#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
Showing posts with label Surat Cinta #14. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta #14. Show all posts
28 January 2013
Untuk Ibu (mantan) Calon Mertua
Ibu , apa kabar? Sehat kan?
Ibu, semalam Cha mimpi lagi curhat sama Ibu. Di cafe pojok yang dulu sering kita singgahi sembari menunggu aa' selesai meeting di kantor sebelah. Masih ingat kan Bu? Cha gak bakal lupain itu.
Bu, di mimpi semalam Cha liat muka ibu sangat payah karena lelah. Kenapa Bu? Ibu capek karena apa? Bukankah semua beban di pundak ibu telah terangkat seiring dengan pernikahan aa' dengan 'wanita pilihan' nya itu? Anak lelaki Ibu satu - satunya telah menemukan pasangan hidupnya. Iya kan Bu? Lalu masalah apa lagi yang membuat Ibu menjadi semakin lelah? Cerita ke Cha, Bu. Untuk sekedar berbagi, untuk sekedar meringankan beban di hati, sama seperti dulu Bu. Sungguh, tak ada lagi amarah ataupun dendam di diri Cha kepada Ibu ataupun aa'. Cha sudah ihklas, dan marilah kita kembali menjalin silahturahmi yang hangat seperti saat dimana Cha dan aa' menggoreskan kisah kenangan masa lalu itu.
Bu, kalau selama ini Cha menghindar dari Ibu ataupun Bapak ataupun keluarga aa' yang lain, bukan karena Cha benci kalian. Bukan. Sungguh. Cha hanya ingin menghargai wanita yang telah menjadi pendamping aa' kini, untuk memberikannya kesempatan menjadi bagian dari keluarga kalian, untuk menjadikannya wanita yang bahagia di sisi keluarga suaminya. Cha harus tau diri lah Bu, siapalah Cha ini kini. Semuanya telah berakhir dalam keegoisan yang Cha ambil sendiri. :) Yah walaupun terkadang masih ada airmata sendu mengingat wanita yang kini memeluk erat hati aa' bukanlah Cha.
Ibu,
Tetaplah menjadi seorang wanita yang tegar, tetaplah kuat dalam menjalani sisa kehidupan ini. Apapun yang Bapak katakan kepada Ibu, apapun yang 'dia' debatkan dengan Ibu, jangan takut ya Bu. Tetaplah yakin Ibu mampu menjalani itu semua. Ada aa' yang takkan pernah jauh untuk menjadi sandaran keluh kesah Ibu, ada istri aa' yang mungkin sudah mulai bisa Ibu ajak berbagi cerita, ada banyak anak - anak Ibu di kantor yang akan selalu setia mendengar curhat dari Ibu, dan tentunya masih ada Cha disini bu, yang sampai kapanpun akan tetap menjadi anak Ibu, apapun statusnya kini. Cha akan selalu siap menjadi teman terbaik Ibu dalam menghadapi ujian dari Tuhan ini. Kita pasti bisa menghadapinya, Bu.
Janji ya Ibu tidak akan pernah menangis lagi? Iya dong.
Nanti bulan depan Cha ke Bandung dan Cha mau liat senyum ibu yang bugar ya :)
Love & Kiss,
@lionychan
p.s : Ibu kalau mau pergi kemana - mana please pakai sopir, jangan sampai tabrakan lagi seperti minggu kemarin. Jangan buat kami cemas dengan keselamatan Ibu ya :*
Oleh @lionychan
Diambil dari http://www.lionymayestica.com/2013/01/untuk-ibu-mantan-calon-mertua.html
Semoga Aku Masih Yang Terbaik
Selamat pagi, sayang..
Hari ini aku berencana untuk merubah hidupku, dan itu semua dimulai dari penampilan. Tujuannya? Agar kamu mau pulang.
Tapi berjam-jam aku habiskan di depan cermin, tak ada satupun yang menurutku kurang. Aku terlalu bersyukur dengan hidupku.
Aku memang punya kulit yang lebih gelap dari dia, tapi kulit ini tidak pernah tersentuh siapapun, kecuali untukmu, dan hanya akan untukmu, tidak akan ada orang lain.
Aku juga punya badan yang tidak lebih menarik dari dia, tapi badan ini tidak pernah aku pamerkan ke orang lain, karena jika aku tidak mampu menjaga tubuhku sendiri, dimana harga diriku?
Aku jauh lebih miskin dari dia, tapi aku menghargai kamu sebagai lelakiku dan aku tidak ingin menjadi perempuan yang kaya. Aku ingin kita menjadi pasangan yang kaya.
Dan aku punya kehidupan yang lebih sederhana dari kehidupannya. Mauku, ada kamu di dalam kehidupanku. Kita akan hidup bahagia seperti yang pernah kamu janjikan, kita rencanakan, dan aku doakan. Seandainya kamu pulang nanti.
Tapi aku punya cinta yang lebih besar darinya, tapi karena semua kekuranganku diatas, kamu menganggapnya kecil, kemudian kamu pergi.
Aku tidak ingin menjadi dia, aku ingin lebih dari dia. Tapi menurutku aku sudah lebih dari dia. Menurutmu? Semoga masih iya. Aku masih ingat bagaimana kamu menatapku dalam dan berkata bahwa aku wanita terbaik, dan terakhir. Saat itu.
Bagaimana dengan sekarang? Jika memang menurutmu dia lebih baik dariku, perkenalkan dia sebagai calon istrimu seperti kamu memperkenalkanku sebagai calon istrimu di kehidupanmu tahun lalu. Bawa dia, katakan bahwa dia yang terbaik, lebih baik dari aku. Nikahi dia di hadapanku.
Namun jika dia tidak lebih baik dariku, segeralah pulang, sayang.. Sebelum aku punya hati yang lebih besar dari dia untuk merelakanmu.
