Showing posts with label Surat Cinta #22. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta #22. Show all posts

05 February 2013

Tiga Tahun Telah Terlewati


Untukmu, Kekasihku,

Sedang apa kamu sekarang? Masih setia menemanikukah? Aku harap begitu, sebab apalah arti aku tanpamu. Tanpamu, bisa jadi aku ranting rapuh yang tak tahu ke mana hendak jatuh. Sebab tak ada tanah yang paling subur bagiku menanam rindu selain dirimu. Dan, aku tahu pasti kalau kamu tahu tentang itu.

Untukmu, Kekasihku,

Tiga tahun telah terlewati dalam suka dan duka. Selama itu pula aku memahami pahit getir kehidupan lewat kata-kata. Dan, kamu selalu setia menemaniku mengeja setiap aksara. Tanpa pernah mengeluh saat aku memelukmu terlalu erat, tidak pernah keberatan saat aku mengacuhkanmu dalam diam. Kamu paham tentang bagaimana aku. Pun, aku yang selalu memahamimu.

Untukmu, Kekasihku,

Tiga tahun berlalu, sejak kamu menjadi penyembuh luka saat aku ditinggal mantan terakhirku. Perlahan-lahan, aku bisa bangkit dan akhirnya memilihmu. Saat itu aku tahu, hidup adalah tentang perjalanan — menuju kebahagiaan. Aku tak lagi terpuruk setelah kehilangannya. Sebab kamu hadir mengganti luka hati. Kamu dengan sabar menemaniku merangkai kata. Kamu dengan segala keterbatasanmu mampu membuka dunia yang tak terbatas bagiku. Kamu tahu itu.

Untukmu, Kekasihku,

Tetaplah menjadi milikku. Jangan pernah pergi, bahkan saat paling bahagiaku sekalipun. Aku ingin kita selalu berbagi cerita. Tentang hujan sore hari yang menjadi saksi pertautan kedua jemari. Tentang senja yang perlahan pergi terperangkap dalam keindahan tatap wajahmu. Dan, tentang semua keindahan yang selalu kita nikmati bersama. Kamu tahu itu.

Untukmu, Kekasihku,

Maafkan aku karena mencintaimu dengan terlalu. Semoga takkan pernah terhapus waktu. Sebab aku mencintaimu, aku menerima kekuranganmu. Sebab aku mencintaimu, saat ini kuserahkan cintaku hanya padamu. Ini cintaku untuk kamu yang selalu mengerti kesedihanku. Ini kasihku untuk kamu yang selalu memahami luka tersebab rindu. Ini cintaku untuk kamu yang selalu menjadi teman kesendirianku, Blackberry-ku.

Aku, cintamu,

@momo_DM


Oleh @momo_DM
Diambil dari http://bianglalakata.wordpress.com/2013/02/04/30harimenulissuratcinta-22-tiga-tahun-telah-terlewati/

Kau dan Mimpiku


Selamat pagi tampan. Hari ini lagi-lagi aku terbangun karena senandung rinai semesta. Yang juga melukiskan noktah-noktah di kaca kamarku. Saat ku tatap mega, yang ku lihat hanya kelabu. Tampaknya mataharipun kesiangan hari ini.
Masih segar diingatanku tentang kau dan mimpiku. Saat akhirnya kau peduli dan memperhatikanku. Saat akhirnya kau bisa jadi milikku. Saat akhirnya kita mulai merajut cerita bersama. Saat itu pula aku sadar jika itu hanya sekedar mimpi.
Ya, mimpi. Bahkan alam bawah sadarku pun masih memikirkanmu. Entah seberapa banyak hatiku yang kau genggam. Walaupun ku tau kau melakukan itu tanpa sadar. Entahlah, bisa jadi memang hatiku yang tak mau melepasmu.
Andai kau tau betapa lama aku menantimu. Andai kau tau betapa besar rasaku untukmu. Andai kau tau semua ini. Apa pikiranmu akan berubah? Apa kau akan menyukaiku? Atau lagi-lagi kau memilih untuk diam? Memaksaku menyimpulkan jawabannya. Sendiri.
Ah, mengingat itu aku tak akan menanyaimu dua kali. Karena itu jangan lagi menatapku seperti itu. Jangan lagi memantraiku dengan senyumanmu. Jangan lagi meleburkan hatiku dengan sikapmu. Ku mohon, jangan lagi muncul di mimpiku.

-yang (masih) berusaha melupakanmu



Oleh @nrsfrn
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com/2013/02/kau-dan-mimpiku.html

Sudahkah Berbahagia?


Dear, team #BahagiaTanpaJeda,

Apa kabar kalian semua?
Sudahkah benar - benar berbahagia tanpa jeda?
Semoga ya! :)

Buatku, definisi berbahagia itu sederhana, sesederhana senyuman kita terhadap suatu hal kecil yang kita dapat, sesederhana rasa bangga kita terhadap suatu pencapaian yang kita raih,  dan sesederhana rasa syukur kita atas kehidupan yang telah diberikan olehNya.

'Bahagia' juga tercipta atas suatu hubungan satu sama lain yang saling menguatkan, saling membutuhkan, dan saling mengikat. Mempunyai teman, sahabat, saudara sebagai tempat berbagi segala macam hal juga merupakan sebuah kebahagiaan.

Begitupula dengan adanya kalian, mengenal kalian, berteman dengan kalian adalah kebahagian bagi aku. Terimakasih atas suatu momen bahagia yang pernah tercipta diantara kita. Terimakasih atas segala hal baru yang bisa aku pelajari dari kalian semua. Terimakasih telah menjadi teman yang baik, sahabat untuk berbagi dan saudara yang saling menyayangi. Itu semua merupakan suatu "Bahagia tanpa Jeda" buat aku. Kebahagiaan tanpa batas. :)



Karena bahagia itu kita yang cari kita yang kejar dan kita yang ciptakan sendiri, 
jadi, teruslah Berbahagia, Tanpa Jeda. :)


*teruntuk team #BahagiaTanpaJeda :
@agastiazirtaf @I_Am_Boa @JiaEffendie @mmychaan @KorekApiKayu @naminadini @omemdisini @oppsyshanty @SutradaraTop @tyazmaniandevil


p.s : jangan lupa ya, kita reuni bulan depan di #MaretKeDieng ;)

Love,
@lionychan


Oleh @lionychan
Diambil dari http://www.lionymayestica.com/2013/02/sudahkah-berbahagia.html

Sahabat Sedarah


Ehem... ehem...
Hello you there! Sorry for making you waiting this love letter. Hehehe...
It's my fault. You can blame on me, angry or scold. Anything you want. But... you suprise me and said, "Nggak apa-apa."
Ukhhh... What a kind sister. You look like an angel, eh?
Hahaha. Sudah ah mujinya. Nanti ada yang melayang, walaupun sebenarnya kamu tidak mungkin melayang atau terbang sih. Berat, kan soalnya? XD~

Apa kabarmu di sana, saudaraku? Baik, ya? Si kecil Kenzo bagaimana? Sudah bisa bicara? Bisnis suamimu makin maju juga ya pastinya?
Aku di sini tetap seperti dulu. Tidak ada yang berubah. yang berubah paling kulitku saja, semakin keriput dan rambut yang terus-terusan rontok. Pertanda apakah ini?
Hahaha. Mulai dimakan usia tampaknya. Ssst... rahasiakan umurku.

Dek, aku rindu kamu....
Kamu rindu juga kah padaku?
Jangan menggeleng, nanti aku sedih. Jangan mengangguk, nanti aku terharu.

Baiklah... untuk mengobati rasa rindu ini, bagaimana kalau kita mencoba mengingat kembali masa lalu kita? Menyelam ke dalam kenangan, lebih dalam lagi...
Coba aku ingat-ingat.
Huhmmm... Mari kita pergi tahun 1991.. ke 20 tahun lalu, di saat kamu masih tinggal ama Ama (nenek dalam bahasa tio ciu) di Gang Jiran?
Kamu dan aku yang masih berpotongan rambut pendek, senang berlari-lari di dalam gang, bermain masak-masakan, berendam di kali.
Ah, kali itu, yang di depan rumah Ama. Kita membuat heboh mamaku dan bang Ameng yang mengira kita tenggelam di kali, padahal kita cuma berendam saja. Tidak mungkin juga kita berani mencoba berenang, karena kita berdua kan penakut! Hahaha.
Seketika aku langsung tertawa kalau mengingat kejadian itu. Kita dulu lucu, ya?
Umur berapa sih kita waktu itu? 5 atau 6, ya?

