#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
Showing posts with label Surat Cinta #8. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta #8. Show all posts
22 January 2013
Surat dari Eponine untuk Marius
Marius pujaan hatiku,
Rasanya baru kemarin sore aku mengenalmu, dan tak terasa kini sudah hampir empat kali musim dingin yang kulewati hanya dengan memujamu dari kejauhan.
Apa kurangnya aku untuk kau kagumi, Marius?
Aku rela melakukan apapun untukmu.
Dan aku rela memberikan apapun untukmu.
Aku tak lupa dengan senyum tipismu itu, di suatu sore yang mendung, kau tengah membeli beberapa potong Croissant untuk Gavroche dan teman-temannya. Aku mempehatikanmu, dan kau pun tersenyum ke arahku
Sore yang indah, Marius. Aku tak bisa melupakannya.
Sejak saat itulah hari-hariku mulai terasa berbeda, yang kutahu hanyalah pepohonan di hutan sana tumbuh subur dan lebat, serta tak ada hal-hal buruk yang terjadi di sekelilingku. Dengan memikirkanmu, semuanya menjadi terasa mudah dan menyenangkan.
Mariusku, oh Mariusku. Aku mencintaimu.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku kepadamu. Kau menolaknya. Apa kau tahu bagaimana perasaanku, Marius? Aku hanyalah seorang gadis―gadis yang orang tuanya jatuh miskin dan kini tak memiliki apapun lagi. Lalu, apa aku tak pantas hanya untuk mendapatkan satu cinta darimu? Ini tak adil, Marius! Kau menolak cintaku. Harusnya kau tahu bagaimana perasaanku saat itu!
Maaf jika aku sedikit membentak pada suratku ini, Marius. Aku menulisnya dengan bibir yang bergetar hebat dan air mata yang tak henti menetes. Aku mencintaimu. Sungguh.
Tak ada yang tak akan kulakukan untuk membahagiakanmu.
Hingga di suatu pagi yang cerah, Cossete kembali hadir di tengah-tengah keramaian kota―kau pun melihatnya! Ironisnya, kau jatuh cinta pada Cossete. Aku tahu Cossete, aku pernah serumah dengannya. Ia adalah anak bibi Fantine yang dititipkan pada ibuku. Aku mengenalnya, Marius! Sewaktu kecil, ia hidup dalam kesedihan dan aku hidup dalam kebahagian―ia tak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan, tapi sekarang ia mendapatkan satu-satunya hal yang paling kuinginkan, cintamu.
Aku menatap hampa ke arahmu yang masih terpaku memperhatikan kecantikan dan keanggunan Cossete. Kau bertanya banyak kepadaku tentang dia. Aku menjawab semuanya. Aku bisa saja berbohong, tapi tidak―aku tak ingin berbohong untuk seorang pria yang aku cintai. Aku akan menyerahkan semuanya untukmu.
“Cari gadis bernama Cossete itu dan bawa ia ke hadapanku, lalu akan kuberikan uang sebanyak apapun yang kau mau!” Pintamu kepadaku.
Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu, Marius? Dadaku serasa ditikam dengan sebilah pedang panjang! Bibirku bergetar hebat menatapmu dan kau tak peduli sedikitpun dengan air mataku yang mulai menetes.
Aku tak butuh uangmu, Marius. Aku ingin hatimu!
Aku tak bisa menolak keinginanmu. Aku berjanji, akan kucarikan gadis cantik bernama Cossete itu untukmu. Aku akan melakukan apapun yang membuatmu bahagia.
Di suatu malam yang dingin, kupertemukan kau dengannya, tepat di satu gerbang tua yang gelap. Aku bersembunyi di balik semak Eforbia dan mendengarkan kalimat-kalimat mesra yang terlafal tanpa batas dari mulutmu―namun itu untuk Cossete, bukan untukku.
“Aku mencintaimu.” Ucapmu lembut pada Cossete.
Kau tidak pernah berkata seperti itu kepadaku! Kenapa, Marius? Kenapa? Apa yang harus kulakukan agar aku bisa mendengar kalimat itu terlantur dari bibirmu untukku? Katakan saja!
Dalam hujan dan kegelapan, aku menangis sejadi-jadinya. Aku menggigit bibirku dan terisak tak henti-hentinya.
Beginilah aku, hidup dalam mimpiku sendiri, jika kau sebenarnya mencintaiku, namun ternyata tidak pernah―kau tidak pernah mencintaiku. Selama ini aku hanya berbicara pada diriku sendiri, bukan kepadamu.
Aku mencintaimu, Marius.
Kupertemukan kau dan Cossete, kulindungi Cossete untukmu dan kini kukorbankan nyawaku bagimu.
Peluk aku, Marius. Peluk aku.
Biarkan aku menutup mataku ketika berada di sisimu.
Ya, benar. Peluk aku.
Inilah yang kutunggu-tunggu selama ini, bisa berada di sisimu dengan tersenyum dan dapat mengakhiri hidupku dengan melihat wajahmu. Aku tak takut mati dan aku tak pernah menyesal telah membahagiakanmu.
Terima kasih, Marius.
Tetap tatap aku hingga aku benar-benar tak ada lagi. Jangan dulu kau menoleh ke arah lain!
Terima kasih, Marius.
Aku mencintaimu, Marius.
Aku sangat mencintaimu.
Oleh: @vanatigh
Diambil dari http://irvanwiraadhitya.tumblr.com/
Labels:
Surat Cinta #8
Surat Pendek
Kepada kamu yang sedang bersikukuh melipat tangan dan mengunci mulut.
Diam , tak mau berpindah, dengan ekspresi tidak terbaca.
Untungnya saya menyayangimu sepaket ya, lengkap dengan semenyebalkannya kamu seperti saat ini.
Baiklah begini, saya tau kamu marah, mungkin bagimu ini caranya meredakan amarah.
Tetapi berbagilah, apa yang membuatmu seyakin ini bahwa ini adalah jalan yang terbaik?
Jikalaupun kamu benar, bukankah saya perlu tau alasanmu agar dapat membenarkan?
atau setidaknya meluruskan kekeliruan, karena bisa saja saya yang ada dalam pikiranmu adalah saya yang tidak begitu.
Kalo kamu diam , gimana saya mau ngerti. Kalo kamu nggak tanya, gimana kamu mau ngerti ?
Kamu berhak diam untuk merenung,tapi bukan selamanya untuk tidak menyelesaikan masalah.
Surat ini pendek saja, dan semoga bisa memperpendek diamnya kamu ya :)
Oleh: @ultranyil
Diambil dari http://rainyinthebottle.blogspot.com/
Labels:
Surat Cinta #8
Untuk Mama di Surga
Dear mama,
Mama, bagaimana keadaan di surga? Apa mama baik-baik saja? Semoga mama diberi keringanan dan dinaikan derajatnya oleh Allah SWT…
Mama, bisa melihat ade dari surga? Wah seandainya ade juga bisa melihat mama dari bumi ini hihihi… Pasti seru ya, Ma..
Ma, sepi gak di sana? Soalnya ade sepi banget gak ada mama di sini… Seeepiiiii banget…rasanya semua dijalanin sendiri..
Mama gimana di sana? Pasti gak kesepian ya? Pasti banyak malaikat yang menemani mama…
Ma, kangen gak manggil nama ade? Atau kangen gak teriak nyuruh pulang waktu ade lagi main “Zahraaaaaaaaa”
Kalau ade kangen loh, ma… Ade kangen banget mama panggil, terlebih lagi ade kangen banget memanggil mama… ”Mama”
Sudah hampir 9 tahun loh ma, mulut ade ini ga mengeluarkan kata “mama”
Paling hanya dalam hati, dalam doa, dan dalam tangisan.
Ma, kangen gak sama ade? pasti mama kangen ma ade deh, hayo ngaku…?
Soalnya ade kangeeeeeen banget sama mama..
Wah ma, rasa kangen ini gak bisa ade tulis pakai kata-kata deh. Gak tau musti mengibaratkan seperti apa rasa kangen ini.. Hihihi…
Yang jelas rasanya kepengen aja mundur ke masa lalu, saat ada mama, saat kita lagi senang, lagi sedih, lagi bertengkar, lagi bercanda, pokoknya di saat masih ada mama deh..
Ma, di sana mama sudah gak kesakitan lagi kan? Pasti badan mama sekarang sudah ringan, gak kaku lagi, sudah bisa digerakin..
Pasti sekarang mama sudah cantik banget, karena mama ku memang cantik..
Mama tau gak, senyum mama yang terakhir itu adalah senyum yang paling manis yang pernah ade lihat…
Ma, ade kangen mama..
Mama inget gak? Ade pernah bilang kalau tanpa mama, ade merasa sendirian..
Dunia tuh berubah ma, semuanya berubah..
Mama inget gak mimpi aku untuk bisa nyenengin mama? Mimpi yang waktu itu kita bicarakan di atas kasur di kamar rumah sakit…
Saat itu mama cuma bisa ketawa, kita tertawa sambil mengkhayal..
Tapi mama keburu pergi sebelum mimpi itu bisa aku capai…
Sekarang, ade gak bisa lagi nyenengin mama, berbagi dengan mama..
Ma.. Ade sayang mama.. Ade kangen ma..
Kalau saja kita bisa bertemu, kalau saja dunia kita gak dipisahkan oleh kuasa Tuhan…
Mama, inget gak, beberapa jam sebelum mama gak sadarkan diri?
Kita masih sempatkan bercanda, mama waktu itu kepengen makan pizza.. Hhihihi…
Dan saat itu ade puas banget ma… Mau tau kenapa?
Karena ade sempat meminta maaf kepada mama atas semua kesalahan ade…
dan ade bertanya, apa mama ikhlas menjadi mama ade..
Seneng banget ma. Waktu itu mama bilang sudah memaafkan ade dan mama ikhlas menjadi mama ade..
Dan mama mendoakan ade, mama cium kening ade, dan mama tersenyum..
Ringan rasanya ma, maaf dan keikhlasan mama meringankan jalan ade…
Semoga ridho nya mama akan menjadi ridho nya Allah SWT untuk ade…
Ma temenin ade terus ya, jangan pergi, walaupun mama ga ada lagi di sini, ade tau mama pasti ada di hati ade. Mama dan papa pasti ada menemani di setiap langkah ade..
Mama.. Papa.. Ade sayang kalian berdua..
