Showing posts with label Surat #DuaHati 13. Show all posts
Showing posts with label Surat #DuaHati 13. Show all posts

09 February 2013

Surat #DuaHati @fairyteeth dan @Inirudy

#DearL, Don’t Judge Me!

Dear L,

Aku membaca suratmu sambil tersenyum kecil. Aku tipe orang yang sangat terbuka, ketika aku menyukai seseorang (bahkan belum cinta ya..) aku akan dengan senang hati menyimpan foto-foto atau bahkan videonya di galeri foto handphone ku, kalau di wallpaper tentunya disiapkan untuk diisi oleh orang yang sangat dekat di hati. Tidak harus selalu pacar, bisa keluarga, sahabat, atau bahkan teman sekolah. Tapi kalau pas punya pacar, udah pasti walpaper dan bahkan background whatsapp ku pun, memajang wajahnya… <3 Maaf saat ini fotomu tidak terpampang di wallpaper iPhoneku, kecuali kamu ingin jadi someone specialku…

Ah karena kamu menyinggung soal share di social media, aku jadi teringat betapa social media sedikit banyak mempengaruhi kehidupan kita. Bagaimana social media mempengaruhi pola pikir seseorang dalam menilai orang lain. Aku sebagai seseorang yang hubungannya pernah beberapa kali gagal karena socmed, akhir-akhir ini sering merasa ingin diam saja. Gak ada hasrat untuk cuap-cuap terlalu sering lagi. Aku suka merasa serba salah. Socmed itu kan hanya media, tidak berarti sesuatu yang kita tuliskan itu lantas menggambarkan pribadi kita. Lalu kalau dibilang gitu, nanti di cap bohong, atau pencitraan.. Pencitraan itu sendiri kan gak harus selalu berkonotasi negatif! Aku jadi males.

Socmed juga membuat aktifitas stalking semakin mudah. Informasi-informasi yang sebelumnya mungkin baru bisa didapatkan setelah ngobrol berjam-jam dengan seseorang, sekarang bisa didapat hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik. Berbekal jari dan konektifitas, kita bisa mengetahui segala sesuatu tentang orang yang ingin kita “stalk”. Bukan hanya tempat tanggal lahir, segala hal detail seperti pernah bersekolah dimana, kerja dimana, bahkan rumahnya dimana. Pernah pacaran sama siapa, dia suka apa, dan untuk sekedar mendapatkan foto-fotonya aja mudah banget! Semua disediakan di dunia maya ini.

Menurutku itu mempengaruhi cara kita memandang seseorang. Kalau misalnya twit, orang yang galau di twitter, bukan berarti kesehari-hari nya juga galau. Atau orang yang terlihat sangat manja, manis bisa saja justru sebenarnya sangat mandiri. Channel-channel itu dibuat agar kita bisa share, kadang ada sisi kita yang ingin “nyampah” atau mengeluarkan sisi yang selama ini gak bisa dikeluarkan dalam bentuk nyata di kehidupan sehari-hari, apakah lantas dia menjadi seseorang berkepribadian ganda?

Aku capek di judge sedemikian mudahnya hanya berbekal melihat-lihat track record conversationku di social media. Kalau jaim, nanti salah lagi, cablak salah juga. Apalagi ketika aku tahu ada beberapa orang yang memantau akunku. Tapi, kalau aku lantas diam dan tidak bercuap-cuap di kanal media itu lantas aku kemudian hanya hidup demi menyenangkan orang lain lagi? (sebagaimana masalah utamaku selama ini). Lalu aku di cap menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri.

Ah kusut! Maaf ya L, aku jadi curhat panjang lebar. Kalau kamu punya pandangan berbeda atau malah pernah punya masalah juga karena social media kah?

Sincerely,

D.





Oleh @fairyteeth untuk @Inirudy
Diambil dari di-ta.com 



---



Surat balasan @Inirudy untuk @fairyteeth

#DearD, Tapi, Socmed yang Mempertemukan Kita

Dear, D.