Selamat malam, sayang..
Ps. I love you. As long as you let me love you.
Pps. Aku tidak akan menjanjikan apapun setelah kamu pulang, aku hanya akan membuktikan bahwa pilihanmu benar.
Ppps. Semangat kerjanya ya sayang!
Oleh @meyrzashrie
Diambil dari http://meyrzashrie.blogspot.com/2013/01/semoga-aku-masih-yang-terbaik.html
Setengah Hati
Semalam kau datang menghampiriku, membawa setengah hatimu. Sementara setengahnya lagi ku rasa masih tertinggal disana, disamping kenangan. Entahlah, ku rasa semangatku perlahan mulai luntur. Hatiku perlahan berjalan membelakangimu. Ah, tapi aku sendiri belum terlalu yakin.
Dulu, langitku sempat memiliki dua bintang. Walaupun akhirnya aku memilih untuk hanya memandangimu. Kemudian kau sering datang dan pergi sesukamu, membiasakan aku dengan langit hitam kelam itu. Ya, aku memang mulai terbiasa. Awalnya aku pikir itu bagus, tapi sekarang hal ini berubah menjadi tanda tanya. Kenapa aku tak lagi gusar menunggumu? Kenapa aku tak lagi gencar mencarimu? Aku mulai merasa kehadiranmu tak lagi menerangi langitku. Bukan lagi seperti kilau permata di pasir hitam, melainkan sekedar titik putih. Apakah setengah hatiku mulai berlalu meninggalkanmu? Ah.. aku nggak taauuu..
Hari ini, mungkin aku masih berdiri ditempat itu. Menunggumu seperti biasanya..
Oleh @nrsfrn
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com/2013/01/setengah-hati.html
Untukmu, Awal Inspirasiku.
Dear kamu,
Kamu baik-baik saja, kan?
Tidak usah kamu jawab. Aku tahu kamu baik-baik saja. Pertama kalinya aku minta maaf, sebab baru sekarang aku menemukan keberanian untuk mengutarakan isi hatiku padamu, meskipun hanya lewat surat. Kamu tidak marah, kan? Aku tahu kamu tidak sepertiku. Yang kadang berteriak saat lelah mencarimu. Yang suka merutuk dalam hati saat melihatmu dalam keadaan tidak seharusnya.
Dear kamu,
Jujur kuakui tentang rasaku padamu. Sebenarnya debaran ini telah lama bersemayam di hatiku, tetapi aku malu untuk mengutarakannya. Bibirku kelu saat berhadapan denganmu. Aku memilih diam. Bukan itu saja, jemariku tak cukup mampu menerjemahkan isi hati lewat kata-kata. Entah mengapa aku sendiri juga tidak tahu.
Ah!
Aku jatuh cinta terlalu dalam padamu. Sampai-sampai aku tak ingin kehilanganmu. Bibirmu, tanganmu dan semua yang ada pada dirimu menguatkanku. Saat matahari pagi membelah hari, kau setia menemani. Saat hujan menderas, kau tak pernah lepas, menghangatkanku hingga tuntas.
Dear kamu,
Asal kamu tahu, saat aku memegang tanganmu adalah saat aku bisa menemukan semangatku untuk merangkai kata. Pun saat bibirku menyentuh bibirmu adalah saat pertama kutemukan inspirasi dan makna bagi setiap deretan aksara yang tercipta.
Dear kamu,
Terima kasih untuk kesetiaanmu. Kumohon jangan pernah tinggalkan aku yang selalu mencintaimu, sebab bagiku, kau takkan pernah tergantikan di hatiku.
Dan, malam ini aku sudah puas mencumbumu. Sekadar mencium bibir dan mulai mencecap aroma yang terkandung dalam tubuhmu, aku akan mampu melahirkan karya baru. Sekarang saatnya kamu kembali ke tempatmu yang seharusnya. Selamat beristirahat, Cangkir Kopi Kesayanganku.
Aku yang selalu mencintaimu,
@momo_DM
Oleh @momo_DM
Diambil dari http://bianglalakata.wordpress.com/2013/01/27/untukmu-awal-inspirasiku/
Kak Vuje yang Kece
Kubiarkan orang lain menganggapku gila.
Padahal mereka saja yang tak bisa melihatnya.
Cinta cinta tanpa batas. (Cinta tanpa batas - The Vuje)
Benar, Kak, itu lagu yang kau nyanyikan bersama saudara-saudaramu. Suaramu keren, dan lagu tadi adalah soundtrack of my life sekitar setengah tahun lalu. Singkat kata sempat ada drama dan lagu Cinta Tanpa Batas tadi menjadi suara pemberontakan dari dalam diriku untuk memperjuangkan cinta yang kuanggap benar. Ya, biarkan saja mata mereka mau memandang seperti apa dan persepsi mereka bagaimana. Seburuk apapun itu, silahkan. Yang penting kami sebagai pelakunya menjalani dengan bahagia. Sangat bahagia. Mereka hanya belum bisa melihat binar yang terpancar dari mata kami berdua. Itu urusan mereka. Dan dari mana lagi saya bisa mendapatkan ilham seperti itu kalau bukan dari bait-bait nada merdu yang keluar dari pita suara Kakak? Itulah fase pertama saya “mengenal”mu.
Fase kedua (sebenarnya ada fase satu setengah. Tapi, ah sudahlah itu kita lewatkan saja) adalah 14 hari yang lalu saat saya memutuskan untuk mengikuti program #30HariMenulisSuratCinta. Awalnya saya sangsi, karena tidak yakin bisa menulis secara konsisten selama 30 hari. Lalu saat kulihat tukang pos saya itu kamu, jadilah saya menulis surat pada hari pertama, dan kedua, dan ketiga, sampai hari ini. Perkenalkan aku adalah yang (hampir) setiap hari memenuhi tab mention-mu dengan surat-surat cinta yang tak bisa kusampaikan sendiri.