“Ya Allah SWT, Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang… Terimalah mama hamba di sisimu…
Ampunilah segala dosa-dosa nya.. Terimalah amal ibadah nya.. Terimalah iman islam nya…
Lapangkanlah kubur nya, sejukanlah kubur nya, dan terangilah kubur nya..
Jauhkan mama dari siksa kubur dan api neraka-Mu… Jadikanlah ia ahli surga mu…
Dan pertemukan lah kami di dalam surgamu kelak…Aamiin”
Oleh: @zahramo
Diambil dari http://pienanas.tumblr.com/
Labels:
Surat Cinta #8
Untuk Rumput Tetangga
Hai rumput tetangga
Kau hijau sekali, lebih hijau dari rumput di halaman rumahku. Menjagamu pasti nikmat sekali. Mengelilingimu dan membuatmu aman pasti berguna sekali. Tapi aku hanya mampu memandangmu dari kejauhan.
Diam-diam aku mengagumimu, memperhatikanmu dan memimpikanmu.
Setiap hari aku mengamatimu, membuatku lupa segalanya. Rumput di halamanku semakin kuning setiap hari, aku tak tau kenapa. Aku malas melihatnya, aku malas mengurusnya.Tidak seperti kau yang selalu hijau dan segar. Selalu indah dipandang.
Aku mulai cemburu jika pemilikmu setiap hari merawatmu, menyirammu dan memperhatikanmu. Aku mulai ingin memilikimu. Aku tidak keberatan jika aku bertukar dengannya.
Malam nanti mungkin aku akan mendatanginya, meminta ijin, dan mencari cara bagaimana bisa aku yang memilikimu, dan dia yang memiliki rumput di halamanku.
Aku semakin tak kuasa menahan ingin memilikimu.
- Pemilik rumput sebelah rumah -
Oleh: @ulansabit
Diambil dari http://punyaulan.wordpress.com/
Labels:
Surat Cinta #8
Delapan yang Berdendang
Selamat malam menjelang pagi. Wah, sepertinya sudah lama ya aku tidak mengirimkan surat balik untukmu. Apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja.
Saat ini aku sedang duduk sambil berjalan. Mungkin kamu bingung maksudnya, sebenarnya sih aku duduk dalam bis dari Semarang ke Depok. Asyik, deh. Soalnya ini kali pertama aku pergi jauh sendirian dengan kendaraan umum dan mengurus perjalanannya juga sendiri. (Jangan hitung travel, ya)
Oh, ya. Kamu tahu tidak? Ada program 30 Hari Menulis Surat Cinta. Jadi, selama 30 Hari itu kita menulis surat-surat cinta. Hari ini yang ke delapan, angka favoritku.
Selama di perjalanan yang sudah memakan waktu delapan jam (Ha! Pas sekali ya), beberapa kali aku memikirkan tentang angka delapan;
1. Seperti delapan, akan ada saat sulit mencekik dalam kehidupan.
2. Tuhan menciptakan angka delapan mungkin sambil berdendang.
3. Kenapa? Karena angka delapan seperti sedang berdisko di tempat benderang.
4. Aku suka delapan. Ialah angka yang jika kamu mengurangi 1 suku kata depan dalam pelafalannya, orang akan mengerti. Lapan, lapan, lapan. (Memangnya, siapa yang mengerti ketika aku bilang tu untuk satu, a untuk dua?)
5. Delapan, mirip seperti angka tujuh terbalik dalam aksara arab.
6. Sedangkan tujuh mirip dengan hurup v. Dan v itu untuk perempuan. Mungkin delapan angka ganteng, kayak aku. Hehe.
7. Kamu tahu? Seperti bentuknya yang setelah himpitan naik lagi ke atas, delapan sebenarnya mengajarkan untuk bangkit kembali setelah situasi tersulit.
8. Delapan, kata orang cina, angka hoki. Tapi aku tidak percaya. Hihi.
Sudah dulu ya, lain kali akan kukirimkan surat lagi.
Dadah! :D
Oleh: @ydkzk
Diambil dari ydkzk.wordpress.com
Labels:
Surat Cinta #8
CEPAT DATANG
DEAR MAS MUL,
MAS MUL, KAMI DARI MMFC (MAS MUL FANS CLUB) DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA KAMI MERINDUKAN MAS MUL. CEPAT DATANG, KAMI SUDAH TAK SABAR MENUNGGUMU. KAMI SAKIT TANPAMU. JANGAN KELAMAAN PULANG KAMPUNGNYA. MALAM-MALAM KAMI KOSONG TANPA SUARA MANGKUKMU. PESAN AYAKHKU, BAWA CEKER YANG BANYAK. PESAN PAK RT, BAWA BAKSO TELUR YANG BANYAK. PESAN BU RT, KALAU NGASIH SAWI JANGAN TERLALU SEDIKIT. PESAN PAK RW, BIKIN STOK SAMBAL YANG BANYAK, KALAU PERLU SATU EMBER. OH, IYA, MAAF KALAU KAMI MENULISNYA HURUF BESAR SEMUA. BUKAN BERMAKSUD MENYINGGUNG PERASAAN MAS MUL KARENA TIDAK LANCAR MEMBACA, KAMI CUMA BERHARAP MAS MUL BISA MEMBACA SURAT INI. SEMOGA DENGAN HURUF BESAR SEMUA, MAS MUL BISA LANCAR MEMBACA SURAT INI. DENGAN BEGITU MAS MUL AKAN CEPAT DATANG. TERIMA KASIH, MAS MUL.
DARI KAMI, MAS MUL FANS CLUB..
Oleh @shandyputraa
Diambil dari http://anotherdidhurt.tumblr.com/
MAS MUL, KAMI DARI MMFC (MAS MUL FANS CLUB) DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA KAMI MERINDUKAN MAS MUL. CEPAT DATANG, KAMI SUDAH TAK SABAR MENUNGGUMU. KAMI SAKIT TANPAMU. JANGAN KELAMAAN PULANG KAMPUNGNYA. MALAM-MALAM KAMI KOSONG TANPA SUARA MANGKUKMU. PESAN AYAKHKU, BAWA CEKER YANG BANYAK. PESAN PAK RT, BAWA BAKSO TELUR YANG BANYAK. PESAN BU RT, KALAU NGASIH SAWI JANGAN TERLALU SEDIKIT. PESAN PAK RW, BIKIN STOK SAMBAL YANG BANYAK, KALAU PERLU SATU EMBER. OH, IYA, MAAF KALAU KAMI MENULISNYA HURUF BESAR SEMUA. BUKAN BERMAKSUD MENYINGGUNG PERASAAN MAS MUL KARENA TIDAK LANCAR MEMBACA, KAMI CUMA BERHARAP MAS MUL BISA MEMBACA SURAT INI. SEMOGA DENGAN HURUF BESAR SEMUA, MAS MUL BISA LANCAR MEMBACA SURAT INI. DENGAN BEGITU MAS MUL AKAN CEPAT DATANG. TERIMA KASIH, MAS MUL.
DARI KAMI, MAS MUL FANS CLUB..
Oleh @shandyputraa
Diambil dari http://anotherdidhurt.tumblr.com/
Diam
Kamu yang pernah aku cintai,
Apa kabar? Sedikit kudengar kau sudah lulus dan resmi menjadi arsitek. Selamatku untukmu. Omong-omong, aku membaca e-mailmu yang terakhir. Aku mencerna kata per kata. Aku meresap semua rasa yang kau kirimkan melalui jajaran aksara. Aku mencecap tiap untai baris sampai titik terakhir di kalimatmu. Setelah itu, aku menelaah perasaanku; apakah ia tertawan akan untaian puja pujimu? Rupanya tidak, maaf.
Kamu yang hatinya pernah kuharapkan,
Pernah aku mencintaimu lebih dari apapun. Pernah aku rela melakukan segalanya untuk mendapatkan sepotong hatimu. Namun saat itu kau bahkan tidak melayangkan pandanganmu padaku. Melirik pun tidak. Kurang keras apa aku memanggil perhatianmu? Kurang lantang apa aku meneriakkan cinta? Harus semembahana apa lagi aku menyeru? Oh, kamu tahu sekali aku mengemis-ngemis untuk cintamu. Apa responmu akan pesan-pesan singkatku yang kukirim ke telepon genggammu? Diam. Apa responmu akan pesan-pesan panjang yang kutulis di facebook mu? Diam. Apa responmu akan tweet-tweet putus asa yang berulang kali kutujukan untukmu? Diam.
Kamu yang dulu kupuja,
Salah mereka yang bilang cinta itu gila. Bukan cinta yang gila, si pecinta lah yang hilang akal. Akalnya hilang dibawa pergi sang nafsu. Nafsu ingin memiliki. Kadang orang begitu terbutakan untuk mendapatkan apa yang dibisikkan hatinya untuk dimiliki. Beribu untung, tidak semua akalku dibawa pergi nafsu. Tersisa secuil pikiran sehat yang kerap merawat harga diriku yang rusak parah. Hancur. Hingga akhirnya harga diriku kembali. Ia melarangku habis-habisan untuk mengemis sepotong cinta dari dia yang bahkan tidak pernah menggubrisku. Aku kehilangan semua rasa yang pernah kutujukan padamu. Aku sadar, selama ini aku menggonggongi pohon yang salah.
Kamu yang dulu selalu kusapa,
Aku tidak tau apakah ini lelucon takdir atau memang hukum alam. Namun aku tidak begitu percaya apabila takdir memainkan lelucon keji seperti ini. Aku cenderung percaya bahwa inilah yang terjadi ketika semesta berbicara. Pernah sedikit membaca tentang law of detachment? Apa yang kau lepaskan akan menjadi milikmu. Milikilah keinginan dan lepaskan ke semesta. Semesta akan berkonspirasi untuk membuatmu bahagia seperti yang kau pinta. Ini hukum mutlak yang dibuat Sang Maha Adil. Aku? Aku dahulu berkeinginan memilikimu, dan aku tidak melepaskan keinginanku pada semesta. Aku genggam erat setiap serpih serat inginku. Bagaimana semesta bisa bekerja bila aku mengerami hasratku? Tidak. Rupanya ketika harga diriku berhasil dipulihkan, aku tidak mau tahu lagi apapun tentangmu. Aku hilangkan semua hasrat tentangmu. Dan itulah, tanpa kusadari, saat akhirnya aku melepaskan keinginanku pada semesta. Selanjutnya yang terjadi, semesta memberikan tepat seperti yang kupinta dulu; hati dan cintamu.
