Showing posts with label Surat #DuaHati 8. Show all posts
Showing posts with label Surat #DuaHati 8. Show all posts

30 January 2013

Surat #DuaHati @nadyasiaulia dan @PriaHujan

Berbahagialah!

27 Januari 2013, Pukul 10.30 WIB

Pesawat saya landing di Banda Aceh (BNA). Sebelum dipersilahkan turun, saya tertegun mendengar pengumuman di pesawat, biasanya saya tidak pernah peduli, entahlah sekarang saya sering peduli hal-hal kecil dan sering melupakan hal-hal besar.
Selamat Datang di Banda Aceh. Selamat Berpisah dan Sampai Jumpa, Semoga bertemu kembali..”
Saya tertegun, mudah sekali ia mengucapkan perpisahan. Iya, karena perpisahan sebenarnya juga adalah perayaan. Betul juga.

Ketika kita merayakan pertemuan dengan sukacita, mengapa tidak kita menyikapi perpisahan dengan tersenyum senang dan lambaian tangan?
Menurutmu, itu teori. Kenyataannya, tidak ada seorangpun yang mau meninggalkan dan ditinggalkan seseorang yang dikasihi. Tidak ada seorangpun yang rela dilupakan dan melupakan seseorang yang dicintai.
Baik, sayang. Pria, pria, pria, hujan, hujan, hujan. Seandainya kamu ada disini, saya ingin sekali menggenggam tanganmu dan menaruh kedua matamu di hadapan. Agar kita berbicara bertatap-tatapan dan kamu bisa meraba, apa yang saya rasakan.
Kamu lihat mata saya, “Siapa sih yang sudah bisa melupakan?
Saya tidak bisa lupa, mana mungkin saya bisa lupa selagi saya belum dianugrahi amnesia?
Apa saya perlu berjalan di rel membiarkan lokomotif kereta api menggilas saya dan menghancurkan otak saya yang penuh namamu? Seringkali saya berfikir bahwa saya perlu ditabrak tronton agar badan saya terlindas dan hati yang selalu meneriakan namamu menjadi kandas.
Namun, saya masih disini, belum juga bisa berhasil mati.
Tolong lihat mata aku, percaya sama aku. Aku -dengan menaruh tanganku di dadaku- dan kamu -dengan menaruh tanganku di dadamu-, kita akan bahagia dengan sendirinya dan baik-baik saja.”
Ah, sayangnya saya tidak bisa berkata langsung seperti itu.
Dan saya ingin juga melanjutkan pembicaraan tadi dengan perkataan; “Mungkin kita mencintai karna sama-sama merasa nyaman dan terbiasa. Mungkin itu hanyalah cinta-cinta biasa. Lihat aku, lihat mataku. Percayalah, kamu akan lebih mudah melupakan dan mendapatkan cinta yang baru, sayang.
--
Sore tadi, langit Banda Aceh cerah menawan. Banyak orang datang kesini untuk berlibur, bukan seperti saya, berhibur.
Ah ya.. Satu hal yang perlu kamu ketahui, Saya tidak lupa dua puluh tujuh januari, sebuket mawar merah, langit Makassar, awan  cumulus dan Pantai Losari. Itu keramat dan terpahat, dalam mata, hati dan otak saya.  
Seperti katamu, kenangan menikam kita diam-diam. Namun, satu hal yang perlu kamu ketahui. Saya tidak berusaha untuk melupakanmu. Jangan pernah menuduh saya sekeji itu.
Biarlah semua kenangan yang selama ini kita ratapi akan terus menjadi kenangan baik. Tertanam indah berakar kokoh, berbunga setiap musim hujan dan akan saya petik setiap kuntum itu lalu simpan dalam palung terdalam dalam samudra cinta yang terkelam.
Jika bunga-bunga dari kenangan yang ada, durinya akan mencederai saya. Tidak apa, setiap sakit yang saya rasa menyadarkan saya bahwa saya ternyata masih manusia. Masih memiliki hati untuk dapat merasakan. Saya pikir hati saya sudah mati, setengah tertinggal di Makassar, setengahnya jatuh berhamburan di langit saat penerbangan kembali ke Medan.
Saya sangka kemarin saya hanyalah mayat hidup yang berairmata. Ternyata saya salah, saya masih manusia. 
Biar kita cari arah jalan pulang masing-masing sendiri.
Pria, pria, pria.. Hujan, hujan, hujan.. Kamu hanya perlu memandang berkeliling. Masih banyak yang menjajakan cinta ranum untuk setiap tetes hujanmu yang harum.
Jika ini memang cinta yang baik, maka perpisahan sekalipun akan melahirkan senyuman setiap kali terkenang. Berbahagialah, berbahagialah dengan perpisahan pasangan jiwaku. Sesungguhnya dengan perpisahan berarti kita pernah bertemu.
Selamat Berpisah, Saya Mencintaimu.
[N]
Surat ini balasan untuk: 27 Januari
 
 
 
Oleh @nadyasiaulia untuk @PriaHujan



---


Surat balasan @PriaHujan untuk @nadyasiaulia 
 

Aku dan Malam Tadi 

Semalam aku tak bisa tertidur lelap, mengingatmu disetiap sela bangunku, sehatkah kau disana? Hati-hati disana, karena kau sedang membawa hatiku bersamamu.

Masihkah kau berpikir tentang perpisahan? Bukankah perpisahan itu hal yang paling kita benci? bukankah pisah adalah hal yang dulu kita laknat saat genggaman kita begitu erat di Pantai Losari?