Setiap sebuah penemuan dari pemikiran baru pasti selalu ada efek positif dan negatifnya. Pro dan kontra. Baik dan buruk. Begitupun social media, dalam hal ini Twitter. Bahkan sempat terlahir penggunaan istilah yang diprotes keras karena tidak sesuai penggunaannya, autis misalnya.

Sebenarnya tergantung masing-masing orang akan menggunakannya sebagai apa. Melalui facebook kita bisa “bertemu” lagi dengan teman-teman lama yang sudah tidak saling kontak. Meskipun, hanya melalui dunia maya. Tapi, kemudian “disalah-artikan” oleh beberapa pengguna sebagai tempat jual-beli. Kemudian, Facebook menjadi membosankan karena foto kita berubah jadi daster, handphone, atau bahkan underwear. Sigh.

Dari Twitter aku bertemu kamu. Tepatnya setelah bergabung dengan sebuah komunitas blogger (?) yang hits se Jakarta Raya. :lol: Karena kebetulan kamu salah satu penggiatnya. Sebelum bergabung menjadi (sebutannya) Kojakers, siapalah aku ini (emang sekarang siapa?). Bertambah banyak kenalan, teman, sahabat, informasi tempat menyenangkan, informasi event seru. Aku jadi mulai betah hidup di ibu kota.

Memang, melalui twitter kita dapat dengan mudah mengetahui atau lebih tepatnya menilai orang lain (dari sudut pandang kita) melalui timeline-nya. Padahal benar seperti katamu, twit galau belum tentu ngetwitnya sambil galau ; ngetwit di bak mandi sambil bermandikan shower. Yang ada henpon basah trus mati. Hehe.

Bener kata teman kita, Aad :








Kenapa sampai timbul stalking, karena kepo. Kepo adalah istilah keren dari penasaran (keren di mananya?) pada zaman sekarang. Memang sudah dari sananya salah satu sifat dasar manusia adalah penasaran. Tapi, kenapa tidak digunakan penasaran pada hal yang positif? Pertanyaan buat kita semua.

Lalu, apa kamu pernah berpikir untuk menonaktifkan semua akun social mediamu, D? 



Diambil dari inirudy.wordpress.com

Surat #DuaHati @nadyasiaulia untuk @PriaHujan

Halo-halo (from) Bandung

Halo, selamat pagi sayang..

Entah, ini masih seperti mimpi. Ketika aku terbangun dan mendapati sesosok yang sangat dicintai sedang terlelap di depan tivi. Ah, maaf sayang.. Aku tidak dapat menahan untuk tidak menciumi wajahmu bertubi-tubi.

Sesaat kamu terbangun, dengan wajah menahan kantuk. Aku suka ekspresi lucu itu. Kamu memang lelaki yang tegar di saat badai, namun masih bisa menampilkan mimik innocent, seperti bayi. Hehehe..

Aku tahu kamu terganggu, sedang pulas dan ada yang mengganggu. Tapi ini lelakiku, yang dalam kondisi seperti sekarangpun ia masih merentangkan pelukannya untukku. Walau diganggu tidurnya sekalipun.

Lelakiku, aku selalu merindukan pelukanmu ini. Entah sudah berapa ratus kali aku katakan dalam surat, dalam doa, dalam tangis. Rupanya aku belum benar-benar bisa melupakan rasa rinduku terhadap setiap pelukanmu. Dan aku sudah membuktikan kebenaran perkataanmu, memang benar  seperti surat pertamamu sayang, setiap pelukan tak pernah puas melepas rindu. Aku tidak akan pernah puas dan akan selalu meminta pelukanmu, di dada kiri ini.

Sayang, maaf ya.. Jika pagi ini aku sudah menghadiahimu airmata.
Jangan khawatir, ini hanyalah airmata haru. Airmata lega bisa bertemu. Airmata cinta akan dirimu.

Melihat kamu terlelap sambil memelukku, ada doa yang ku bisik kepada langit pagi, Aku ingin menjadi wanita tangguhmu yang tetap hadir menyapa sebelum pagi menampakan matahari. Aduh, aku melankolis sekali pagi-pagi.