Kamu yang pernah menghatui mimpi malamku,
Terlambat, kan? Ketika hatiku sudah tidak lagi mengharapkanmu, kau datang. Ketika pintu hatiku sudah menutup untukmu, kau mengetuk. Apabila konsep cara kerja semesta terlalu rumit untukmu, baiklah, mungkin ini penjelasan yang lebih sederhana; manusia senang dipuja. Siapa yang tidak senang egonya dimanja? Ia bebas merespon sekehendak hatinya. Namun ketika si pemuja berhenti mencintanya, ia akan terluka. Kamu mungkin tidak sadar, tetapi jauh di dasar pikiranmu mungkin kau merindu sapaan hangat tak berbalas ku padamu setiap hari. Keadaan berbalik. Kau melakukan apa yang persis sama kulakukan padamu dulu.
Kamu yang kini mengharap cintaku,
Maaf, aku tidak bisa lagi memuja dan mencintaimu seperti dulu. Tak peduli fakta bahwa kau kini datang membawa seluruh hatimu, bukan hanya sepotong seperti yang dulu pernah kuharapkan. Mataku, bukan sekadar mata fisik, namun mata yang sebenar-benarnya mata, telah membuka. Bahwa untuk dicintai, tidak perlu mengorbankan harga diri.
Salahkah aku bila sekarang aku….
Diam?
Tertanda,
Aku yang baru
Oleh @sneaking_jeans
Diambil dari http://menyingsingfajar.wordpress.com
Apa kabar? Sedikit kudengar kau sudah lulus dan resmi menjadi arsitek. Selamatku untukmu. Omong-omong, aku membaca e-mailmu yang terakhir. Aku mencerna kata per kata. Aku meresap semua rasa yang kau kirimkan melalui jajaran aksara. Aku mencecap tiap untai baris sampai titik terakhir di kalimatmu. Setelah itu, aku menelaah perasaanku; apakah ia tertawan akan untaian puja pujimu? Rupanya tidak, maaf.
Kamu yang hatinya pernah kuharapkan,
Pernah aku mencintaimu lebih dari apapun. Pernah aku rela melakukan segalanya untuk mendapatkan sepotong hatimu. Namun saat itu kau bahkan tidak melayangkan pandanganmu padaku. Melirik pun tidak. Kurang keras apa aku memanggil perhatianmu? Kurang lantang apa aku meneriakkan cinta? Harus semembahana apa lagi aku menyeru? Oh, kamu tahu sekali aku mengemis-ngemis untuk cintamu. Apa responmu akan pesan-pesan singkatku yang kukirim ke telepon genggammu? Diam. Apa responmu akan pesan-pesan panjang yang kutulis di facebook mu? Diam. Apa responmu akan tweet-tweet putus asa yang berulang kali kutujukan untukmu? Diam.
Kamu yang dulu kupuja,
Salah mereka yang bilang cinta itu gila. Bukan cinta yang gila, si pecinta lah yang hilang akal. Akalnya hilang dibawa pergi sang nafsu. Nafsu ingin memiliki. Kadang orang begitu terbutakan untuk mendapatkan apa yang dibisikkan hatinya untuk dimiliki. Beribu untung, tidak semua akalku dibawa pergi nafsu. Tersisa secuil pikiran sehat yang kerap merawat harga diriku yang rusak parah. Hancur. Hingga akhirnya harga diriku kembali. Ia melarangku habis-habisan untuk mengemis sepotong cinta dari dia yang bahkan tidak pernah menggubrisku. Aku kehilangan semua rasa yang pernah kutujukan padamu. Aku sadar, selama ini aku menggonggongi pohon yang salah.
Kamu yang dulu selalu kusapa,
Aku tidak tau apakah ini lelucon takdir atau memang hukum alam. Namun aku tidak begitu percaya apabila takdir memainkan lelucon keji seperti ini. Aku cenderung percaya bahwa inilah yang terjadi ketika semesta berbicara. Pernah sedikit membaca tentang law of detachment? Apa yang kau lepaskan akan menjadi milikmu. Milikilah keinginan dan lepaskan ke semesta. Semesta akan berkonspirasi untuk membuatmu bahagia seperti yang kau pinta. Ini hukum mutlak yang dibuat Sang Maha Adil. Aku? Aku dahulu berkeinginan memilikimu, dan aku tidak melepaskan keinginanku pada semesta. Aku genggam erat setiap serpih serat inginku. Bagaimana semesta bisa bekerja bila aku mengerami hasratku? Tidak. Rupanya ketika harga diriku berhasil dipulihkan, aku tidak mau tahu lagi apapun tentangmu. Aku hilangkan semua hasrat tentangmu. Dan itulah, tanpa kusadari, saat akhirnya aku melepaskan keinginanku pada semesta. Selanjutnya yang terjadi, semesta memberikan tepat seperti yang kupinta dulu; hati dan cintamu.
Kamu yang pernah menghatui mimpi malamku,
Terlambat, kan? Ketika hatiku sudah tidak lagi mengharapkanmu, kau datang. Ketika pintu hatiku sudah menutup untukmu, kau mengetuk. Apabila konsep cara kerja semesta terlalu rumit untukmu, baiklah, mungkin ini penjelasan yang lebih sederhana; manusia senang dipuja. Siapa yang tidak senang egonya dimanja? Ia bebas merespon sekehendak hatinya. Namun ketika si pemuja berhenti mencintanya, ia akan terluka. Kamu mungkin tidak sadar, tetapi jauh di dasar pikiranmu mungkin kau merindu sapaan hangat tak berbalas ku padamu setiap hari. Keadaan berbalik. Kau melakukan apa yang persis sama kulakukan padamu dulu.
Kamu yang kini mengharap cintaku,
Maaf, aku tidak bisa lagi memuja dan mencintaimu seperti dulu. Tak peduli fakta bahwa kau kini datang membawa seluruh hatimu, bukan hanya sepotong seperti yang dulu pernah kuharapkan. Mataku, bukan sekadar mata fisik, namun mata yang sebenar-benarnya mata, telah membuka. Bahwa untuk dicintai, tidak perlu mengorbankan harga diri.
Salahkah aku bila sekarang aku….
Diam?
Tertanda,
Aku yang baru
Oleh @sneaking_jeans
Diambil dari http://menyingsingfajar.wordpress.com
Cici Jangan Pergi
Dear cici caroline,
Udah seminggu lebih ya ci kita gak satu shift. Padahal aku sama cici masih di tempat kerja yang sama, tapi kita hampir gak pernah ketemu. Aku ada, cici gak ada. Cici ada, aku yang gak ada.
Ci, beberapa hari yang lalu aku gak sengaja liat surat pengunduran cici di meja kaani. Cici jadi pergi ya? Jadi pindah ke bangka ya? Aku pikir kepindahan cici ke bangka setelah dapet gelar apoteker cuma sekedar wacana, tapi ternyata engga. Cici beneran bakalan pergi ternyata.
Aku sedih deh pas tau cici mau pergi. Aku sedih, soalnya bakalan gak ada lagi sosok cici di rumah sakit ini. Aku pasti bakalan kangen. Bakalan kangen banget. Soalnya partner makan bareng aku bakalan gak ada lagi. Nanti gak bakalan ada lagi yang nanyain “riu, makan apa kita sore ini?” , gak akan ada lagi temen yang bisa dibujuk buat makan malem sepulang dinas siang, gak akan ada lagi temen yang dijadiin buat diskusi tentang farmako klinik, gak ada lagi yang bakal nanyain “riu, paket kita apa hari ini?” :(
Ternyata setahun secepat ini ya ci? Perasaan baru banget kemaren cici memutuskan buat kuliah lagi, eh sekarang udah mau lulus aja. Dan sebentar lagi bakalan ada gelar baru dibelakang nama cici. Carolina Agustin S.farm,Apt. Pasti keren deh. :’)
Bagi aku, cici tuh sosok positif yang aku kenal. Tiap aku lagi kesel, trus curhat sama cici pasti ditanggepinnya positif. Cici tuh selalu bisa ngeliat masalah dari sudut pandang lain. Udah gitu, cici paling sabar banget ngelayanin pasien – pasien yang kadang – kadang suka rese. Cici hebat! Aku bangga bisa kenal sama cici.
Sukses ya ci jadi apoteker di bangka. Semoga ilmu nya bisa bermanfaat buat masyarakat disana.
Dari yang akan merindukanmu :
- ria
Oleh @riaanggri
Diambil dari http://riaanggri.wordpress.com
Udah seminggu lebih ya ci kita gak satu shift. Padahal aku sama cici masih di tempat kerja yang sama, tapi kita hampir gak pernah ketemu. Aku ada, cici gak ada. Cici ada, aku yang gak ada.
Ci, beberapa hari yang lalu aku gak sengaja liat surat pengunduran cici di meja kaani. Cici jadi pergi ya? Jadi pindah ke bangka ya? Aku pikir kepindahan cici ke bangka setelah dapet gelar apoteker cuma sekedar wacana, tapi ternyata engga. Cici beneran bakalan pergi ternyata.
Aku sedih deh pas tau cici mau pergi. Aku sedih, soalnya bakalan gak ada lagi sosok cici di rumah sakit ini. Aku pasti bakalan kangen. Bakalan kangen banget. Soalnya partner makan bareng aku bakalan gak ada lagi. Nanti gak bakalan ada lagi yang nanyain “riu, makan apa kita sore ini?” , gak akan ada lagi temen yang bisa dibujuk buat makan malem sepulang dinas siang, gak akan ada lagi temen yang dijadiin buat diskusi tentang farmako klinik, gak ada lagi yang bakal nanyain “riu, paket kita apa hari ini?” :(
Ternyata setahun secepat ini ya ci? Perasaan baru banget kemaren cici memutuskan buat kuliah lagi, eh sekarang udah mau lulus aja. Dan sebentar lagi bakalan ada gelar baru dibelakang nama cici. Carolina Agustin S.farm,Apt. Pasti keren deh. :’)
Bagi aku, cici tuh sosok positif yang aku kenal. Tiap aku lagi kesel, trus curhat sama cici pasti ditanggepinnya positif. Cici tuh selalu bisa ngeliat masalah dari sudut pandang lain. Udah gitu, cici paling sabar banget ngelayanin pasien – pasien yang kadang – kadang suka rese. Cici hebat! Aku bangga bisa kenal sama cici.
Sukses ya ci jadi apoteker di bangka. Semoga ilmu nya bisa bermanfaat buat masyarakat disana.