Pertama kali bertemu dirimu di Bandung, begitu banyak mimpi yang aku tata rapi,

“Suatu saat nanti tak perduli apa yang aku kerja, aku harus menggunakan dasi, agar kau bisa setiap hari merapikan dasiku dan aku bisa lebih lama menatapmu”

Sedang mimpi yang lain,

“Aku ingin menutup mata sambil menatapmu tertidur dan bangun saat kau masih di dalam dekapanku”

Tidakkah itu semua menjadi mimpi kita? Tapi kenapa jarak yang seharusnya menguji kita malah menjadi pemisah, malah menjadi alasan untukmu pergi.  Segampang itukah kau maknai perpisahan?

“Mimpiku sesederhana itu, sesederhana memelukmu dan tertidur.”

Begitu banyak cinta yang akan kita hapus dalam perpisahan, seberapa banyak air yang tersimpan di dalam mata-air matamu dan mata air-mata yang akan tertumpah dan mengasinkan bibir kita?

“Maaf bila kali ini aku banyak tanya, karena perpisahan tak pernah terlintas dalam kepalaku”

Pagi tadi bangun dengan badan yang lemas, biasanya, kalau aku begini, kau begitu sigap membuatkan teh panas kesukaanku.
[PH]
 
 
 
 

Surat #DuaHati @ajenglembayung dan @_Kelly78

Aku Baik-baik Saja

Dear Kay,

Maaf kalau aku merepotkanmu dan membuatmu khawatir karena tidak bisa menghubungiku. Aku baik-baik saja, sungguh. Aku melanjutkan hidupku seperti biasa dan malah sedang sibuk-sibuknya di kantor.

Sedih karena kehilangan? Tentu saja. Perasaan sedih itu wajar, jangan dilawan. Tapi aku tahu bahwa saat ini aku sedang diajarkan untuk ikhlas. Semua hal dalam hidup itu tidak ada yang abadi, semuanya datang dan pergi. Membuatku sadar bahwa semua hal dalam hidupku merupakan titipan Tuhan yang bisa diambil kapan saja.

Seringkali manusia akan merasa lebih kehilangan ketika seseorang atau sesuatu sudah tidak ada. Jadi yang akan aku lakukan saat ini adalah bersyukur atas segala yang hadir dalam hidupku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, yang bisa kulakukan adalah berusaha. Mengusahakan dan memberikan yang terbaik bisa kulakukan untuk hidupku. Termasuk pasrah akan ketentuanNya.


Kamu juga jaga dirimu baik-baik ya..


With Love,
Ay




Oleh @ajenglembayung untuk @_Kelly78
Diambil dari dlembayung.blogspot.com



---



Aku (Pun) Baik-Baik Saja.. 

Dear Ay,

Mohon camkan ini.. Dirimu tidak pernah merepotkanku. Wajar kan kalau aku peduli terhadapmu setelah apa yang kita lalui selama ini? Tetapi kalau pada akhirnya kamu ternyata baik-baik saja, maka aku pun lega.

Iya. Aku sangat setuju mengenai pernyataanmu di surat sebelumnya bahwa perasaan sedih itu wajar dan jangan dilawan. Tapi aku pun tahu bahwa ikhlas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Semuanya butuh proses dan betul adanya bahwa apapun yang ada dalam hidup tidak ada yang abadi.. semuanya datang dan pergi atas seijin-Nya. Membuatku sadar bahwa walaupun kehadiranmu merupakan titipan Tuhan yang bisa diambil kapan saja justru akan semakin kujaga dan ku kasihi dengan segala upaya.

Menurutku.. pasrah dengan ketentuan-Nya adalah kewajiban kita.. Namun selalu berjuang untuk merasakan kebahagian itu juga merupakan kewajiban kita.. DIA hanya memberikan kita jalan dan pilihan.. baik dalam bertindak, bersikap maupun bereaksi akan apapun cobaan yang sedang kita hadapi.. Satu hal yang aku selalu percaya dan imani bahwa di saat kita diijinkan untuk merasakan kehilangan dan kita masih bisa mensyukuri apa yang kita masih miliki.. Di saat itu pula DIA akan memberikan penggantinya yang jauh lebih baik dari apapun kehilangan kita.

Ay.. Saat ini aku sedang sering sekali mendengarkan lagu yang pertama aku dengarkan seumur hidupku di saat kita pertama kali berkencan di kedai kopi favoritmu.. Iya.. Kamu pasti bisa menebak lagu apa yang aku maksudkan.. “Falling In Love at a Coffee Shop” by Landon Pigg.

Kita cerita banyak hal di malam itu walau dirimu masih berkutat dengan setumpuk pekerjaanmu sedangkan aku asyik memperhatikanmu dengan segala kegiatanmu sambil sesekali menyuruput Kopi Toraja pekat tanpa gula.. walau pekat, entah kenapa pecinta White Coffee sepertiku malah tidak merasakan kepahitan.. mungkin karena ada perempuan manis yang ada di dekatku yang sesekali menepuk bahu sendiri seakan bisa menghilangkan lelah dan pegal karena duduk terlalu lama di depan laptop..

Ketika mengingat kejadian itu, ingin rasanya aku memberikan pijatan di pundakmu untuk sekedar menghilangkan penatmu saat itu.. tetapi tidak kulakukan karena itu pertemuan kita pertama kali.. dan aku tidak mau dianggap melakukan hal yang tidak sopan terhadapmu.