Kakak Pos Cintaku,
kamu sangat perhatian sekali pada surat-surat yang masuk ke kotak suratmu. Satu-satu kau baca dengan seksama. Dan luar biasa sekali rasanya saat kau mengirim ulang surat kami dengan tambahan komentar-komentar yang membangun darimu. Membuat kami semangat menulis lebih baik lagi di hari berikutnya, dan menanti komentar apa yang akan kau berikan tentunya. So thoughtful. Bosse pasti bangga mempunyai pengantar surat bersuara, berwajah, dan berhati indah sepertimu.
Kak Ika,
masih ada setengah bulan lagi masa tugasmu menjadi pengantar surat sarat curhat bagi kami-kami ini. Semangat dan selalu tempelkan senyum perangko di hari-harimu ya, Kak. Dan terima kasih Kak, kamu adalah alasan kami (saya khususnya) untuk terus menulis.
Salam kenal,
@tfnyaprdht

KAKAK MEMANG LEBIH BAGUS DARI HIT!
oleh @tfnyaprdht untuk @ikavuje
diambil dari http://breakfastattifanys.tumblr.com
Padahal mereka saja yang tak bisa melihatnya.
Cinta cinta tanpa batas. (Cinta tanpa batas - The Vuje)
Benar, Kak, itu lagu yang kau nyanyikan bersama saudara-saudaramu. Suaramu keren, dan lagu tadi adalah soundtrack of my life sekitar setengah tahun lalu. Singkat kata sempat ada drama dan lagu Cinta Tanpa Batas tadi menjadi suara pemberontakan dari dalam diriku untuk memperjuangkan cinta yang kuanggap benar. Ya, biarkan saja mata mereka mau memandang seperti apa dan persepsi mereka bagaimana. Seburuk apapun itu, silahkan. Yang penting kami sebagai pelakunya menjalani dengan bahagia. Sangat bahagia. Mereka hanya belum bisa melihat binar yang terpancar dari mata kami berdua. Itu urusan mereka. Dan dari mana lagi saya bisa mendapatkan ilham seperti itu kalau bukan dari bait-bait nada merdu yang keluar dari pita suara Kakak? Itulah fase pertama saya “mengenal”mu.
Fase kedua (sebenarnya ada fase satu setengah. Tapi, ah sudahlah itu kita lewatkan saja) adalah 14 hari yang lalu saat saya memutuskan untuk mengikuti program #30HariMenulisSuratCinta. Awalnya saya sangsi, karena tidak yakin bisa menulis secara konsisten selama 30 hari. Lalu saat kulihat tukang pos saya itu kamu, jadilah saya menulis surat pada hari pertama, dan kedua, dan ketiga, sampai hari ini. Perkenalkan aku adalah yang (hampir) setiap hari memenuhi tab mention-mu dengan surat-surat cinta yang tak bisa kusampaikan sendiri.
Kakak Pos Cintaku,
kamu sangat perhatian sekali pada surat-surat yang masuk ke kotak suratmu. Satu-satu kau baca dengan seksama. Dan luar biasa sekali rasanya saat kau mengirim ulang surat kami dengan tambahan komentar-komentar yang membangun darimu. Membuat kami semangat menulis lebih baik lagi di hari berikutnya, dan menanti komentar apa yang akan kau berikan tentunya. So thoughtful. Bosse pasti bangga mempunyai pengantar surat bersuara, berwajah, dan berhati indah sepertimu.
Kak Ika,
masih ada setengah bulan lagi masa tugasmu menjadi pengantar surat sarat curhat bagi kami-kami ini. Semangat dan selalu tempelkan senyum perangko di hari-harimu ya, Kak. Dan terima kasih Kak, kamu adalah alasan kami (saya khususnya) untuk terus menulis.
Salam kenal,
@tfnyaprdht
KAKAK MEMANG LEBIH BAGUS DARI HIT!
oleh @tfnyaprdht untuk @ikavuje
diambil dari http://breakfastattifanys.tumblr.com
Kepada Setan
Dear Setan.
Surat ini tanpa pengirim, aku harap kau tak tau siapa pengirim surat ini. Aku tidak meragukan kemampuanmu, aku percaya kemampuan diriku, menyembunyikan diri darimu.
Kau kenal aku? Pernah melihatku? Kurasa tidak. Kurasa kau tidak perduli. Aku fans beratmu. Aku sudah lama memperhatikanmu, aku sudah lama ingin menyuratimu, aku juga ingin kau mengenalku.
Aku iri akan cintamu pada Tuhan, bisakah kau mengajarkanku, bagaimana kau mencintai dengan begitu pongahnya. Akupun ingin melakukan hal yang sama, aku ingin mencintai Tuhan dengan sombong sepertimu.
Tapi tolong jangan beri tahu Ia, bahwa kau menerima surat ini, aku tak ingin Dia tau, dari mana aku berguru. Aku takut Dia tidak membalas cintaku jika ia tahu aku belajar darimu.
Hormatku.
- perempuan di balik ruang ibadah -
oleh: @ulansabit
Diambil dari http://punyaulan.wordpress.com/
Labels:
Surat Cinta #14
Hai Red-I
27 Januari 2013
Hai Rediiiii... Uda 2 minggu lamanya ya ternyata kita gak berjumpa :( kangen nih sama kamu Red. Apa kabarmu di sana yang slalu terkungkum di parkiran kosan? Mesti uda bulukan dan gak terawat dengan baik karna pemiliknya sedang mudik dan meninggalkanmu di sana.. :( Maafkan aku ya Redi... T.T
Kamu itu kenapa slalu bikin aku kangen? Apa karna kamu slalu membantuku dalam segala aktifitasku, jadi kamu emang ngangenin banget... Kamu udah slalu ngebantuin aku, mengantarku kemana pun aku mau dan kemana pun aku tuju. Dan itu slalu perginya sama kamu. Dulu, pas aku belum punya kamu, segala aktifitas sempat terhamabat. Susah untuk kemana-mana. Tapi, setelah ada kamu.. Aktifitasku cukup bahkan sangat lancar. Terima kasih Rediii...