Dari yang akan merindukanmu :
- ria
Oleh @riaanggri
Diambil dari http://riaanggri.wordpress.com
Tak pernah Biasa-Biasa Saja
Dear, kamu ku
Sudah dua hari ini aku tak menyapamu. Karierku, pendidikanku, garis mati ini segera membunuhku.
Untung saja tidak dengan hatiku. Tidak ada garis mati berlaku. Semua itu hanya tameng bagi orang-orang yang lelah menunggu. Kamu pun tersipu. Menunggu waktu yang membawamu padaku.
Hari ini, hari kesekian dari lembar daftar tunggu. Halaman demi halaman, entah sudah berapa tebalnya, cerita hidupmu dan hidupku. Kita warnai setiap lembarnya. Lembar masing-masing. Belum ada lembar kita. Masih menunggu.
Seiring berjalannya waktu, semua akan baik-baik saja. Seperti biasa. Semua masih biasa-biasa saja.
Tapi percayalah, akan tiba waktunya untuk kita menjadi tidak biasa.
Bersamamu, yang tak pernah biasa-biasa saja.
Oleh @sidhancrut
Diambil dari sidhancrut.wordpress.com
Sudah dua hari ini aku tak menyapamu. Karierku, pendidikanku, garis mati ini segera membunuhku.
Untung saja tidak dengan hatiku. Tidak ada garis mati berlaku. Semua itu hanya tameng bagi orang-orang yang lelah menunggu. Kamu pun tersipu. Menunggu waktu yang membawamu padaku.
Hari ini, hari kesekian dari lembar daftar tunggu. Halaman demi halaman, entah sudah berapa tebalnya, cerita hidupmu dan hidupku. Kita warnai setiap lembarnya. Lembar masing-masing. Belum ada lembar kita. Masih menunggu.
Seiring berjalannya waktu, semua akan baik-baik saja. Seperti biasa. Semua masih biasa-biasa saja.
Tapi percayalah, akan tiba waktunya untuk kita menjadi tidak biasa.
Bersamamu, yang tak pernah biasa-biasa saja.
Oleh @sidhancrut
Diambil dari sidhancrut.wordpress.com
Dear Stalker
Dear Stalker,
Sudah dapat informasi apa aja hari ini dari akun twitter dia?
Apa? Sedih karena dia ngga ngetwit apapun soal kamu?
Kamu sih...udah tau dia ngga ada perasaan apa-apa sama kamu,kok ngeyel?
Makin sedih ya karena ternyata dia lagi deket sama yang lain?
Udah,relain aja . Percaya aja kalau jodoh tak lari kemana
Apa? Ngga bisa lupain dia? Coba dulu cek tetangga kamu,siapa tau lebih cakep
Yakin ngga bisa jatuh cinta sama yang lain? Drama ih!
Ya udah , apapun keputusan kamu,mau lupain dia atau keep stalking
Mudah-mudahan kamu tau apa yang terbaik buat kamu ya
Jangan keasyikan stalking sampe ngga sadar ada yang sayang kamu didunia nyata
Iya,ada yang sayang sama kamu didunia nyata , Aku
Aku sayang kamu
Oleh @Qkiu
Diambil dari http://itshengky-blog.blogspot.com
Sudah dapat informasi apa aja hari ini dari akun twitter dia?
Apa? Sedih karena dia ngga ngetwit apapun soal kamu?
Kamu sih...udah tau dia ngga ada perasaan apa-apa sama kamu,kok ngeyel?
Makin sedih ya karena ternyata dia lagi deket sama yang lain?
Udah,relain aja . Percaya aja kalau jodoh tak lari kemana
Apa? Ngga bisa lupain dia? Coba dulu cek tetangga kamu,siapa tau lebih cakep
Yakin ngga bisa jatuh cinta sama yang lain? Drama ih!
Ya udah , apapun keputusan kamu,mau lupain dia atau keep stalking
Mudah-mudahan kamu tau apa yang terbaik buat kamu ya
Jangan keasyikan stalking sampe ngga sadar ada yang sayang kamu didunia nyata
Iya,ada yang sayang sama kamu didunia nyata , Aku
Aku sayang kamu
Oleh @Qkiu
Diambil dari http://itshengky-blog.blogspot.com
Duka Citamu Takkan Lama Kawan
terlebih dahulu saya ucapkan innalillahiwainnailihi rajiun (apa yang menjadi milik tuhan akan kembali padanya)..........
to my dear @dorasembiring, hari ini 21 januari 2013 tepat siang tadi waktu indonesia, kuterima kabar darimu melalui pesan bbm di malaysia, telah berpulang ke sisi tuhan ibundamu; ibu tersayang, istri terbaik, dan juga wanita hebat tante missyorati tarigan (mohon maaf jika ada salah pengejaan nama) .
my dear dorasembiring, sesungguhnya manusia punya kehendak, tapi tuhanlah yang menentukan. pada saatnya apa yang menjadi takdir adalah selalu menjadi kuasa-nya begitupun kepergian ibumu.
dora my dear, kita semua manusia. kita punya awal cerita, maka tentunya ada akhir pula bagi tiap cerita. ibundamu wanita hebat dor dia mampu memberikan kasih berlimpah pada ayah segagah ayahmu, dia mampu membesarkan anak sebaik dirimu dan juga adikmu. kalian adalah keluarga hebat mampu membangun tawa juga mengatasi kesedihan. apa yang pergi takkan kembali, tapi ingatlah kenangan tetap tinggal.
my dear @dorasembiring hari ini kau berduka, mungkin duka ini sulit tuk terlupa, tapi percaya begitu banyak orang menyayangimu dan duka citamu takkan lama kawan.. bila sudah waktunya yang pergi akan pergi, ikhlaskanlah kawan, jangan terus menangis. oia untuk sekarang menangislah tapi jika kau ingin menangis, berjanjilah untuk nanti kembali kemudian dora akan tersenyum seperti dora yang biasanya. walalupun sakit tersenyumlah selalu karena ibumu di surga sana mendapatkan tempat terbaik di sisinya, beliau orang baik my dear dorasembiring... :))
ps: sebagai temanmu kami mungkin sulit merasakan apa yang kau rasa tapi kami akan selalu punya senyum dan pelukan hangat yang sama, favo menunggu, sepeters sayang kamu dora.
ps, dan untuk tante: ibu dari dora, makasih tante untuk selama ini dan masakan tante yang luar biasa enak :* love you dora dan keluarga.... maaf yah tintanya agak luntur karena terkena air mataku (diandaikan surat ini ditulis di atas kertas)
sincerely - malisah your friend :'))
Oleh @shesagnostic untuk @dorasembiring
Diambil dari http://semangkukbir.blogspot.com
to my dear @dorasembiring, hari ini 21 januari 2013 tepat siang tadi waktu indonesia, kuterima kabar darimu melalui pesan bbm di malaysia, telah berpulang ke sisi tuhan ibundamu; ibu tersayang, istri terbaik, dan juga wanita hebat tante missyorati tarigan (mohon maaf jika ada salah pengejaan nama) .
my dear dorasembiring, sesungguhnya manusia punya kehendak, tapi tuhanlah yang menentukan. pada saatnya apa yang menjadi takdir adalah selalu menjadi kuasa-nya begitupun kepergian ibumu.
dora my dear, kita semua manusia. kita punya awal cerita, maka tentunya ada akhir pula bagi tiap cerita. ibundamu wanita hebat dor dia mampu memberikan kasih berlimpah pada ayah segagah ayahmu, dia mampu membesarkan anak sebaik dirimu dan juga adikmu. kalian adalah keluarga hebat mampu membangun tawa juga mengatasi kesedihan. apa yang pergi takkan kembali, tapi ingatlah kenangan tetap tinggal.
my dear @dorasembiring hari ini kau berduka, mungkin duka ini sulit tuk terlupa, tapi percaya begitu banyak orang menyayangimu dan duka citamu takkan lama kawan.. bila sudah waktunya yang pergi akan pergi, ikhlaskanlah kawan, jangan terus menangis. oia untuk sekarang menangislah tapi jika kau ingin menangis, berjanjilah untuk nanti kembali kemudian dora akan tersenyum seperti dora yang biasanya. walalupun sakit tersenyumlah selalu karena ibumu di surga sana mendapatkan tempat terbaik di sisinya, beliau orang baik my dear dorasembiring... :))
ps: sebagai temanmu kami mungkin sulit merasakan apa yang kau rasa tapi kami akan selalu punya senyum dan pelukan hangat yang sama, favo menunggu, sepeters sayang kamu dora.
ps, dan untuk tante: ibu dari dora, makasih tante untuk selama ini dan masakan tante yang luar biasa enak :* love you dora dan keluarga.... maaf yah tintanya agak luntur karena terkena air mataku (diandaikan surat ini ditulis di atas kertas)
sincerely - malisah your friend :'))
Oleh @shesagnostic untuk @dorasembiring
Diambil dari http://semangkukbir.blogspot.com
Duka Citamu Takkan Lama Kawan
terlebih dahulu saya ucapkan innalillahiwainnailihi rajiun (apa yang menjadi milik tuhan akan kembali padanya)..........
to my dear @dorasembiring, hari ini 21 januari 2013 tepat siang tadi waktu indonesia, kuterima kabar darimu melalui pesan bbm di malaysia, telah berpulang ke sisi tuhan ibundamu; ibu tersayang, istri terbaik, dan juga wanita hebat tante missyorati tarigan (mohon maaf jika ada salah pengejaan nama) .
my dear dorasembiring, sesungguhnya manusia punya kehendak, tapi tuhanlah yang menentukan. pada saatnya apa yang menjadi takdir adalah selalu menjadi kuasa-nya begitupun kepergian ibumu.
dora my dear, kita semua manusia. kita punya awal cerita, maka tentunya ada akhir pula bagi tiap cerita. ibundamu wanita hebat dor dia mampu memberikan kasih berlimpah pada ayah segagah ayahmu, dia mampu membesarkan anak sebaik dirimu dan juga adikmu. kalian adalah keluarga hebat mampu membangun tawa juga mengatasi kesedihan. apa yang pergi takkan kembali, tapi ingatlah kenangan tetap tinggal.
my dear @dorasembiring hari ini kau berduka, mungkin duka ini sulit tuk terlupa, tapi percaya begitu banyak orang menyayangimu dan duka citamu takkan lama kawan.. bila sudah waktunya yang pergi akan pergi, ikhlaskanlah kawan, jangan terus menangis. oia untuk sekarang menangislah tapi jika kau ingin menangis, berjanjilah untuk nanti kembali kemudian dora akan tersenyum seperti dora yang biasanya. walalupun sakit tersenyumlah selalu karena ibumu di surga sana mendapatkan tempat terbaik di sisinya, beliau orang baik my dear dorasembiring... :))
ps: sebagai temanmu kami mungkin sulit merasakan apa yang kau rasa tapi kami akan selalu punya senyum dan pelukan hangat yang sama, favo menunggu, sepeters sayang kamu dora.
