya lancang nulis surat buat Selebtwitnya. Kamu juga jangan gampang ngasih maaf, Us. Belum apa-apa aja udah minta maaf, nanti bisa aja minta nasi, terus minta lauknya, terus izin minta nginep, eh minta dinikahin, deh.

Saya nulis surat ini buat kamu, @dausgonia, selebtwitnya akuuuh (づ ̄ ³ ̄)づ

Sebelumnya, kenalan dulu aja ya, saya Ratih. Kamu mungkin gak kenal saya, eh kamu emang gak kenal saya, sih, makanya kita kenalan dulu, kan? Hehe Saya dulu gak kenal kamu tapi saya liat @dausgonia seliweran di timeline dengan twit yang aneh bin ajaib. Saya liat profil kamu ternyata kamu itu……… Daus! Iya, kamu itu Daus! Kamu pasti gak nyangka kan, kalo kamu itu Daus?! Waaahh saya juga gak nyangka kamu itu Daus. Saya pikir kamu itu Daus, lho tapi ternyata Daus. #rauwiswis

Saya hanyalah salah satu followers kamu, yang entah kenapa terhipnotis untuk follow kamu, terus buka blog kamu http://www.dausgonia.com, terus ikut mikirin riset-riset kamu tentang Ayam dan Telur itu. Kamu itu absurd tapi tetep keliatan cerdas, iya keliatan! Kecerdasan kamu itu bukan makhluk ghaib, jadi keliatan. Ya, kamu bebasin aja ya, saya mau nulis apa, saya deg-degan nih ngetiknya. hehe

Saya tuh heran deh, sama kamu, Us. Sebenernya apa sih isi kepala kamu itu?

Riset-riset kamu yang aneh tapi masuk akal, bikin saya dan mungkin yang lain juga mikirin riset kamu itu. Saya juga sempet kepikiran buat jadi vegetariyam kayak kamu, Us. hahah :D

Segala riset tentang Ayam Telor mana yang duluan, yang pada nyatanya

    “bukan tentang apa yang ada lebih dulu, tapi apa dan siapa yang bertahan sampai akhir” :’)

Juga tulisan kamu tentang Populasi Ayam dan Peradaban, sampai tulisan kamu “IMAJI DAN NASI” tulisan yang sangat cerdas! Kamu itu cerdas, Us! (҂’̀⌣’́)9 Saya juga suka tulisan kamu tentang pohon. Saya jadi lebih sayang sama pohon gara-gara tulisan kamu itu. :’) #1pohon1pelukan

Atuhlah, saya bingung mau nulis apa lagi tentang kamu, Us. Balik lagi ke pertanyaan awal saya; Sebenernya, apa sih isi kepala kamu? Kalo bisa tolong dijawab, ya. Saya penasaran kenapa kamu bisa secerdas itu. Pokoknya saya mah Ngepens lah sama kamu! Pengen ketemu, pengen kenal dan bisa ngobrol-ngobrol sama kamu, wahai dausgonia sang Pembela Ayam dan Pencinta Pohon. :3

Saya udahin aja surat kali ini.

Udah.



Salam Ayam dan Pohon.



oleh @ratihibow untuk @dausgonia
diambil dari http://ratihibow.wordpress.com

Si Pengintai (Bintang) Aku?

Menjelang siang aku mulai memantapkan jemari di atas keyboard untuk menuliskan ini padamu. Bukan sekedar basa-basi atau sebagai upeti agar surat ini bisa dimuat di halaman pertama, tapi ini tulus kutulis untuk kamu, hey Pengintai.

Kita resmi berkenalan Januari 2011, Piknik Asik pertama, di Ragunan. Thanks, Twitter.

Kamu gak follow aku, dan aku bukan follower kamu. Kita tidak pernah bersapa, tidak juga bercanda. Kita hanya dua raga yang berada di lingkungan yang sama.

Cerita pertama tentang kamu yang aku tahu, tentang si jantan yang berlayar dengan kapal besar. Si Jantan yang membawa sebagian kamu disana, tanpa kamu tahu kapan harus bertahan. Masih adakah dirinya alasan kamu terjaga dan menjadi gundah gulana?

Dan berikutnya aku tahu kamu Librarian. Sejenak aku berlonjak, aku juga Libra, kita sama. Kemudian aku salah mengartikan. Baiklah, gunakan saja bahasa Indonesia, Pustakawan. Jenis apa itu? Kerabat ubur-ubur berjalan melata dengan perut dan dada atau justru masih satu kelas dengan tumbuhan berujung duri yang tingginya tidak lebih dari ayam kate?