Kamu pengen tau, filosofis namamu kenapa aku memberi namamu dengan Redi? Red itu bahasa Inggris yang berarti merah sedangkan vokal I juga dari bahasa Inggris yang artinya aku. Jadi, kamu itu merahku. Ya karna warna kamu merah, meskipun (agak) ada sedikit perak, tapi emang lebih dominan merah. Hehehh
Oh Redi, aku gak pengen ngejual kamu ke siapapun. Cuma kamu yang aku punya selama aku di kota rantau. Temenku kemarin tanya kamu, dan dia pengen beli kamu, tapi aku bener-bener gak rela. Soalnya kamu uda slalu nemenin aku. Intinya, aku akan tetap pertahanin kamu, karna kamu adalah yang terbaik untukku... Tunggu aku di kota rantauanku Red. Segera aku akan kembali.. Dah Redi. sepeda merahkuuuuu... :')
Yang mengagumi kehebatanmu
~Vida Hasan~
oleh: @vidahasan
Diambil dari http://vidahasan.blogspot.com/
Labels:
Surat Cinta #14
Untuk Kamu yang Kucinta
Hai…
gimana kabar kamu hari ini? aku kangen kamu.
Entah kenapa aku bisa jatuh cinta padamu yang… yah, laki-laki sederhana, polos dan datar… Belum lagi sedang ada orang lain yang mengisi hatimu. Salahkah aku?
Tapi bagiku, tak butuh alasan untuk menyukai seseorang. Cinta ini telah memilihmu. Aku bisa apa? Pernahkah kamu merasakan hati bahagia dan berdetak kencang setiap melihat orang yang kita cintai? Ya… itu yang sedang aku rasakan bila didekatmu.
Sekian kali ingin kutendang rasa ini. Ini sangat menyakitkan! Aku tak bisa bebas mencintaimu, akan ada banyak hati yang terluka jika kupaksakan cinta ini. tapi aku juga terluka!!
Ah, mengalah… lagi-lagi aku harus mengalah. mengalah untuk mendapatkan kamu yang hari ini aku cintai. bertahan hanya dengan setengah hatimu yang kumiliki. semoga aku kuat ya :))
aku jahat ga sih?
Aku, masih nunggu kamu disini. Dengan seluruh hatimu, bukan hanya setengah..
oleh: @wenramni
Diambil dari http://wenwenii.tumblr.com/
Labels:
Surat Cinta #14
Teruntuk Hati Bima Saktiku
Hai Tuan Mars, selamat malam.
Begitukah cara menyapanya? ah aku takut tidak sesuai bahasamu disana.
Kamu apa kabar? aku lihat serius sekali menyiapkan perang :)
Ini aku, yang sesekali melambai dari punggung bumi.
Begini,aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan.
Apakah di Mars, menyayangi adalah hal yang menyusahkan?
Karena disini hal itu adalah menyenangkan, jadi aku melakukannya padamu (dengan takut-takut) hehe
Lalu, apakah disana kangen adalah hal yang illegal? Jika tidak,bolehkah aku meneriakkannya sesekali?
Jadi,apakah mengorbit mengelilingi kamu itu mengganggu?
Karena kini gravitasimu terasa lebih kuat dari gaya tarik Matahari.
Oh sungguh aku lelah menghitung bintang,
menebak-nebak apa -apa yang suka dan tidak kamu suka.
Sungguh sulit sekali menerka apa yang kamu pikirkan.
Jadi ,kiranya maukah kamu berbaik hati mengajarkan bahasamu padaku?
Aku berjanji akan memahaminya dengan sungguh-sungguh.
Teruntuk Hati Bima Saktiku
Tertanda,
Venus.
Oleh @ultranyil
diambil dari http://rainyinthebottle.blogspot.com/
Labels:
Surat Cinta #14
Surat Singkat dari Selatan
Salam.
Aku dengar dari orang terdekatmu, bahwa kamu melakukan perjalanan ke utara. Seketika aku merasa kecewa. Tak ada kabar barang setitik yang sampai padaku. Padahal kau bisa beritahu aku perihal kepergianmu bahkan satu jam sebelum kau berangkat. Ada merpati yang selalu setia mengantar surat-surat kita. Tapi kau memilih untuk tidak melakukannya. Lantas pergi begitu saja. Entah berapa lama. Entah kembali atau terpaku di utara sana.
Lewat surat ini aku hanya ingin kabari bahwa aku baik-baik di sini. Di selatan. Tempat yang jauh sekali dari jangkauanmu sekarang. Kita memang terpisah. Tapi langit kita masih sama. Langit di selatan tetap cerah. Sebagaimana lukisan yang pernah kau hadiahkan padaku. Di sana tertuang serabut awan tak beraturan. Dengan warna biru laut yang berhasil kau padukan dengan putih nan lembut.
Bagaimana kabarmu di utara? Sudahkah kau temukan apa yang kau cari? Aku bingung. Mungkin sampai surat ini sampai ke tanganmu entah berapa lamanya, aku belum tau apa maksudmu melakukan perjalanan sejauh itu. Ke utara. Tempat yang jauh sekali dari jangkauanku sekarang. Jika sejatinya kau membutuhkan tempat pulang, maka temui ibumu saja. Di rahimnya kita pernah merasakan hangat yang melebihi pelukan. Cium tangannya, kau akan rasakan sedalam-dalamnya rindu.