ps, dan untuk tante: ibu dari dora, makasih tante untuk selama ini dan masakan tante yang luar biasa enak :* love you dora dan keluarga.... maaf yah tintanya agak luntur karena terkena air mataku (diandaikan surat ini ditulis di atas kertas)
sincerely - malisah your friend :'))
Oleh @shesagnostic untuk @dorasembiring
Diambil dari http://semangkukbir.blogspot.com
to my dear @dorasembiring, hari ini 21 januari 2013 tepat siang tadi waktu indonesia, kuterima kabar darimu melalui pesan bbm di malaysia, telah berpulang ke sisi tuhan ibundamu; ibu tersayang, istri terbaik, dan juga wanita hebat tante missyorati tarigan (mohon maaf jika ada salah pengejaan nama) .
my dear dorasembiring, sesungguhnya manusia punya kehendak, tapi tuhanlah yang menentukan. pada saatnya apa yang menjadi takdir adalah selalu menjadi kuasa-nya begitupun kepergian ibumu.
dora my dear, kita semua manusia. kita punya awal cerita, maka tentunya ada akhir pula bagi tiap cerita. ibundamu wanita hebat dor dia mampu memberikan kasih berlimpah pada ayah segagah ayahmu, dia mampu membesarkan anak sebaik dirimu dan juga adikmu. kalian adalah keluarga hebat mampu membangun tawa juga mengatasi kesedihan. apa yang pergi takkan kembali, tapi ingatlah kenangan tetap tinggal.
my dear @dorasembiring hari ini kau berduka, mungkin duka ini sulit tuk terlupa, tapi percaya begitu banyak orang menyayangimu dan duka citamu takkan lama kawan.. bila sudah waktunya yang pergi akan pergi, ikhlaskanlah kawan, jangan terus menangis. oia untuk sekarang menangislah tapi jika kau ingin menangis, berjanjilah untuk nanti kembali kemudian dora akan tersenyum seperti dora yang biasanya. walalupun sakit tersenyumlah selalu karena ibumu di surga sana mendapatkan tempat terbaik di sisinya, beliau orang baik my dear dorasembiring... :))
ps: sebagai temanmu kami mungkin sulit merasakan apa yang kau rasa tapi kami akan selalu punya senyum dan pelukan hangat yang sama, favo menunggu, sepeters sayang kamu dora.
ps, dan untuk tante: ibu dari dora, makasih tante untuk selama ini dan masakan tante yang luar biasa enak :* love you dora dan keluarga.... maaf yah tintanya agak luntur karena terkena air mataku (diandaikan surat ini ditulis di atas kertas)
sincerely - malisah your friend :'))
Oleh @shesagnostic untuk @dorasembiring
Diambil dari http://semangkukbir.blogspot.com
...Ini Aku, yang Tak Lagi Bisa Kamu Sia-Siakan
hai, apa kabar kamu?
aku sudah melupakanmu.
salam untuk yang menyelingkuhimu.
ini aku, yang tak lagi bisa kamu sia-siakan.
mban
aku sudah melupakanmu.
salam untuk yang menyelingkuhimu.
ini aku, yang tak lagi bisa kamu sia-siakan.
mban
Oleh @toiletcafe
Diambil dari http://my.opera.com/lubangwc/blog/2013/01/21/ini-aku-yang-tak-lagi-bisa-kamu-sia-siakan
Nada Sumbang di D Minor
Hari #8, 21 Januari 2013
Dear yangkung,
Yangkung pasti sibuk mengobrol dengan yangti dan malaikat ya sekarang. Yangkung tidak akan sempat membaca surat cinta dariku. Dari dulu aku selalu penasaran loh. Bagaimana sih kehidupan kedua? Yangkung pasti bahagia ya. Yangkung orang baik. Suara yangkung saat menjadi muadzin dulu merdu sekali. Yangkung begitu mencintai aku dan cucu yangkung yang lain. Yangkung tidak pernah berkata ‘tidak’ pada semua permintaan kami. Yangkung berhasil mendidik semua anak yangkung sehingga mereka semua menjadi sukses setelah melalui jalan yang keras. Yangkung benar-benar orang hebat. Aku bangga pernah menjadi salah satu bayi yang pernah yangkung elus dengan tangan yangkung yang penuh kelembutan itu. Aku bangga pernah membuat yangkung bahagia dengan kelahiranku—yah, aku cucu pertama yangkung sih.
Yangkung pasti sibuk mengobrol dengan yangti dan malaikat ya sekarang. Yangkung tidak akan sempat membaca surat cinta dariku. Dari dulu aku selalu penasaran loh. Bagaimana sih kehidupan kedua? Yangkung pasti bahagia ya. Yangkung orang baik. Suara yangkung saat menjadi muadzin dulu merdu sekali. Yangkung begitu mencintai aku dan cucu yangkung yang lain. Yangkung tidak pernah berkata ‘tidak’ pada semua permintaan kami. Yangkung berhasil mendidik semua anak yangkung sehingga mereka semua menjadi sukses setelah melalui jalan yang keras. Yangkung benar-benar orang hebat. Aku bangga pernah menjadi salah satu bayi yang pernah yangkung elus dengan tangan yangkung yang penuh kelembutan itu. Aku bangga pernah membuat yangkung bahagia dengan kelahiranku—yah, aku cucu pertama yangkung sih.
Sudah setahun kalian pergi. Aku masih ingat saat jenazah yangti sampai di Magelang, bersiap di kuburkan. Aku takut melihat jenazahnya. Aku takut menerima kenyataan kalau tangan-tangan yang dulu pernah menggendongku kini sudah takkan pernah bisa bergerak lagi. Aku takut menerima kenyataan kalau wajah yang dulu sering tertawa padaku kini takkan pernah menarik senyum lagi. Namun di tengah ketakutanku kulihat wajah yangkung yang sedang membaca yasin. Wajah tegar itu penuh ironi. Aku tahu kalau yangkung sedih. Aku menerka-nerka benang kusut apa yang sedang melilit otak yangkung. Pasti begitu banyak praduga, begitu banyak kenangan, begitu banyak penyesalan. Tetapi wajah yangkung tetap tersenyum. Tetap meladeni setiap cucu-cucu kecil yangkung yang minta digendong. Well, kalau aku jadi yangkung sudah kubuang mereka satu persatu.
Lalu kenyataan pahit datang. Yangti sudah pergi, anak-anak yangkung sudah pulang ke rumahnya masing-masing, itu artinya yangkung tinggal di rumah kecil itu sendirian. Benar-benar sendirian. Tidak ada yangti yang biasanya memasak, mencuci, atau apalah.
Lalu yangkung mendadak nomaden—pindah dari satu rumah anak ke rumah anak yangkung yang lain. Dan yangkung cukup lama tinggal di rumahku.
Lalu kenyataan pahit datang. Yangti sudah pergi, anak-anak yangkung sudah pulang ke rumahnya masing-masing, itu artinya yangkung tinggal di rumah kecil itu sendirian. Benar-benar sendirian. Tidak ada yangti yang biasanya memasak, mencuci, atau apalah.
Lalu yangkung mendadak nomaden—pindah dari satu rumah anak ke rumah anak yangkung yang lain. Dan yangkung cukup lama tinggal di rumahku.
Maaf yangkung. Maaaaaaf sekali. Saat itu aku hanya ABG yang sok ingin punya kehidupan sendiri. Dulu aku kesal sekali saat yangkung selalu tidur di kamarku. Apalagi waktu itu aku berpikir kalau yangkung pasti akan tinggal sangat lama. Dulu itu terasa sangat menyebalkan. Ya Allah, aku jahat sekali...
Yangkung ingat? Setiap sehabis sholat yangkung selalu membaca Qur’an. Setiap pagi dan sore yangkung selalu menyapu pekarangan—mengurangi tugas rumahku. Dan setiap malam, di jam belajarku, yangkung selalu memainkan keyboard murahan milikku.
Keyboard itu sekarang ada di kamarku. Tepat di sebelah kasurku. Membuatku selalu ingat yangkung setiap mau tidur.
Keyboard itu sekarang ada di kamarku. Tepat di sebelah kasurku. Membuatku selalu ingat yangkung setiap mau tidur.
Suara keyboard murahan itu tidak terlalu bagus—maaf yangkung. Anak pertamamu nyatanya tidak sekaya anak-anakmu yang lain—dan selalu sumbang di satu nada.
Tapi yangkung tetap memainkannya. Menyanyikan lagu-lagu lama berbahasa Jawa. Oh ya, ada satu lagu berbahasa Indonesia. Sekarang aku suka sekali lagunya:
“Entah dimana kini kau berada. Sudah kucoba untuk mencari. Di malam yang sunyi dan sesepi ini. Ku sendiri...”
Yangkung merasa sendiri kah? Aku minta maaf. Aku bukan cucu yang baik. Padahal waktu kecil aku selalu minta dimanja oleh yangkung. Tapi... aku sayang yangkung. Yangkung menyayangiku dengan kelembutan yang tidak bisa aku dapat dari ayah—padahal kalian sedarah kan?
Tapi yangkung tetap memainkannya. Menyanyikan lagu-lagu lama berbahasa Jawa. Oh ya, ada satu lagu berbahasa Indonesia. Sekarang aku suka sekali lagunya:
“Entah dimana kini kau berada. Sudah kucoba untuk mencari. Di malam yang sunyi dan sesepi ini. Ku sendiri...”
Yangkung merasa sendiri kah? Aku minta maaf. Aku bukan cucu yang baik. Padahal waktu kecil aku selalu minta dimanja oleh yangkung. Tapi... aku sayang yangkung. Yangkung menyayangiku dengan kelembutan yang tidak bisa aku dapat dari ayah—padahal kalian sedarah kan?
Kepergian yangkung yang begitu mendadak waktu itu membuatku menyadari sesuatu. Saat mendengar berita itu aku merasa dihujani paku-paku rasa bersalah bertubi-tubi. Aku merasa gagal menjadi seorang cucu. Aku merasa gagal berterimakasih pada orang yang selalu melihatku bertumbuh selama 16 tahun. Aku merasa gagal membalas kebaikan orang yang selalu melakukan apa saja asal tidak berkata ‘tidak’ pada keinginanku. Aku merasa gagal merawat orang yang pernah jauh-jauh datang hanya untuk ikut merawatku yang dirawat di rumah sakit dulu.