Ah.. Betapa kurindu kebersamaan kita lagi walaupun aku harus merelakanmu tenggelam dengan segala kesibukanmu.. Yang penting kau ada di dekatku.. Itu saja sudah cukup buatku untuk merasa bersyukur.. Iya.. Aku (Pun) Baik-Baik Saja.. Hanya Rindu..
Untuk sementara.. Jaga dirimu dan jaga hatimu baik-baik.. Sangat kunantikan hari dimana kita dapat bertemu kembali.
With Lots of Love,
Kay



Diambil dari kellyoktavian.tumblr.com

Surat #DuaHati @fairyteeth dan @inirudy

#DearL, Like a Fairytales

Dear L,

Aku sedikit tersentil dengan suratmu kemarin, mungkin benar juga yang kamu katakan soal berkomitmen terhadap diri sendiri itu. Karena selama aku merasa belum sanggup untuk berkomitmen dengan diri sendiri, gimana aku bisa berkomitmen dengan orang lain. Jangan sampai ketika aku berkoar-koar soal gimana orang lain menyikapi komitmen, eh aku malah gagal menetapkan komitmen yang paling dasar, yaitu dengan diri sendiri. Ah aku jadi ingat sebuah cerita lain soal komitmen ini, tapi akan aku ceritakan di surat yang lain aja ya…

Anyway, aku senang sekali ketika membaca suratmu dan mengetahui kamu berhasil menemukan buku titipanku itu. Buku itu sangat langka dan susah dicari. Aku sudah berputar di semua toko buku yang khusus menjual buku-buku import seperti Kinokuniya, Periplus, Times dan Ak.sa.ra, tapi semua stok yang ada habis. Sedih sekali perasaanku ketika menghadapi kenyataan itu. *apeu*

BAtKS2pCUAE0GHA

L, buku yang terlihat di gambar disamping ini buku yang lama aku cari-cari dan akhirnya berhasil kamu dapatkan itu. Buku itu menceritakan kisah-kisah dongeng atau cerita rakyat, yang bisa kita tahu dengan “fairytales” karya Grimm Bersaudara. Tapi kamu tahu tidak, kalau kisah yang diceritakan dalam buku ini tidak seindah dongeng-dongeng yang kita dengar ketika masih kecil dulu, melainkan lebih kelam dan kejam, mirip sama realita masa kini kan?

Some said that “Too much fairytales will kill your hopes and senses”. Karena dalam kehidupan nyata tak ada kisah seindah dongeng. Kalau buatku, semua itu justru salah. Dengan dongenglah kita diberi harapan bahwa sesuatu yang indah gak harus selalu mainstream, sebagaimana pangeran yang harus berpasangan dengan putri. Kenapa pangeran gak bisa mendapatkan upik abu seperti Cinderella? Kan dalam cinta tidak ada logika. Karena kisah-kisah dongeng itu pulalah aku yakin bahwa cerita seperti yang ditayangkan di FTV itu mungkin saja terjadi (walau mungkin proses dan dialognya gak selebay yang di TV ya…). Lalu, apakah karena aku terlalu percaya sama fairytale membuatku buta dan tidak bisa melihat realitas? Oh tidak begitu.. Dalam kuliah aja teori tidak harus selalu sama dengan prakteknya kan.

Someone also said that coz I had read too much fairytales, sehingga prilakuku terlalu berbunga-bunga dan tampak tidak menjejak bumi. Benarkah begitu? Karena setahuku kisah dongeng yang asli tidak selalu memiliki akhir yang bahagia. And I don’t really want to have a happy ending, you know why? because endings are the saddest part on every journey. So I just pray that someday I will have a happy beginning that last forever. :)

L, do you believe in fairytales?

Sincerely,
D




Oleh @fairyteeth untuk @inirudy
Diambil dari di-ta.com 




---



Surat balasan @inirudy untuk @fairyteeth


#DearD, Lagu Kenangan

Dear, D.

Kamu tahu, belakangan aku mulai membaca buku lagi. Kegiatan yang sejak dulu kumasukan di bagian hobby ketika membuat curriculum vitae di saat yang lain mengisi main musik atau olah raga. Mungkin karena sudah terbiasa sejak kecil, tiap Kamis sore bapak membawakan majalah Bobo jadi terbawa menjadi hobby. Dengan membaca aku seperti mendapati sebuah pengalaman baru dari tokoh yang diceritakan oleh si penulis. Malah kadang terbawa memerankan sebagai siapa.

Aku juga pernah belajar alat musik. Seperti gitar, piano, bahkan angklung! Tapi, tidak ditekuni secara serius. Jadi, sekarang semuanya lupa. Haha! Aku sebenarnya ketawa miris, karena setiap melihat orang main gitar atau main piano atau main alat musik lain sebenarnya dalam hati yang paling dalam pingin bisa seperti mereka. Belajar sesuatu memang tidak seharusnya setengah-setengah. Harus total.
Ngomong-ngomong fairytales. Jujur saja aku tahu fairytales justru setelah menginjak umur-umur belasan. Bukan masa kanak-kanak. Ketika masih bocah bapakku lebih sering mendongeng dengan cerita Kancil Mencuri Timun atau Kisah Pewayangan. Beberapa kali malah diajak nonton wayang kulit langsung menjelang pagi. Karena menurut bapak bagian paling seru dari pertunjukan Wayang Kulit justru ketika menjelang selesai. Yakni ketika terjadi perang Baratayuda antara keluarga Pandawa melawan Kurawa.