Waktu kudengar itu pekerjaanmu, aku berdoa dalam hati kepada Tuhan semoga kamu dimurahkan rejeki. Pustakawan adalah orang yang paling kupuja sejak menjadi petugas perpustakaan di sekolah dulu. Kuceritakan dulu ya, sejak SD aku sering diam-diam jatuh cinta dengan petugas perpustakaan. Bukan, bukan karena mereka tampan, tapi karena mereka cekatan dalam mengingat buku mana yang aku butuhkan. Dan Pustakawan jugalah yang terkadang membantuku memilihkan buku apa yang sebaiknya kupinjam selama seminggu. Masih kuingat petugas perpustakaanku dulu, Ada Pak Toto saat ku masih putih merah, Bu Yanti yang sering memberiku buku Mira W saat SMP, dan Pak Agung guru kesayangan di masa putih abu-abu. Aku mencintai pekerjaan mereka, makanya aku juga ikutan terlibat menjadi petugas tambahan di perpustakaan sekolah.

Yang kutahu, Pustakawan orang yang paling pintar karena mereka gemar membaca. Orang yang paling senang kuajak bercerita, berdiskusi panjang lebar selama istirahat kedua tiba. Dan kamu, si pustakawan di timeline ku.

Em, sekarang aku kerja di Serpong, Tangerang Selatan, tempat kamu setahun (lebih?) pernah bekerja di satu toko buku ternama sebelum sekarang kamu hijrah ke kota bunga. Kalau saja kamu masih jadi warga Karawaci sementara, mungkin malam-malam kita akan diisi minum kopi dan membahas gosip tak guna atau bercerita tentang buku terbaru.

Kopi, kamu juga memujanya. Mungkin lidahmu lebih banyak mencecap beragam jenis kopi dibanding tiga atau bahkan lima barista. Ok, aku mulai berlebihan.

Pengintai Bintang, ini yang aku tidak tahu maksudnya. Kamu menjadi pengintai aku? Atau ada Bintang lain yang sedang kamu nikmati kerlipnya? Atau ada Bintang lain yang kamu tunggu setiap malam tiba? Atau ada Bintang lain yang sedang menyilaukan hatimu?

Dan itu bukan aku.

Tentu saja bukan kamu, Li.

Hey, @omemdisini , kamu selebtwit yang layak kukirimi surat ini. Kamu si pustakawan yang membuatku tak jemu untuk tetap mengisi hari dengan membaca, agar lebih pintar dari kamu. Kamu harus bangga.

PS : Bukumu yang ada di kumcer terbitan Q belum kubaca. Nanti saja ya, aku mau dengar kamu cerita gimana proses menulisnya.

PS 2: Have fun di Bali. Temukan jantan untukku.

Dengan senyuman bahagia,

Lian




oleh @starlian untuk @omemdisini
diambil dari http://starlian24.wordpress.com

Perempuan Luka yang Kini Menikmati Suka

Untuk perempuan luka,

Hari itu kamu menggantungkan asa tinggi, pada pria yang kamu harap dapat menyematkan cincin di jari manismu sebelah kiri. Pertautan jemari, janji-janji tentang kebahagiaan yang kamu nanti. Terbang bersamanya, kamu yakin segalanya baik-baik saja. Tidak peduli kemanapun kaki ini melangkah, kamu yakin ada dia yang kau jadikan rumah. Tempat merebahkan lelah, berbagi bahagia dan tak ada yang lebih indah dari keyakinanmu bahwa dia adalah tepat. Ada ketenangan yang kamu rasakan saat menepikan badan untuk bersandar pada badannya yang seolah pilar. Kamu jatuh cinta. Aku ulangi, kamu cinta mati padanya.

Hingga,

Kepergiannya yang tiba-tiba, tak pernah kau persiapkan sebelumnya. Menyalahkan dunia, mengutuk apa saja yang kamu pikir tidak pernah adil kepadamu. Cincinnya memang tidak ada, tapi janjinya masih mengikat jari manismu erat. Menangis sejadinya, menyiksa diri sama banyaknya. Segalanya kamu rasa berakhir begitu saja. Kamu tidak bisa hidup tanpanya.

Hari ini,

Kamu masih hidup tanpanya, masih bernafas meski ada yang hilang namun kamu bersyukur bahwa kebahagiaan tidak pernah henti untuk datang. Aku senang. Setelah kamu tahu bahwa bergantung itu adalah hal yang paling menyakitkan. Atau ketergantungan pada orang lain yang membuatmu hilang keseimbangan. Apa lagi yang kamu butuhkan jika sekarang kamu bisa terbang sendirian? Kamu bebas memilih, kupu-kupu tidak selamanya terbang tinggi, ada kalanya ia hinggap pada satu bunga dan berjalan sesekali. Berpijaklah sesekali, untuk mengingat kamu pernah jatuh dan tak akan mengulanginya lagi. Atau kamu bisa berlari, karena di ujung jalan sana kebahagiaanmu menanti. Selamat menikmati suka, kamu si @topeng2kaca.

“Ada yang tidak pernah lepas dari wanita, air mata dan kelembutan hatinya. Gabungan keduanya akan menjadi kekuatan dari ketegaran yang mereka punya.”





oleh @sedimensenja untuk @topeng2kaca
diambil dari http://sedimensenja.wordpress.com

Selebtwitnya Aku

 Selebtwitnya Aku

Dear @mutiaamalia,

Eh gilak! Apa kabar lo? Bolak-balik KL-Indo mulu nggak pernah ada nemuin gue. Iya sih, lo-nya pulang ke Bandung, gue bahkan masih belum kelar UAS. Hehe. Bentar lagi gue janji bakal pulang. Sabar ya ya ya. Sini peluk dulu.

