Kepada Alexandra,
BAWEEEEEEEEL~
Iya, itu kata pertama untuk surat balesan kamu.
Lexa, yang perlu kamu perhatikan sekarang bukanlah kesehatanku, tapi dirimu sendiri. Kamu yang perlu banyak istirahat selepas kerja seharian. Kamu yang perlu minum vitamin agar tak jatuh sakit. Kamu yang perlu tidur nyenyak ketika malam hingga nanti pagi kembali dengan kesibukannya yang menyita perhatianmu.
Salah? Tidak Lex, aku tidak sedang salah orang ketika memintamu. Toh memang sejak kita bertemu begitu banyak kan tawa yang tercipta? Tetapi semisal kamu memintaku untuk sama-sama bertukar kebahagian, kenapa tidak? Setiap orang berhak bahagia dengan cara yang dikehendakinya.
Segera kabari aku ya jika ada waktumu yang tersisa untuk kita bertemu. Kabari aku jika ada lagi tawa-tawa yang hendak kau bagi untukku. .
Dari,
Adit.
Oleh @merelakan untuk @xeniaalexandra
Diambil dari http://adityadaniel.com/post/41352992251/baweeeeeeeeel
#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
Showing posts with label Surat Cinta #11. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta #11. Show all posts
25 January 2013
(Hampir) Ikhlas
Selamat pagi, sayang..
Bahagiaku adalah kamu. Hanya kamu.
Tapi seandainya kamu memang tidak bahagia denganku, aku (akan berusaha untuk) rela melihatmu bahagia dengan perempuan lain.
Dan aku akan mulai mencari bahagiaku sendiri setelah itu.
Tentukan pilihanmu secepatnya, aku tidak akan memaksamu pulang lagi.
Aku hanya mendoakanmu untuk pulang. Ini urusanku dengan Tuhan, bukan denganmu.
Selamat malam, sayang..
Ps. I (still) love you.
oleh @meyrzashrie
Diambil dari http://meyrzashrie.blogspot.com/2013/01/hampir-ikhlas.html
Bahagiaku adalah kamu. Hanya kamu.
Tapi seandainya kamu memang tidak bahagia denganku, aku (akan berusaha untuk) rela melihatmu bahagia dengan perempuan lain.
Dan aku akan mulai mencari bahagiaku sendiri setelah itu.
Tentukan pilihanmu secepatnya, aku tidak akan memaksamu pulang lagi.
Aku hanya mendoakanmu untuk pulang. Ini urusanku dengan Tuhan, bukan denganmu.
Selamat malam, sayang..
Ps. I (still) love you.
oleh @meyrzashrie
Diambil dari http://meyrzashrie.blogspot.com/2013/01/hampir-ikhlas.html
Untuk Rindu
Untuk sebuah kosa kata yang kadang tak tahu kemana dia harus bermuara,
Kepada rindu,
Untuk semua rasa rindu yang datang menghampiri, beberapa diantaranya tak tahu kemana dia harus bermuara. Bermuara pada seseorang yang telah memiliki kekasih baru kah, atau bermuara pada seseorang yang akhirnya hanya mampu kamu kamu pandangi dari jauh? Tidak keduanya mungkin. Rinduku hanya belum menemukan tempat dan waktu yang tepat untuk bermuara.
Kamu adalah kosa kata yang pasti semua orang pernah merasakannya. Hanya untuk sebagian orang, rasa rindu menjadi hal yang menyebalkan karena tak tahu harus kemana untuk melepaskan rasa rindunya, dan bagi sebagian orang lainnya rasa rindu menjadi hal yang menyenangkan saat mereka memiliki seseorang untuk melepas rindunya. Melepas rindu adalah hal menyenangkan, terlebih jika itu adalah orang yang kita cinta. Aku selalu mengingat lega dan bahagianya hati saat rindu tahu dengan benar dimana tempatnya harus berada.
Tapi aku tak pernah menemukan waktu yang cukup dalam menghabiskan rasa rindu, berapa lamakah aku harus bersama orang yang aku rindukan hingga rasa itu benar-benar hilang? Yang aku tahu tak pernah ada waktu yang cukup untuk menghabiskan rasa rindu yang dirasa. Berapa lama pun kamu bersama seseorang yang kamu cinta, tetap kamu akan merindukannya lagi di beberapa saat kemudian. Namun kali ini, rinduku hanya berakhir pada layar handphone atau layar komputerku saja, tak pernah menjadi sesuatu yang nyata. Iya, yang aku lakukan hanya mampu memantau apa yang kamu tulis di jejaring sosialmu tanpa tahu untuk siapakah tulisan-tulisan itu.
Rindu ini selalu menjadi milik kamu, seolah tak boleh dimilikki oleh yang lain. Padahal rasa rindu ini berhak aku berikan pada siapapun orangnya, selain kamu. Entah kesengajaan atau tidak. Rindu ini tertahan padamu. Bukan salahmu sepenuhnya, ini hanya karena aku yang belum menemukan penggantimu, pengganti dari tempat dimana kah rasa-rasa rindu ini harus bermuara. Pada akhirnya rindu ini hanya bisa aku simpan hingga aku merasakan rindu yang tak tertahankan dan kemudian rindu itu hilang.
Harus kamu tahu, disini ada rasa rindu yang tetap aku jaga dengan baik hingga dia tahu kemanakah dia harus menuju semestinya, aku jaga dia dengan baik agar tidak sampai pada orang yang salah.
Beginilah aku, yang menjadi pecandu rindu. Suratku untuk sang rindu, berharap bisa turut menyampaikan sekeping rinduku untukmu juga..
Selamat sore.
Aku.