Terus, aku pernah ingat, waktu itu aku sudah mendaftar untuk masuk SD, kamu juga merengek ingin mendaftar juga agar setingkat denganku, tapi ditolak karena umurmu masih belum cukup. Kepala sekolahnya jahat, perbedaan 5 bulan harusnya bukan suatu masalah, asalkan kamu bisa mengeja nama atau alphabet, toh?
Ya, tidak apa. Setidaknya, setiap minggu kita masih tetap bisa bermain bersama, saat istirahat di sekolah kita tetap bertemu. Walaupun setelah 5 tahun bersamamu di SD, kita akhirnya berpisah lagi waktu SMP karena nilaiku yang jelek dan tidak bisa mendaftar di SMP terkenal itu. Padahal kita sudah janji akan bersama terus. Maaf, ya... otakku memang pas-pasan. Kamu tahu itu.
Tapi Tuhan itu baik, Dia mempersatukan kita di SMA yang sama lagi.
Aku kakak kelas dan kau adik kelas. Tapi, aku tidak pernah memperlakukanmu seperti junior, kan? Aku bukan tipe senior yang galak, sok, atau bengis. Kamu tahulah, aku kan orangnya tidak tegaan dan baik hati. Hahaha.
Oke oke. Aku tahu kamu sekarang mendengus dan protes, "hah! mana mungkin, kamu kan seneng ngerjain orang!"

Cuma itu yang paling berbekas di ingatanku, tapi kalau mau dipaksakan, sebenarnya bakalan lebih banyak kenangan yang akan terkuak lagi.
Kita simpan di dalam hati saja, abadikan.
Aku tidak mau membuat orang-orang iri dengan hubungan kita yang erat. Bayangkan, kita ini sepupu tapi juga bersahabat. Jarang ada sepupu tapi bersahabat, apalagi sahabat tapi kayak saudara.

Sekarang, tetiba aku tersadar. Ternyata perbedaan kita itu banyak, lho.
Biar kusebutkan. Tapi kamu jangan tersinggung, cukup tersanjung saja.

Aku yang kurus, kamu yang montok.
Aku yang otaknya pas-pasan, kamu yang cerdas.
Aku pemberani, kamu yang penakut.
Aku yang lihai berbahasa inggris, kamu yang pintar berhitung.
Aku yang senang mengejek, kamu yang polos.
Aku yang nakal, kamu yang pendiam.

Perbedaan-perbedaan inilah yang membuat kita semakin kompak. Benar, kan? Kita saling melengkapi. Ketika aku kesusahan berhitung saat berbelanja, kau akan membantuku mengkalkulasikannya. Ketika kamu kesusahan menggunakan bahasa inggris saat kita liburan di Malaysia, kamu mengandalkanku. Dan yang paling lucu adalah, kau selalu disangka kakakku karena postur tubuhmu yang lebih besar. Maaf, itu bukan sepenuhnya kesalahanku, kan?
Namanya hidup, ya? Tidak berjalan di tempat, selalu berputar. Kita mulai jarang bertemu. Untunglah masih bisa berkomunikasi lewat BBM. Terima kasih deh buat penemu internet dan Blackberry. Hahaha.
Kita yang sudah beranjak dewasa, punya teman baru, pasangan, intinya punya kehidupan masing-masing.
Kamu pun menikah, meninggalkanku yang lajang ini. Tapi aku tidak sedih, justru sangat bahagia karena adik sepupuku sudah menemukan tulang rusuknya. Menempatkan diri sebagai seorang istri di umur yang masih muda, juga bukan hal yang gampang. Aku salut padamu.
Terus, kata orangtua zaman dahulu, "tidak baik dilangkahi adikmu nikah, nanti kamu susah dapat jodoh."
Halah. Aku tidak merasa dicurangi, mitos seperti itu tidak berlaku di kamusku.
"Setuju! Jodoh itu kan di tangan Tuhan," katamu menyemangatiku.

Bodoh, aku tidak pernah seputus asa itu soal menikah, adikku sayang. Kamu bisa lihat, aku masih terlena dengan kehidupan masa lajangku. Selama kita bahagia, jalani saja apa yang ada. Dan aku pun semakin bahagia dengan munculnya si jagoan 'Kenzou Ervinson Lo".
Kyaaaaaaaaa. Dia lucu sekali, sangat amat montok! Tapi ini juga kebahagiaan yang menyebalkan.
Tahu kenapa? Karena kamu sudah membagi rasa sayangmu untukku ke suami dan anak. Apa rasa sayangmu ke aku semakin berkurang? Kuharap tidak. Aku bisa pundung di bawah shower tujuh hari tujuh malam kalau begitu.

Ngomong-ngomong, bagaimana sih rasanya menjadi seorang ibu? Jangan tanya kenapa tiba-tiba aku melayangkan pertanyaan ini, cuma terlintas saja.
Katanya, demi seorang anak, seorang ibu rela melakukan apa saja demi membahagiakan dia, ya? Beneran apa saja? Terus, katanya, kalau menjadi seorang ibu, seluruh kasih sayangnya dikerahkan hanya untuk anaknya saja? Benar begitu?
Mungkin perasaan menjadi ibu, tidak bisa diujarkan dalam bentuk kata-kata apalagi kalimat ya?
Ya sudah kalau begitu. Tidak perlu dijelaskan, abaikan saja. Aku hanya penasaran.

Well, intinya, aku tidak tahu rasanya menjadi ibu seperti apa. Paling-paling, kamu akan menyuruhku "menikahlah, dan rasakan!" Ya... mungkin aku harus mempercepat targetku untuk menikah tahun ini lalu buru-buru punya anak untuk memuaskan rasa ingin tahuku. Bagaimana menurutmu? Apa kamu masih punya stok lelaki yang masih lajang yang sesuai dengan kriteriaku? Ah, kamu kan tahu segala hal tentangku, kan? Tidak ada yang tidak kamu ketahui tentangku. Makanya aku sangat menyayangimu, sangat, sangaaaaaaaaaat menyayangimu! Ciyus, ini bukan gombal.
Hahaha.

By the way, maaf ya sudah membuatmu menunggu surat ini, telat 24jam. Haha. Lagian, aneh juga, sudah sebesar ini kamu masih saja cemburu dengan Fanny karena dia menerima suratnya duluan. Benar-benar tidak berubah, kamu tetap Vina-ku yang dulu. Vina yang lucu, Vina yang selalu marah karena sering kukerjain, tapi karena rasa sayangmu yang besar, kamu selalu memaafkan kejahilanku. Terima kasih ya, Dek.
Terima kasih sudah mau menjadi saudaraku.
Terima kasih sudah mau menjadi sahabatku selama berpuluh-puluh tahun.
Terima kasih sudah mau menemaniku.
Terima kasih atas segalanya.
Tapi aku punya permintaan, tidak banyak, tidak sulit, kau tidak perlu mengerahkan tenaga untuk melakukannya, apalagi biaya.
Yang kuinginkan cuma satu...
Aku tidak mau kamu berubah, sedikitpun tidak mau. Kumohon... jangan pernah berubah. Tetaplah seperti ini ya, sahabat sedarahku...


With love,

Lia





Oleh  @lia_neyh untuk @vhina_chan
Diambil dari http://donasaku.blogspot.com/2013/02/sahabat-sedarah.html

Kamulah Alasannya


Selamat pagi, sayang..
Ada kupu-kupu terbang dalam perutku, dan ujung-ujung bibirku terus tertarik.
Ada perasaan yang singgah memenuhi hati yang kamu tinggal pergi sebentar.
Ada air mata bahagia yang tak sempat jatuh dari pelupuk mata coklatku.
Aku jatuh cinta seperti perempuan tanpa luka.
Kamulah alasannya. Pesan singkatmu yang berisi janjimu untuk pulang.
Meskipun entah kapan, hal itu sanggup membuat kesabaranku tidak terkikis hari ini.
Selamat malam, sayang..

Ps. Jika aku tidak disini untuk menunggumu, percayalah, berarti aku sedang dalam perjalanan untuk menjemputmu, membawa segenggam cinta yang sama seperti beberapa tahun yang lalu kamu berikan untukku.



Oleh @meyrzashrie
Diambil dari http://meyrzashrie.blogspot.com/2013/02/kamulah-alasannya.html

Satu Perjalanan Singkat


Satu perjalanan singkat
Untuk melepas penat
Menjumpa sahabat
Memadu peluk erat

Mengingat-ingat dulu saat masih kerap bergandeng tangan
Membagi kembali cerita-cerita yang sengaja disimpan
Mengait kembali harapan
Menimang-nimang impian masa depan

Aku harap aku tak semakin menyebalkan
Aku harap aku masih bisa menghadiahimu senyuman
Aku harap aku masih bisa memberimu perhatian
Aku harap kita masih bisa bergandeng tangan

Aku ingat, ini mimpimu waktu itu
Tempat yang kau pijak sekarang ialah tanah pengharapan
Sempurnakan cita dan cintamu
Aku peluk dengan doa dan senyuman

Untukmu
My lovely twin 


Oleh @wulanparker
Diambil dari http://lunastory.wordpress.com

Kamu


Dear Kamu.