Baru sekali ini ya lo dapet surat dari gue? Ciyeee dapet surat dari gueee. Jadi gini, De. Gue disuruh nulis surat cinta buat selebtwit nih. Katanya, selebtwit itu orang yang menurut kita punya pengaruh baik di Twitter. Dan orang pertama yang langsung gue pikirin adalah lo. Oh nggak deng, awalnya mau buat @DennyJA_WORLD tapi setelah melakukan voting dan musyawarah mufakat dengan warga setempat, Denny JA gue tendang dari podium.

Selebtwit kesayangan gue, tau nggak kalo gue bangga banget sama lo? Lo adalah orang tersupel yang pernah gue kenal. Kadang gue heran, kok bisa ya nih anak dalam 5 menit pertama kenal sama orang baru udah bisa ngomong panjang lebar aja gitu. Itu dulu pas awal-awal kita temenan, 5 tahun lalu. Dan sekarang malah udah jauh lebih berkembang lagi. Gila, temen gue yang dulu dikenal guru karena sering bolos kelas sekarang dikenal dimana-mana. Masuk ke lingkungan mana aja oke, cepet adaptasinya. Pinter ngebawa suasana. Jadi selebtwit pulak! Beda banget sama gue yang lebih banyak canggungnya. Sedikit banyak gue belajar dari lo, De. Itu potensi besar lo, De, selain yang….. *kabur*

Aneh gak sih, lo sama gue jarak tempuhnya paling jauh daripada yang lain. KL-Jogja. Tapi entah sejak kapan dan gimana cerita awalnya pun gue lupa, rasaya gue paling deketnya sama lo. Gue bisa curhat sama lo dari A-Z tanpa ada yang gue tutupin. Gue ngerasa nyaman karena seburuk atau setolol apapun yang gue lakuin, lo gak pernah nge-judge gue. Sebandel-bandelnya gue, tetep ngadunya ke elu pas akhirnya gue kualat sendiri. Dan lo selalu ada. Walaupun cuma lewat dunia maya, gue rasakan lo selalu “hadir” buat gue di saat gue paling rapuh sekalipun. Gue bersyukur nemu temen, sahabat, sodara, dalam satu paket di lo kayak gini.

Jadi lo pikir lo berpengaruh baik dan menginspirasi gue?? EMANG!! Hih!

Dea, gue tuh paling sebel kalo lo udah ngeremehin kesehatan badan lo. Makan dikit banget, sering begadang, kena angin malem, ngasepnya udah kayak cerobong pabrik lagi produksi. Lo gak gendut kok, lo cantik. Menarik. Tapi kalo emang lo ngerasa perlu diet, dietnya yang sehat lah. Yang bijak sama badan lo sendiri. Terus, kalo lo ada apa-apa, lo bisa cerita sama gue. Gue gak yakin bisa bantu banyak, tapi gue siap kalo lo mau bagi beban lo berdua gue. Kuliah lo juga, buruan dikelarin. Syukur sih sekarang-sekarang ini lo udah mulai rajin lagi. Iya lah, kudu. Buktiin ke Mama Lulu sama Papa Bakti kalo anak bungsunya ini bisa jadi orang. Bukan jadi naga putih tiga dimensi.You’re so much better than you think you are. Dan satu lagi, orang yang berani nyakitin atau nyia-nyiain lo, bilang sama gue. Suruh hadepan sama gue sini.

Hmm, oke ini terakhir. Cari orang yang bisa bikin lo bahagia secara utuh ya De. Bukan yang sesaat bikin lo terbang, gak lama malah bikin lo jatuh terluka lebih dalam dari sebelumnya. Gue tau lo kuat. Tapi sama kayak kulit, hati pun kalo terluka butuh proses untuk bisa pulih. Jangan sampai orang yang pengen ngejaga hati lo dengan baik gak dapet respon yang baik dari lo-nya gara-gara lo udah trauma duluan.

Udah panjang aja dong surat cinta gue buat lo (Hah, surat cinta? Puih). Maaf gue cuma bisa kirim surat, bukan kirim pulsa buat mamah di kantor polisi. Besok-besok gue kirimnya langsung undangan nikah deh.

Gue kangen lo. Tunggu gue di Bandung ya!


oleh @tfnyaprdht untuk @mutiaamalia

diambil dari http://breakfastattifanys.tumblr.com

POKOKNYA INI BUKAN SURAT CINTA


Pertama, aku tekankan ini sama sekali bukan surat cinta.

“Gue dilahirkan ke dunia sama Tuhan buat nemenin lo yg cengeng ini” – Rendri Genna Satria

Aku tidak cengeng, aku hanya terlalu perasa. Aku tidak cengeng, aku hanya terlalu mudah meneteskan air mata. Aku tidak cengeng, selama ada kamu yang selalu ada buat aku seperti biasa.