Oleh @maharanifilen
Diambil dari http://penenunkata.blogspot.com/2013/01/untuk-rindu.html?spref=tw
Kepada rindu,
Untuk semua rasa rindu yang datang menghampiri, beberapa diantaranya tak tahu kemana dia harus bermuara. Bermuara pada seseorang yang telah memiliki kekasih baru kah, atau bermuara pada seseorang yang akhirnya hanya mampu kamu kamu pandangi dari jauh? Tidak keduanya mungkin. Rinduku hanya belum menemukan tempat dan waktu yang tepat untuk bermuara.
Kamu adalah kosa kata yang pasti semua orang pernah merasakannya. Hanya untuk sebagian orang, rasa rindu menjadi hal yang menyebalkan karena tak tahu harus kemana untuk melepaskan rasa rindunya, dan bagi sebagian orang lainnya rasa rindu menjadi hal yang menyenangkan saat mereka memiliki seseorang untuk melepas rindunya. Melepas rindu adalah hal menyenangkan, terlebih jika itu adalah orang yang kita cinta. Aku selalu mengingat lega dan bahagianya hati saat rindu tahu dengan benar dimana tempatnya harus berada.
Tapi aku tak pernah menemukan waktu yang cukup dalam menghabiskan rasa rindu, berapa lamakah aku harus bersama orang yang aku rindukan hingga rasa itu benar-benar hilang? Yang aku tahu tak pernah ada waktu yang cukup untuk menghabiskan rasa rindu yang dirasa. Berapa lama pun kamu bersama seseorang yang kamu cinta, tetap kamu akan merindukannya lagi di beberapa saat kemudian. Namun kali ini, rinduku hanya berakhir pada layar handphone atau layar komputerku saja, tak pernah menjadi sesuatu yang nyata. Iya, yang aku lakukan hanya mampu memantau apa yang kamu tulis di jejaring sosialmu tanpa tahu untuk siapakah tulisan-tulisan itu.
Rindu ini selalu menjadi milik kamu, seolah tak boleh dimilikki oleh yang lain. Padahal rasa rindu ini berhak aku berikan pada siapapun orangnya, selain kamu. Entah kesengajaan atau tidak. Rindu ini tertahan padamu. Bukan salahmu sepenuhnya, ini hanya karena aku yang belum menemukan penggantimu, pengganti dari tempat dimana kah rasa-rasa rindu ini harus bermuara. Pada akhirnya rindu ini hanya bisa aku simpan hingga aku merasakan rindu yang tak tertahankan dan kemudian rindu itu hilang.
Harus kamu tahu, disini ada rasa rindu yang tetap aku jaga dengan baik hingga dia tahu kemanakah dia harus menuju semestinya, aku jaga dia dengan baik agar tidak sampai pada orang yang salah.
Beginilah aku, yang menjadi pecandu rindu. Suratku untuk sang rindu, berharap bisa turut menyampaikan sekeping rinduku untukmu juga..
Selamat sore.
Aku.
Oleh @maharanifilen
Diambil dari http://penenunkata.blogspot.com/2013/01/untuk-rindu.html?spref=tw
Berjuta Rindu Untukmu
Rindu kamu,
Entah jutaan rindu ini kapan kuucapkan padamu, sudah banyak aku menyimpannya untukmu.
Meski aku tak tahu apa kamu merindukanku juga disana.
Mungkin kamu tak pernah merindukan hadirku, tapi sangat nyata dalam angan aku merindukanmu.
Berjuta rindu untukmu yang hanya terobati dengan temu,
Berjuta rindu untukmu yang terobati dengan peluk,
Berjuta rindu yang terobati dengan cium.
Rindu,
Lima huruf dengan satu arti, dan hanya satu wanita yang akan menerimanya dariku.
Kamu,
Yah cuma kamu yang aku rindukan saat ini.
~ Dari orang yang selalu merindukanmu.
oleh @mazni_
Diambil dari http://dmazni.wordpress.com/2013/01/24/berjuta-rindu-untukmu/
Entah jutaan rindu ini kapan kuucapkan padamu, sudah banyak aku menyimpannya untukmu.
Meski aku tak tahu apa kamu merindukanku juga disana.
Mungkin kamu tak pernah merindukan hadirku, tapi sangat nyata dalam angan aku merindukanmu.
Berjuta rindu untukmu yang hanya terobati dengan temu,
Berjuta rindu untukmu yang terobati dengan peluk,
Berjuta rindu yang terobati dengan cium.
Rindu,
Lima huruf dengan satu arti, dan hanya satu wanita yang akan menerimanya dariku.
Kamu,
Yah cuma kamu yang aku rindukan saat ini.
~ Dari orang yang selalu merindukanmu.
oleh @mazni_
Diambil dari http://dmazni.wordpress.com/2013/01/24/berjuta-rindu-untukmu/
Teruntuk Kamu Yang Telah Pergi
untuk kamu, yang telah pergi.
bagaimana kabarmu? masihkah kau ingat aku? iya, aku. yang dulu pernah bersandar di pundakmu. yang dulu pernah mengusap tangismu. masihkah ingat aku? masihkah?
entahlah, aku hanya ingin mengetahui kabarmu. memang kita tak lagi bersama. tapi bisakah aku menerima pesanmu layaknya dulu? mendengar tawamu seperti waktu itu? entahlah.
untuk kamu, yang tak lagi ada untukku.
tahukah kamu? dengan air mata di pipiku, aku masih menunggumu. entah apa yang ku nanti. yang jelas aku masih menunggu pelukmu untuk kembali. mustahil kah? bagiku, tak ada yang mustahil jika cinta yang berbicara.
tahukah kamu? dengan luka di hatiku, aku masih mencintaimu. aku sadar kita tak lagi bersama. dan mungkin saja tak kan pernah bisa bersama. apakah kita sudah benar-benar berbeda? iya?
tahukah kamu? dengan turunnya embun pagi yang sendu, aku merindukanmu. merindukan keberadaanmu yang kini seakan lenyap tanpa bekas.
dan untuk kamu, yang tak lagi bisa kembali.
burung dan ikan memang bisa jatuh cinta.
tetapi, satu tanyaku...
bagaimana mereka bisa hidup bersama untuk saling menyayangi?
di langit kah? atau di laut bebas? :)
Oleh @lunaisyah
Diambil dari http://luna-aisyah.blogspot.com/2013/01/teruntuk-kamu-yang-telah-pergi.html
Lekas Sembuh Cantik
Untuk kau wanita cantik dalam hidupku…
Mamah.