Bangun sayang, bangun.. Sudah tersedia teh manis dan beberapa buah roti. Lekaslah mandi dan mari kita mengulang semuanya dari tempat kita pertama bertemu. Pertemuan yang memancing pertemuan-pertemuan berikutnya tanpa jemu.



Wanitamu, [N].
Surat ini balasan untuk: Selamat Berjumpa
 
 
 
Oleh @nadyasiaulia untuk @PriaHujan
 
 
 
 
---
 
 
 
Surat balasan @PriaHujan untuk @nadyasiaulia
 

Perempuan ini.


Kepadamu...

hangat yang menyentuh  pipi lalu bibirku bergantian, hangat yang dulu sangat kukenali, dan aroma roti bakar yang harus membangunkanku dari mimpi, harus kuceritakan mimpiku? Mungkin kau sudah tahu bagaimana jalan ceritanya, iya kan? Dan saya terbangun dengan senyum.



Ah, perempuan ini, tak henti-hentinya membuatku jatuh cinta, bahkan pada senyum tipisnya dan pada caranya berjalan. Oh iya, dimana kau letakkan sayapmu wahai perempuan?

[PH]
 
 
 
 

Surat #DuaHati @milliyya dan @SobihAdnan

Enjoy

#19



Adalah sebuah kewajaran ketika bosan melanda dan kamu menjadi resah begitu rupa. Aku masih ingat kata-kata WS Rendra, sebelum ia wafat, bahwa seorang penulis harus selalu merawat rasa gelisahnya. Sebab dengan begitu, dengan mencecap rasa gelisah-seorang penulis tidak akan pernah merasa puas dan tidak akan berhenti untuk terus mencari. Rasa bosan yang mendera membuatmu gelisah, sebab-barangkali jauh didalam keinginan kamu ada banyak macam hal yang ingin dilakukan namun sebab lain hal kamu urung. Dan stagnan pada bosan.

Aku sendiri cukup sering merasa bosan. Aku tidak memiliki pekerjaan tetap dan sekarang ini aku lebih banyak tinggal didalam rumah ketimbang jalan-jalan. Sekali waktu, aku memang merasa bosan dan hiburanku yang paling menyenangkan adalah jalan-jalan ke pantai, membaca sebuah majalah, menikmati beberapa botol bir dan kadang-kadang mengobrol dengan orang yang tidak dikenal.

Sampai pada suatu hari aku memutuskan untuk menikmati rasa bosanku dan bermain-main dengan sangat akrab. Dengan bosan, aku banyak bicara pada diriku sendiri. Mengolok-ngolok keadaan yang terasa tidak pas, seperti-pernah suatu kali aku merasa bosan pada wajahku sendiri. Dan aku memutuskan untuk tidak berlama-lama didepan cermin. Namun sebab itu, aku jadi berlama-lama di counter kecantikan dan memilih-milih produk yang pas untuk aku gunakan-yang harapannya barangkali bisa merubah wajahku-dan itu tidak mungkin kecuali aku operasi plastik bukan?
Bosan membuatku melakukan hal-hal konyol. Yang ujung-ujungnya membuatku mentertawakan nasibku sendiri. Bosan juga sekaligus membuatku memutuskan hal-hal besar dengan terlalu dini dan tanpa pertimbangan yang matang. Seperti misalnya migrasi.

Sobhih, sahabatku yang sedang dilanda bosan...

Apakah kamu sedang berpikiran untuk berpindah dari Cirebon, sarangmu kini atau barangkali kamu membutuhkan sebuah perjalanan kecil dan mengobrol dengan orang yang tidak dikenal dengan sangat banyak. Ahh kamu harus tahu bahwa bermigrasi kota bukanlah sekedar bersenang-senang. Bukan. Sebab aku menemukan banyak hal diluar dugaan -yang tentu saja tidak menyenangkan- dan mungkin itulah yang disebut-sebut dengan minggat dari zona nyaman.

Jadi, bisa jadi kebosanan yang kamu rasakan kini sebab kamu telah begitu nyaman dengan keadaan kamu sekarang. Hingga tak ada lagi cemas yang akan menggerus, toh dalam keadaan bosanpun kamu bisa menuntaskan segala macam hal yang kudu kamu selesaikan bukan?