Menurutku wajar jika setiap fairytales (yang dikhususkan untuk anak-anak) berakhir bahagia. Bahagia seperti yang dilukiskan sang pendongeng ; menikah dengan kekasih pujaan hati, hidup kaya raya dan sang penjahat mati. Karena pemikiran anak kecil masih terbatas. Sebatas tahu baik atau tidak. Hitam atau putih. Belum mengenal abu-abu. Jadi, sebagai pelajaran untuk si anak kecil bahwa setiap anak yang berbuat baik akan mendapat imbalan yang baik pula. Yaitu kebahagiaan yang abadi.

Selain membaca belakangan aku juga suka mendengarkan musik dari radio. Mendengarkan musik dari radio itu menurutku lebih menyenangkan daripada lewat CD Player atau Tape atau pemutar musik lainnya. Selain koleksi lagunya lebih beragam kadang kita juga dikejutkan oleh lagu yang diputar oleh penyiarnya. Karena lagu itu membawa kenangan pada sesuatu atau pada seseorang misalnya. Seperti Sing For Absolution dari Muse mengingatkanku pada seorang sahabat karena tiap kali berkumpul selalu menyanyikan lagu itu, The Reason – Hoobastank, yang mengingatkan pada saat mengejar cewek sampai tergila-gila. HAHA. Atau Lebih Indah dari Adera yang baru-baru ini, ah sudahlah.. Hihihi.

Lalu, lagu apa yang mengingatkanmu pada sebuah kenangan? :)

Sincerely,
L



Diambil dari inirudy.wordpress.com

Surat #DuaHati @EviSriRezeki dan @ch_evaliana

Goodreads

Dear Eva,
Bagaimana kabarmu? Ditungguin, nggak ada nongol di pintu rumahku. Huuhhh….
Kangen tahu!

Oya, hari ini aku mau cerita hal menyenangkan dan ringan. Ini menyangkut sebuah situs bernama Goodreads. Kamu udah punya akunnya belum? Katanya suka baca dan nulis. Bikin dong, Va!
Apa sih yang seru dari situs itu?
Begini, situs itu memungkinkan orang-orang yang suka baca seperti kita untuk berinteraksi dengan sesamanya. Kita bisa kasih rate buku yang udah kita baca, kasih komentar dan nulis review juga. Langsung sama penulisnya lagi! Kamu suka Ayu utami kan? Dewi Lestari, atau siapalah jejeran penulis kesukaanmu.

Aku bikin akun di Goodreads sejak tahun 2009, tapi nggak tahu gimana cara pakenya. Haduh, gaptek banget ya? Hehehe…. Baru-baru ini, aku tertarik untuk mempelajarinya. Ternyata seru loh! Bisa searching buku-buku jaman dulu, bisa beli online buku klasik, pokoknya bisanya banyak! Seru! Dan kalau sudah memberi rate minimal 50 buku, kamu bisa jadi salah satu author di sana. Kamu kan udah punya beberapa buku antologi, Va. Bisa jadi ajang kamu promosi buku punya sendiri.

Gimana? Tertarik?
Kalau sudah bikin akun, jangan lupa add punyaku ya!

Ya sudah, segitu dulu ya. Aku ditunggu klien nih.

Bye Eva.

Your Mate




Oleh @EviSriRezeki untuk @ch_evaliana
Diambil dari myfairytalemytale.blogspot.com 


---


Surat balasan @ch_evaliana untuk @EviSriRezeki


Malam yang Menegangkan 

Hai V

Maaf, masih belum bisa berkunjung ke rumahmu padahal sudah kangen berat. Nah, yah kamu membolos lagi menulis surat! 

Iya, sudah lama aku tahu tentang Goodreads. Kamu yang kemana saja tampaknya baru tahu dan baru saja menyelami di dalamnya. Aku ngga bikin akun di sana hanya menjadi pembaca pasif saja. :) Nanti mungkin.

V, ada kejadian menegangkan! Bikin jantung copot, deg-deg-degan parah. Ini jemari saja masih gemetaran hebat. Motor Oki, adikku hampir saja dimaling orang. Untung, Tuhan masih baik dan sayang sama keluarga kita.

Kejadiannya tadi jam sebelas malam, belum terlalu larut malam padahal. Mama sedang nonton serial Korea di atas, aku sedang twitteran di kamar atas, Oki sudah tidur di kamar depan, sedangkan Papa entah masih sibuk apa di belakang. Miki, anjingku tiba-tiba menyalak. Awalnya kupikir oh Oki baru pulang dari warnet. Mama yang tersadar sudah jam sebelas mematikan tv, ke bawah ke kamarnya, mau tidur. Miki masih saja mengonggong. Mama ngecek ke jendela.

Kemudian terdengarlah teriak-teriak. "Pah, ada yang ambil motor!" "Bangsat!!!!" "Malinngggggg!"
Saat kita berhambur ke luar, malingnya sudah tidak ada. Hilang ditelan malam. Mungkin dia mantan atlit lari. Puji Tuhannya motor Oki tidak ikut hilang juga. Cuma gerbang agak rusak dan gemboknya diambil si maling.

Papa langsung pergi beli gembok baru dan sekotak susu untuk Miki. He he he.