Selamat siang, nyonya besar. Kamis yang masih gerimis ini aku mengirimkan surat cinta untukmu. Ya, meski kau tidak akan pernah membacanya. Tidak masalah, Mah.
Aku anak perempuanmu, ingin sekali berterimakasih atas segala kasih yang kau berikan selama ini. Selama hampir dua puluh tiga tahun lamanya, kau selalu mencoba memberikan yang terbaik untukku. Meski, kadang aku dibuat bingung dengan caramu menyampaikannya. Maaf, Mah, kalau justru aku kadang salah menangkap maksud baik mamah. Maaf, kalau aku selalu menjadi beban pikiran yang tak habis-habisnya.
Dan tentu, terimakasih atas segala kasih yang selalu kau tunjukan di depan mata atau bahkan yang kau sembunyikan dalam doa.
Aku sayang kau, Mamah.
Mamah, ayo semangat. Harus kuat dong melawan sakitnya. Meski memang membutuhkan proses tidak sebentar, jangan mengeluh terus, nanti badannya ikut ngeluh. Gimana coba? Huhu. Kalau mamah semangat, kondisi tubuh mamah juga pasti membaik. Percaya deh. Tenang, mamah pasti sembuh, yang terpentingkan mamah sudah jauh lebih baik ketimbang bulan November lalu. Maka dari itu, mamah harus selalu bersyukur dan tetap semangat.
Jangan berpikiran bahwa mamah tidak akan sembuh, ini kan sedang dalam proses pemulihan. Dan tentu, ada aku dan kakak-kakak yang lain, yang siap menemani mamah. Bukankah masih banyak mimpi yang ingin mamah wujudkan? Melihat aku sukses dan menikah dengan Dimas Anggara, misalnya. Oh, baiklah, Fedi Nuril saja kalau begitu, Mah. Gimana?
Iya, aku sayang kau, Mamah. Selalu.
Makanya, semangat, ya, Mah. Masih banyak waktu buat kita kok. Mamah harus bersyukur, sudah bisa jalan dengan baik lagi, ya walau belum sepenuhnya bisa berjalan normal. Tenang, Tuhan tahu yang terbaik buat Mamah. Dia hanya ingin mamah istirahat dan tentu, agar aku bisa belajar masak, hihi. Kalau masakan aku nggak enak, protes saja sama dokter mamahnya, ya. Suruh siapa masakannya nggak boleh pake garam dan bumbu masak lainnya. Hihi.
Biar sembuh dong, Mah. Biar nggak darah tinggi lagi dan marah-marah terus sama anakmu yang unyu ini. Jadi, mamah harus tetap semangat. Kita ini kan wanita hebat, lagi sama-sama usaha. Mamah usaha buat sembuh, aku berusaha untuk mimpi-mimpiku.
Semangaaaaaat~
Aku sayang, Mamah. Lekas sembuh wanita cantik.
Dari anakmu yang menyebalkan sekaligus menggemaskan.
Rahmawati.
Oleh @OdetRahma
Diambil dari http://odetrahmawati.wordpress.com/2013/01/24/lekas-sembuh-cantik/
Mamah.
Selamat siang, nyonya besar. Kamis yang masih gerimis ini aku mengirimkan surat cinta untukmu. Ya, meski kau tidak akan pernah membacanya. Tidak masalah, Mah.
Aku anak perempuanmu, ingin sekali berterimakasih atas segala kasih yang kau berikan selama ini. Selama hampir dua puluh tiga tahun lamanya, kau selalu mencoba memberikan yang terbaik untukku. Meski, kadang aku dibuat bingung dengan caramu menyampaikannya. Maaf, Mah, kalau justru aku kadang salah menangkap maksud baik mamah. Maaf, kalau aku selalu menjadi beban pikiran yang tak habis-habisnya.
Dan tentu, terimakasih atas segala kasih yang selalu kau tunjukan di depan mata atau bahkan yang kau sembunyikan dalam doa.
Aku sayang kau, Mamah.
Mamah, ayo semangat. Harus kuat dong melawan sakitnya. Meski memang membutuhkan proses tidak sebentar, jangan mengeluh terus, nanti badannya ikut ngeluh. Gimana coba? Huhu. Kalau mamah semangat, kondisi tubuh mamah juga pasti membaik. Percaya deh. Tenang, mamah pasti sembuh, yang terpentingkan mamah sudah jauh lebih baik ketimbang bulan November lalu. Maka dari itu, mamah harus selalu bersyukur dan tetap semangat.
Jangan berpikiran bahwa mamah tidak akan sembuh, ini kan sedang dalam proses pemulihan. Dan tentu, ada aku dan kakak-kakak yang lain, yang siap menemani mamah. Bukankah masih banyak mimpi yang ingin mamah wujudkan? Melihat aku sukses dan menikah dengan Dimas Anggara, misalnya. Oh, baiklah, Fedi Nuril saja kalau begitu, Mah. Gimana?
Iya, aku sayang kau, Mamah. Selalu.