Sudah, lanjutkan saja. Jika telah kamu selesaikan perjalanan ke utara, jangan lupa temui aku di selatan.
Salam rindu dari selatan.
Oleh @ulfaground
diambil dari http://ulfarizkiana.blogspot.com/
Labels:
Surat Cinta #14
Timur
Hey Timur.
Bagaimana keadaanmu? Semoga kau baik-baik saja ya. Perkenalkan, aku Karisha. Kau boleh memanggilku “kakak” atau “mbak”. Yah, seharusnya sih “tante”. Umm biar gaul, panggil saja “auntie”. Terkesan manis kan? Ah ya, aku ini memang manis. Aku masih muda dan imut-imut, sepertimu. Hahaha. Kau jangan berpikiran negatif dulu padaku ya. Aku memang cukup narsis, dan ibumu tahu persis bagaimana kenarsisanku itu melalui kameranya.
Hey Timur.
Aku menunggu kedatanganmu. Kapan kau akan datang? Aku adalah orang yang suka mengira-ngira. Menurut perkiraanku, kita bisa jadi teman yang baik kelak. Menurut dugaanku begitu. Nah, sekarang aku mulai mengira-ngira lagi, apakah kau akan secerewet ibumu? Ataukah kau akan misterius seperti ayahmu? Yang jelas, kedua orangtuamu suka membaca novel. Setidaknya, kau pasti akan jadi seorang penggila novel juga.
Hey Timur.
Tahukah kau? Kelahiran seorang anak adalah pembelajaran bagi setiap orangtuanya. Setiap manusia yang telah memiliki anak dan menjadi orangtua pasti menjadi lebih mengerti dan memahami orang lain, terkhususnya untuk mengerti orangtua mereka sendiri. Kuharap antara kau dan orantuamu, segalanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Kuharap kau akan menjadi anak yang manis, yang baik dan berbakti pada orangtuamu. Dan jadi keponakan yang hebat bagi auntie.
Hey Timur.
Tahukah kau, apa artinya Timur? Kata ibumu kau diberi nama Timur karena itu permintaan ayahmu. Bagiku, timur adalah tempat matahari itu terbit. Hari diawali dari arah timur.
Kau, semoga menjadi awal yang baik bagi kehidupan baru orangtuamu.
Kau, semoga membawa sinar dalam kehidupan mereka.
Akhirnya, Timur.
Kuucapkan selamat mengawali hidupmu yang baru.
Selamat menikmati kehidupan di dunia tempat aku dan ibumu pernah tertawa, bercanda.
Selamat meresapi segala keindahan yang diberikan oleh Tuhan.
Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu.
Untuk Timur, yang hidup dan sedang berkembang dalam rahim temanku.
Dari Auntie Karisha.
Oleh @kriandianti
Diambil dari http://kriandianti.tumblr.com
Malarindu
Hai rum,
Sebenernya aku bingung ini mau nulis apaan.
Saking bingungnya aku lebih memilih liatin foto kamu daripada nulis.
Tapi entah kenapa tiba-tiba jemariku menulis sendiri.
Kamu cantik rum, cantik banget.
Gak ada kata lain selain cantik untuk mendiskripsikan kamu.
Senyum khasmu itu selalu menciptakan ribuan rindu yang menggebu.
Aku selalu memegang hatiku erat-erat agar tidak terjatuh, tapi senyummu selalu bisa melemahkan genggamanku.
Aku tak kuat tanpamu.
Cinta ini adalah beban buatku.
Aku butuh kamu untuk memikulnya bersama.
Aku ingin kamu jadi pengaduk kopiku setiap pagi.
Aku ingin kamu menjadi mimpi yang nyata setaip tidurku.
Dan rum,
Aku butuh kamu untuk menjadi kekasih, bukan sekedar temen, temenku udah banyak banget
Udah ah, cukup ini aja suratku, eetapi ini lebih ke modus sih dari pada surat. hahahaha aku gak jago nulis sih soalnya.
Aku cuma berharap surat ini menjadi cupid yang melesatkan panah cinta ke dalam hati kita, kyukyu~
Oh iya, itu judulnya sengaja aku miripin sama tumblr kamu loh, gak punya ide soalnya hehehe
Oke cukup.
Maaf ya kalo tulisanku belepotan, ini nulisnya sambil dikerokin sama ibu
Salam hangat
Tupin
Oleh @kacangpilus kepada @aruuum__
Diambil dari http://kacangpilus.tumblr.com
Segulung Tissue yang Setia
Hay Tissue gulung cantik. Badan yang bulat sempurna dan kulit putih bersihmu itu sungguh menggoda. Menambah keinginanku untuk menghabiskanmu. Mengusapkannya pada pipi basah ini. Pipi yang terlampau sering mengecap kecewa. Pipi yang bosan menjadi jalan air mata. Pipi yang tak tahu kapan dapat berubah menjadi lekukan senyum lagi. Bolehkan aku pakai dirimu?
Akhir-akhir ini saya jadi sering menangis. Dan cuma oleh kamu, Tissue gulungku, saya dapat membagi berbagai macam rasa ini. Rasa sakit yang diberi oleh orang paling kupercayai di dunia. Rasa kecewa yang hampir saya temui di perjalan menuju mimpi. Rasa enggan untuk mengecap manisnya dunia. Juga rasa tidak percaya akan saktinya Cinta. Apa aku bodoh berpikir seperti itu?
Apakah saya sedang depresi? Apakah saya mulai putus asa? Putus asa karena apa? Putus asa oleh siapa? Entahlah, hanya kamu-segulung-tissue yang saya butuhkan sekarang. Hanya kamu. Mungkin iya cuma kamu.