Kau seperti hyena, binatang paling oportunis.
Kamu menikmati cintaku, menggunakan tubuhku, menyakiti hatiku, lalu kembali mengambil bunga cintamu.

Kau seperti hyena yang berkubang dengan muntahan kata katamu sediri. Kau muak memegang janji, yang tak akan kau tepati, lalu kau enyahkan begitu saja. Begitupun, kau masih mengambil keuntungan dari kehangatan sisa muntahanmu.

Kau seperti hyena yang memakan kotoran hewan lain. Apa yang tak kau makan, segala yang bisa kau kunyah, tak akan kau kewatkan. Begitupun temanmu sesama hyena, kalian bahkan saling memakan.

Kau seperti hyena, dan aku belum lagi membusuk.


Oleh @ulansabit
Diambil dari http://punyaulan.wordpress.com

Nobita dan Aku


Hey kamu si lelaki berkacamata!
Dari dulu aku suka sama kamu, nobi nobita. 
Aku suka sama kamu karena kita punya banyak persamaan.
Aku dan kamu sama-sama pakai kacamata, sama-sama suka komik, suka tidur, suka telat kesekolah, suka malas, suka berantakin kamar, suka lupa mengerjakan tugas sekolah, suka kesal kalau disuruh belanja ke pasar, suka dihukum di luar kelas, suka berpetualang, sayang pada binatang, solid pada teman-teman, suka berharap tapi tidak ada usaha. 
Banyak kan kemiripan kita, dan itu nyata. 
Makannya aku suka sama kamu. 
Tapi kita juga punya sedikit perbedaan, 
Kamu nggak pernah ganti baju, kalau aku anaknya modis. Kamu mudah menyerah, kalau aku pantang menyerah, satu lagi... Kamu selalu minta bantuan doraemon buat menyelesaikan urusanmu, dan aku tidak. Aku hidup di dunia nyata dan aku berusaha sendirian tanpa bantuan robot kucing. Itu yang buat aku sadar, kalau aku harus lebih banyak berusaha meraih apa yang aku inginkan, karena di dunia nyata ini semua serba individu, dan aku akan terus berusaha meraih impianku, meraih apa yang aku mau, tanpa meminta bantuan pada robot, karena di duniaku memang tidak ada.
Aku, si gadis berkacamata.


Oleh @unidzalika
Diambil dari http://chairanidzalika.blogspot.com

7th February, I'm Ready!


Bandung, 4 februari.
di depan power-point dan segala persiapan sidang :’)
Selamat siang para calon-calon baker dan patisier handal yang mungkin sedang bersama pembimbing untuk latihan sidang di esok hari, Selamat siang para calon-calon pejuang kebahagiaan orangtua dan masa depan, Selamat siang para sahabat para pembuat makanan terlezat yang sedang sibuk menghafal dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk esok.
5 Februari mungkin hari yang selama 3,5 tahun ini saya dan teman-teman tunggu. Segala kerja keras, airmata, usaha dan do’a sudah mencapai puncak akhir untuk menuntaskan 1 kewajiban ; Tugas Akhir. Esok adalah gerbang menuju gerbang yang sebenarnya, bekerja in a real industry. 1 langkah lagi Tuhan, mudahkanlah..
Entah apa yang akan terjadi di ruang 4 nanti, insyallah akan saya tuntaskan semuanya dengan baik dan maksimal. Saya takut, dan itu jelas manusiawi. Satu fase yang belum pernah saya alami seumur hidup saya, dan saya hanya berharap semoga semuanya lancar.. amin.
Teruntuk Bapak/Ibu Calon Penguji saya dan teman-teman saya yang terhormat, 
Esok kita akan berhadapan dan beratatap muka, Kalian orang-orang pilihan yang tentunya sangat berkualitas. Apapun pertanyaan yang kalian lontarkan semoga jawaban kami nantinya mengena di hati kalian sehingga kalian sudi memberi nilai yang maksimal pada kami. Semoga apa yang telah kami kerjakan dan perjuangkan selama 3,5 tahun ini bisa kalian apresiasi nantinya di ruang sidang. Anggaplah kami ini anak-anak kandung kalian sehingga suasana di ruang sidang seperti bertemu Ayah/Ibu kami yang sedang mengobrol santai di sore hari. Anggaplah kami ini anak-anak kandung kalian sehingga kalian dapat memberi saran dan petuah-petuah yang baik untuk kami bawa ke masa yang akan datang nanti.
whatever will be, will be.
7th Februari 2013. Ruang Sidang 4.
Bismillahirahmanirrahim, Ya Allah lancarkanlah langkah hambamu yang tinggal selangkah lagi menuju masa selanjutnya, langkah untuk masa depan, langkah untuk membahagiakan kedua orangtua dan keluarga. Bismillah, Bismillah, Bismillah.

Yang akan segera menerima gelar Amd,Par,
Wenny.


Oleh @wennyshafira
Diambil dari http://sapiiiw.tumblr.com/

Best Cheerleaders Ever


Ketika memutuskan untuk ikut proyek #30HariMenulisSuratCinta daftar orang-orang yang saya ingin kirimkan surat langsung terbuat. Dan tentu saja tidak mungkin bagi saya untuk mengesampingkan para pemandu sorak setia yang ada dalam hidup saya :)

Kepada yang terkasih,
Para Pemandu Sorak
di tempat masing-masing


@pipilola
Pertama kali kenal di SMPN 1 Banjarbaru. Cewek china dengan gaya super tomboy rambut jigrak, sungguh menarik perhatian :p. Musti ece-ecean ya kalo inget pertama kali kita kenalan. Dengan gaya super centil "hai, aku Lusia"..ahahaha..dan trade mark ku dari dulu "uci centil"..mihihihi

Inget gak vi, jaman kelas 1 SMP pertama kalinya ngerayain Valentine di rumahnya Selpi dan alm Ibunya Selpi bikinin kita tart bentuk lope-lope gitu, tukeran kado dan kemudian nonton cd konsernya Westlife..nyahahha

Kelas 2 SMP ngerayain Valentine kedua kalinya dan terakhir kalinya di rumahmuuuuuu, tukeran kado, dimasakin kepiting sama mamahmu. *yampuuuun apa kabar si tante?* kemudian jalan-jalan muter murjani... Bonceng 3...hahhaha

Do you realize vi? We have, what I call, on-off relationship. Sometimes we're so close, sometimes we have distance, but somehow we still have each other *maaak ini kayak nulis surat ke cowok nah..nyahaha. You'll be there whenever I need you, di tengah ritme kerjamu yang gila itu. And i hope i do the same way to you.

You are the most cheerful girl I've ever met. You're very easy to mingle and with those giggles, you can break the tangle.
Vivio i miss you T_T. Udah pernah bilang kan, if I were a boy or if I were lesbian, I would date you. Aaaah i miss you mucho-mucho. And I thank you for always supporting me, being the cheerleader in my life :')

@Lorahaqqi
Ini jeung jeung satu ini dependable banget. Dapat diandalkan. Apa-apa sama dia bereeees. Sayangnya satu saking baik dan perhatiannya, banyak cowok-cowok yang salah kaprah..nyahahha..suka gemes sendiri....mihihi
Pertama ketemu di kampus tercinta dan tidak tau bagaimana langsung klik. Sampe orang-orang nyangka udah sahabatan dari SMA padahal baru kenal juga..nyahahha

Salah satu mimpinya adalah mendirikan RSJ buat menampung orgil-orgil yang terlantar di luar sana. Motivasinya sih karena dia takut sama orgil. Tapi beneran sungguh mulia.
Sungguh, sungguh rindu ngobrol goler-goler di kasurmu. Inget waktu saling curhat di telpon sampe tangis-tangisan berdua *peluk kenceng*

Untuk persahabatan kita yang hampir 7 tahun ini. I thank you and I apologize if there are so many things that hurt you. When I annoyed you..heee. Sadar kok kalo aku annyoing *kedip-kedip* Once again thank you for being the cheerleader of my life.