Mungkin ini terlambat. Sangat terlambat. Tetapi terimakasih untuk semua kebaikan yangkung. Berbahagialah dengan yangti dan bidadari-bidadari surga yang dijanjikan Allah untuk orang beriman seperti yangkung. Di sini, aku mengirimkan fatihah lembut melalui malaikat yang mendengar doaku. Bergantung pada D minor sumbang yang menjadi harmoni indah setiap aku mengenang waktu-waktuku bersama yangkung.
Salam cinta,
Cucu pertamamu
oleh @tullatul
diambil dari http://gulajawadua.blogspot.com
Setahun Pertama dan Terakhir
Dear, Ervan.
Batak! Apa kabar, Tak? Inget gue gak, Tak? Pice nih, Tak. Yang duduk di meja sebelah lo dulu. Iya, yang duduk sama Erna yang pernah lo isengin sampe dia ngamuk. x))
Van, gue kangen deh lo. Kangen isengnya lo. Berisiknya lo. Ngocolnya lo. Paniknya lo. Sok beraninya lo. Melasnya lo. Semua deh, Van. Meski kita cuma kenal setahun, tapi gue merasa kenal lo lama, Van. ;’)
Ehiya. Gue manggil lo Ervan aja. Kalo manggil Batak, takut menyinggung beberapa pihak hehehe.
Van, gue sama anak-anak udah pada mencar. Kita lulus semua, Van. Sekarang anak-anak ada yang kuliah, ada yang kerja. Biar kita sibuk, kita tetep komunikasi kok. :)
Hampir 4 tahun dari dimana gue, Eby, Medi sama lo janjian daftar ulang. Tapi sayangnya, Tuhan lebih sayang lo. Dia udah minta lo menemani-Nya di sana. Gimana di sana? Enak yah. Lo udah gak sakit lagi. Eh iya, cari Mama gue yah, Van. Titip. Jagain. Mama gue Mama lo juga, Van. :)
Oiya Van, sorry udah lama gak ke rumah lo. Belum liat rumah lo gimana sekarang. Belum sempet silahturahmi lagi sama keluarga lo.
Van, lo tau gak betapa bangganya gue sama lo. Dibalik sikap keras lo, bandel lo, dan nyebelinnya lo. Lo itu sosok kakak yang hebat. Lo bener-bener ngejaga adek lo. Lo juga anak yang nurut yah, gak pernah maksain kemauan lo ke orang tua lo. :’) Gue kalah sama lo, Van.
Lo juga hebat bisa nyembunyiin sakitnya lo didepan kita. Sampai pas kita tahu, lo sakit sedemikian parah. Lo hebat. Lo gak mau menunjukan kelemahan lo didepan kita. Gue belajar itu dari lo, Van. :’)
Van, sebenernya banyak banget yang mau gue ceritain ke lo. Tapi jempol gue pegel nih ngetiknya. Ini juga udah dini hari, gue ngantuk. Besok gue interviw, Van. Doain semuanya lancar yah. :)
Ohiya. Terakhir. Gue kangen lo banget, Ervan Sera Simanjuntak. :’)
salam,
Pice
Bekasi, 21 Januari 2013
02:45AM
oleh @pice_
diambil dari http://fitripurichandra.tumblr.com
Batak! Apa kabar, Tak? Inget gue gak, Tak? Pice nih, Tak. Yang duduk di meja sebelah lo dulu. Iya, yang duduk sama Erna yang pernah lo isengin sampe dia ngamuk. x))
Van, gue kangen deh lo. Kangen isengnya lo. Berisiknya lo. Ngocolnya lo. Paniknya lo. Sok beraninya lo. Melasnya lo. Semua deh, Van. Meski kita cuma kenal setahun, tapi gue merasa kenal lo lama, Van. ;’)
Ehiya. Gue manggil lo Ervan aja. Kalo manggil Batak, takut menyinggung beberapa pihak hehehe.
Van, gue sama anak-anak udah pada mencar. Kita lulus semua, Van. Sekarang anak-anak ada yang kuliah, ada yang kerja. Biar kita sibuk, kita tetep komunikasi kok. :)
Hampir 4 tahun dari dimana gue, Eby, Medi sama lo janjian daftar ulang. Tapi sayangnya, Tuhan lebih sayang lo. Dia udah minta lo menemani-Nya di sana. Gimana di sana? Enak yah. Lo udah gak sakit lagi. Eh iya, cari Mama gue yah, Van. Titip. Jagain. Mama gue Mama lo juga, Van. :)
Oiya Van, sorry udah lama gak ke rumah lo. Belum liat rumah lo gimana sekarang. Belum sempet silahturahmi lagi sama keluarga lo.
Van, lo tau gak betapa bangganya gue sama lo. Dibalik sikap keras lo, bandel lo, dan nyebelinnya lo. Lo itu sosok kakak yang hebat. Lo bener-bener ngejaga adek lo. Lo juga anak yang nurut yah, gak pernah maksain kemauan lo ke orang tua lo. :’) Gue kalah sama lo, Van.
Lo juga hebat bisa nyembunyiin sakitnya lo didepan kita. Sampai pas kita tahu, lo sakit sedemikian parah. Lo hebat. Lo gak mau menunjukan kelemahan lo didepan kita. Gue belajar itu dari lo, Van. :’)
Van, sebenernya banyak banget yang mau gue ceritain ke lo. Tapi jempol gue pegel nih ngetiknya. Ini juga udah dini hari, gue ngantuk. Besok gue interviw, Van. Doain semuanya lancar yah. :)
Ohiya. Terakhir. Gue kangen lo banget, Ervan Sera Simanjuntak. :’)
salam,
Pice
Bekasi, 21 Januari 2013
02:45AM
oleh @pice_
diambil dari http://fitripurichandra.tumblr.com
Gini Lho Mas...
Untuk Mas Udin,
Mas, aku bingung e mau ngomonge. Gak enak, takut nanti mas gak mau kenal aku lagi. Iki lho mas, duh.. gimana ya.. iki lho mas, anu yang kemaren itu. Jadi gini mas, ini mas Udin udah belum bayar temulawak yang kemaren itu lho, udah dua minggu berturut-turut mas ngutang. Aku mau nagihnya gak enak, semuanya jadi 20ribu mas, maaf ya mas aku ngerti mas udin anak kos. Surat ini aku titipin di depan pintu kamar mas, soalnya aku gak enak ngomong langsung. Mohon pengertiannya ya mas, ini ada kacang goreng 1 bungkus gratis untuk mas biar gak marah.
Dari,
Parmi (mbok jamu langganan mas)
oleh @sedimensenja
diambil dari http://sedimensenja.tumblr.com
Mas, aku bingung e mau ngomonge. Gak enak, takut nanti mas gak mau kenal aku lagi. Iki lho mas, duh.. gimana ya.. iki lho mas, anu yang kemaren itu. Jadi gini mas, ini mas Udin udah belum bayar temulawak yang kemaren itu lho, udah dua minggu berturut-turut mas ngutang. Aku mau nagihnya gak enak, semuanya jadi 20ribu mas, maaf ya mas aku ngerti mas udin anak kos. Surat ini aku titipin di depan pintu kamar mas, soalnya aku gak enak ngomong langsung. Mohon pengertiannya ya mas, ini ada kacang goreng 1 bungkus gratis untuk mas biar gak marah.
Dari,
Parmi (mbok jamu langganan mas)
oleh @sedimensenja
diambil dari http://sedimensenja.tumblr.com
Bubur Pak Koboi
Untuk Pak Koboi yang saya gak tahu nama anda,
Pagi ini bunyi sepeda anda memecah konsentrasi saya yang sedang sibuk memberi kabar musibah kepada keluarga dan sahabat. Saya berhenti sejenak, memesan satu porsi bubur racikan anda. Entah perut ini yang kelaparan atau memang bubur buatan anda enak sekali sampai-sampai saya memesan porsi kedua.
Setelah selesai memakan bubur dan membayar, saya melihat senyum sumringah dari bibir anda. Sepuluh porsi bubur telah habis dipesan oleh saya dan keluarga. Pastilah anda berbahagia menerima uang dari saya.
Pak Koboi penjual bubur, umur anda yang mulai senja tak menyurutkan semangat untuk mencari nafkah. Membuat saya mendapatkan energi tambahan untuk menjalani hari ini. Saya sempat tertampar dengan kenyataan bahwa anda sudah belasan tahun berjualan tanpa pernah absen mangkal di tempat yang sama.
Pak Koboi, bolehkah pinjami semangat anda pagi ini untuk saya?
Pagi ini bunyi sepeda anda memecah konsentrasi saya yang sedang sibuk memberi kabar musibah kepada keluarga dan sahabat. Saya berhenti sejenak, memesan satu porsi bubur racikan anda. Entah perut ini yang kelaparan atau memang bubur buatan anda enak sekali sampai-sampai saya memesan porsi kedua.
Setelah selesai memakan bubur dan membayar, saya melihat senyum sumringah dari bibir anda. Sepuluh porsi bubur telah habis dipesan oleh saya dan keluarga. Pastilah anda berbahagia menerima uang dari saya.
Pak Koboi penjual bubur, umur anda yang mulai senja tak menyurutkan semangat untuk mencari nafkah. Membuat saya mendapatkan energi tambahan untuk menjalani hari ini. Saya sempat tertampar dengan kenyataan bahwa anda sudah belasan tahun berjualan tanpa pernah absen mangkal di tempat yang sama.
Pak Koboi, bolehkah pinjami semangat anda pagi ini untuk saya?
oleh @royansum
diambil dari http://royansum.wordpress.com
Surat Kedelapan
Entah ada angin apa yang membawaku mengetikkan surat ini pada tengah malam, rasa rindu yang terlalu menggebu dan mungkin tak bisa dipendam lebih lama lagi mungkin?
Dentang jam satu kali, itu pertanda sudah jam 1 dini hari disini. Jam 1 Waktu Indonesia Bagian Barat, di Pekanbaru tepatnya. Bagaimana mungkin aku masih bisa duduk manis dan mengetikkan semua ini, padahal sebagian besar orang sudah masuk ke mimpinya, bahkan sudah masuk ke waktu tidur terdalamnya. Walaupun aku sudah mengkonsumsi tryptophan tadi malam, tetapi terkadang kita tak bisa memaksa tubuh menuruti mau kita,bukan? Dan tetap tak boleh menyalahkan insomnia yang datang secara tiba-tiba,bukan?