Ingat pertama kenal karena satu grup di BBm? Entah kata pertama dari salah satu kita itu apa sampai akhirnya kita sedekat ini.

Ingat pertama kali kita ketemu? Aku ingat, McD IP sebelum Gathering Pakcoy, ada Mas Dimsoer juga. Entah topik apa yang pertama kita bicarakan sampai akhirnya kita sedekat ini.

Sudah berapa lusin cerita yang saling kita bagi? Sudah berapa ratus jam yang kita habiskan melalui chatting-chatting gak penting yang terkadang hanya sekadar saling mengejek satu sama lain? Sudah berapa juta nasihat dari aku untukmu atau darimu untukku selama ini? Dan aku sangat berterima kasih untuk itu semua.

Tenang, kamu masih ada dalam deretan orang penting dalam hidupku. Kamu masih ada dalam deretan orang yang aku butuhkan dalam hidupku. Jangan hilang lagi seperti kemarin-kemarin, ketika kamu merasa tidak aku butuhkan karena aku selalu ngeyel dengan semua omongan-omonganmu. Bukan, bukan aku tidak ingin mendengar semua omonganmu, aku hanya terlalu gengsi untuk mengakui kalau omonganmu ada benarnya. Kamu tahu aku seperti apa, kan?

“Apa yang bisa lo banggain dari gue?” atuhlah, pertanyaan bodoh dari kamu. Aku bangga dengan apa yang telah kamu lakukan untuk membuat orang-orang sekitarmu senang. Aku bangga dengan apa yang telah kamu lakukan untuk membuat orang-orang disekitarmu tidak kecewa. Dan kamu sepatutnya bangga juga dengan apa yang telah kamu lakukan.

Maaf untuk semua sikapku yang terkadang membuatmu kesal, marah, kecewa dan lain lain. Maaf untuk semua kecerewetanku tentang semuanya yang berhubungan denganmu. Maaf untuk sifat “ambekan”ku. Maaf untuk semua yang pernah aku lakukan dan tidak dapat kamu terima.

Tolong jaga diri. Kamu tahu pasti apa saja yang aku maksud jaga diri di sini.

Aku bingung mau menulis apalagi, disamping bingung aku juga gengsi untuk membuka kebaikanmu di sini. Cukup aku yang tahu kamu sebaik apa, followers-mu yang lain jangan, hahaha.

Sekali lagi, tidak perlu berbangga hati menerima surat ini. Ini bukan surat cinta.

“ Tetap seperti ini, ya. Setidaknya aku tidak merasa sendirian pun kesepian :’) “

Tuan Ratu,

Mutia Amalia



oleh  @mutiaamalia  untuk @gennasatria
diambil dari http://mutiaamalia.tumblr.com/post/40585946277/pokoknya-ini-bukan-surat-cinta

Surat Untuk hurufkecil


dari mana kagum yang berdatangan?

apakah dari wajah yang rupawan?

apakah dari harta yang berlimpahan?

ataukah hanya kata yang berderetan?

mulanya hanya sederet nama, hurufkecil, yang membuat saya tertarik. kenapa? karena saya cinta aksara-aksara kecil. saya suka bagaimana mereka terlihat manis saat berderet-deret dengan rapi. entah itu di buku-buku catatan saya atau di pesan-pesan yang saya kirimkan lewat handphone saya. dan ketika saya melihat aksara-aksara kecil itu berderet  dengan rapi di lini masa seorang hurufkecil, saya makin menyukai aksara-aksara kecil ini. saya tidak pernah tau bahwa aksara-aksara kecil itu saja sudah cukup untuk meramu kata-kata indah yang mempesona.

saya beranjak, ingin tau lebih jauh tentang si hurufkecil. tidak hanya menjadi pengikut setianya di twitter dan menambah penuh tab mention-nya dengan retweet-retweetan saya, saya pun membaca blognya walau hanya sesekali. betapa ajaibnya, aksara-aksara kecil seakan tak pernah mati dari ujung jarinya. kata-kata pun tidak pernah tidur dalam pikirannya. bahasa tak jadi soal. apapun dari ujung jari dan pikirannya jadi indah di mata saya.

ya, hanya sederetan kata-kata, tak lebih dari 140 karakter, yang mengantarkan saya pada kekaguman. dan kekaguman itu akhirnya membawa saya pada rasa rindu untuk menulis.

saya pun mulai menulis lagi. keinginan yang dulu saya tinggalkan dengan alasan sibuk kuliah pun kembali lagi. keinginan saya dulunya sederhana, saya ingin orang-orang membaca kata-kata yang saya ramu . dan sejak mengenal hurufkecil, keinginan saya bertambah lagi. saya ingin mendapatkan senyum dari mereka yang  membaca apa yang saya tulis. walau mungkin masih jauh, tapi saya harap suatu saat nanti, ada seseorang yang kemudian menjadi rindu menulis sejak membaca apa yang saya tuliskan. seperti yang terjadi pada saya saat membaca apa yang hurufkecil tuliskan.

saya masih terseok-seok, bahkan sesekali merangkak dalam menulis. tapi saya tak ingin berhenti. seperti pak aan mansyur, dan juga dirinya yang lain di dalam hurufkecil, yang juga tak pernah berhenti.





oleh @lindamusabbihin untuk @hurufkecil
diambil dari http://lindamusabbihin.tumblr.com/post/40555966961/surat-untuk-hurufkecil

Surat Cinta Untuk Bara


Untuk kamu yang kusebut sebagai pencerita..