@Indri_Azari
This girl sukanya menebar jaring dimana-mana tapi tak ada yang ditangkap -_-"
Mulai deket sama gadis bali-solo ini waktu ngurus perpus keliling di bantul. Sama-sama suka baca, peduli sama pendidikan. Dibalik kecuekannya sesungguhnya ahjumma indri ini sungguh sensitif *puk-puk

Darl, I know you are now facing tough time. But remember, you always have the One you can embrace. Who always listens to you and gives you solution. Best solution ever. But you have to come closer to Him. and you have us, the cheerleaders of your life. Be strong and stand still. *peluk kenceng*
I thank you for always being there for me. Listening to my stories everytime I talk to you. Dont hesitate to come to me, yes? I love you *peluk kenceng* 

@moya_hamsyong
 Si ceria, gokil, gilak, mesum. Pertama kali ketemu di kampus terpadu. Satu unit waktu KKN. Hidup bersama selama 1 bulan. Awalnya ngira anaknya kalem banget, ngomongnya lemah lembut. TER.NYA.TA...nama lainnya adalah moyabi. SU.KA.NYA sama BoA..freak lah pokoknyah.

Tapi ya, dibalik kecengengesannya, dia adalah salah satu orang yang aku cari ketika membutuhkan nasihat. Entah kerasukan arwah siapa tapi di saat tertentu sukanya bijak gitu sampe bengong saya. Entah karena sesama gemini atau gimana tapi berasa klop aja sama ini ahjumma. Kayak dumb and dumber. Aku dumb, dia dumber tentunya :p

Banyak banget ya ahjumma kebodohan yang sudah kita lakukan, aku bangga alih-alih malu..hahaha. Seperti yang aku pernah bilang. If i were a boy or lesbian. I would date 2 girls: vivio and or moya
Ahjumma thank you for always being there for me whenever i need you, di tengah kesibukanmu sebagai dokter, masih menyempatkan waktu untukku :') aaaaak kangen cuuuuuuuuuuun

@mohmd_ichsan
Ini ahjussi gak ngerti juga kenapa sendirian cowok nyempil di sini -_-". Pertama ketemu di lembaga indonesia prancis, temen sekelas dari elementaire sampe...sampe mana ya..hahahha..lupaaak

Ini ahjussi kadang ngilang kadang susah dihubungi kadang ada dimana-mana -_-". Saya dan moya percaya bahwa kegilaan kami pada para pria imajiner kami merupakan buah karma dari ngece-ngece ihsan yang bilang punya pacar tapi gak mau ngenalin ke kita-kita sehingga kita berkata "selama gak dikenalin ke kita maka itu semua hanya sebatas imajinasi ihsan belaka...hahaha".
Salah satu orang yang masuk ke dalam daftar "orang-orang yang kudu ditemui kalau pulang kampung"
someone that i will run to when i have galauness. Tapi akhir-akhir ini sungguh sibuk sekalih T_T
Ahjussi merci beaucoup ya, c'est tres gentil a toi. For being there listens to my story. I thank you.

....
Dan meskipun sudah bersama dengan para pemandu sorak dalam hidup saya ini sekian lama, ada saja hal-hal kecil, kebiasaan mereka yang menyebalkan, kayak di "How I Met Your Mother" mari disimak apa sajakah itu:
@pipilola: kalo udah sebel sama orang atau sama situasi...merepeeeeet aja kerjaannya :p
@Lorahaqqi: kalo dandan lama banget disambi ngobrol lagi...maaaaak gemes maaaak. Pengen tak bebet-bebet itu kerudungnya >.<
@Indri_Azari: kalo lagi monk kayak jihyo..monk nya doang lho ya kayak jihyo *catet* bikin frustrasi
@moya_hamsyong: kalo udah pengen sesuatu kudu pokoknya kudu, macam toddler lagi tantrum
@mohmd_ichsan: ngambekan...maaak...kalo udah gini dicari-cari mulu sih biar gak ngambek, tetep ngambek yaudah didiemin sampe balik sendiri...ahahahha

kalo aku gimana ya guys? *kedip-kedip

akhir kata,
Terima kasih untuk selalu ada terutama di saat terburuk saya :')
Terima kasih untuk selalu menyemangati saya.
Terima kasih sudah mewarnai hari-hari saya.
Terima kasih atas canda tawa tangis airmata.
Saya cinta kalian semua *peluk cium satu-satu*

Pemandu sorak kalian juga,
@uciuciuc


Oleh @uciuciuc
Diambil dari http://uciuciuc.blogspot.com/

Buat Kamu, Ndut!

Dear my only one little brother..

Hah? Little? Kamu masih bisa disebut little nggak ya? Masalahnya sekarang badanku sama badanmu lebih gede badanmu! Ah gila ya! Padahal sekarang kamu baru SMP ya, besok kalo udah SMA kayaknya aku keliatan tambah-makin-kecil lagi.

Hmm, jadi inget waktu kamu kecil dulu, waktu itu aku masih umur berapa ya? Ah aku lupa, aku masih SD sih itu. Kamu kecil banget tuh, tapi tetep aja badan kamu gendut-gendut gimanaaa gitu, trus pipimu tembem banget, pokoknya waktu kecil dulu kamu lucu banget, bikin gemes! Sekarang? Lucu dari mana?  Kamu nakal sih, suka bilang kalo aku cerewet. Aku cerewet kan gara-gara kamu, ngingetin kamu buat sholat, ngingetin kamu buat makan, ngingetin kamu buat mandi, itu semua demi kebaikan kamu kan?

Ya maaf, kalo emang aku ngingetinnya terlalu berlebihan, dan yaaa, membuat kepala kamu jadi puyeng, karena suaraku yang cempreng ini, hehehe. Makanya, lain kali kalo udah sekali disuruh sholat atau mandi atau makan, ya langsung dilakuin dong, jangan ditunda-tunda. Kalo langsung dilakuin kan aku nggak bakalan cerewet gini.

Hmm.. sebenernya aku nggak pengen punya adek cowok. Waktu pertama kali tau kalo ibu mengandung, aku tuh seneeeeng bangeeettt. Eh pas diperiksa ternyata bayinya cowok. Waktu itu aku agak kecewa juga, aku pengennya adek cewek sih. Aku juga nggak tau kenapa aku lebih pengen adek cewek ketimbang adek cowok.

Tapi lama-lama aku mulai nerima kenyataan ini. Dan aku mulai kegirangan waktu kamu lahir dari rahim ibu. Waktu kamu masih di ruang bayi, aku seriiiing banget ngeliatin kamu. Waktu itu aku bingung banget, bayi-bayi yang lain pada nangis, nah kamu diem aja. Aneh banget kan? Dan waktu itu aku kepikiran, apa musti aku cubit dulu ya biar adeknya nangis? Hihihi, untung ruang bayinya tertutup, kalo nggak pasti kamu udah aku cubit beneran.

Nggak kerasa, sekarang kita udah sama-sama gede ya? udah jarang berantem juga. Nggak kayak dulu, kita hampir setiap waktu berantem, sampe ibu stress ngadepin kita, hehehe. Sekarang sih masih berantemnya, tapi nggak sesering yang dulu. Jujur nih ya, waktu aku jauh dari kamu, rasanya aku kangen banget, pengen ketemu. Tapi pas ketemu, pengennya berantem terus.

Terakhir nih, aku cuma mau ngucapin terimakasih karena kamu udah mau jadi adekku. Yah, udah takdir sih ya. Mau gimana lagi? Hahaha :D Oh iya, aku juga mau minta maaf, karena selama ini aku belum bisa jadi kakak yang baik, masih banyak kurangnya. Bahkan mungkin belum bisa disebut kakak, karena aku yang kadang-kadang masih terlalu childish. Maaf ya..


Salam sayang,
Kakakmu satu-satunya.

oleh @sintrooong
diambil dari http://agustinasss.blogspot.com

Untuk Para Wanita Hebat

Untuk kalian yang mencintai pacarku



Halo semuanya. Maaf ya, aku tidak bisa menulis secara spesifik untuk siapa, karena sejujurnya aku sendiri pun tidak tahu ada berapa kalian semua. Aku hanya bisa menebak bahwa kalian ada lebih dari satu. Namun aku tahu salah satu di antara kalian, karena ia sudah terang-terangan menunjukkan diri. Untuknya, kuberi salamku yang paling hangat; halo mbak Mawar :D Ah, kamu tidak suka ya, kuberi nama alias Mawar? Namun nama Mawar tentu akan menyamarkan identitas mu dengan baik, mbak.