Dan ini adalah beberapa hal yang aku lakukan ketika bosan; Makan cemilan yang rajin, dikit-dikit tapi pasti. Makan masakan sendiri. Ngobrol sama tembok dikamar sendiri, menghitung cecak yang lewat di dinding kamar, baca baca yang enggak terlalu penting; semisal stalking TL gebetan atau yaa komedian gitu. Banyak sik, tapi yang paling aku suka adalah duduk mendengarkan cerita orang yang tidak dikenal, yang justru menambah kebosanan ketika mendengarkannya tapi dari sana aku bersyukur dan merasa punya teman bahwa enggak cuma aku aja yang bisa bosan ;D




Oleh @milliyya untuk @SobihAdnan
Diambil dari  www.maliyamiracle.blogspot.com 



---



Surat balasan @SobihAdnan

Keluarga 


119385_keluarga_663_382


Sebuah surat balasan, untuk sahabatku: Milliyya.


Ternyata saya tak dapat menghafal tahap-tahap yang dilakukan olehmu saat mengusir rasa bosan, Milliya. Seperti yang kau tulis dalam paragraf terakhir suratmu itu. Di tubuhku, rasa bosan justru kerap menjadi tuan rumah, mengusir dan membuangku ke jalanan, menjadi lampu merah perempatan, membuat para manusia sedikit menatap, lalu kembali entah.

Kali ini, saya hanya ingin sedikit cerita, tentang apa-apa yang masih setia memberiku nafas, dan menghangatkan malam-malam seperti ini. Saya memiliki keluarga yang luar biasa, tentunya kau juga. Keluarga yang menurutku adalah sebuah pulau tanpa peta, karena kelahiran kita yang serba tiba-tiba. Tapi, di sana kita kerap berlibur, bermain pasir, memetik buah, berlarian, atau melakukan apa saja yang kita suka.

Milliya, sahabat baikku.

Bagaimana sebuah keluarga di matamu? Berbentuk sepetak gubuk? Atau gedung mewah penuh ketinggian?, apapun bentuknya, mereka tak boleh hanya kita pura-purai sebagai tempat untuk pulang, keluarga di mataku adalah cambuk, selalu membuatku bangkit, dan kembali membajak ladang-ladang.

Malam ini saya kembali menginap di pesantrenku dulu. Ada sedikit hal yang mesti kutunaikan di sini, sayangnya mungkin saya terlalu telat, Pak Kyai “mungkin” sudah lelap, padahal beberapa jam lalu saya mengetuk pintu dan menyalami rumah nyamannya, sesuai perintah yang kuterima di ponsel sore tadi.

Dari sana kumulai paham, keluarga bukanlah hanya sosok-sosok yang hanya berhubungan dengan nama belakangku. Tapi siapapun yang mampu memahami diri saya baik melalui firasat, atau sekalipun sekedar hal yang berbentuk kebetulan. Saya yakin Pak Kyai paham, hari ini saya sedikit lelah, dan hanya mampu mengabdi dengan sempurna di esok harinya.

Milliya, sahabat perempuanku.

Oh iya, sudah hari kedua-puluh kita saling berbalas surat seperti ini, atau tidak layak dituliskan kata “sudah”? tapi “baru” lebih tepatnya. Sampai di sini kau mendapatkan apa dariku?, kurasa kau tidak sampai sepertiku, mampu mendapatkan segala hal dari surat-suratmu yang renyah itu.

Milliya, kita adalah keluarga. Kau setuju? Seperti dua kakak perempuanku, dan empat saudara laki-lakiku. Kau hangat. Saya hanya ingin memiliki banyak keluarga di dunia ini, di mana-mana, minimal orang-orang yang bisa memahami dan dipahami oleh otak sederhanaku. Seperti mendiang kedua orang tuaku, dia masih saja bersedia untuk berdialog denganku, tentang apa saja, tentang kenangan, juga harapan.

Milliyya, sahabat cantikku.