Bernard BatuBara ( @benzbara_ )

Hei, Bara. Perkenalkan, saya adalah satu dari sekian banyak orang yang menganggumi karya tulismu. Lagipula siapa yang tidak mengenal kamu? Seseorang yang pandai merangkai huruf-huruf menjadi cerita indah, meski mengangkatnya dari hal-hal sederhana. Seseorang yang begitu bisa membuat siapapun melayang dengan sekedar mengeja setiap puisimu. Seseorang yang juga memiliki suara indah?

Oh, baiklah. Kamu menganggumkan.

Saya pertama kali mengetahui tentang kamu dari teman yang sudah membaca Kata Hati, dan ketika saya membacanya sendiri, saya juga langsung jatuh hati dengan novelmu itu. Saya merasa datang ke Yogyakarta lagi, menyadari beberapa hal yang justru saya lewatkan ketika di sana. Kalimat-kalimat kamu bisa membuat pembaca masuk pada alur yang kamu bawa. Imajinasi saya seakan-akan bergerak mengikuti cerita yang kamu gambarkan tentang bagaimana keadaan Yogyakarta, ataupun keadaan perasaan para tokoh di sana.

Iya, kira-kira seperti itu, untuk saya pribadi. Hehe.

Awalnya saya hanya membeli novel kamu, namun ketika melihat beberapa tweet di akun twittermu yang begitu rajin memberikan tips menulis ataupun informasi lomba menulis. Saya jadi ingin memperhatikan kamu lebih lama di sana. Karena bagi saya pribadi, sangat menyenangkan untuk mengikuti siapapun yang sering memberikan hal-hal menarik di twitter.

Ngomong-ngomong, saya juga suka tulisan-tulisan kamu di blog ataupun kumpulan cerita di Cerita Hati. Saya suka dengan cara kamu menggambarkan keindahan mata Dilla. Meski itu serupa cerita curhatan, tapi cara kamu menyampaikannya tetap membuat nyaman.

Lalu, kapan menulis cerita yang bertempatkan di Pontianak? Bukankah di sana banyak hal menarik yang bisa diangkat dalam cerita. Saya mendengar sedikit dari teman, katanya di sana banyak tempat wisata yang indah. Hehe.

Saya menunggu karyamu yang terbaru, Bara. Sesuatu yang akan membuat saya berpetualang kembali pada ceritamu setelah Randi, Dera dan Fila. Atau tentang cinta yang terbunuh oleh jarak untuk Dilla. Oh iya, tentunya film Kata Hati 14 Februari nanti. Semoga sesukses novelnya, bahkan lebih.

Dari yang menganggumi tulisanmu..

Rahmawati.


oleh by : @OdetRahma untuk @benzbara_
diambil dari http://odetrahmawati.wordpress.com/2013/01/15/surat-cinta-untuk-bara/

Surat Cinta Untuk Bara


Untuk kamu yang kusebut sebagai pencerita..

Bernard BatuBara ( @benzbara_ )

Hei, Bara. Perkenalkan, saya adalah satu dari sekian banyak orang yang menganggumi karya tulismu. Lagipula siapa yang tidak mengenal kamu? Seseorang yang pandai merangkai huruf-huruf menjadi cerita indah, meski mengangkatnya dari hal-hal sederhana. Seseorang yang begitu bisa membuat siapapun melayang dengan sekedar mengeja setiap puisimu. Seseorang yang juga memiliki suara indah?

Oh, baiklah. Kamu menganggumkan.

Saya pertama kali mengetahui tentang kamu dari teman yang sudah membaca Kata Hati, dan ketika saya membacanya sendiri, saya juga langsung jatuh hati dengan novelmu itu. Saya merasa datang ke Yogyakarta lagi, menyadari beberapa hal yang justru saya lewatkan ketika di sana. Kalimat-kalimat kamu bisa membuat pembaca masuk pada alur yang kamu bawa. Imajinasi saya seakan-akan bergerak mengikuti cerita yang kamu gambarkan tentang bagaimana keadaan Yogyakarta, ataupun keadaan perasaan para tokoh di sana.

Iya, kira-kira seperti itu, untuk saya pribadi. Hehe.