Kalian mungkin menganggap surat ini sebagai lelucon atau ejekan. Sama sekali tidak! Sebelum kalian berprasangka lebih jauh, aku hanya ingin bilang, ini bukan surat permusuhan atau semacamnya. Ayolah, jangan bersikap defensif begitu. Memangnya kalau kalian mencintai pacarku lalu aku harus membenci kalian? Ketahuilah, kalian mungkin tidak (belum) memiliki kesempatan untuk mengenalku dengan baik. Namun kalian harus tahu, bahwa aku tidak seperti mereka yang cemburu membabi buta bila pacarnya dicintai orang lain. Ya, aku tahu. Bukan berarti aku tidak punya perasaan. Membiarkan pacarku dicintai bukan berarti aku ingin ia pergi. Aku hanya tidak ingin bersikap “sulit”.

Kalian tahu, aku tidak akan pernah mencaci maki kalian atau melakukan hal-hal bersifat permusuhan seperti itu. Ini karena aku adalah salah satu dari mereka yang berpendapat bahwa mencintai adalah hak setiap orang. Aku tidak bisa membelenggu perasaan cinta di hati orang lain. Aku tahu sekali bahwa cinta adalah sesuatu yang aneh dan tak terjabarkan. Ia akan muncul sesuka hati, tak peduli apakah yang dicintai sudah memiliki pasangan atau belum. Tidak ada yang salah di sini. Kalian mungkin menganggapku klise. Namun senyatanya memang seperti itu, kan? Aku tidak menyalahkan kalian. Memang kalau perasaan sudah berbicara, kita bisa apa? Selain itu, aku juga tahu sekali rasanya mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan. Bahkan bisa dibilang aku ahli dalam sakit itu. Bukan hanya pernah, dulu aku sering sekali jatuh cinta pada seseorang yang sudah berdua. Aku tahu bagaimana cemburunya melihat dia yang kucinta bermesraan dengan kekasihnya. Aku tahu bagaimana rasanya rela melakukan apa saja untuk bisa bertukar posisi dengan kekasihnya. Aku tahu bagaimana rasanya perasaan bersalah karena berharap orang yang kucintai putus dengan pacarnya. Aku tahu itu semua.

Dan sekarang, setelah tahu kalian mencintai pacarku, apakah lalu aku akan dengan tega mengatai-ngatai kalian dengan sebutan-sebutan kasar dan berpikir bahwa itu akan menghentikan cinta kalian pada pacarku? Tidak. Karena aku tahu, sudah cukup terluka untuk tahu dia yang kita cintai ternyata memilih orang lain, dan (parahnya) tidak pernah mengganggap kita ada selama ini, tanpa harus ditambah segala caci dari pacarnya.



Untuk mbak Mawar, mbak, aku minta maaf karena ini sudah di luar kuasaku. Aku paham sekali mengapa mbak mendekatiku, mengajakku berkenalan, dan berusaha untuk menceritakan keadaan mbak padaku agar aku melepaskan pacarku. Mbak, aku tahu mbak sudah mencintai pacarku dari sejak kuliah S1 semester 4. Wah, itu berarti sudah berapa tahun, ya? Aku tahu mbak menunggu bertahun-tahun untuknya. Aku paham sekali mengapa mbak datang dan menangis padaku menceritakan itu semua. Namun mbak, meskipun cinta adalah hak setiap orang, manusia juga tidak bisa memaksakan cinta. Atas nama pacarku, aku mohon maaf karena perasaan cinta yang mbak harapkan itu tidak ada untuk membalas apa yang sudah mbak rasakan. Percayalah mbak, mbak mungkin berpikir mencintai dia yang sudah berdua itu sakit. Namun lebih sakit lagi saat mengetahui bila cinta itu bertepuk sebelah tangan. Maafkan aku berbicara begini, mbak. Karena aku hanya berusaha membuatmu mengerti, bahwa bila aku meninggalkan pacarku seperti keinginanmu, tidak berarti dia akan membalas cintamu. Percayalah, aku balas marah pada pacarku saat dia marah mengetahui mbak sudah mendekatiku dan memohon padaku untuk meninggalkannya. Ia marah padamu, mbak. Namun dalam marahku padanya, aku berhasil memberinya penjelasan bahwa cinta, apapun bentuknya, tidak pantas ditolak dan dihina sedemikian rupa. Sekarang ia mulai bisa mengerti untuk menghargai banyak cinta yang ditujukan padanya, mbak. Meski caranya untuk menghargai tidak dengan cara dibalas seperti yang mbak harapkan.

Untuk seseorang yang suka menerorku dengan mengirimkan pesan-pesan menghina, hey, ayo kenalan :D Daripada mengirim pesan-pesan tak bernama, akan lebih asyik bila kita mengobrol secara tatap muka. Tidak, aku tidak akan marah padamu. Seperti yang tadi kubilang, aku kenyang merasakan apa yang kau rasa. Dengan mengobrol santai berdua, mungkin aku bisa mengajarimu bagaimana berhasil bertahan dari sakit cinta tak berbalas. Oh..satu lagi. Aku tidak bilang pada pacarku tentang pesan-pesan yang kau kirimkan nyaris setiap saat. Nanti akan jadi prasangka dan fitnah bila akhirnya ia menebak-nebak siapa pelakunya.

Untuk kamu yang bilang aku tidak pantas untuk pacarku, wah..kamu benar sekali. Aku memang tidak pantas untuk dia. Apalah aku. Aku tidak pintar seperti kamu (aku tau kamu pintar karena pacarku selalu dikelilingi orang-orang pintar yang sering saling tukar pikiran. Pasti kamu ada di salah satunya). Aku juga pasti tidak secantik kamu. Benar-benar tidak  pantas. Aku saja bertanya-tanya kenapa pacarku memilihku :D


Kalian semua, siapapun kalian, apapun yang kalian lakukan, aku tidak membenci kalian. Tidak bisa. Setiap kali teman-temanku berusaha membuatku membenci kalian, aku teringat bayangan diriku dulu yang memelas mengharap sedikit cinta dari dia yang bahkan tidak memperhatikanku. Membenci kalian akan seperti membenci diriku sendiri dulu. Tidak bisa.

Satu yang pasti, aku doakan agar kalian segera mendapat cinta yang sebenar-benarnya. Bila tidak bersama pacarku, semoga kalian mendapat penggantinya yang mirip dengan pacarku. Aku tau bagaimana kesalnya ketika mereka bilang, “semoga kamu dapat yang lebih baik.” Kalian pasti tidak mau yang lebih baik, kan? Maunya pacarku? Iya. Aku juga dulu berpikir begitu. Maka aku mendoakan semoga kalian mendapat replikanya. Yang bisa membuat kalian jatuh cinta seperti kalian mencintai pacarku. Yang membuat kalian bersyukur bahwa setelah bertemu dengannya, kalian terselamatkan dari perasaan jijik pada diri sendiri dan kejaran rasa bersalah serta karma yang buruk karena telah merebut kekasih orang :)

Kebahagiaan selalu untukmu, untukku, dan untuk kita semua.



Salam

Aku yang tidak pantas kalian cemburui




oleh @sneaking_jeans
diambil dari http://menyingsingfajar.wordpress.com

Gadis Dengan Kanker

Bagaimana keadaanmu Kell? Ini sudah dua tahun kita sudah tidak berkomunikasi lagi. Aku ingat saat kita saling memberikan kabar di twitter. Walau hanya sekedar menanyakan kabar untuk saling mengetahui keadaan masing-masing, itu sudah membuatku sangat senang. Apalagi saat kamu menyapaku, aku tidak pernah bosan membalasnya. Apa kamu sudah mendengarkan album dari idolamu, Justin Bieber? Belive Acoustic? Aku yakin kamu belum mendengarnya, benar begitu bukan Kell? Kamu harus mendengarnya jika kamu mempunyai waktu, itu adalah salah satu album terbaik miliknya. Dan kamu juga salah satu idola terbaiknya yang pernah aku kenal. Jujur Kell, aku tidak bohong.
Aku ingat saat pertama kali bertemu denganmu, dan aku tidak sadar kalau aku sudah memfollow Twitter-mu, lalu kamu memberikanku sebuah pesan sederhana:
“Bagaimana jika Justin Bieber adalah sahabat dekatmu?” tulismu.
Aku tertawa membacanya, menurutku itu pertanyaan konyol yang pernah aku baca. Lalu aku membalasnya singkat. Dan saat itu kita mulai berteman. Kita memulai dengan hal-hal kecil terlebih dahulu seperti menanyakan nama, membicarakan seputar tempat tinggal masing-masing. Kamu di Inggris, dan aku di Indonesia. Aneh memang rasanya, tapi tidak ada yang lebih menarik dari pertemanan ini walau hanya sebatas pesan singkat.
Tahun 2010, Itulah awal kita berkenalan.