Malam ini ingin rasanya aku seperti kemarin, tertidur semenjak awal sore, lalu terbangun tengah malam. Tapi rasanya sudah terlambat, kantukpun belum sedia dibaca oleh mataku yang mulai lelah. Karena memang, kemarin malam aku hanya menjadi sebuah lampu yang telat dinyalakan oleh pemilik rumah, atau saklar on/off-ku yang mulai tak teratur, dan tidak banyak orang yang tahu.

Milliyya, kehidupan yang tak teratur juga mulai kuanggap sebagai keluarga rupanya, hangat, akrab, penuh tantangan. Bagaimana denganmu?

Salam peluk,

Sobih Adnan




Diambil dari sobihadnan.net

Surat #DuaHati @penakecil dan @bataskata

Fajar



Ini pagi. Dan aku di pantai menuliskan beberapa kalimat untuk membangunkanmu dari tidur lelap semalaman. Kau harus lihat ombak yang saling berkejaran itu. Sejauh apapun ia meninggalkan laut menuju pantai, tempat kembalinya adalah laut yang tak pernah kita tahu di mana ujungnya.


Ini pagi. Dan kita tak menemukan sinar matahari yang beranjak naik mencumbu langit. Mungkin karena kita malas membuka mata. Hey! Kita hanya terlambat bangun, kan? Iya.


Semoga aku masih selalu mencintaimu dan merindukanmu, Rindu. Semoga.




Oleh @penakecil untuk @bataskata
Diambil dari  aksarapenakecil.blogspot.com  



---



Surat balasan @bataskata untuk @penakecil

Pena


Untuk Pena, kau adalah hal pertama yang saya pikirkan setiap pagi tiba. Dan orang yang paling aku rindukan, itu sebabnya aku menuliskan surat ini. Sejauh ini terima kasih, sudah menyambut baik cinta dan segenap rinduku. Semoga yang kita semogakan itu baik adanya. Dan kau hal terakhir yang aku pikirkan setiap malam, ketika menutup mata. Lalu bermimpi yang menyenangkan. Salam, cinta.




Diambil dari sebatascinta.tumblr.com 

Surat #DuaHati @buffhans dan @bukanadelia

SURAT RINDU #25 : 1811 KM

Mungkin. Bisa jadi yang sedang kurasakan ini memang cinta. Seperti yang kamu katakan. Tapi aku tak mau buru-buru untuk mengatakan ini sebagai salah satu wujud “cinta”.

Atau jangan-jangan, kamu sudah tak sabar untuk mengatakan kerinduan antara kita ini sebagai cinta? :p

Seribu Delapan Ratus Sebelas Kilo Meter (1811 KM), itu jarak kita. jarak kotaku dan kotamu, jarak Medan-Yogyakarta. Jarak ragaku dan ragamu. Sangat terbentang jauh yah?

Hehehe..
Terkadang aku meringis, tertawa sendiri memandang jauhnya jarak. Kenyataan ini pula yang sering membuatku tercekik.

Diantara panjangnya jarak yang memisahkan itu, ada banyak sekat-sekat yang memisahkan. Ada batas provinsi, ada gunung, ada sungai, dan bahkan ada selat sunda yang harus disebrangi.

Adakah kamu merasakan hal yang sama? Mungkin sekedar berandai-andai ingin memiliki pintu ajaib doraemon agar pertemuan kita semudah membuka pintu? Ah, tidak usah berkhayal. Yuk, sejenak kita menatap realita, bukan meratapinya. Hihi..

Sepertinya tidak adil jikalau hanya aku yang menempuh jarak sejauh Seribu Delapan Ratus Sebelas Kilo Meter itu sendirian. Bagaimana kalau kita bagi dua? Biar adil.

Aku tidak sedang tidak mau berusaha untuk menggapai tempatmu, menempuh seluruh jarak yang ada sendirian. Aku mau. Tapi rasanya itu hal seperti itu tidak menjamin kita bersatu bukan? Bisa saja ketika aku sampai ditempatmu, kamu tiba-tiba pergi. Maaf, aku sedikiiiit meragukanmu. Jangan marah yaa :p

Aku ingin menawarkan hal yang adil. Kalau kamu mau, kita bagi dua jarak itu. Dan kita bertemu dititik jarak yang seimbang. Tidak apa jika kamu mau sedikit berlelah-lelah menempuh setengah jarak itu. aku juga melakukan hal yang sama. Adil.