Aku tak bisa tidur dan dengan menyesal membuka scrapbook itu, yang berisi foto-foto kenangan masa lalu. Kenangan yang bisa aku bangun kembali pada fikiranku dari suatu kertas gambar yang tak bergerak, yaitu potret di masa yang itu. Dan membuat film pendek dan flashback dari kejadian itu. Masih terasa indah walaupun sudah bertahun-tahun yang lalu terjadi kejadiannya dan aku selalu membayangkannya dengan versi yang sama. Seseorang mengatakan “Funny how a photograph can take you back in time to places and embraces that you thought you left behind.” Dan itu sudah menjelaskan mengapa aku langsung teringat padamu saat melihat potongan kertas bergambar itu, bukan?
Dan aku hanya bisa berharap. Dan masih berharap. Jika ini cinta yang baik, semoga semuanya diperlancar hingga ke akhir yang bahagia. Jika ini bukan cinta yang baik, silahkan dijauhkan tanpa harus merusak tali silaturahmi diantara kita. Silahkan.
Ah, entah kenapa masih selalu kamu. Masih kamu yang selalu menjadi serotonin dalam otakku, dan dopamin dalam hatiku.
oleh @septydi
diambil dari http://septydwiindriani.tumblr.com
Dentang jam satu kali, itu pertanda sudah jam 1 dini hari disini. Jam 1 Waktu Indonesia Bagian Barat, di Pekanbaru tepatnya. Bagaimana mungkin aku masih bisa duduk manis dan mengetikkan semua ini, padahal sebagian besar orang sudah masuk ke mimpinya, bahkan sudah masuk ke waktu tidur terdalamnya. Walaupun aku sudah mengkonsumsi tryptophan tadi malam, tetapi terkadang kita tak bisa memaksa tubuh menuruti mau kita,bukan? Dan tetap tak boleh menyalahkan insomnia yang datang secara tiba-tiba,bukan?
Aku tak bisa tidur dan dengan menyesal membuka scrapbook itu, yang berisi foto-foto kenangan masa lalu. Kenangan yang bisa aku bangun kembali pada fikiranku dari suatu kertas gambar yang tak bergerak, yaitu potret di masa yang itu. Dan membuat film pendek dan flashback dari kejadian itu. Masih terasa indah walaupun sudah bertahun-tahun yang lalu terjadi kejadiannya dan aku selalu membayangkannya dengan versi yang sama. Seseorang mengatakan “Funny how a photograph can take you back in time to places and embraces that you thought you left behind.” Dan itu sudah menjelaskan mengapa aku langsung teringat padamu saat melihat potongan kertas bergambar itu, bukan?
Dan aku hanya bisa berharap. Dan masih berharap. Jika ini cinta yang baik, semoga semuanya diperlancar hingga ke akhir yang bahagia. Jika ini bukan cinta yang baik, silahkan dijauhkan tanpa harus merusak tali silaturahmi diantara kita. Silahkan.
Ah, entah kenapa masih selalu kamu. Masih kamu yang selalu menjadi serotonin dalam otakku, dan dopamin dalam hatiku.
oleh @septydi
diambil dari http://septydwiindriani.tumblr.com
Sejumput Kalimat untuk Pemimpin Jakarta
21 Januari 2013
Jam di sudut kanan bawah layar laptopku menunjukkan pukul 07:37
Selamat pagi :)
Selamat pagi Pak Jokowi dan Pak Ahok
Selamat pagi pemimpin Jakarta
Sekiranya, pantaskan saya seorang warga dari kota tetangga Ibu Kota menyampaikan beberapa kalimat penyemangat kalian bekerja.
Salam hormat,
Selamat pagi dan apa kabar pak ?
Pertama - tama saya hanya ingin memberitahu bapak, bahwa saya adalah salah seorang pengagum kharisma anda. Andaikata saya seorang warga Ibu Kota yang hari kemarin diberi kesempatan memilih pemimpin, tanpa ragu saya akan memilih anda loh pak, seorang pemimpin rendah hati dan bijaksana.
Pak Jokowi dan Pak Basuki.
Pak Jokowi.
Aksi kalian untuk membaur bersama rakyat sudah terlihat. Tanpa risih dan tak dibuat-dibuat, kau berani blusuk-blusukan ke daerah perkampungan Ibu Kota, daerah yang tertutupi wujudnya dibalik hingar bingar kehidupan metropolitan. Dengan gaya khasmu, kau memberikan angin segar bagi segenap warga untuk bersama - sama bekerja dalam membangun daerah mereka. Kau punya daya pikat untuk mendapatkan hati mereka. Kau hebat, pak.
Kau tak perlu bergaya ala pejabat "bintang lima" untuk mencuri atensi rakyat, karena kau lebih memakai kerendahan hati ala "kaki lima" untuk bisa membaur dengan rakyat. So Humble-lah bila kata Orang Inggris. :p
Pak Jokowi, suatu saat bisakah kau mengajarkan kerendahan hati dirimu kepadaku ? :)
Pak Basuki.
Pak Ahok, kau seorang pemimpin yang tegas dan tak mau buang waktu. Sempat aku melihat berita tentangmu di berita yang disiarkan salah satu stasiun televisi. Ketidakinginanmu untuk sedikitpun menganggurkan anggaran dalam aktivitas keseharian Jakarta terlihat. Dana yang ada dalam pemerintah daerah sedikitpun tidak boleh lepas untuk pendistribusian kegiatan - kegiatan Ibu Kota. Tak boleh ada penyelewengan. Tak boleh ada korupsi! Semua uang harus terpakai sesuai konteksnya, tak ada yang boleh menyelinap ke kantong pribadi para oknum pemerintah, ataupun untuk duit senang kehidupan para oknum petinggi. Tegas!
Pak Basuki, suatu saat bisakah kau mengajarkan ketegasan dan kedisiplinan dirimu kepadaku ? :)
Pak Jokowi dan Pak Basuki.
Manuver kepemimpinanmu sudah terlihat. Banyak menuai cinta rakyat. Tapi, belum genap 100 hari kalian menjabat. Satu ujian lagi terlampir untuk kalian harus hadapi. Tak tanggung, pak. Banjir besar, bencana alam yang kini sapa kalian untuk diselesaikan.
Jebolnya tanggul Latuharhari, Banjir besar di daerah Kampung Pulo, Tanjung Duren, Pluit, Slipi, dan yang paling mencengangkan di Bundaran HI, dan Istana Presiden.
Ujian besar menghadang kalian. Kerutan dahi menunjukkan bahwa kalian berpikir keras untuk menyelesaikan bencana ini. Tak ulur waktu kalian cepat bertindak.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Aksi kalian sungguh hebat! Ujian demi ujian kalian coba lewati dan sungguh berhasil. Dengan taruhan waktu, pelan demi pelan Jakarta kembali pulih. Walau belum seutuhnya, tapi kalian sudah membuktikan bahwa kalian tak hanya duduk manis di kursi empuk dan sok berpikir. Kalian terjun langsung dan langsung mencari solusi. Kalian terjun langsung dan memberi pertolongan pada segenap pengungsi yang dievakuasi.
Tak bermaksud meninggikan hati, tapi memang duet kalian pantas disanjung setengah mati.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Saya sebagai rakyat kota tetangga Jakarta benar kagum terhadap kalian. Tak hanya warga Jakarta yang cinta kalian. Kami di daerah Kota Hujan pun jatuh hati kepada kalian. Dan aku pikir, seantero Indonesia sudah sangat hapal harum citra kepemimpinan hebat kalian berdua. Dunia pun mengakui, kan.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Memang ada segelintir orang yang tak suka pada anda. Tapi ya biarkan saja, pak. Lebih banyak massa yang cinta kalian daripada para pemaki jahanam yang tak tahu apa - apa. Seperti kata pepatah, Anjing menggonggong kafilah berlalu.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Teruskanlah memimpin Jakarta. Untuk saat ini, kami percaya bahwa kalian bisa menyembuhkan Jakarta yang sedang cedera. Lumpuh Jakarta kami yakin hanya sesaat, karena kalian akan membangunkannya dan membuat Ibu Kota kembali berlari.
Terus maju, pak. Pemimpin Ibu Kota!
Mungkin sekian dari saya untuk anda Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Sekiranya ada kata - kata yang tak berkenan. Mohon dimaafkan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Tetap senyum, rendah hati, tegas, dan disiplin
Pak Jokowi dan Pak Ahok
Dengan rasa cinta dan penuh kagum
SC
Jam di sudut kanan bawah layar laptopku menunjukkan pukul 07:37
Selamat pagi :)
Selamat pagi Pak Jokowi dan Pak Ahok
Selamat pagi pemimpin Jakarta
Sekiranya, pantaskan saya seorang warga dari kota tetangga Ibu Kota menyampaikan beberapa kalimat penyemangat kalian bekerja.
Salam hormat,
Selamat pagi dan apa kabar pak ?
Pertama - tama saya hanya ingin memberitahu bapak, bahwa saya adalah salah seorang pengagum kharisma anda. Andaikata saya seorang warga Ibu Kota yang hari kemarin diberi kesempatan memilih pemimpin, tanpa ragu saya akan memilih anda loh pak, seorang pemimpin rendah hati dan bijaksana.
Pak Jokowi dan Pak Basuki.
Pak Jokowi.
Aksi kalian untuk membaur bersama rakyat sudah terlihat. Tanpa risih dan tak dibuat-dibuat, kau berani blusuk-blusukan ke daerah perkampungan Ibu Kota, daerah yang tertutupi wujudnya dibalik hingar bingar kehidupan metropolitan. Dengan gaya khasmu, kau memberikan angin segar bagi segenap warga untuk bersama - sama bekerja dalam membangun daerah mereka. Kau punya daya pikat untuk mendapatkan hati mereka. Kau hebat, pak.
Kau tak perlu bergaya ala pejabat "bintang lima" untuk mencuri atensi rakyat, karena kau lebih memakai kerendahan hati ala "kaki lima" untuk bisa membaur dengan rakyat. So Humble-lah bila kata Orang Inggris. :p
Pak Jokowi, suatu saat bisakah kau mengajarkan kerendahan hati dirimu kepadaku ? :)
Pak Basuki.