Melalui surat yang tidak pantas disebut surat cinta ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih. Jika bukan kehadiranmu, mungkin kasur yang sering saya tiduri tanpa pernah bisa hamil ini akan basah. Bukan basah karna “itu” namun basah akan air yang lahir dari rasa kecewa. Kecewa-kecewa yang berkumpul hingga melahirkan jutaan anak-anaknya.
Ini hanya ekspektasiku saja menganggap rasa yang sedang saya rasakan sebagai kecewa. Mungkin bagi kamu, ini hanya perasaan alay yang tak butuh didengarkan. Atau mungkin hanya perasaan labil seorang remaja gila. TERSERAH!
Ups, saya baru sadar ternyata “kamu” yang sering terselip dibarisan kata di atas sana bukan Tissue-ku yang setia. Namun, sesorang yang sedang memaksa pikiranku untuk menampungnya. Siapa itu? Mungkin bukan sekarang saya menjelaskannya. Surat berikut, ya? Hmm boleh, tapi tunggu hati ini mendapat obatnya ya.
Oleh @inirvin
Kepada http://lutfianirvin.blogspot.com
EPAAAA, EPAAA (TERIAK-TERIAK RUSUH)
Dear Eva yang selalu mencak-mencak tiap di panggil Epa,
Epa inget tidak pertama kali kamu masuk kantor Orange itu. Cewek banget, feminim banget, rambut panjang, anting panjang, bibir merona. Cuma bertahan seminggu atau 3 hari kamu berdandan seperti itu. Sisa hari-hari berikutnya, kamu kembali jadi Epa yang tomboy suka-suka. Dan semakin terlihat jantan dengan rokok Malboro yang selalu kamu hisap digudang kantor.Cadas!
Pertemanan kita itu lucu tidak terlalu dekat, tapi selalu ada. Jarang cerita-cerita tapi selalu tau kabar atau cerita masing-masing. Aku mau bilang, kalau aku dukung keputusan kamu buat putus sama mantan yang menahun itu. Entahlah dari pertama ketemu rasanya gak sreg aja.
Pertemanan yang on, off ini terus berlangsung sampai sekarang. Inget moment jam 5 subuh aku tiba-tiba menangis kesakitan dan kamu ada disitu, hadir tanpa banyak berkomentar tapi kamu ada. Tiba-tiba kamu ciptakan cerpen yang dengan percaya dirinya aku yakin itu cerpen untukku. Kamu buat dia membusuk aah puas rasanya. Makasih ya.
Kisah cintamu pun tak kalah meriah, dan kamu terlihat jagoan melewati semuanya. Sampai akhirnya sekarang sudah ada lagi yang mengisi hari-hari kamu. Si Pangeran puitis dari pantai Pangandaran hehehe. Ciee Epa ciee.
Mengenai Tulisanpun kamu keren, dari tulisan-tulisan yang dark dan sadis melulu. Sangat tidak matching sama background Blog kamu yang merah muda merona. Sekarang sudah berkembang jadi macam-macam rupanya. Aku suka, sering baca-baca dan tetep masih tidak suka nama blog kamu. Tiap buka blog selalu dalam hati comment “haduh tulisan keren begini nama blognya sih, http://3v4s-mind.blogspot.com/. Alay dah”
Belakangan ini intensitas aku bikin riweuh hidup kamu lebih tinggi. Maklum lagi belajar nulis dan mencoba ikut #30HariMenulisSuratCinta. Jadilah sebentar-sebentar nelepon dan banyak tanya-tanya heheh maaf ya pa. Terima kasih untuk banyak masukan dan informasi-informasi tentang macam-macam aktivitas menulis yang bikin aku banyak belajar. Ternyata menulis bukan hanya sekedar minat tetapi juga salah satu caraku untuk Healing.
Terus-terus, aduh aku sudah terlalu banyak memuji dan tiba-tiba bbm dari kamu masuk “lagi dimana? Sama siapa? Ngapain? *posesif* . Mari diakhiri saja surat ini, dan kita bertemu. Sebelum terlalu banyak pujian yang terlontar. Saling memuji bukanlah cara kita berteman. Sebentar lagi kita ketemu sesuai janjiku. Cappuchino kesukaanmu akan kamu dapatkan cuma-cuma hari ini. See you soon
Cheer’s
Wulan Kece :p
Oleh @nengwulwul kepada @ch_evaliana
Diambil dari http://jurnalnengwulwul.tumblr.com
Pesan Bunda
Hai sayang apa kabar,
jika kalian membaca surat ini berarti kalian sedang membaca seluruh tulisan bunda ya.
Ah bunda jadi malu, tulisan bunda yang sederhana berisi seluruh pengalaman hidup bunda.
Hai anak perempuanku,
Engkau sudah dewasa, bagaimana kabar dengan pacarmu sekarang, bunda tidak pernah melarang mu untuk berpacaran namun berpacaran lah yang baik. Bunda rasa dia anak yang baik, ya tapi bunda tidak tahu dalamnya. Ikuti kata hati sayang, Hati yang menuntunmu, jikalau dalam hubunganmu engkau pernah menangis, nikmatilah sebagai suatu proses. tidak ada bahagia selamanya sayang, dalam sebuah hubungan pasti adakalanya engkau tidak bahagia. Bertahan bukan hanya kau takut untuk sendiri, tapi karena kau tau dia patut dipertahankan. lalu masalah menunggu, menunggu terlalu lama akan membuatmu lelah. bunda pernah merasakan itu, tapi dibalik kata menunggu di akhir nanti akan ada kata yang indah sayang, akan ada sesuatu yang indah untukmu. percayalah.