Tawaran menarik lainnya dariku, ketika kita bertemu nanti di titik itu. aku hanya menjamin satu hal. Kita sedang sama-sama menghapus jarak selamanya.

Masih bingung juga?
Kita akan bertemu dirumah orang tua mu, Palembang. Karena itulah titik tengah jarak kita. Tidak percaya? Cobalah untuk menghitung sendiri.

Semoga kamu tertarik dengan tawaranku.



Oleh @buffhans untuk @bukanadelia
Diambil dari www.buffhans.com 



---



Surat balasan @bukanadelia untuk @buffhans



SURAT RINDU #26: Tentang Tawaranmu.



Selamat pagi, pengukur jarak.

Setelah membaca suratmu, aku langsung memperhatikan peta. Pada detik ke-lima, aku menyerah. Membaca peta bukan keahlianku, kemampuan geografiku buruk. Jadi aku lebih memilih percaya saja pada jarak yang katamu terbentang sepanjang 1811 km di antara kita.

Sama sepertimu, aku juga tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa apa yang kamu rasakan adalah cinta. Aku tak mau mendahului Tuhan dengan menduga-duga yang tak dapat aku ketahui kebenarannya.

1811 km itu bukan jarak yang dekat, ya? Tentu saja aku ingin memiliki pintu ajaib Doraemon agar bisa mempersingkat jarak yang kita punya. Tapi.. Pernahkah kamu berpikir mengapa Tuhan pertemukan hati kita?

Mengapa dalam jarak yang sejauh itu, dalam dunia yang sama sekali tak ada benda-benda ajaib semacam pintu ajaib Doraemon atau karpet terbang ini Tuhan justru percaya pada dua hati kita dan mempertemukan mereka?

Tidak logis rasanya jika kita yang terpisah jarak seribu kilometer lebih ini bisa merasa begitu dekat satu sama lain tanpa adanya satu pertemuan, tanpa adanya satu tatapan, tanpa adanya satu sentuhan sekalipun. Tapi itu kita. Jarak ternyata tak mampu mengalahkan kita, tanpa kita sadari.

Sulit rasanya untuk menerima tawaranmu, tapi aku akan berusaha sama kerasnya sepertimu. Sampai titik tengah saja, lalu aku menunggu. Jika kamu tak datang, aku akan membalikkan badan dan berlalu. Tidak semudah itu tentu saja, mungkin aku akan menunggu lebih lama sebelum memutuskan untuk pergi saja.

Tapi aku percaya kamu akan datang. Memenuhi janji untuk menghapus jarak selamanya bersamaku.

Mungkin tawaranmu pantas mendapat kesempatan untuk ku beri jawaban “ya”.



Diambil dari aratiararismala.com

Surat #DuaHati @starlian dan @egbertz


Dear Vari,

Ga ada ide  nih mau nulis apa untuk surat.
Ga ada lagu juga yang saya dengerin hari ini.

Saya nungguin cerita kamu aja deh ya.

PS : Suhu disini masih tak bersahabat untuk saya yang asma. Tetapi menurut perkiraan minggu depan akan lebih terang dan hangat.

Agnes

Oleh: @starlian untuk @@egbertz


---



I Only Want to Be With You

Halo Agnes,

tampaknya cuaca dingin mempengaruhi kebekuan cerita.

Saya masih punya cerita untungnya.

Kamu bertanya soal Sherli 'kan ?
Saya belum cerita bagaimana kisah itu menjadi tidak jelas saat saya memutuskan pergi ke Barcelona.
Sebenarnya dia sudah menjaga jarak dengan saya sejak pertemuan kami dengan teman - temannya.
Entah kenapa Sherli yang biasanya suka menyindir saya menjadi pendiam.
Apa yang saya tanyakan hanya dia jawab seperlunya.
Padahal suasana sedang ramai dengan canda tawa kami semua.
Semakin ke sini saya merasa dia semakin tidak nyaman dengan saya.