Makanya, semangat, ya, Mah. Masih banyak waktu buat kita kok. Mamah harus bersyukur, sudah bisa jalan dengan baik lagi, ya walau belum sepenuhnya bisa berjalan normal. Tenang, Tuhan tahu yang terbaik buat Mamah. Dia hanya ingin mamah istirahat dan tentu, agar aku bisa belajar masak, hihi. Kalau masakan aku nggak enak, protes saja sama dokter mamahnya, ya. Suruh siapa masakannya nggak boleh pake garam dan bumbu masak lainnya. Hihi.
Biar sembuh dong, Mah. Biar nggak darah tinggi lagi dan marah-marah terus sama anakmu yang unyu ini. Jadi, mamah harus tetap semangat. Kita ini kan wanita hebat, lagi sama-sama usaha. Mamah usaha buat sembuh, aku berusaha untuk mimpi-mimpiku.
Semangaaaaaat~
Aku sayang, Mamah. Lekas sembuh wanita cantik.
Dari anakmu yang menyebalkan sekaligus menggemaskan.
Rahmawati.
Oleh @OdetRahma
Diambil dari http://odetrahmawati.wordpress.com/2013/01/24/lekas-sembuh-cantik/
Pemberitahu Rindu
aku rindu, yang tiap mencari tahu kabar dengan mengintip lewat layar, aku doa-doa tiap padamu malam menyapa dan ucap syukur saat padamu pagi kembali.
aku tawa tiap darimu penuh bahagia dan luka saat murung darimu ada. aku harap untuk bahagia padamu yang senantiasa. aku tabah yang setia menunggu darimu sebuah sapa.
dan bagaimana kabarku adalah bagaimana kabar darimu.
Oleh @mengawali
Diambil dari http://catatan-awal.blogspot.com/2013/01/pemberitahu-rindu.html
aku tawa tiap darimu penuh bahagia dan luka saat murung darimu ada. aku harap untuk bahagia padamu yang senantiasa. aku tabah yang setia menunggu darimu sebuah sapa.
dan bagaimana kabarku adalah bagaimana kabar darimu.
Oleh @mengawali
Diambil dari http://catatan-awal.blogspot.com/2013/01/pemberitahu-rindu.html
Berteman Masa Lalu
Di ruangan gelap itu, sekilas aku melihat airmatanya mengalir. Deras. Sampai-sampai bantalnya menjadi basah. Dadanya sesak, meredam isak tangisnya. Melihatnya seperti itu, entah kenapa membuat hatiku pilu. Tapi nggak juga menahanku untuk tertawa. Andai dia tau apa yang menanti didepannya. Ah, kalau bukan karena kamu, aku pasti sudah memberitahunya.
Saat ku tanya, kau bilang, "Airmata itulah caranya menghapuskan sedih. Mungkin dimatamu dia keliatan konyol. Tapi itu wajar kali. Kita memang perlu jatuh dulu sebelum bisa jalan dengan bener, sebelum bisa lari. Ntar sekalipun kita udah jago, kita juga masih bisa jatuh. Ya tapi nggak sesering waktu belajar."
Mendengarmu bicara seperti itu, aku cuma bisa diem. Membuatku semakin senang berada disampingmu. Dari kamu, aku belajar melihat segala hal dari sisi positifnya, belajar memahami dan menikmati hidup.
Kamu juga yang mengingatkan aku kalau hidup itu nggak cuma tentang bahagia. Sedih dan gagal itu juga merupakan bagian dari hidup. Katamu, kalau aku bisa melewati dua hal itu, aku akan menjadi lebih kuat. Kadang terlintas rasa sesal melihat luka yang menggores wajahmu. Rasa ingin mengulang waktu dan menghapusnya. Tapi saat ku bilang begitu, kau malah tersinggung. Kau bilang, "Apa salahnya seperti ini? Luka-luka ini saksi atas cobaan yang Tuhan beri untukku. Aku takut dibilang nggak bersyukur."
Disaat aku sendiri, kau selalu ada untuk menemaniku. Aku benar-benar bersyukur memilikimu. Kau yang membentukku hingga seperti sekarang ini. Membentukku menjadi lebih tegar dan bijak. Karena itu melalui surat ini, aku ingin mengatakan, sekalipun aku ingin, aku nggak pernah dan nggak akan mungkin bisa meninggalkanmu. Karena kamu adalah bagian dari hidupku.
Terimakasih untuk semuanya ya. Sampai bertemu lagi dalam kesepianku, masa lalu.
p.s. gadis itu? ah itu aku beberapa waktu yang lalu
Oleh @nrsfrn
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com/2013/01/berteman-masa-lalu.html
Saat ku tanya, kau bilang, "Airmata itulah caranya menghapuskan sedih. Mungkin dimatamu dia keliatan konyol. Tapi itu wajar kali. Kita memang perlu jatuh dulu sebelum bisa jalan dengan bener, sebelum bisa lari. Ntar sekalipun kita udah jago, kita juga masih bisa jatuh. Ya tapi nggak sesering waktu belajar."
Mendengarmu bicara seperti itu, aku cuma bisa diem. Membuatku semakin senang berada disampingmu. Dari kamu, aku belajar melihat segala hal dari sisi positifnya, belajar memahami dan menikmati hidup.
Kamu juga yang mengingatkan aku kalau hidup itu nggak cuma tentang bahagia. Sedih dan gagal itu juga merupakan bagian dari hidup. Katamu, kalau aku bisa melewati dua hal itu, aku akan menjadi lebih kuat. Kadang terlintas rasa sesal melihat luka yang menggores wajahmu. Rasa ingin mengulang waktu dan menghapusnya. Tapi saat ku bilang begitu, kau malah tersinggung. Kau bilang, "Apa salahnya seperti ini? Luka-luka ini saksi atas cobaan yang Tuhan beri untukku. Aku takut dibilang nggak bersyukur."