Awalnya saya hanya membeli novel kamu, namun ketika melihat beberapa tweet di akun twittermu yang begitu rajin memberikan tips menulis ataupun informasi lomba menulis. Saya jadi ingin memperhatikan kamu lebih lama di sana. Karena bagi saya pribadi, sangat menyenangkan untuk mengikuti siapapun yang sering memberikan hal-hal menarik di twitter.

Ngomong-ngomong, saya juga suka tulisan-tulisan kamu di blog ataupun kumpulan cerita di Cerita Hati. Saya suka dengan cara kamu menggambarkan keindahan mata Dilla. Meski itu serupa cerita curhatan, tapi cara kamu menyampaikannya tetap membuat nyaman.

Lalu, kapan menulis cerita yang bertempatkan di Pontianak? Bukankah di sana banyak hal menarik yang bisa diangkat dalam cerita. Saya mendengar sedikit dari teman, katanya di sana banyak tempat wisata yang indah. Hehe.

Saya menunggu karyamu yang terbaru, Bara. Sesuatu yang akan membuat saya berpetualang kembali pada ceritamu setelah Randi, Dera dan Fila. Atau tentang cinta yang terbunuh oleh jarak untuk Dilla. Oh iya, tentunya film Kata Hati 14 Februari nanti. Semoga sesukses novelnya, bahkan lebih.

Dari yang menganggumi tulisanmu..

Rahmawati.


oleh by : @OdetRahma untuk @benzbara_
diambil dari http://odetrahmawati.wordpress.com/2013/01/15/surat-cinta-untuk-bara/

Halo Ikram-nya Aku


Seharusnya saya menulis semacam surat cinta disini, tapi sayangnya saya belum bisa menulis beberapa kalimat puitis seperti orang-orang di luar sana. Yang jelas, ini bukan dialog sebuah drama, tidak hiperbola, dan cuma ungkapan hati biasa. Selamat membaca :)

Halo, laki-laki soleh dan calon imam yang baik di masa depan. (Aamiin)

Pertama saya lihat kamu gara-gara saya lihat di timeline saya berkeliaran hashtag #KuisNyepikIkram. Siapa sih, Ikram ini? Biasanya kan laki-laki yang suka nyepik, kok kali ini malah wanitanya yang disuruh nyepik? Saya akhirnya membaca linimasa kamu, yang ternyata membuat saya jatuh cinta, entah mengapa. Ah, katanya cinta tak butuh alasan, bukan? Dan akhirnya saya menekan tombol follow di profile Twitter kamu.

Dari hasil memantaumu di Twitter, saya makin jatuh cinta ketika kamu menulis tweet tentang pujianmu untuk salah satu cafe di Jogjakarta (Ehm, Kalimilk kalau tidak salah) yang mempunyai mushola di cafenya. Walaupun saya tidak tahu pada akhirnya apakah kamu sholat atau tidak ketika berada di cafe tersebut, entah mengapa saya lemah dengan laki-laki yang selalu ingat pada Tuhannya, meski sedang asyik bermain dengan teman-temannya. Lalu muncul lagi, soal (at)jajang_nandar. Sumpah, yang saya ingat, hari itu adalah hari ulang tahun saya, dan kamu ngga henti-hentinya membuat saya tertawa. Kamu tuh rese, Kram. Tapi gemesin! Ditambah soal Bapak Bupati yang satu itu, luar biasa bikin ngakak!

Tapi kok akhir-akhir ini kamu jarang menulis di Twitter, Kram? Sibuk skripsi™ ya? Kalo memang iya, selamat sibuk skripsi™ ya, Kram, semoga semuanya dilancarkan, Ikram jangan main mulu, nanti saya bilangin mama kamu loh, tapi jangan lupa ngetweet juga, saya rindu tweets kamu yang ajaib itu :p

Terima kasih sudah menyempatkan membaca, ya. Semoga suatu saat kita bisa bertemu di dunia nyata.



#cinipeyuk,

Saya.



oleh @missraincoat untuk @ikramarki
Diambil http://spidolungu.tumblr.com/post/40531884618/2-halo-ikramnyaaku

Sang inspirator Blog!


halo abang kece \m/ !
surat kali ini buat abang @benakribo

siapa yang tidak kenal bang bena di dunia per'twitter'an ?
bang bena, si pohon berjalan, tidak pernah absen melaksanakan kribonisasi sejak masih dalam kandungan, kalau nggak salah bang bena itu pemenang blog remaja terbaik 2009, 2011, dan 2012, benerkan bang ?
pemilik akun twiiter dengan jumlah follower mencapai lebih dari 360-an ribu akun. supir dari babang vendry yang setia setiap saat.

Bang bena, abang mungkin nggak kenal sama aku. sedangkan aku udah kenal sama bang bena. jadi saat ini giliranku yang memperkenalkan diri.