Saya pikir Barcelona merupakan tempat yang bisa memberikan saya jawaban.
Lagian saya juga senang sekali mendapat kesempatan ini.

It's crazy but it's true
I only want to be with you

Coba kamu dengarkan lagu I Only Want to be with You, tapi yang versi Vonda Shepard bukan yang versi Ash.
Saya merasa saya mendapatkan pertanda apa yang seharusnya saya lakukan.
Mungkin saya harus meninggalkan Barcelona.

Vari

PS : Seperti apakah Central Park di bulan februari ?

Surat balasan untuk @starlian dari @egbertz
Diambil dari: http://lubang-hitam.blogspot.com/

Surat #DuaHati @immadew dan @phiblackpearl


Mau Kado Apa?


Halo, Phi.

Lagi-lagi terlalu malam.

Ah, maafkan aku…

Hari ini perut melilit, pinggang sakit, dan butuh makan banyak :)))

Daaaaan ini adalah awkward day ever!!
Ternyata ketemu seseorang bersama seseorang lain itu….lalala yeyeye banget ya..
Ah, rasanya itu…
Pengen nyapa, tapi takut..
Ga nyapa, nyesel sendiri…

Btw„
ngomong-ngomong hutan..
di sana nanem2 pohon gitu, Phi.
Dan setelah sekian lama…aku ng-MC lagi :)))
Tapi ga bisa selancar biasanya..kaku kali ya udah lama ga nge-MC..

Eh,
Ma senyum-senyum sendiri baca kriterianya.
Iya, itu aneh. Tapi itu Phi banget. Truly you! Ahahaha.

Phi
Valentine udah deket..
Mau kado apa? :*


Oleh: @immadew untuk @phiblackpearl


---

Kode Kado Spesial


back ground music: Harumonia, (English : Harmonia, lagu ending kartun Naruto)
English:
feeling lonely, at the brim of being alone
if you’re buried, close your eyes and sing
even if we’re apart, on that same land, under that mistletoe
feeling harmonia, telepathy
can you hear me?

Sore ini, tiba-tiba pengen dengerin lagu-lagu anime.
Sampai di lagu Harmonia, inget kalo belum bales surat.
Cari liriknya, ternyata terjemahan liriknya bagus.
ada telephaty-nya :))
Tanpa ngerti lirik Jepangnya aku udah suka lagunya, seneng dengernya.
Coba deh Ma dengerin.

Nanti kalau ketemu lagi, harus nyapa,ya.
Biar ga nyesel lagi.
hehehe…

Bicara tentang kado valentine…
tadi pagi aku sms om zordon, ‘Kamu belum pernah ngasi aku coklat…’
Jawabannya, ‘Jangan coklat, nanti gigimu berek’
kesimpulan dari om zordon, ‘Yaudah, ga usah dipermasalahkan apa yang mau aku kasi’

Sebagian besar coklat valentine-ku berawal dari ‘Beliin coklat dong… Masa valentine aku ga dapet coklat…’
Sebagian orang gampang dapet coklat waktu valentine, aku harus minta dulu baru dapet :))
Jadinya setelah kuliah, aku memutuskan untuk jadi pembagi-bagi coklat aja.

Daripada nunggu dikasi coklat, kenapa nggak ngasi orang lain duluan?
Rasanya lebih bahagia bagi-bagi coklat daripada dapet coklat, walopun pengen juga sih dapet coklat spesial dari orang lain.

Untuk valentine tahun ini, aku pengen langit yang bagus dan angin sepoi-sepoi dalam satu kotak kecil berwarna hitam.
Oke, bercanda.
Kado apa aja boleh :))

Ma pengen kado apa?

to that dreamer, with love
I will deliver happiness to wherever so sing
if you forget happiness then sing
light was born and dark was born, the two is together
the final harmonia, telepathy
can you hear me?

Surat balasan untuk @immadew oleh @phiblackpearl
Diambil dari: http://phiblackpearl.tumblr.com/