Disaat aku sendiri, kau selalu ada untuk menemaniku. Aku benar-benar bersyukur memilikimu. Kau yang membentukku hingga seperti sekarang ini. Membentukku menjadi lebih tegar dan bijak. Karena itu melalui surat ini, aku ingin mengatakan, sekalipun aku ingin, aku nggak pernah dan nggak akan mungkin bisa meninggalkanmu. Karena kamu adalah bagian dari hidupku.
Terimakasih untuk semuanya ya. Sampai bertemu lagi dalam kesepianku, masa lalu.
p.s. gadis itu? ah itu aku beberapa waktu yang lalu
Oleh @nrsfrn
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com/2013/01/berteman-masa-lalu.html
Karena Hanya Semesta Yang Tahu
Apalah arti kata-kata indah jika mereka tidak bisa menghiburmu yang sedang gundah?
Rangkaian aksara hanyalah puisi tanpa makna jika masih ada air mata.
Aku, di sini, berusaha memeluk ragumu.
Jangan bicara jika engkau tak mau. Rasakan saja aku yang bersedih untukmu. Bahkan, kusediakan jutaan kecupan jika engkau mau.
Nah.
Sekarang, menangislah bersamaku. Pindahkan sebagian bebanmu padaku.
Dan biarkan Semesta menjalankan tugasnya, sebagai Sutradara drama dan dilema.
Karena hanya Ia yang tahu, kapan kegundahan ini harus diakhiri.
***
Kalabahi – Alor – NTT
December 2nd 2012
Oleh @noichil
Diambil dari http://noichil.wordpress.com/2012/12/02/karena-hanya-semesta-yang-tahu/
Rangkaian aksara hanyalah puisi tanpa makna jika masih ada air mata.
Aku, di sini, berusaha memeluk ragumu.
Jangan bicara jika engkau tak mau. Rasakan saja aku yang bersedih untukmu. Bahkan, kusediakan jutaan kecupan jika engkau mau.
Nah.
Sekarang, menangislah bersamaku. Pindahkan sebagian bebanmu padaku.
Dan biarkan Semesta menjalankan tugasnya, sebagai Sutradara drama dan dilema.
Karena hanya Ia yang tahu, kapan kegundahan ini harus diakhiri.
***
Kalabahi – Alor – NTT
December 2nd 2012
Oleh @noichil
Diambil dari http://noichil.wordpress.com/2012/12/02/karena-hanya-semesta-yang-tahu/
Kepada Surga
Dear Surga.
Bagaimana keadaan di sana? Aku harap baik-baik saja. Ada seorang laki-laki yang tinggal di sana, laki-lakiku. Aku tahu pasti, dia tinggal di sana, karena semasa hidupnya, ia menciptakan banyak sekali surga untukku.
Dia lelaki tua, berumur tujuh puluh dua saat dia berjalan ke sana. Rautnya sabar dan bersahaja. Penuh dengan kharisma dan wibawa.Saat pergi, dia mungkin dalam derita, tapi tak apa, ada kami yang mengelilinginya. Dia bahagia sepertinya.
Apakah ada bidadari untuknya? Apa ia cukup betah di sana? Bisakah kau katakan, bahwa anak perempuannya menanyakannya? Ingin bertemu dalam mimpi, dan ingin bicara? Semasa hidupnya, kami tak banyak bicara, tapi aku tahu ada banyak cinta.
Aku ingat kencan terakhir dengannya. Aku juga ingat senyumnya. Aku juga ingat rasa kopi buatannya. Tak pernah ada yang seenak itu, selalu manis, selalu habis sebelum dingin. Dia selalu hanya bisa minum seperempat gelas, karena kami menghabiskannya. Ia hanya bilang “kok udah abis lagi? Dasar tuyul!” Lalu ia membuat kopi lagi, dan kami habiskan lagi.
Surga, berapa harga yang harus aku bayar padamu, agar membuatnya tetap senang di sana? Aku tak punya banyak harta, bisakah aku tukar dengan jiwa atau senggama?
Oleh @ulansabit
diambil dari http://punyaulan.wordpress.com/
Labels:
Surat Cinta #11
Melupakan Tidak Selalu Baik
Ternyata melupakan tidak sebaik yang aku kira.
Saat itu, entah siapa yang menyetujui terlebih dahulu, kita mengakhiri predikat teman hidup yang sering dibangga-banggakan kepada orang lain. Setelah segala perselisihan kecil yang terselesaikan, membuat lebih erat. Ya, setelah semua itu. Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak menahu, mungkin lebih baik memang tidak tahu.
Kamu tahu rasanya tertolak itu? Sedih. Sedih. Sedih. Sedih. Sedih.
Sedih.
Iya, sedih yang sangat sedih.
Lalu kamu pergi, begitu saja, dan mendekati wanita yang senang memamerkan lekuk tubuh dan menggoda para pria. Sedangkan aku, menunggu dan meracuni diri bahwa kamu akan kembali, nanti.
Satu jam. Dua jam. Satu hari. Satu minggu. Satu tahun. Kamu tidak kunjung kembali juga. Tiada kabar.
Sedikit banyak aku berterimakasih kepada kesibukan yang membuatku terfokus pada hal lainnya. Ah ya, aku juga mencoba untuk melupakan, dan itu berhasil, rupanya.
Tetapi, melupakan bukanlah hal yang baik, kukira. Aku terlalu bersemangat melupakan, bahkan aku lupa rasanya mencintai, sedih, hingga cara untuk tersenyum tulus. Buruknya, aku melupakan perasaan, tapi tidak dengan kejadian.
Ah, untuk segala kicauan ini, mari kita masuk ke bagian akhir sekaligus inti.
Maukah kau menjawab hal ini: bagaimana aku bisa merindu dan tidak lupa denganmu, padahal sekalipun kita tidak pernah bersama di suatu tempat?