Jadi teringat kamu yang suka sendirian di rumah. Hati-hati V.

Sudah yah ini masih deg-deg-degan aku.

Bye V
-Your Eva-




Diambil dari 3v4s-mind.blogspot.com

Surat #DuaHati @gelaph dan @Dear_Connie

G4uL di Senev Elenev Neverland

Senev Elenev Neverland, 28 Januari 2013

Hollaaaa Tante,

Aku sama Wendy dan Tinker Bell lagi di Senev Elenev nih waktu surat Tante datang. Tante pingin tahu aku lagi jatuh cinta sama siapa? Hehehe. Ada deh. Hehehe. Nanti Tante kaget kalau tahu. Hehehe.

Dan…

APA?! Cewek-cewek yang bareng King Magnus itu sebenernya cowok? Gila! Serius tuh Tante?! Geblek! Mereka cantik-cantik banget! Gak keliatan sama sekali kalau mereka itu aslinya lakik! Dokter operasinya pasti kerja keras banget tuh buat ngetok magic mereka!

Nah kalau ngebahas orang tua, aku malah jadi sedih Tante. Soalnya aku aja bingung siapa orang tua aku. Kayaknya dulu Dewa Langit lagi gatel hidungnya, trus bersin, trus keluar deh aku dari hidungnya. Hiks. Atu tedih. :’(

Tapi aku punya keluarga Darling sih. Mereka selalu menganggap aku bagian dari keluarga. Jadi ya gak masalah sih walaupun aku sering dikatain upilnya Dewa Langit. :D

Eiya, aku belum cerita tentang Senev Elenev ya? Ini tempat bergaulnya anak muda di Neverland. Bentuk bangunannya segi lima, bercat kuning gading. Atapnya terbuat dari marshmallow pink tahan air. Meja kursinya berbentuk seperti awan warna-warni. Tapi jangan tertipu dengan rupa kursinya yang kayaknya lembut. Karena kursinya terbuat dari kaca nako, Tante. Keras banget di pantat. :|

Di sini jual macam-macam makanan dan minuman. Dari pancake saus jantung kodok sampe es akar pohon pisang. Rasanya yaa kayak jantung kodok dan akar pohon pisang biasa. Lumayanlah. Gak enak-enak banget sih, tapi dibilang gak enak juga enggak. Jual kue bintang dan jus buah delima juga, tapi gak seenak bikinan Tante. :(

Aku mau banget datang ke istana. Mau makan kue bintang! Hahaha. Lusa mungkin ya. Tunggu cuaca agak baikan dan jemuran aku kering. Aku gak punya kolor nih Tante. Keabisan. :|

Cheers,
Peter




Oleh @gelaph untuk @Dear_Connie
Diambil dari gelaph.tumblr.com



---



Surat balasan @Dear_Connie untuk @gelaph




Peter,

Sumpah deh, Tante jadi tambah penasaran. Kamu itu lagi jatuh cintanya sama siapa sih? Setau Tante sih, kalo sampe dirahasiain gitu artinya Tante kenal sama orangnya… Bukan Snow, bukan Wendy, bukan Tinker. Terus siapa dong?

Eh, Peter. Nyonya Darling itu gimana sih tampangnya? Tante penasaran. Haha. Dulu kan papanya Wendy ninggalin Tante untuk nikah sama perempuan itu. Katanya sih cantik dan keibuan gitu ya? Sukur deh, mereka sayang semua sama kamu.

Tapi sebenernya kalo kita udah kenal dari dulu, Tante juga mau lho adopsi kamu. Tante kesepian. Snow nggak sayang soalnya sama Tante… Dia juga sibuk terus, sekarang lagi kursus bikin jamu sama nenek sihir di Puerto Rico. Eh, tunggu. Puerto Rico apa Purwokerto ya? Lupa. Yang jadi penasehatnya Mayang Sarimin itulah. Di mana ya itu?

Kapan-kapan Tante mau dong diajak ke Senev Elenev itu! Kayaknya harus bawa bantal sendiri tapi ya, karena kursinya keras. Nggak apa-apa deh. Yang penting sama kamu perginya.

Kamu lusa mau ke Istana ya? Yah… sayang banget. Tante lusa itu udah janjian sama sepupunya temen Tante yang mau dikenalin ke Tante itu. Semalem kita udah telfonan. Namanya Raffles Ahmad, sepupu Raja dari Kerajaan Entahlah Terserah. Dia baru putus sama pacarnya. Mantannya itu seumuran Tante juga, tapi katanya penyanyi padang pasir gitu. Yuni Sahara namanya. Kamu pernah dengar? Nanti kalo bisa Tante foto deh pas kita berduaan. Ini Tante kirim foto dia juga. Menurut kamu gimana? Ganteng nggak?

Kayaknya koq susah banget ya kita ketemuannya?

Peter, kamu harus bilang: Kamu lagi naksir siapa?


Ravenna




Diambil dari poeticonnie.tumblr.com

Surat #DuaHati @godhfd dan @heyechi

Bagong Kena Virus


Subject  : Bagong Kena Virus
From : Narada Kanekaputra (narada.kanekaputra@gmail.com)
To : Retna Anjani Nirmala (cupumanik_anjani@yahoo.com)
Date : Thursday, 24 January, 2013 10:14 PM

DORR!! Cangik!!