Kell.. ingatkah kamu saat dulu aku pernah meminta fotomu? Karena aku ingin sekali melihat wajahmu, menurutku kamu sangat cantik. Tapi kamu tidak memberikannya, dan itu tidak masalah menurutku jika kamu memang tidak bisa memberikan fotomu kepadaku, tapi yang jadi masalahnya adalah apa aku harus terus-terusan menatap foto idolamu itu yang kamu jadikan foto profil di twitter? Huh Kell, seolah-olah aku sedang berkomunikasi dengannya.
Saat itu aku pernah kehilanganmu, aku tidak bisa menemukan akun twittermu. Aku mencari-cari twittermu tapi tidak ketemu. Aku sedih, aku kehilanganmu. Aku tidak mengerti kenapa aku tidak bisa menemukan akunmu. Aku merindukanmu, aku sangat ingin sekali berkomunikasi denganmu, banyak hal yang aku ingin ceritakan, banyak yang ingin aku katakan. Tapi kamu tidak ada.
Aku ingat saat itu tanggal 31 Desember 2010, aku sedang berdiam di rumah untuk menunggu pergantian tahun baru lewat begitu saja, karena aku sangat tidak antusias merayakan tahun baru dengan siapapun. Itu yang aku tahu. Lalu aku melihat ada satu mention di twitterku, aku membacanya,

“Hey @skandarwhe :) I was @bieberspaghetty :)”

Sebuah senyuman lebar terbentuk begitu saja, seolah-olah aku sedang mendapatkan hadiah di malam tahun baru! Kamu kembali Kell! Kamu memberiku kabar pada saat pergantian tahun baru itu. Kamu menyapaku. Aku sungguh sangat merindukanmu. Akhirnya kamu kembali!
Kamu menjelaskan kepadaku bahwa akun twittermu yang dulu terkena hack. Lalu kamu langsung menanyakan kabarku, dan kamu bilang bahwa kamu juga merindukanku. Aku senang, dan akhirnya malam tahun baru itu mempunyai kesan tersendiri untukku. Dan aku bilang kepadamu, jangan ganti nama twittermu lagi, karena kamu selalu mengganti sudah hampir tiga kali tanpa aku mengetahuinya.
Itu adalah saat dimana sedang ramai-ramainya tentang pertandingan piala AFF Indonesia vs Malingsia. Akupun membicarakannya kepadamu, dan kamu tidak mengerti kata yang aku sebut lalu aku memperbenarkannya, ‘Malaysia’ tulisku. Lalu kita menutup perbincangan singkat kita malam itu dengan saling memberikan ucapan selamat tahun baru.
Akhirnya kita mulai berkomunikasi lagi seperti dulu.
Pada tanggal 3 Januari 2011 kamu memberikan sebuah link kepadaku. Aku membacanya, entah aku sama sekali tidak menyadari air mata keluar begitu saja dari mataku. Tanganku gemetar memegang ponsel pada saat membaca tulisanmu Kell..

“My name is Kelly, lives in England with my mim and brother. He's 19 now. and i'am 15 years, 4 months now. 8 years ago, I was diagnosed with leukemia. I was familiar with medicine and medical equipment. Doctors said ppl who experienced disease leukamia can survive long enough, but it still scares me. I just want a normal life..
My mum? she stressed. I want to make her happy. please heal me god.
My mum always said “Kelly, you have to heal, you're a strong girl, i know that”
You know? god is good :) 5 years I was exposed to this disease and get well :) My hair had grown thick, and i'm fat now :D i love it!, my face was'nt pale anymore and I can sleep well at home rather than in hospital :/
Thanks God, thanks mum, thanks bro, thank you my friends, and mhmm Justin Bieber's right, never say never, never give up. and once again God is good
#BITECANCER.”


Aku mengusap airmataku yang tidak berhenti mengalir. Aku sangat terharu membaca tulisanmu, kamu wanita yang sangat kuat. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika penyakit itu berada ditubuku, apakah aku akan sekuat dirimu? Aku tidak bisa membayangkannya. Dan aku bersyukur bahwa kamu sudah kembali pulih saat itu, seperti yang kamu tulis.
Tidak lama setelah itu, aku juga menceritakan sedikit kisah hidupku kepadamu. Dan kamu membagikan link cerita hidupmu, dan cerita hidupku secara bersamaan di satu bagian.
Saat itu usiamu 15 tahun, kamu lahir pada tanggal 24 Oktober. Seperti yang kamu katakan kepadaku saat perbincangan singkat kita  pada 22 Januari 2011.

4 Februari 2011, dua tahun lalu kamu mengatakan bahwa kamu lelah mempunyai kanker ini. Kamu ingin hidup selayaknya anak normal tanpa penyakit mematikan ditubuh. Itu katamu Kell.. aku masih ngat. Aku sedih saat mengetahui kanker itu kembali lagi. Aku menangis, tapi kamu tidak mengetahuinya. Lalu kamu mengeluarkan semua kata-kata di beberapa tweetmu;
“I'm ready to die”
“thanks for my parents, my classmates, my teacher, my best friends, my doctor for give me a lot of support :')”
“if I die my family will be better :) there is something to worry”
“thanks for my GOD :) you give me a good life.”
“no I'm not giving up, cause yeahhh nothing is impossible”
“I just, not strong enough to hold this thing.”
“I know I'll die , I just donnu when .”
“God is good”


Aku minta kamu menghentikan perkataanmu Kell.. aku yakin kamu pasti bisa sembuh. Aku yakin itu.  Saat itu kamu mengatakan bahwa kamu sedang berada di rumah sakit. Aku tidak mendapat kabar darimu. Dua puluh dua hari setelahnya, akhirnya kamu kembali dengan berita gembira..

“hi world :D I'm happy I can comeback again :)))) it's like magic :) I'm not die, thank you for all your support :)) thank you so much!!! :)”
“it was just so hard! I can't handle it, I'm lucky I have a strong woman, yeah my mom :)))”
“Thank you for all my friend, my best friend, my brother, my mum, MY GOD :)”
“Its MAGICAL <3”
“God loves me so much <3”
“Actually I think I might die, but no, no I'm not :)))))”

Aku sangat senang sekali mengetahuinya, dan seperti yang kukatakan kepadamu bahwa kamu akan sembuh Kell..Dan kitapun akhirnya salam kangen, menuntaskan kerinduan kita masing-masing. Kamu dan aku, aku dan kamu, kamu dan twittermu. Maret pun tiba Kell, kamu menyapaku pada tanggal empat dan mengatakan bahwa kamu baik-baik saja, dan tak lupa memberiku tanda ‘<3’ yang menjadi ciri khasmu, karena kamu perempuan ceria dan penuh cinta. Begitulah yang aku tahu.

Aku belum mendapat kabar darimu lagi sejak itu, dan kamu juga tidak kunjung online. Sampai pada akhirnya tanggal 23 Maret 2011, ada seseorang mention twitterku. Aku tidak cukup mengenalinya, tapi sepertinya kamu selalu berkomunikasi dengan dia. Dia memberikan informasi mengenai dirimu Kell.. dia yang memberi tahu keadaanmu.

“kelly has passed away yesterday afternoon #ripkelly”

Tulisnya.

Tanganku sudah tidak sanggup menggenggam ponsel untuk membaca berita itu Kell.. air mataku sudah tahu jalan yang mereka harus lalui tanpa aku memerintahnya. Aku mengeram di sudut ruang kamar, menangis, dan mencoba menyangkal berita itu.
Tapi apa daya, orang itu mengatakan hal yang sebenarnya. Kamu sudah tidak ada Kell.. sudah tidak ada Kelly yang akan hadir menyapaku. Sudah tidak ada Kelly yang ceria yang pernah aku kenal. Tidak ada Kelly si penggemar berat Justin Bieber. Kamu sudah tidak ada...
Aku terus meringkuk, kepalaku seolah mau pecah. Tulisan itu terus muncul dalam pikiranku. Aku terus menangis, tertidur disudut kamar, kututupi wajahku dengan bantal. Aku teriak sangat kencang saat itu Kell.. hati kecilku berkata, bahwa ia mengatakan hal yang sejujurnya kalau aku sangat kehilanganmu.

Aku kehilangan sahabat twitterku.

Setelah kehilanganmu saat itu, 16 April 2011, aku mencoba menghubungi seseorang yang mention twitterku membawa berita duka untuku kala itu. Aku ingin dia memberikan fotomu kepadaku, karena aku ingin sekali melihat bagaimana wajahmu. Aku ingin sekali melihatnya.
Dan dia pun memberikannya kepadaku.
Di foto itu kamu terlihat begitu manis Kell.. kamu juga begitu lemah dengan rambut pirangmu..