Oleh @ydkzk
diambil dari http://ydkzk.wordpress.com/
Labels:
Surat Cinta #11
Teruntuk Malaikat Penjagaku
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Sedang sibuk apa kalian berdua? Terima kasih ya sudah menemani aku, selalu.
Hari ini 12 Rabiul Awal. Hari lahir Sang Tauladan, yang kebaikan akhlaknya tanpa tandingan, yang telah dipilih menjadi utusan Alloh. Ya, ini hari lahir Nabi Muhammad SAW. Dimana memeperbanyak shalawat dan salam adalah suatu kewajiban.
Namun, apa kalian tahu, aku cemas. Aku belum bisa sepenuhnya mengikuti semua hal yang telah beliau ajarkan. Kalian pasti juga tahu tentang segala yang aku kerjakan. Bahkan, tak luput sedikit pun.
Kadang aku ingin selalu bisa berbicara banyak dengan kalian. Tentang apa-apa yang telah aku kerjakan, adakah kesalahan dan kekurangan yang masih bisa dijadikan lebih baik kemudian?
Aku menyadari bahwa aku bukanlah umat yang sempurna, yang bisa mengerjakan segalanya tanpa cela. Semua yang telah aku perbuat, kalian memiliki catatannya. Boleh aku tanya? Apakah timbangan perbuatanku masih berat sebelah? Lebih berat pada hal-hal yang salah?
Seandainya boleh, aku ingin bekerja sama dengan kalian. Mungkin, kalian bisa lebih sering mengingatkan, ketika aku menjauh dari kebaikan-kebaikan. Setidaknya ada yang siap memberikan jeweran ketika aku mulai payah dalam menuruti aturan.
Aku ingin menjadi insan yang bisa dengan baik mengikuti ajaran, yang benar, tak asal menakar, dan bisa istiqomah tentunya.
Lihat saja, berapa kali aku memperlakukan adzan sebagai panggilan makan? Berapa kali aku menunda sujud wajibku demi membelakan urusan pekerjaanku?
Cukup, baru dua hal saja aku sudah cukup tahu betapa rendah kadar imanku. Aku ingin lebih baik dari itu. Aku mungkin tak bisa melihat catatan yang kalian punya. Namun, dengan selalu menyadari ada kalian yang melekat dalam diriku, semoga mampu menjadikan aku insan yang lebih tahu diri. Tak semena-mena berbuat, apalagi mencelakai nurani.
Terima kasih ya sudah menjadi penjagaku. Di mana pun dan bagaimana pun aku. Semoga dengan berjalannya waktu, aku bisa memperbaiki timbanganku. Jikalau harus berat sebelah, bukan lagi tentang hal-hal yang salah. Sekali lagi, terima kasih Raqib dan Atid
Aku,
yang bahagia ditemani kalian
Oleh @wulanparker
diambil dari http://lunastory.wordpress.com/
Labels:
Surat Cinta #11
Salam Rindu Dariku, Ya Rasulullah
Ya nabi salam alayka
Ya rasol salam alayka
Ya habib salam alayka
Salawatullah alayka
Senin itu, dua belas rabi’ul awal, beratus tahun silam, telah lahir seorang manusia pilihan. Ayahnya Abdullah, dan ibunya bernama Aminah. Ia adalah sosok manusia teladan seluruh umat. Shubuh itu, ia menangis untuk yang pertama kalinya, dan seluruh semesta bersujud penuh syukur karenanya. Seseorang itu engkau, ya Rasulullah ….
Ini suratku yang pertama untukmu, Ya Rasulullah. Aku … aku begitu kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan engkau. Semua kata mendadak jadi kehilangan fungsi. Semua kata menjadi mati. Engkau lebih dari semua kata indah itu. Engkau sungguh lebih dari semua kata indah itu, Ya Muhammad…
Maafkan aku yang belum mengenalmu dengan baik. Maafkan aku yang baru mengenalmu sebatas cerita ibuku, guru-guru, dan sedikit buku. Maafkan aku yang kadang malah lupa dengan teladan yang telah engkau ajarkan lewat tutur lembut dan perilaku santunmu. Maafkan aku yang kadang masih bersikap seolah engkau tidak pernah mengajariku tentang semua hal. Maafkan aku ya Rasul. Sungguh maafkan aku.
Tapi, apa engkau tahu? setelah aku mendengar sedikit cerita tentangmu itu, aku langsung mencintai engkau, ya Muhammad. Aku terpesona oleh sifat-sifat lembutmu. Aku terdiam mendengar semua kearifan sikapmu. Kisah-kisahmu sungguh menemani masa-masa kecilku. Kisah-kisahmu membuatku semakin yakin bahwa memang engkaulah yang terpilih itu. Engkaulah kekasih Allah. Aku begitu mencintai engkau. Sosok yang selalu kurindukan. Aku merindukan engkau. Aku sungguh rindu kepada engkau. aneh bukan? Aku belum pernah melihatmu, tapi hatiku selalu penuh oleh buncah rindu. Kita belum pernah bertemu, tapi kerinduan ini selalu membuatku tergugu. Menangis p i l u.
Aku iri, ya Rasulullah. Bukan … aku bukan iri pada sahabat-sahabatmu, aku memang iri pada mereka yang Tuhan beri kesempatan untuk bertemu denganmu secara langsung. Tapi aku sungguh lebih iri pada mereka yang kauberi kesempatan untuk bertemu denganmu dalam mimpi mereka. Apa kata hadist? Bahkan setan pun tidak akan pernah bisa meniru engkau meski dalam mimpi sekali pun, bukan? Maka itu pertanda mereka amat beruntung bisa engkau temui dalam mimpi mereka. Kapan engkau bertamu ke mimpiku, ya Rasulullah? kapan? Aku menunggu. Sungguh aku menunggu hadirnya egkau dalam mimpiku. Mungkin hatiku tidak seputih itu untuk bisa bertemu denganmu. Tapi apa aku tidak punya kesempatan untuk bertemu sosok yang amat kucintai? Apa aku tidak pantas berharap? Bukankah aku ini umatmu juga, ya Rasulullah? Datanglah, ya Rasul. Datanglah kapanpun engkau mau. Aku akan selalu menunggu kesempatan terbaik itu datang. Datanglah, aku mohon… biarkan aku meretaskan semua kerinduan ini.