Hayooo … Kaget ya baca subject sama salamnyaaaa.. Hayo ngaku.. Hehehehe…

Ngik, kamu di Jakarta baik-baik aja kan? Aku tahu kok kamu baik-baik aja. *sok tahu* Baca email kamu yang terakhir bikin aku yakin kalo kamu baik-baik aja dan gak kekurangan suatu apapun, kecuali kehadiran Bagong. Hahahahahaha.

Membaca subject email ini pasti bikin kamu khawatir dan bertanya-tanya kan? Apakah yang terjadi sama aku. Tenang Ngik! Aku akan ceritain semuanya, jadi kamu gak bingung. Kasian juga kamu gak dapet cerita dari kemaren-kemaren.

Aku disini hampir tiap hari kerjaannya jalan-jalan sama baca. (*baca : reccee dan reading). Cuma salah satu pemain aku ada yang kena demam gitu, kayaknya karena masih nyesuain udara disini. Dan pada dasarnya, waktu kesini dia emang udah gak enak badan. Tapi selain itu, semuanya baik-baik aja. Reccee lancar, reading juga oke.

Nah, yang jadi masalah lokasi yang akan aku pake syuting nanti ternyata juga bakal dipake sama orang sini buat syuting juga. Jadi kita harus milih antara pindah lokasi atau tetap syuting disana tapi diundur tanggalnya. Akhirnya setelah perdebatan yang alot dengan tim produksi, kita mutusin untuk tetap pake lokasi yang udah direncanain, dengan konsekuensi bahwa kita harus extend di Amsterdam. Ini adalah pilihan yang paling efektif dan efisien buat produksi yang sekarang.

Dan karena harus extend itu, akunya jadi kena virus nih Ngik. Bukan. Bukan virus flu kayak pemain aku. Bukan virus berasa ganteng kayak Antasena juga. Virus ini cuma khusus menyerang aku.
Iya. VIRUS, keVikiran kamu teRUS. :))))

Kepikiran harus ninggalin kamu lebih lama, kepikiran kamu jadi makin susah tidur atau enggak, kepikiran rencana kita yang bakal tertunda, kepikiran kamu yang bakal jadi makin mikirin aku, dan kepikiran kalo aku harus lebih lama disini, lebih enak kalo sama-sama kamu. Pokoknya kepikiran kamu terus deh tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap saat. Sampe aku takut sendiri nanti dibilang musyrik, gegara kepikiran kamu terus, bukannya Tuhan. Tapi kalo dipikir lebih dalam lagi, dengan mengingat kamu setiap saat itu kan salah satu bentuk bersyukur sama Tuhan dan bentuk mencintai Tuhan juga. Karena Tuhan udah nyiptain kamu buat aku VIkirin teRUS, buat inget terus, dan buat aku sayang terus, terus, dan terus. Karena mencintai makhluk ciptaan Tuhan berarti juga mencintai Tuhan. Jadi kamu gak usah kawatir ya Ngok, VIRUS ini VIRUS yang baik kook.

Aku udahin dulu ya Ngik. Kalo aku tumpahin semua pikiran aku tentang kamu gak akan selese-selese dan aku gak bakal tidur-tidur. Kayak yang kamu bilang kalo ensiklopedi aja gak akan cukup buat ngungkapinnya. Aku kan mau kirim email, bukan kirim ensiklopedia, nanti kamu juga kapan bacanya kalo kebanyakan aku yang aku tulis. Nanti Hastina Bakery sapa yang mao ngurusin kalo kamu baca muluk. Nah tuh kan gak kelar-kelar, ya udah ya ngiiik, terusin besok lagiii, daaaah cangiiik, salam elus2 buat cipluuuk.

Bagong, yang doyan bikin kawatir




Oleh @godhfd untuk @heyechi
Diambil dari halamandepan.tumblr.com 



---


Surat balasan @heyechi untuk @godhfd


Cangik Datang Membawa Kesembuhan

Subject :    Cangik Datang Membawa Kesembuhan
 From :       Retna Anjani Nirmala (cupumanik_anjani@yahoo.com)
To :             Narada Kanekaputra (narada.kanekaputra@gmail.com)
Date :        
Friday, 25 January, 2013 11:24 PM

Hai Bagong!

Kaget katamu? Kaget katamu? Gak, aku sama sekali gak kaget dengan subject dan salam di emailmu kemarin. Tapi ini hanyalah dusta. Ya iyalah aku kaget Bagong yang rese tiada tara! Bagong yang doyan bikin khawatir memang sudah paling pas untuk menggambarkan diri kamu. Sekarang, sudah senang dan puas membuat aku ketar ketir disini sepanjang membaca email kamu?

Bagong, aku gak tau harus ngomong apa dengan ditundanya kepulangan kamu. 3 minggu itu gak sebentar lho. Dan harus menunggu lebih lama lagi, bukan hal yang mudah. Tapi demi kesuksesan kamu dan juga demi masa depan kamu yang cemerlang, maka aku harus kuat! Harus berani melawan musuh terbesar bernama jarak! Dan harus tegar menghadapi cobaan-cobaan rese lainnya dari kamu *menggebu-gebu*

Waktu kamu bilang kamu kena virus, aku langsung pusing. Bingung. Gundah gulana. Dan berdebar-debar. Aku khawatir kalau virus yang mendera kamu itu gak ada obatnya. Terus kalau gak ada obatnya, kamu gak sembuh-sembuh, dan kamu makin lama pulangnya. Ah, tidaaakk!

Tapi setelah baca kelanjutannya, rasanya aku pingin tancepin pensil dikuping kamu.