Setelah kepergianmu, aku masih membuka twittermu, untuk melihat-lihat pada saat kita berkomunikasi dulu. Aku merindukannya, dan aku merindukanmu. Sampai aku melihat ada tweet terbaru yang muncul di akunmu;

“Hi. I'm kelly's brother.”

Tertulis tanggal 22 Mei 2011, oleh kakakmu yang berusia 19 tahun saat itu. Aku ingat sewaktu kamu di rumah sakit, kamu pernah mengatakan bahwa kamu online twitter dari ponsel Blackberry milik kakakmu, karena ponsel kamu hilang.

Dan hingga kini aku sudah tidak pernah melihat tweet terbaru dari akunmu, berharap kakak lelakimu menuliskan sesuatu. Tapi nyatanya tidak, hingga sekarang.

Kell, hari ini adalah peringatan Hari Kanker, aku menuliskan surat ini khusus untukmu yang entah akan bisa sampai kepadamu atau tidak. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak pernah menyesali sedikitpun ketika aku mengenal dirimu. Kamu memberikan arti hidup yang sebenarnya. Kamu menyadarkanku akan kehidupan yang tidak boleh disia-siakan. Banyak orang yang mendambakan hidup normal sepertiku, salah satunya mungkin kamu pada saat kamu masih hidup. Tapi kadang aku suka tidak menyadari bahwa setiap detik yang aku habiskan sungguhlah sangat berarti. Kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi, kita bisa melakukan hal-hal apa saja yang ingin kita lakukan. Aku bersyukur kepada-Nya atas hidupku hingga hari ini.

Jaga diri baik-baik disana Kell.. Tuhan pasti melindungimu, Ia tidak akan memberimu penyakit lagi, dan Dia juga tidak akan membiarkan malaikat kecilnya kesepian. Aku yakin itu.

Kelly is the blonde one

Selamat Hari Kanker,
Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka semua yang lagi berjuang dan bisa kembali ke kehidupan normal bersama keluarganya. Amin..


oleh @skandarwhe
diambil dari thisismyshortstories.blogspot.co

Lelaki Berhati Selembut Salju

Teruntuk lelaki berperawakan sangar namun berhati selembut salju ^_^
Ayah, walaupun banyak temen Uti yang bilang perawakan ayah kaya polisi. Tapi daridulu ibu selalu bilang, bahwa hati ayah lebih lembut dan halus. Setiap sakit, ayah selalu nelponin nanya kondisi Uti. Setiap mau ke Bekasi, ayah selalu ingatin semua barang bawaan. Setiap ke Bekasi, ayah pasti udah nunggu di stasiun 2 jam sebelum kereta sampai. Ayah selalu bilang, "Tak apa nduk, daripada nanti ayah ketiduran terus kamu malahan jadi pulang sendiri jam 2 pagi. Lebih baik ayah nunggu lama di stasiun. Bahaya anak gadis sendirian jam segitu". Pas turun dari kereta, ayah langsung bawain tas, padahal itu berat banget. Pas ga sengaja jatuh dari keret, ayah langsung lari & hampir nangis. Ayah memang marah kala itu, tapi ayah nahan nangis di depanku. Pas sampai rumah, ayah selalu bikinin teh hangat. Waktu aku bilang lapar, ayah langsung keluar rumah jam 3 pagi, nyari mie rebus. Karena udah tutup, akhirnya ayah masakin mie rebus pakai telur. Ayah juga mau nyuapin, tapi aku memilih untuk makan sendiri. Ketika mau tidur, ayah langsung rapihin tempat tidur, nyemprot obat nyamuk & mengambilkan celana training & kaos untukku.
Tiap pagi, saat mata belum sepenuhnya terbuka. Ayah nyuruh bangun, dalam kondisi badanku setengah duduk, ayah langsung minumin susu hangat & nyuapin roti. Sewaktu menolak, dengan lembut ayah menjawab, "Sarapan dulu nduk walau dikit. Gapapa yu sambil boboan. Sini ayah suapin ya. Biar perutnya ga sakit. Kamu ga mau sakit kan?". Sewaktu nyawa sudah terkumpul, ayah langsung menawarkan makanan lagi. Akhirnya setelah fix mau makan apa, ayah pun keluar untuk membelikanku makanan. Ayah, walaupun ayah sering ninggalin Uti dirumah sendirian, karena ayah sibuk main, tetapi ayah selalu nanya mau d'beliin cemilan atau jus. Kemudian beberapa saat, jus & cemilan sudah tersedia. Sewaktu Uti udah tidur, ayah juga meminta izin untuk masuk. Kemudian ayah elus-elus kepala Uti seraya berkata, "Mau ayah pijitin telapak kakinya nduk?". Bahkan belum sempat aku menjawab, ayah sudah mengambil balsem kemudian memijit telapak kakiku.

Ayah, dari sewaktu ibu masih ada, ayah selalu ga ngizinin untuk nyuci baju keluarga. Padahal itu pakai mesin cuci loh yah. Padahal ga bikin cape banget. Tapi ayah nyuruh ke ibu supaya Uti ga usah nyuci lagi. Walaupun ada Uti di rumah, ayah selalu nyuci piring, nyetrika dan nyuci baju sendiri. Karena ayah tau, Uti paling ga bisa cape-cape. Tiap Uti di Semarang, aku sedih banget tiap ayah bilang, "Ayah lagi nyuci nduk. Terus ini mau nyapu ngepel atas bawah nduk. Nanti lagi ya telponnya". Ayah beresin kamar tidur & kamar mandi d'atas yang sebenarnya udah ga pernah aku tempati. Ayah juga selalu setia nganter kemanapun Uti pergi. Ayah ga pernah ngizinin Uti pergi kemanapun sendirian, ayah bagaikan body guard yang selalu nemenin & jagain Uti dimanapun & kapanpun. Sejak ibu ga ada, ayah lebih banyak diam saja. Karena ayah sudah ga ada tempat cerita lagi selain ibu. Uti sangat menyayangkan semuanya. Karena sekarang ayah jadi lebih banyak menyimpannya sendiri. Semua rasa yang menggebu di hati ayah. Ayah selalu menutupinya sejak ibu ga ada hanya demi kebaikan Uti. Padahal kalau seperti ini, Uti makin sedih karena ga bisa bantu ayah.

Ayah, maaf kalau sering nakal & ngelawan sama ayah. Kebaikan ayah benar-benar terlalu banyak hingga tidak mampu nulisnya di surat ini. Takut ayah bosan bacanya karena kelewat panjang. Daridulu ibu bilang, “Ayah selalu sayang sama kamu ti. Kamunya aja yang kurang ngerasain Uti. Makanya jangan ngelawan sama ayah. Ayah tuh galak tapi kalau kamu ngelawan sedikit, dia langsung nangis ti. Tapi dia ga pernah nunjukkin air matanya kan di depan kamu”. Ayah, Uti sekarang sudah memahami setiap kalimat yang ibu utarakan tentang ayah sewaktu ibu masih ada. Sekali lagi terima kasih dan maaf belum bisa membalas semuanya :(

Uti Sayang Ayah ^_^


oleh @putriaryaa
diambil dari http://aditiaputriarya.blogspot.com

Untukmu

Hei lihat aku menulis untukmu.

Untuk kamu yang aku pun belum tahu siapa.

Bosse Pos Cinta cuma menyebut namamu dan kamu tinggal di Banyumas.

Jadi aku tidak tahu harus men-cc-kan surat ini ke mana.

Aku sudah mengirim surat untukmu lewat pos ya.

Mudah-mudahan bisa sampai dengan selamat di rumahmu.

Siapa tahu kau juga lihat tulisan ini di twitter jadi kau bisa lihat ini duluan dari suratku.

Siapapun kamu, aku juga menunggu surat darimu.

Salam untukmu.

rizton_




oleh @rizton_
diambil dari https://ungubirumuda.wordpress.com/

Surat dari Seorang Murid

Surat ini aku tujukan untuk Orangtuaku. Namaku Neng Hira, aku sayang sekali dengan mereka yaitu Mama dan Papa yang sudah merawatku. Aku sangat berterimakasih sekali karena sekarang aku sudah besar, sudah umur 9 tahun Kelas 3 SD. Aku ingin terus belajar agar cita-citaku tercapai, aku berusaha menggapai cita-cita untuk Mama dan Papa.
 

Aku teringat peristiwa yang membuatku bahagia yaitu ketika ulang tahunku ke 8 pada tahun lalu. Mama sama Papa memberi kado untukku, lalu mereka mencium pipiku. Lalu aku memeluk mereka sambil berkata aku cinta mama papa, aku sayang kalian.
 