Ya Rasul, terima kasih untuk semua pelajaran yang engkau ajarkan melalui perilakumu. setiap mengingatnya, hatiku selalu basah, jiwaku selalu sejuk. Engkau, kekasih Allah. Seorang yang berhati lapang. Seorang yang tanpa dendam. Seorang yang mempunyai segala sifat baik. Semua perilakumu merupakan teladan. Semua tutur lembutmu merupakan panutan. Maka celakalah kami yang abai, ya Rasulullah… celakalah kami yang selalu lupa kepada engkau. Padahal …. Padahal engkau bahkan di detik terakhirmu masih mengingat kami. Engkau selalu mementingkan kami. Apa yang kausebut ketika itu? Apa yang kausebut ketika malaikat pencabut nyawa telah sampai di hadapan engkau? “umatku, umatku, umatku.”
Kaujuga bahkan meminta agar semua dosa umatmu ditimpakan kepada engkau saja. Begitu, bukan? celakalah kami yang melupakan engkau, ya Rasul… sungguh celakalah kami yang masih saja bebal. Celakalah kami yang masih saja abai. Sungguh celakalah kami…
Maafkan aku ya Rasul. Maafkan kami,
Dan berikanlah syafaatmu kepada kami….
Oleh @ulyauhirayra
diambil dari http://ulyauhirayra.tumblr.com/
Labels:
Surat Cinta #11
Pak Posnya Aku
Dear kak iko :))
Itu nama kakak sesungguhnya ? haha iya kali. Awalnya aku nggak tau kalo kakak itu selebtweet sampai akhirnya aku ikutan acara #30HariMenulisSuratCinta dan kakak jadi pak posnya aku :D ahhh aku merasa hina baru tau ada orang seperti kakak.
Oh iya aku ngerasa gimana gitu mention aku dibalas samak kakak :p Dapat salam dari almarhum kucingku sikasimiro, semalam dia datang kemimpiku trus dia titip salam sama kakak hahaha
Oh iya (lagi) gimana rasanya jadi selebtweet kak ? enak nggak ? kasiin aku aja sedikit followersnya kakak :p
Dari ulli yang baru tau kalo kakak itu SelebTweet.
Jambi,
24 Januari 2013
Oleh @ulliulli untuk @gembrit
diambil dari http://asiltawani.tumblr.com/
Labels:
Surat Cinta #11
Putusin Gw Dong...
Plis… putusin gw!!
Udah lama banget gw pengen bilang itu ke elu.
Gw ga sanggup terus-terusan mempertahankan senyum palsu ini lebih lama lagi! GW CAPEK!!
Gw masih bingung dengan cara lu bertahan hanya dengan bermodalkan kenangan?! Cih… kenangan ta*ik kucing bunga pasir!! kalo gw lagi kamar Nobita, gw bakalan buru-buru masuk kelaci meja belajarnya, kembali kemasa lima tahun lalu pake mesin waktu, gw bakal cegah sebisa mungkin untuk ketemu dengan makhluk kayak lu. Ckck, sayang itu Cuma harapan…
Tapi, ini hebat ya, lu bisa bertahan dengan cinta [terpaksa] ini selama beberapa tahun. Dan gw lebih dahsyat lagi bisa bertahan dengan semua sifat elu yang bikin gw muak!
Plis… tinggalin gw!
gw sangat sangat sangat yakin kalo kita memang ga jodoh. Gw gasuka dengan semua sifat lu! Gaya lu yang sotoy, sok jago, posesif, insecure, gw ga bebas bergaul dengan temen-temen gw, sikap lu yang kasar, apalagi kalo lu lagi ngerasa ga nyaman, semua kalimat bernada intimidasi keluar dari mulut lu. GW TERTEKAN!!!
Plis, nyampe kapan sih lu bertahan dengan rasa-rasa hambar itu? Ga ada harapan lagi dalam hubungan kita ini…
Gw bertahan bukan karna cinta, bukan karna sayang. Gw bertahan hanya karna gw males ribut! Simpel, tapi sakit disini (baca: hati).
gw cape, cape banget… gw trauma!! bukan cinta atau sayang lagi yang gw rasa disini, tapi takut. iya takut!! gw juga udah cape ngalah terus sama elu.
Gw ga sanggup lagi, hati gw udah bener-bener nolak lu…
jadi gw mohon… mohon dengan sangat putusin gw, kasih kesempatan gw buat hidup lebih baik. Plis…
Oleh: @wenramni
diambil dari: http://wenwenii.tumblr.com
Labels:
Surat Cinta #11
Burgerlijk Wetboek
Dear Burgerlijk Wetboek,
Dalam Staatsblad Tahun 1847 Nomor 23
Bagaimana keadaanmu setelah berlaku selama nyaris 166 tahun di Indonesia? Ah ya, aku tahu mereka telah mencabut sebagian ketentuan darimu. Mereka bilang, banyak dari dirimu yang sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, meskipun sebagian dari dirimu malah dipertahankan. Mereka kemudian mencabut beberapa ketentuan dalam dirimu dengan instrumen hukum yang—menurutku—tak tepat. Harusnya mereka melakukannya dengan undang-undang. Supaya konsisten dan tatanan hukum di negaraku, negara kita, tidak rusak.