Namaku Nurul Wahyuni bang, panggil Ayu aja biar lebih akrab. aku salah seorang fans dari blog abang, pengagum si lucu princess callula inara, penikmat dari video-video youtube-an abang, juga salah satu follower abang yang baik hati. kenapa baik hati ? karena aku nggak pernah marah atau ngambek nggak jelas kalau bang bena nggak balas mention aku :)

dari abang aku belajar banyak hal. aku belajar tentang "do what you love, and love what you do"
aku juga mulai menulis blog, sejak mulai membaca blog kamu bang. aku suka cara kamu bercerita yang terkesan natural. isi blog bang bena yang kebanyakan adalah tentang aktivitas sehari-hari yang membuat aku juga menulis tentang hari-hari ku di blog.

aku juga jatuh cinta dengan callula inara. kadang aku malah suka ketawa-ketawa sendiri kalau ngeliat videonya, apalagi video yang inara yang lagi di interview. inara lucu banget ! imut ! justru keimutannya ini yang kadang buat aku nggak yakin kalo inara itu keponakanmu bang.. :D

oh, iah.. dari video bang bena juga aku belajar tentang cara mengedit tampilan blog. waktu nge-edit dulu, aku sampai nggak tidur. kerjaanku cuma ngulang-ngulang muter video bang bena yang tutorial itu looh.. tapi nggak ngerti-ngerti juga. *maklum, kadang otakku tidak bekerja saat di butuhkan bang*

aku juga kagum sama abang yang bisa bikin video-video kereeenn ! yang paling aku suka itu video tentang stop motionnya the sist and the bro.

dari postingan abang yang paling aku suka sebenarnya itu heart tunes yang tiap hari kamis selalu nongol di blog abang, tapi kok sekarang udah nggak ada yah ? emang udah di hapus yah bang ?

tapi dari sekian banyak yang berhubungan dengan abang, paham #akucintagratisan masih belum tertanam di kepalaku bang. niat buat ikutan kuis si @BanciKuis ada sih bang, tapi aku masih malu-malu buat ikutan.

denger-denger bang bena mau bikin buku yah ? harga bukunya jangan mahal-mahal yang bang bena, supaya bisa di jangkau sama kantong mahasiswa seperti kantongku :')

masih banyak hal dari bang bena yang menginspirasi aku. makanya, bang bena jangan berhenti menulis, jangan berhenti buat video, jangan berhenti berkarya yahh..
aku selalu nungguin karya bang bena selanjutnya..

sampai sini saja suratku bang.
bagi aku, abang adalah selebtwit ku !

salam buat inara yah bang, buat babang vendry juga, sama buat bang aliit, bang poconggg, sama kak mahacakrie yah..

salam kribo dari makassar  \m/ !


@nrlwhyn




Oleh @nrlwhyn untuk @benakribo
Diambil dari http://nrlwhyn.blogspot.com/2013/01/sang-inspirator-blog.html?spref=tw

Teruntuk Tiga Perangkai Aksara


Bintaro-Bekasi-Bandung, 15 Januari 2013

Teruntuk,

Tiga Perangkai Aksara, @rahneputri @jemarimenari @Karizunique

Selamat sore,
Pada kesempatan yang pertama, kami meletakkan kata terima kasih dengan jumlah yang tak terhingga. Untuk setiap inspirasi dan motivasi yang kalian hadirkan secara tak kasat mata. Untuk setiap hati yang telah tersentuh oleh manis dan magisnya rangkaian kata demi kata.
Suatu hari nanti, bersedialah mengajarkan kami bagaimana caranya mengubah detik demi detik yang berlalu, menjadi sebuah karya yang indahnya tidak akan habis dimakan waktu.
Kami adalah tiga mata penghisap aksara yang kalian sajikan di linimasa. Jemari-jemari ajaib itu menuangkan cerita, kami menari terkagum-kagum di atasnya. Dari bilik tersembunyi, senyum kami kadang terselip di balik 140 karakter yang kalian hidangi.

Ah, terlalu sempurna. Hati seperti terwakilkan ketika membaca tiap goresan. Lewat surat sederhana ini, ketiga dari kalian segera mendapatkan pelukan. Pelukan yang berbentuk doa, penyatu komunikasi kita dengan Pencipta. Selalulah berbahagia, dikelilingi cinta dan tak berhenti melukis aksara lewat menulis.

Ada doa-doa baik kami selipkan di setiap kalimat-kalimat luka. Semoga bahagia segera mengobatinya. Ada harapan-harapan besar untuk semua karya yang kalian cipta. Semoga tak pernah henti alirannya.

Meski kami hanya mampu menikmati dari jarak yang sejauh ini, tidak sedikit semesta kalian tertinggal di hati. Maka menulislah terus dan jangan berhenti. Sebab kami tak tahu ke mana lagi harus mencari sebuah dunia yang terlanjur kami akrabi.
Semoga Tuhan selalu melindungi. Amiin.. :)

Yang selalu mengagumi,
Tim @kolaborasirasa

Oleh @kolaborasirasa kepada @rahneputri @jemarimenari @Karizunique
Diambil dari http://kolaborasirasa.tumblr.com

Empat Nomor Untuk @adimasnuel


Bandung, Januari hari lima belas, 2013

Teruntuk,
@adimasnuel

Selamat sore, Adimas.
Sepertinya, tak perlu lagi ada perkenalan. Sebab surat ini hanya melanjutkan apa yang setahun lalu pernah kutulis untukmu. Wajar jika kau lupa, “Gombalan Insomnia” judulnya. Kali ini, aku tak akan menulis panjang lebar, apalagi menggombal. Hanya ada beberapa goresan kata tak sengaja tercipta untukmu dan semesta milikmu, Kawah Luka.