Ma, Pa jika cita-citaku tercapai aku janji aku akan mendaftarkan mama papa pergi ke tanah suci. Amin. I love u ma..pa..


Neng Hira Maharani, 9thn

PS:
Ini tulisan asli muridku, dia bisa nulis semenjak aku sering menyuruh dia mengarang sesuai tema pelajaran. Keliatan bahasa anak2 masih kaku dan sepengetahuannya dia :D


oleh @put3rena_grasti to @febeyeliza
diambil dari http://pujatya.blogspot.com

... Sudah Sana Menjauh.

Hey, kamu. :)
 

Kamu takut ya aku jatuh cinta sama kamu? hehehe. tenang aja.
yang terlalu serius itu kamu.
kalaupun aku jatuh cinta sama kamu, itu urusan aku. kamu santai aja. kamu gak perlu menjauh.

ah, sayang sekali. untuk hal begini pun kamu kekanak-kanakan.
sudah sana menjauh. bukan karena aku tidak jatuh cinta sama kamu lagi, tapi caramu menyikapinya yang membuatku tak respect. hehehe.

rasaku ke kamu sudah tak sama lagi.


Pergi sana.
Bye. :*


oleh @toiletcafe
diambil dari http://my.opera.com/lubangwc

Untuk Kamu.

Untuk kamu,

Di dalam ruangan tiga kali empat, kamu duduk sendiri. Terlihat lelah, mengantuk dan kusam. Hanya ditemani rokok putih kesukaanmu dan sekotak sari kacang hijau yang mulai habis. Penampilanmu hari ini cukup untuk menutupi apa yang sedang terjadi. Baju putih yang kamu gunakan, mungkin pertanda akan menyerah dengan keadaan. Muka kusammu sudah dipulas dengan krim penyamar. Rambutmu yang kusut sudah dirapihkan dengan gel murahan. Tak lupa, senyum manismu selalu terbentuk untuk menyempurnakan penyamaran.

Entah karena luka atau memang duka, sepertinya semua terbawa dalam satu suasana. Sekuat tenaga kamu berusaha meyakinkan semua, “Aku baik-baik saja”. Tapi pada saat malam tiba, semua penyamaranmu terbuka. Duka tak bisa dilupakan, air mata kamu jadikan basuhan muka. Semua luntur bersama derai tangis. Menanggalkan harga diri, mengecilkan ego. Kamu duduk bersimpuh, memohon ampun kepada-Nya atas semua kesalahan yang kamu perbuat.


oleh @royansum
diambil dari http://royansum.wordpress.com

Seni(n)

Pagi manis...

Bagaimana liburan? Semoga masih menyenangkan. Liburanku rimbun dengan membaca buku dan berbagi keceriaan dengan berbagai teman. Berkumpul, menonton film dan membuat candaan garing. Kamu masih ingat kan aku sering banget ngegaring? Pasti juga tahu kalau otakku kalau siang terbuat dari kerupuk, kalau malam terbuat dari jangkrik. :D

Selamat hari Senin. Jangan membencinya, ya. Dia saja mendatangkan rejeki bagimu, kenapa kamu harus membenci? Kalau kau sudah terlanjur benci dengan Senin, aku beritahu kamu beberapa hal lagi. Akhir pekan juga layak kamu benci, karena dia menyenangkan dan pada akhirnya meninggalkanmu penuh sepi di awal pekan. Begitu juga kita. Saling menyenangkan dan pasti suatu saat saling meninggalkan. Tapi, di akhir pikirku, semua yang kita jalani harus ada dua pilihan. Dibenci ataukah dicinta.
Semudah itu. Begitu juga akhir pekan dan awal pekan. Kenapa harus mwmbahasnya? Kita sudah sering bertemu mereka, bergantung pada mereka, tidak pantas untuk kita meracau atas salah hari. Dulu, aku pernah memanen akal budi. Begini bunyinya...

Jika kau kecewa dan menyalahkan semua hal, pikir lagi dan salahkan dirimu sendiri.
Ya, kenapa harus terus menyalahkan orang? Kenapa selalu menjadi cermin bagi orang lain, tapi debu di kita saja luput tahu? Kotor di diri masih memerlukan orang untuk membersihkannya.

Maaf pagi ini aku banyak bertanya. Karena kata pepatah malu bertanya sesat di jalan. Malu berjalan sesat pula ditanya.
Selamat pagi, selamat kebingungan.

Bandung, 4 Februari 2013


oleh @rizkymamat
diambil dari http://rizky-muhammad.blogspot.com

Ini dari Saya, oleh Kamu dan untuk Kamu.

Pertanyaan ini dibuat oleh gue dan dijawab oleh @mulerrr :))))

Kapan dan di mana pertama kali kenal sama gue?
-

Kalo kapan waktu kelas 2 SMA yang pasti, gara-gara satu kelas, kalo tau dari kelas 1 SMA, kan situ cewenya temen gw di tim basket :D Kalau di mana udah kejawab sama yang di atas. Kalau ditanya masalah detail maaf gw lupa, kan waktu itu belum ada perasaan apa-apa, jadi yaa memory-nya lewat gtu aja deh


Lo pernah marah ga nyet sama gue?
-

Duh, untuk pertanyaan ini gw harus mikir 5 menit --" Lupa! Yang pasti waktu tiba-tiba lo bilang mau pergi sama cowo antah-berantah sampe mau ke Jogja segala, kayanya itu deh gw paling marah. Lainnya waktu kamu pergi malem-malem sama Badak atau gimana sampe malem dan pernah sampe susah dihubungin dan gw khawatir bangett, yahh pokoknya kalo lo keluar sampe malem bangeetttt deh. Selain itu kayanya gw lupa deh atau mungkin gak ada lagi, lupaaa, gw gak suka inget-inget kalo gw marah juga sih.


Kapan menurut lo moment unforgettable bareng gue?
-

Hahha, buat yg ini buaanyaaak dari sebelum jadian sampe jadian. :D Tapi kalo diliat dari sikon sih waktu peluk lo di anyer (setaunan sekaligus kaya mau perpisahan sama lo lama coass di Magelang). Momentnya yang susah dilupain. Kalo yg lain mah banyaaaakk, nanti kepanjangan kalo ditulis, gw suka inget-inget momen yang nyenengin sih.


Apa yang paling lo sebelin dari gue?
-

Ini pertanyaan terakhir yg gw jawab setelah gw skip, masih belum ketemu jawabannya, tapi kemungkinan sih ada, nyett, tapi gw gak tau atau gak inget itu apa --"


Kalau ada pilihan, lo pilih LDR tapi adem ayem, apa deketan tapi ribut terus?-

LDR tapi adem ayem, gw paling ga suka ribut-ribut walaupun kecil.


Lagu apa yang dengan suksesnya buat lo misuh-misuh kangen?-

Stinky - mungkinkah (paling bikin kangen, you know why), Sheila on 7 - tunggu aku di jakarta, Dewa19 - kangen (banyak yaa)
hehhe.


Lebih suka gue cewek banget apa tetep kaya sekarang?-

Tetep kaya sekarang, gw ga tau bakal seribet apa pacaran sama lo kalo jadi cewek banget.


Pesan buat gue gitu, ada gak?
-

Hmmm, apa yaa, standar sih paling, sukses coassnya d sana, walaupun harus begadang mulu tetep jaga kondisi jgn sampe sakit atau ada yg mendadak ngunjungin, jangan badung-badung di sana, jangan berantem sama temennya kalo bisa apalagi slek sama dokter. Yahhh itu aja sih paling, carr. Selama ini sih fine-fine aja, paling jarak doang yg bikin misuh-misuh ga jelas. Yang pasti, kangeeeeeennnn!!!! Bisa ga secepatnya kita ketemu?? hehhe..

Untuk yang nomer 4 gw masih blm dapet, berhubung udah jam 11 lewat, gw telfon bangunin lo dulu yaaa.. :D



Terimakasih Nyet, karena bersedia menjawab pertanyaan dari gue dan membantu membuat surat ini. Seperti biasa.. Ya gitu lo nyet, dengan segala ke-random-an lo, jawaban (entah ngasal atau dipikir baik-baik) tapi selesai gue baca, jawaban dari lo berhasil membuat otot-otot di sekitar bibir gue tertarik membuat sebuah lengkungan keatas; senyum. Atau kalau lo ada didekat gue, mungkin gue gak akan sebanyak omong sekarang, soalnya gue pasti langsung peluk lo :)))))


Terimakasih kamu! :))))

Sampai ketemu (lagi) ya, dalam waktu dekat.
Amin.

*berdoa*


oleh @pnooo untuk @mulerrr
diambil dari http://hello-pno.blogspot.com