Bagong yang lagi kena virus, kamu tenang aja. Bukan Cangik namanya kalau tidak bisa bikin kamu jadi lebih baik. Bukan Cangik namanya kalau tidak bisa menemukan cara-cara yang paling ampuh untuk bikin kamu senang lagi. Bukan Cangik juga namanya kalau tidak bisa menenangkan kamu. Dan lewat email ini, Cangik datang membawa kesembuhan.

Ketika kita lagi memikirkan seseorang maka diwaktu yang bersamaan orang itu juga memikirkan kita. Seperti itu juga yang aku alami. Meskipun kita lagi terpisah jarak begini. Tapi itu namanya telepati. Koneksi yang tak tampak, tapi kita punya karena kedekatan hati kita. Sama seperti waktu kita mengomentari sesuatu dengan kata-kata yang persis sama. Makanya, aku tahu kamu lagi kepikiran terus sama aku. Soalnya aku disini bisa merasakannya.

Kamu sebetulnya juga gak perlu khawatir dengan aku. Rencana kita bisa menunggu, kita pasti bisa menemukan waktu yang lebih tepat untuk melakukannya. Mungkin saja memang sudah bagian dari rencananya Tuhan supaya kita menunda dulu pelaksanaan rencana kita supaya kita bisa menikmatinya berkali-kali lipat lebih menyenangkan. Dan pastinya jauh lebih baik daripada yang kita duga.

Jadi, kamu disana tetap jaga diri dan jaga hatimu baik-baik. Aku bakal tetap menemani kamu lewat mimpi-mimpi tiap malam, secangkir teh atau cokelat panas di pagi hari, kue cokelat yang lumer dimulut, kutipan di post it, juga tulisan-tulisan dan surat yang terselip di notebook kecilmu. Dan aku akan selalu menjaga hatiku disini.

Cangik, yang selalu khawatir


Diambil dari flanelmerah.tumblr.com

Surat #DuaHati @starlian dan @egbertz

Empty


Hey there,
  All my dreams it suddenly seems, It suddenly seems, Empty

Kalau kamu tanya apa saya sedih, jawabnya pasti ya. Tapi saya tidak menangis.
Kalau kamu tanya apa saya marah, jawabnya pasti ya. Tapi tidak kepada nasib.
Kalau kamu tanya apa saya kecewa, jawabanya pasti ya. Tapi tidak kepada kehilangan.

Vari,
Kepergian Clint memang menyedihkan tapi entah saya tidak bisa berlinang air mata. Mungkin karena saya tahu ini akan terjadi. Mungkin karena saya siap untuk selalu kehilangan, seperti saya pernah kehilangan Nafka dulu, calon suami saya. Kehilangan Clint hanyalah bentuk kehilangan yang lain.

Seperti lirik lagu dari The Cranberries di atas, saya hanya merasa kosong. Hanya merasa tak lagi bertuan, meski kami pernah gagal sebelumnya.

Perempuan tak bertuan,
Agnes




Oleh @starlian untuk @egbertz
Diambil dari starlian24.wordpress.com 



---



Surat balasan @egbertz untuk @starlian

(Masih) Sakit

Teruntuk Bandung,

Apa kabarnya kawan ?
Setahun sudah lewat sejak surat pertamaku untukmu.
Mungkin surat tertulis, karena di luar surat tertulis itu sudah banyak kata - kata yang kuucapkan untukmu.

Seperti setahun yang lalu kamu tampaknya masih sakit.
Sekilas tidak terlihat seperti itu.
Semua orang masih beraktifitas seperti biasa, anak sekolah di pagi hari disusul dengan para pekerja.
Diselingi dengan orang -orang lainnya.
Para wisatawan yang selalu setia menghampirimu bahkan saat kami, orang - orang yang telah hidup lama denganmu, merasa penat dengan segala masalah transportasi di sini.

Bagaimana rasanya melihat pohon - pohon yang ditebangi hanya untuk melihat perumahan - perumahan yang muncul karena ada orang - orang yang membutuhkan tempat untuk berteduh ?
Melihat sampah - sampah yang terjatuh karena tidak ada tempat untuknya dan banyak orang yang tidak  mau bersusah payah untuk membuangnya.
Melihat angkutan kota yang semakin kesepian karena penumpangnya saat ini lebih memilih jenis kendaraan lain.
Melihat jalan - jalan yang sepi dan tidak pernah tahu kejahatan apa yang selanjutnya dapat terjadi kepada kita.

Kamu semakin sakit namun masih bisa disembuhkan.
Ada dokter - dokter yang mungkin tidak bergelar dalam wujud orang - orang yang peduli.
Ada perawat - perawat yang tak mengenal waktu dengan segala komunitasnya untuk menunjukkan bahwa kota ini berjuang untuk sembuh.
Ada langkah - langkah kaki dengan tawa ceria di gelap malam yang menandakan kota ini masih hidup.

Setahun dari sekarang mungkin akan ada surat lagi, mungkin dariku atau juga dari orang lain.
Semoga kamu sudah lebih baik pada saat itu.
Setahun itu waktu yang lama.



 Diambil dari lubang-hitam.blogspot.com

Surat #DuaHati @NiaNoor dan @_Romulus

Poros Bahagia 

"Baca surat ini satu kali, maka akan kau temukan dirimu mengerti. Baca surat ini dua kali, maka kau akan mengelak ini bukan tentangmu. Baca surat ini tiga kali, maka kau hanya akan menyangkal semua yang tertulis disini."