Sayang, kamu adalah perempuan yang cantik yang manis yang pintar, pria mana yang tidak mau denganmu. jangan pernah merasa tidak percaya diri dan tidak berarti untuk seseorang. Jika seseorang itu lebih memilih orang lain selain dirimu, maka sesungguhnya dia tidak melihat batu permata yang berharga dalam hatimu.
Namun, jangan pula terlalu percaya diri dan menjadi sombong, itu bukanlah sikap perempuan yang sesungguhnya.
Sayang, semoga engkau mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu, menyayangimu apa adanya.
Bunda selalu mendoakanmu, namun jika ada yang menyakiti hatimu, bundalah orang pertama yang akan maju untuk membelamu sayang.
Hai anak lelakiku,
Pasti dari tadi engkau bertanya mengapa bunda tak membuat surat untukmu. Bersabarlah ada maksud tertentu mengapa engkau juga harus membaca surat di atas. itu semua agar engkau mengerti tentang seorang perempuan.
Sayang, jika engkau menemukan perempuan yg berhasil mengetuk pintu hatimu, maka nyatakanlah perasaanmu kepadanya. Dan jika perempuan itu menyukaimu maka jagalah selalu hatinya. Jangan pernah menyakitinya sedikitpun sayang, bundamu kakakmu atau adikmu juga seorang perempuan bukan? Kamu tidak mau kan kami merasakan seperti itu?
Sayang, sayangilah dan hormatilah dia yang sudah memberikan hatinya yang begitu rapuh kepadamu. Dan kamu, jika sudah ada seseorang di hatimu maka tutuplah hatimu untuk perempuan lain. Jadilah lelaki sejati, jika memang kau tidak menyukainya atau menyayanginya lagi maka selesaikanlah, jangan memberikan dia harapan lebih. Jika seorang menangis karenamu, biarkanlah dia menangis lalu tetaplah engkau berada di sisinya, menemaninya, jangan engkau tinggalkan begitu saja. Katakanlah apa yang engkau ingin katakan kepadanya, jangan biarkan dia menebak semuanya. Ada kalanya dia sampai pada titik terlemahnya, ia sudah lelah dengan segalanya, satu-satunya cara temani dia, jangan kau lari darinya.
Sayangku, aku tahu engkau akan sangat menghormati seorang perempuan, aku tahu karena engkau menyayangi bunda. Maka engkau pasti akan menyayangi perempuan yang sudah berhasil mengetuk pintu hatimu.
Anak-anakku, akan banyak pelajaran nantinya yang akan kalian dapatkan di dunia luar. Jangan pernah takut untuk menghadapi semuanya, karena itu akan menjadi pengalaman yang berharga bagi kalian. Ingatlah selalu Allah SWT, hanya diri-Nya lah yang bisa membantu kalian.
Salam sayang
Bunda di usia 20 tahun.
Oleh @kaikarizka
Diambil dari http://kaikarizka.blogspot.com
Untuk Kamu, di Surga
Kepada semua yang telah pergi, yang telah kembali kepada semesta.
Dalam ingatan yang kejam.
Dalam ingatan yang masih menjamah sekat-sekat luka.
Kamu masih ingat?
Saat bertatap dan senyum kita yang mengembang sempurna.
Saat genggam erat dan peluk yang begitu menguatkan
saat peluh terurai seriring beriringan dengan kamu, disisiku.
Adakah teringat?
Kata-kata menakjubkan yang kau cipta, yang mengurungkan banyak aura negatif serta duka. Juga raut wajahmu yang begitu membuat tertawa.
Apakah kau dengar?
Mendengar doa-doa yang terendap,
yang terbisik dari tiap waktuku menengadah menuja Sang Maha.
Yang kuucap bersamaan dengan rasa rinduku kepada kamu yang begitu hebat.
Aku memberi kita spasi-spasi itu, agar kau leluasa bergerak.
Tanpa sekat dan ikatan yang terkekang.
Aku melepasmu pergi, agar kau tau seberapa rasa yang turut pergi
saat ragamu tak lagi kembali.
Adakah kau tau?
Melupakan kamu, adalah kemungkinan terakhir untuk membuat hatiku tetap utuh.
Karena mengingatmu adalah cara termudah untuk membuatku remuk.
Lalu, apakah kau merindukanku dari surga?
Oleh @kiramadhani
Diambil dari http://rizkifitriaramadhani.blogspot.com
Dari Ego kepada Pikiran Aku
Kepada Aku yang menuju hening dalam ramai,
Kamu tahu, ini surat cinta.
SURAT CINTA?
Iya. Karena aku mencintai Aku. Biarkan aku menulis ini agar Aku sadar bagaimana seharusnya Aku berpikir.
Lihat keseharianmu, Aku.
Bersenang-senang dan bekerja mengikuti aturan. Bebas dalam genggaman, walau bukan itu yang sebenar-benarnya diinginkan. Ya kan, Aku?
Tawa dan senyum adalah keseharianmu.
Hectic dan rusuh adalah isi dalam otakmu.
Kesendirian adalah jiwamu, kini.
Sendiri. Sendiri.
Walau dalam ramai. Walau dalam keadaan siapa-saja-siap-menemanimu.
Menjadi…..
***
Tunggu. Sebelum surat ini berlanjut. Ijinkan Aku bicara.
Aku tak pernah sendiri. Tak pernah benar-benar sendiri.
Lanjutkan surat ini, tapi jangan pernah menulis bahwa aku sendiri.
Karena aku tidak pernah sendiri.
***
Baiklah, Aku.
Kamu memang tak pernah sendiri. Hidupmu diisi oleh banyak orang, banyak teman, banyak….lelaki? HAHA.
Ayolah, Aku. Jika kamu sedih, kamu tahu harus bicara pada siapa.
Jika kamu senang, kamu tahu harus berbagi pada siapa.