Pak Ahok, kau seorang pemimpin yang tegas dan tak mau buang waktu. Sempat aku melihat berita tentangmu di berita yang disiarkan salah satu stasiun televisi. Ketidakinginanmu untuk sedikitpun menganggurkan anggaran dalam aktivitas keseharian Jakarta terlihat. Dana yang ada dalam pemerintah daerah sedikitpun tidak boleh lepas untuk pendistribusian kegiatan - kegiatan Ibu Kota. Tak boleh ada penyelewengan. Tak boleh ada korupsi! Semua uang harus terpakai sesuai konteksnya, tak ada yang boleh menyelinap ke kantong pribadi para oknum pemerintah, ataupun untuk duit senang kehidupan para oknum petinggi. Tegas!
Pak Basuki, suatu saat bisakah kau mengajarkan ketegasan dan kedisiplinan dirimu kepadaku ? :)
Pak Jokowi dan Pak Basuki.
Manuver kepemimpinanmu sudah terlihat. Banyak menuai cinta rakyat. Tapi, belum genap 100 hari kalian menjabat. Satu ujian lagi terlampir untuk kalian harus hadapi. Tak tanggung, pak. Banjir besar, bencana alam yang kini sapa kalian untuk diselesaikan.
Jebolnya tanggul Latuharhari, Banjir besar di daerah Kampung Pulo, Tanjung Duren, Pluit, Slipi, dan yang paling mencengangkan di Bundaran HI, dan Istana Presiden.
Ujian besar menghadang kalian. Kerutan dahi menunjukkan bahwa kalian berpikir keras untuk menyelesaikan bencana ini. Tak ulur waktu kalian cepat bertindak.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Aksi kalian sungguh hebat! Ujian demi ujian kalian coba lewati dan sungguh berhasil. Dengan taruhan waktu, pelan demi pelan Jakarta kembali pulih. Walau belum seutuhnya, tapi kalian sudah membuktikan bahwa kalian tak hanya duduk manis di kursi empuk dan sok berpikir. Kalian terjun langsung dan langsung mencari solusi. Kalian terjun langsung dan memberi pertolongan pada segenap pengungsi yang dievakuasi.
Tak bermaksud meninggikan hati, tapi memang duet kalian pantas disanjung setengah mati.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Saya sebagai rakyat kota tetangga Jakarta benar kagum terhadap kalian. Tak hanya warga Jakarta yang cinta kalian. Kami di daerah Kota Hujan pun jatuh hati kepada kalian. Dan aku pikir, seantero Indonesia sudah sangat hapal harum citra kepemimpinan hebat kalian berdua. Dunia pun mengakui, kan.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Memang ada segelintir orang yang tak suka pada anda. Tapi ya biarkan saja, pak. Lebih banyak massa yang cinta kalian daripada para pemaki jahanam yang tak tahu apa - apa. Seperti kata pepatah, Anjing menggonggong kafilah berlalu.
Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Teruskanlah memimpin Jakarta. Untuk saat ini, kami percaya bahwa kalian bisa menyembuhkan Jakarta yang sedang cedera. Lumpuh Jakarta kami yakin hanya sesaat, karena kalian akan membangunkannya dan membuat Ibu Kota kembali berlari.
Terus maju, pak. Pemimpin Ibu Kota!
Mungkin sekian dari saya untuk anda Pak Jokowi dan Pak Ahok.
Sekiranya ada kata - kata yang tak berkenan. Mohon dimaafkan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Tetap senyum, rendah hati, tegas, dan disiplin
Pak Jokowi dan Pak Ahok
Dengan rasa cinta dan penuh kagum
SC
oleh @sunoesche
diambil dari http://essayoflove.blogspot.com
Ulang Tahun
-[Monday, January 21, 2013]-
Selamat pagi, Papa.
Sewaktu aku menulis surat ini, Papa pasti sedang terlelap. Aku tahu Papa pasti capek sekali, apalagi sekarang pekerjaan Papa membuat Papa harus selalu pulang-pergi ke pulau seberang; mungkin hanya dua hari dalam satu minggu yang Papa habiskan di rumah. Jujur saja Pa, aku kangen.
Dulu sewaktu Papa selalu pulang malam, biar mengantuk pun aku akan dengan riangnya menyambut Papa di gerbang. Setelah mandi dan berganti pakaian, Papa pasti akan menimang aku dan adik, menyanyikan kami berdua lagu-lagu lama yang menurut Papa luar biasa. Aku kangen Pa, aku kangen Papa yang selalu menggandeng aku menyeberangi jalan, menunjukkan pemandangan-pemandangan yang terlewatkan, dan mengajari bagaimana melafal kata dengan benar.
Semakin aku bertambah usia, semakin renggang pula hubungan kita. Entah apa karena kita terlalu berbeda atau malah karena kita terlalu sama. Yang aku tahu, belasan tahun telah berselang dari aku yang selalu menunggumu pulang, sekarang kita lebih sering beradu mulut dibandingkan berucap sayang. Papa tahu? Bahkan Mama pernah berkata beliau ingin aku kuliah di tempat yang jauh, supaya di rumah tenang tanpa pertengkaran Pa. Dan akhirnya aku pun sungguh berada jauh dari Papa.
Memang benar, jarak yang terasa meski tak sepenuhnya ada harus dilawan dengan jarak yang sesungguhnya. Kita berjarak beribu kilometer, tinggal di dua kota yang berbeda. Namun sekarang tak ada lagi pertengkaran yang tersisa, yang ada hanya telpon beberapa menit untuk saling bertukar kabar. Canggung, tapi tidak apa. Yang terpenting adalah kita mulai saling berusaha untuk kembali lekat, menjadi ayah dan anak gadisnya yang lekat.
Hari ini Papa bertambah usia. Iya, Papa tak lagi muda. Kini rambutmu mulai memutih, kerut-kerut tercetak lebih jelas pada dahimu yang selalu berpikir tanpa letih. Dulu di mataku Papa adalah seorang lelaki tinggi menjulang yang pemarah, kini Papa adalah lelaki besar yang berusaha keras bagi keluarganya di rumah. Dengan bertambahnya usia, Papa semakin bijaksana, dan aku bangga Pa.
Semoga ulang tahun Papa kali ini membawa lebih banyak lagi pencapaian untuk Papa, semoga panjang umur Tuhan berikan agar kita sekeluarga dapat terus menjalani berbagai liburan yang selalu Papa impikan, semoga Papa akan selalu menjadi mercusuar bagiku yang menurutmu seringkali kehilangan arah, semoga Papa nantinya akan menyaksikan aku ketika diwisuda, menikah, hingga memiliki anak-anak yang akan menjadi cucu Papa nanti. Aku tahu, jalan itu masih panjang, namun aku tetap mendoakan Pa. Semoga Papa dan kita sekeluarga semakin berbahagia.
Selamat ulang tahun Pa.
Dariku,
anakmu yang diam-diam selalu mendoakanmu.
P.S.: Aku sengaja pulang lebih lama supaya bisa ikut merayakan ulang tahun Papa, tapi Papa malah bertugas. Nanti aku akan menjemput Papa di bandara. Cepat pulang ya Pa!
Selamat pagi, Papa.
Sewaktu aku menulis surat ini, Papa pasti sedang terlelap. Aku tahu Papa pasti capek sekali, apalagi sekarang pekerjaan Papa membuat Papa harus selalu pulang-pergi ke pulau seberang; mungkin hanya dua hari dalam satu minggu yang Papa habiskan di rumah. Jujur saja Pa, aku kangen.
Dulu sewaktu Papa selalu pulang malam, biar mengantuk pun aku akan dengan riangnya menyambut Papa di gerbang. Setelah mandi dan berganti pakaian, Papa pasti akan menimang aku dan adik, menyanyikan kami berdua lagu-lagu lama yang menurut Papa luar biasa. Aku kangen Pa, aku kangen Papa yang selalu menggandeng aku menyeberangi jalan, menunjukkan pemandangan-pemandangan yang terlewatkan, dan mengajari bagaimana melafal kata dengan benar.
Semakin aku bertambah usia, semakin renggang pula hubungan kita. Entah apa karena kita terlalu berbeda atau malah karena kita terlalu sama. Yang aku tahu, belasan tahun telah berselang dari aku yang selalu menunggumu pulang, sekarang kita lebih sering beradu mulut dibandingkan berucap sayang. Papa tahu? Bahkan Mama pernah berkata beliau ingin aku kuliah di tempat yang jauh, supaya di rumah tenang tanpa pertengkaran Pa. Dan akhirnya aku pun sungguh berada jauh dari Papa.
Memang benar, jarak yang terasa meski tak sepenuhnya ada harus dilawan dengan jarak yang sesungguhnya. Kita berjarak beribu kilometer, tinggal di dua kota yang berbeda. Namun sekarang tak ada lagi pertengkaran yang tersisa, yang ada hanya telpon beberapa menit untuk saling bertukar kabar. Canggung, tapi tidak apa. Yang terpenting adalah kita mulai saling berusaha untuk kembali lekat, menjadi ayah dan anak gadisnya yang lekat.
Hari ini Papa bertambah usia. Iya, Papa tak lagi muda. Kini rambutmu mulai memutih, kerut-kerut tercetak lebih jelas pada dahimu yang selalu berpikir tanpa letih. Dulu di mataku Papa adalah seorang lelaki tinggi menjulang yang pemarah, kini Papa adalah lelaki besar yang berusaha keras bagi keluarganya di rumah. Dengan bertambahnya usia, Papa semakin bijaksana, dan aku bangga Pa.
Semoga ulang tahun Papa kali ini membawa lebih banyak lagi pencapaian untuk Papa, semoga panjang umur Tuhan berikan agar kita sekeluarga dapat terus menjalani berbagai liburan yang selalu Papa impikan, semoga Papa akan selalu menjadi mercusuar bagiku yang menurutmu seringkali kehilangan arah, semoga Papa nantinya akan menyaksikan aku ketika diwisuda, menikah, hingga memiliki anak-anak yang akan menjadi cucu Papa nanti. Aku tahu, jalan itu masih panjang, namun aku tetap mendoakan Pa. Semoga Papa dan kita sekeluarga semakin berbahagia.
Selamat ulang tahun Pa.
Dariku,
anakmu yang diam-diam selalu mendoakanmu.
P.S.: Aku sengaja pulang lebih lama supaya bisa ikut merayakan ulang tahun Papa, tapi Papa malah bertugas. Nanti aku akan menjemput Papa di bandara. Cepat pulang ya Pa!
oleh @shcl
diambil dari http://shcal.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)