Tidak semua orang mengetahui keberadaanmu. Seharusnya, mereka tahu siapa dirimu. Banyak dari mereka yang tak mau mengakui eksistensimu, meskipun mereka menundukkan diri diam-diam pada dirimu. Sebenarnya kau telah memberikan banyak makna dalam hukum Indonesia, terutama dalam makna hubungan pribadi antara orang yang satu dengan orang yang lain, walau perlu diakui, kau memiliki satu kekurangan, yaitu bahasamu sangat sulit untuk dimengerti.
Aku tahu tentangmu, meski tak banyak. Hampir lima tahun aku mengenalmu, namun aku tak pernah begitu mengenalmu dengan baik. Yang aku tahu kau terdiri dari empat buku. Buku I, perihal orang (van personen). Buku II, perihal benda (van zaken). Buku III, perihal perikatan (van verbintennissen). Buku IV, perihal pembuktian dan daluwarsa (van bewijs en verjaring). Akupun hanya mengingat beberapa pasal darimu. Standar saja, Pasal 1313, Pasal 1320, dan Pasal 1338. Belakangan aku mulai mengingat Pasal 1339 dan Pasal 1868 juga. Seharusnya aku mengenalmu lebih dari itu. Aku tahu itu.
Sekarang, aku akan berusaha mengenalmu lebih dekat lagi. Perlahan-lahan aku akan belajar mengerti tentang dirimu. Aku ingin dalam proses mengenal dan memahami dirimu ini menjadi sebuah kesenangan, bukan sebuah keterpaksaan. Aku akan berusaha. Ini janjiku padamu.
Untuk Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Dari seseorang yang berasal dari golongan Inlander (Bumi Putera).
Oleh @kriandianti
Diambil dari http://kriandianti.tumblr.com
Bukan Kode
Berbaik-baiklah disana, kemanapun kamu melangkah, dimanapun kamu berada.
Aku telah mengetahui semuanya, tentang kehidupanmu beberapa waktu ini.
Berubahlah,
Sungguh sikapmu begitu bodoh untuk tetap mempertahankan prinsipmu yang salah.
Berbaik-baiklah disana, meskipun lingkungan sekitarmu mengajarkanmu untuk berprilaku buruk.
Aku tak kan memohon kepadamu,
hanya saja berharap didalam hati mulai saat ini dengarlah nasehat yang pernah ku berikan untukmu,
untuk menjadi seseorang yang bisa dihargai oleh semua orang.
bukan untuk menyakiti dirimu sendiri.
Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu, percayalah
Oleh @inndaah_
Diambil dari http://coco-bii.blogspot.com
Aku Tunggu Kamu Pulang
Sayang, sudah malam, kenapa kamu belum pulang?
Ketuklah pintu rumah, aku menunggumu di dalam. Lampu masih kunyalakan, aku tak ingin ketiduran.
Sayang, pulanglah, kamu masih membawa kunci cadangan kan?
Sayang, ini sudah malam, pulanglah, roboh dalam pangkuanku, berpeluk dalam selimut hangat.
Sayang aku akan bukakan pintu, aku ingin menghambur dalam pelukmu.
Sayang, aku tak lagi marah…
Sayang, sudah larut, jangan menyetir dalam marah.
Sayang, sudah…jangan marah, aku tunggu kamu pulang.
Sayang, kabut turun perlahan, aku takut di rumah sendirian.
Jangan marah, aku tunggu kamu pulang, air hangat sudah ku siapkan, tungku perapian telah ku nyalakan, begitu juga kopi dan makanan kesukaanmu.
Sayang, jangan larut dalam amarah, aku tunggu kamu pulang…
Oleh @hauranazhifa
Diambil dari http://hauranazhifa.blogspot.com
Kepada, Lelakiku Dahulu
Kepadamu, lelakiku dahulu..
Kamu pernah menjadi pijakanku, duniaku berputar padamu dulu dan mungkin sampai saat ini. Aku lupa hari, tak ingin terbangun lalu mendapatimu ada di sisinya, perempuanmu.
Kepadamu, lelakiku dahulu ..
Sadarkan aku, menunggumu di ujung jalan itu hanya kisah tahunan lalu bukan untuk nanti.
Kepadamu, lelakiku dahulu …
bahagialah dengan cinta barumu, tanpa aku di sisimu
Salam
Yang masih mencintaimu
Oleh @hutamiayu
Diambil dari http://hutamiayu.tumblr.com
MR. (SOK) GANTENG
Halo, @shandyputraa
Salam kenal dari aku yang suka berisik di antara surat-suratmu. Aku tukang pos yang sering membuat keributan ya? Maaf, tapi aku memang sedang menyebar semangat menulis. Semoga kau sudah ketularan sedikit .
Selama ini aku melihat kau begitu rajin di antara teman yang lain. Belum pernah sekalipun kau kutemukan absen menulis, dan hebatnya lagi kau bahkan ikut projek yang lain dari poscinta, yakni #duahati. Semangatmu itu kau dapatkan dari mana? Aku salut.
Sebaiknya aku memanggilmu apa? Shandy atau Putra? Well ya, karena katamu kau ganteng, aku manut saja. Barangkali memang ganteng, nanti kau buktikan saja kalau kau bisa datang pada acara gathering poscinta, jangan lupa catat tanggalnya.
Surat ini surat untuk terima-kasihku pada semangat menulismu, yang bahkan aku sendiri – tak bisa melakukannya, banyak surat-suratku yang tak tertulis. Jadi selamat ya, telah melampaui banyak orang dalam hal menulis surat cinta. Tapi jangan lupa untuk terus belajar agar suratmu semakin bagus ya .
Sekian dulu dan selamat hari ini.
Salam perangko,
Ikavuje
Oleh @ikavuje kepada @shandyputraa
Diambil dari http://eqoxa.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)