Jika kamu sendiri, kamu tahu harus memanggil siapa.
Kamu tahu semuanya.
Kamu tahu kamu lebih dari bisa untuk menghadapi hidupmu yang kini.
Ayolah, Aku.
Terus berjalan, biarkan kadang tak berarah, biar kamu tahu mana yang salah.
Terus tersenyum, biarkan kadang itu palsu, biar kamu tahu mana yang untukmu.
Terus lakukan yang kamu suka…dan benar.
Biarkan mereka. Biarkan mereka berkata apa.
Siapa yang tahu kamu, Aku?
Dirimu sendiri kan?
Teruslah terus.
Tegarlah tegar.
Tersenyumlah. Selalu.
Kamu bisa, Aku.
Cari lah kepastian itu. Kepastian. Dalam hal apa pun.
Bersenang-senanglah, Aku.
Hujan akan selalu bersamamu.
Oleh @imaadew
Diambil dari http://imaadew.tumblr.com
Bisakah Kita Bertemu Kembali?
Dear you, F!
Hari ini hari minggu, minggu terakhir di bulan Januari. Minggu sore ini langit mendung tampak menghiasi Kota Bandung. Cuaca yang kadang tidak menentu, terkadang panas lalu tak lama kemudian turun hujan. Iya waktu seperti ini yang mengingatkanku padamu. Oh iya apa kabar kamu disana? Masih ingat padaku? Aku si perempuan berbaju pink yang sedang duduk menunggu teman di bangku minimarket di salah satu jalan di Kota Bandung. Apa kamu masih ingat padaku? Aku harap kamu tak lupa pertemuan pertama yang kala itu membuat aku cukup tampak canggung padamu. Aku berharap kamu dalam keadaan baik-baik saja ya. Ini surat pertamaku yang ku beranikan tulis untukmu loh hihihi
Oh ya bagaimana pekerjaanmu? Nampaknya kamu sibuk ya setiap harinya. Aku cuma mau mengingatkan padamu, jangan sampai lupa telat makan siang ya, ya walaupun seberapa sibuknya kamu di kantor sana. Oh ya jangan lupa juga untuk sholat 5 waktu. Meskipun aku tahu kamu agak sedikit malas untuk sholat, tapi aku sebagai temanmu tak lupa untuk mengingatkan padamu agar sholat 5 waktu. Kamu tak perlu khawatir keadaanku disini seperti apa. Aku baik-baik saja tidak kekurangan sekalipun, bahkan aku sedang menikmati liburan akhir semester ganjil. Aku harap ini liburan yang berbeda yang ku nikmati saat ini.
Oh ya beberapa kali aku sempat mampir ke minimarket di salah satu jalan di Kota Bandung itu. Nampaknya kamu sudah tidak pernah mampir untuk membeli coffee kesukaanmu disitu ya. Aku bahkan tidak pernah lupa saat kamu duduk di salah satu bangku disana. Iya memoriku terlalu baik untuk mengingatkan semua itu. Dimana pun kamu berada, aku selalu berharap kita bisa bertemu kembali , walaupun hanya minum coffee dan mengobrol-ngobrol sebagaimana waktu pertama kita bertemu. Oh ya sudah dulu ya, ini surat pertamaku yang ku tulis untukmu. Keesokan harinya, aku berjanji akan banyak menulis surat untukmu.
Salamku,
-Kikey-
Oleh @kikeyooo
Diambil dari http://keyforkikeey.tumblr.com
Surat Untuk Masa Depan
Kepada masa depanku,
Dahulu, kamu adalah sosok yang tidak terdeskripsikan. Gelap, kelam. Tidak nampak bagaimana bentuknya, ke mana arahnya. Kamu adalah kanvas kosong yang belum ditumpahi cat - cat berwarna. Buku tulis polos yang tak sedikitpun tercoreng - moreng pensil rencana.
Aku terbiasa menikmati hari - hariku tanpa mengkhawatirkan bagaimana seharusnya wajahmu. Aku terbiasa membiarkan hari demi hari menyingkap sedikit demi sedikit jalanku ke depan, menunjukkan bagaimana sebenarnya kamu. Aku tahu, tak sepantasnya aku sebegitu abai, karena yang kulakukan pada hari ini tentunya akan berdampak pada rupa kamu nantinya. Semestinya aku harus bijak - bijak menjalani kehidupan, merencanakan matang - matang agar ketika aku pada akhirnya menemuimu, aku tak kecewa.
Namun semua berubah, hai masa depan. Dia sekonyong - konyong datang, dan dengan serta merta mengambil alih kuasaku akan kamu. Tanpa izin, Terjadi begitu saja sebagaimana air turun dari sungai ke laut. Dia membuatku mau tak mau menggambari kamu, menuliskan kamu. Dia membuat aku memiliki penafsiran baru tentang kamu. Dia menghadirkan kamu, memberi nafas baru, untukku.
Karena itu, tak terlambat bukan bagiku untuk memberi tahu, jika kini kamu adalah sebuah lukisan yang bernama, sebuah buku yang berjudul dan berisi cerita. Dan di dalamnya, aku menggambari dia, menuliskan dia. Aku memproyeksikan diriku nanti akan berbahagia bersamanya.
Dear kamu, masa depanku..
Berlebihankah jika aku ingin itu menjadi nyata?
Oleh @ismarestii
Diambil dari http://ismapratiwii.blogspot.com
Pintu Rumahku
Dear pintu rumahku,
Dari kamu aku tahu bahwa aku tumbuh. Dulu aku sekakimu, selututmu, hingga sekarang sebahumu. Terima kasih sudah menemani keluarga kami; menjadi jalur rezeki.
Salam,
Aku
Oleh @ikafff
Diambil dari http://ikafff.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)