1.
tiba-tiba aku di taman bermain
kesulitan berhenti gembira
sebab meski kawahmu penuh luka
kau menceritakan perih dengan penuh cinta

2.
di belantara aksara
kata-katamu menjelma taman bunga
menarik inderaku mendekat
membiarkan pikiranku melekat

3.
luka kaurangkai serupa tangga nada
pada setiap pijakannya, tabahmu selalu ada
bersabarlah, bernyanyi saja
barangkali ada cinta yang besar menunggumu di atas sana

4.
tak berani aku menakar sesibuk apa isi kepalamu
sebab selepas mataku berlabuh di kawahmu
sesuatu terus berlari-lari tanpa henti di dalam aku
adakah anak-anak lukamu kian gemar merumah di pikiranku?

Empat nomor saja. Ingin lebih, tapi tak usah. Sebab tak penting berapa nomornya, yang terpenting adalah kau tahu kawahmu tak hanya kaunikmati sendirian. Kutitip kagum pada dunia dalam pikiranmu. Semoga dewa aksara betah tinggal di sana, agar setiap mata yang membaca isinya akan merindu jika kau hilang tiba-tiba.
Semoga kelak, luka pada kawahmu berganti suka, bukumu terbit segera, dan jangan berhenti berkarya, Adimas!

Pengunjung harian kawahmu,
@idrchi – Indri Dwi Rachmawati

Oleh @idrchi kepada @adimasnuel
Diambil dari http://abcdefghindrijklmn.tumblr.com

Ini Surat, Bukan Timbangan. Jangan Takut Jangan Bimbang



Diperuntukkan bagi nona emansipasi masa kini, kak @knrlkst

Halo kakak, masih ingat dengan saya? alhamdulillah kalau masih.
Bosan ga dapat surat dari saya? saya harap tidak.

Dengan datangnya surat ini, teriring rasa marah saya ke kakak. Iya, marah. Saya ingin protes.
Kenapa? karena kakak sempat hilang dari peredaran linimasa, bikin saya cemas kakak kenapa - kenapa.

Kak, saya curhat aja nih ya, waktu akun kakak masih (at)ekaotto trus nggak ngetwit aja Saya udah misuh - misuh sendiri, eh tiba - tiba kakak tutup aku terus ganti baru, untung Saya orangnya kepo jadi bisa nemu akun (at)knrlkst ini. Kemarin - kemarin Saya kangen sama kakak, nggak ada yang bisa tanggung jawab, nah susah kan kak? Masa kakak tega Saya jadi sedih sendiri.

Oke, capek juga ya marah - marahnya. Hah huh hah huh. Maaf ya kak, Saya ini bukan siapa - siapa tapi kok datang - datang malah ngomel. Abisnya kakak gitu sih. Tapi kalau marah artinya peduli, peduli tandanya sayang. Iya kan? Iyain aja deh kak.

Sekarang kita nostalgia aja yuk? ayuk.
Inget ga setahun lalu kaka yang jadi tukang pos nya Saya, dan sejak saat itu Saya menaruh apresiasi sama kakak. Karena jujur, sejauh ini cuma kakak menurut Saya selebtwit yang ramahnya nggak KW hehe :D

Terus tulisan - tulisan kakak bagus - bagus, dan bikin Saya jadi terinspirasi buat nulis (lagi), dimulai dari proyek 30 hari menulis surat cinta taun lalu, Saya jadi sering nulis dikit - dikit yang lain, entah flashfic, puisi asal, atau cerpen (yang pernah kakak baca, inget kaaan?)

Oh iya, itu lain kali kalo ngetwit selamat pagi mohon twitnya jangan diasah dulu setajam pisau jadi nggak nyusuk perasaan banget gitu loh kak. Kalo nanti yang baca pada mamam racun berjamaah terus kaka dipidana gimana? Saya ini peduli loh kak, hehe.

Hmm, gitu aja deh, kok makin lama makin garing ya. Padahal Saya ini bukan kerupuk baru digoreng. Pesan saya, mbokya lain kali misal mau 'menghilang' kasih tahu dulu, jadi kami - kami ini nggak panik nyariin. :')

Terima kasih, kakak Beyonce penginspirasi.
Bagi aku, kakak selalu jadi tukang pos yang kusayangi
(mohon maaf sebelumnya untuk abang Propagandhi, bukannya Saya nggak sayang lho ya, tapi belum, hehehe.)

Dari follower yang menyayangi selalu,

@ismarestii

Oleh @ismarestii kepada @knrlkst
Diambil dari http://ismapratiwii.blogspot.com