Kepada S,

Euforia menyapaku, bulan menemanimu, kita tak berada dalam satu langit tapi seluruh angkasa menyambutmu. Mereka mengirimmu dalam ruang rindu.

Tahukah kamu?

Bagiku nada telepon adalah nyanyian benda canggih terhebat. Dan auramu merambat menggetariku. Inilah waktumu. Inilah waktuku. Kusimpan getar kita.

Halo S,

Aku berharap semoga hujan ditempatmu bukan wanita, karena aku bisa cemburu--dia lebih dulu menyentuh tubuhmu.

Aku mendengar suara hujan, dan entah bagaimana dingin dan hangat bisa menjadi satu di jemari, mata, dan hatiku.

Selamat malam S,

Tahukah kamu?

Aku yang tidak tahu menahu tentang arsitektur, mengetahui benar senyummu mampu menjembatani langit dan bumi.

Kemudian aku yang tak tahu menahu tentang ilmu bumi ini tahu pasti, bahwa tatapmu meski hanya dalam bayangku, masih membuatku lupa akan gravitasi.

Jadi S,

Ini semua tetap salahmu.

Jika aku tak juga percaya, makhluk seindahmu, menjanjikan diri sebagai milikku.

Kepada S,
Tetaplah menjadi poros bahagiaku.

Kebumen,
28 Januari 2013.
12:27




 Oleh @NiaNoor untuk @_Romulus
Diambil dari petrichora.blogspot.com



---


Surat balasan @_Romulus untuk @NiaNoor


Neurosis 

Jika setiaku dipertanyakan,
Takkan kuberi sebuah jawaban.
Kubiarkan kau merasakan sendiri,
Agar kau lebih mengerti.

Tears drop not from my eyes,
But straight from my heart.
When you want me no more,
I had no idea what to do with that.

Aku tidak menjanjikan untuk menjadi milikmu,
Aku ingin menjadi milikmu.
Aku juga tidak menjanjikan untuk setia padamu,
Aku ingin setia padamu.

I'm not as good as you think of,
I'm no more than a broken man.
My smile is not as magical as you think of,
It's nothing more than a broken smile of a torn man.

Hujan disini bukan wanita,
Bukan pula hujan berwarna.
Namun hujan bayanganmu,
Yang membuatku semakin rindu.

N,
Aku seperti pengidap neurosis tanpamu.

Get back soon,
I feel lost without you.




Diambil dari ksatriasemesta.blogspot.com

Surat #DuaHati @brutalita dan @enkanaa

Jealous? Are You Serious?

Cemburu.

Aku tahu kamu bukan orang yang terlalu sabar. Aku pun mengerti kamu bukan orang yang pandai menyembunyikan perasaan. Tidak jarang aku melihatmu cemburu. Tapi apa kamu tahu bahwa semakin lama cemburumu mengarah sedikit keterlaluan? Gadget? Please, Mbum. Apakah aku harus membuang seluruh gadgetku agar kamu tidak lagi cemburu? Pada laptop… Pffft.


Lalu bagaimana jika setiap saat aku berkutat dengan tab? Atau aku berubah menjadi gamer? Bercumbu dengan DoTa, PointBlank, Counter-apalah-itu-namanya. Jangan-jangan kamu mogok kuliah sebab cemburu tak tertahan hanya agar tidak bertemu aku… Iya?

Dan lagi, pada teman? Hah. Setan apa yang menyelip di kepalamu? Bagaimana bisa kamu cemburu pada teman yang kita berdua bantu mengejar cintanya? Bagaimana kamu tega being jealous pada sahabat yang baiknya tak terkira? Atau karena dia terlalu baik, maka dari itu kamu cemburu? Iya kah? Seriously, aku hilang arah, hilang cara untuk membuatmu tak lagi berpikiran gila. Apa sekali lagi aku harus bilang dan memberimu pengertian? No. Aku harap kamu buka pikiran hingga mengerti sendiri. Bukankah kamu bukan lagi lelaki usia dini?

Tolong besarkan pikiran, kecilkan ego kalau kamu mau belajar sabar. Jangan sampai tak ada lagi celah untuk sayang di hati sebab cemburu terlampau merajai.

Mbum,
Aku sayang kamu. Sebaik apapun orang kalau dia bukan kamu, aku juga takkan mau. Belajarlah memilah, mana yang patut dicemburui dan yang tidak. Berhentilah jadi seperti ini; where’s the fire kok suddenly you’ve become the rain?





Oleh @brutalita untuk @enkanaa
Diambil dari brutalogic.tumblr.com 



---



Surat balasan @enkanaa untuk @brutalita

Kemana Pijakan Hati

Berkehendak.

Hari ini aku sedih, dikala aku sakit gigi..
Semua masalah datang menghampiri..
Kemana aku harus lari..
Ataukah harapan akan kandas dalam mimpi..
Kemana Kekasih hati pergi, akankah dia datang untuk mengobati, ataukah dia akan pergi melepas bahagia sendiri.. Atau. Atau. Atau entahlah.. Selama aku kuat disini, kutunggu kau kekasih hati.. Doakan ku sabar menanti.

Kemana suaramu, kemana pelukan hangat yang kau berikan kepadaku dikala kita senang.. Aku rindu, aku butuh kamu.. Butuh kamu..




Diambil dari kadalkrispi.tumblr.com