Showing posts with label Surat #DuaHati 9. Show all posts
Showing posts with label Surat #DuaHati 9. Show all posts

01 February 2013

Surat #DuaHati @niaaSanny dan @ominohim

Hari Interogasi..

Dear, kamu yang baru saja mengintrogasiku..
Bagaimana dengan ujian kita hari ini? Sangat mengejutkan bukan, him? Haha iya, aku tidak menduga akhirnya akan seperti ini. Kertas jawaban ujian kita diambil oleh pengawas. Dan kita tersentak kaget melihat kejadian itu. Maafkan aku, him.. Aku telah teledor.. Aku yang menyebabkan semua ini terjadi. Untuk itu aku minta maaf ya.. :’)
PS: Semoga nilai Kalkulus kita baik-baik saja ya :’)
Hari ini aku unmood total! And you knew, why I got it.. Yep, itu karna pengawas ujian kita hari ini! Ah, kesel kesel keseeeel *pukul-pukul kaca pake pulpen* Rasanya tuh tadi aku mau lompat aja dari lantai 5 saking keselnya, him! What if, him..
What if..
Coba aja aku menghiraukan feelingku..
What if.. again..

Aku nggak tau harus berekspresi seperti apa hari ini. Gairah untuk ujian besok pun pudar seketika, him. Padahal besok itu hari terakhir kita ujian ya? Apa aku masih bisa, konsentrasi memikirkan ujian besok sedangkan nilai satu mata kuliahku sedang (nyaris) di ujung tanduk? Apa aku sanggup, him? Beri aku kekuatan untuk menatap wajahmu di esok hari. Untuk melihat wajahmu setelah kejadian tadi saja, aku nggak sanggup. Aku sungkan, him.. Aku nggak berani menatapnya.

PS: Hey, apa kamu cemburu padanya (orang yang kamu tanyakan padaku hari ini)?



Oleh @niaaSanny untuk @ominohim
Diambil dari niasanny.blogspot.com 



---


Surat balasan @ominohim untuk @niaaSanny


Hari yang menyebalkan. 

dear kamu yang aku cintai,

hari ini aku merasa sangat badmood sayang, entah apa yang membuatku seperti itu ._. haha masalah kemarin ya sayang? sudahlah, itu masa lalu buat kita dan harus dijadikan pelajaran. ini bukan murni kesalahanmu :)

bagaimana uas terakhir hari ini sayang? apakah kamu lancar mengerjakannya? waah sepertinya kamu lancar ya :D beda denganku, aku tadi tidak konsen gara2 kedinginan dan AC tepat mengarah kepadaku -_-.  aku juga sudah mengikuti kemauanmu untuk tidak duduk di dekatmu saat ujian tadi :)

akhirnya UAS selesai ya sayang, dan holidaypun datang :D liburan kita sebulan ya, brarti absen juga untuk bertemu dengtanmu :( aku besok ingin mengajakmu jalan, semoga kamu bisa ya, tapi kalau tidak bisa juga gapapa kok sayang :)

oh ya, masalah tadi siang di basement, aku minta maaf atas kejadian itu. aku sangat malu sekali sampai ada kejadian seperti itu, pasti kamu juga malu ya? ;(

kamu menanyakan apakah aku jealous? haha aku tidak perlu jawab itu, aku percaya padamu 100% :))

PS : Hari ini ku tidak jadi di interogasi? :p 

yang sedang kangen,
Ohim



Diambil dari ominohim.tumblr.com


Surat #DuaHati @bataskata dan @penakecil

Bawa Aku

Kelak, bawa aku melayang bersama balon gas itu, denganmu. Hingga nanti jatuh bersama-sama, kita bahagia.
 
Salam, cinta


Oleh @bataskata untuk @penakecil
Diambil dari sebatascinta.tumblr.com


---


Surat balasan @penakecil untuk @bataskata

Jatuh

Kita sedang sama-sama jatuh, bukan? Jatuh dalam cinta yang berbentuk gulali merah muda. Tak membuat sakit, melainkan manis meski kita jatuh menelungkup. Ini jatuhku yang paling membahagiakan. Jatuh padamu.

Meski semakin hari semakin singkat, cintaku tetap padat. Anggap saja kita sedang menyingkatkan jarak. Melalui surat.

Sayang kamu, Rinduku :*



Diambil dari aksarapenakecil.blogspot.com 

Surat #DuaHati @dhanzo dan @fristia

Perbedaan yang Tersatu

Jakarta, 30 Januari 2013

Dear Fristia,

Tidak ada yang perlu kau khawatirkan dengan Gita, karena cuma dia yang aku kenal di kota ini saja. Tapi aku ingin memastikan bahwa aku “tidak akan berpaling dari kamu, Tia.”

Besok aku akan ke Semarang, kota tempat kelahiranku. Sudah hampir tujuh tahun aku tidak kembali. Masihkah kau ingat aku pernah bercerita tentang sejarah lunpia? Tentang indahnya perbedaan yang tersatu karena cinta? Tidak ada yang mustahil di dunia ini, aku akan selalu memperjuangkanmu, Tia. Tentu saja dengan segala permasalahan kita lainnya, aku akan datang menemuimu, menemui ayah ibumu dan memintamu.

Iya, tentu akan menjaga diriku baik-baik. Aku akan mendengarkan segala kata-katamu untuk menjaga kesehatanku. Aku suka dengan perhatianmu yang cerewet, tapi kamu juga jaga kesehatan ya. Pasienmu sudah cukup banyak, jangan biarkan mereka bertanya “dokter kok bisa sakit sih?”

Yang menyayangimu,
Dhanang



Oleh @dhanzo untuk @fristia
Diambil dari serigalasalju.wordpress.com 


---



Surat balasan @fristia untuk @dhanzo


Jangan Hanya Bersurat

Denpasar, 31 Januari 2013

Dear Dhanang,

Maafkan keraguanku, seharusnya aku bisa lebih paham. Kamu yang kekasihku dan dia yang sahabatku. Orang-orang yang akan selalu menyanyangiku. Hanya saja aku cemburu pada mereka yang bisa ada dekatmu.

Semarang mulai membuatmu rindu ya? Memang sudah waktunya kamu pulang, Dhan. Tidakkah lelah terus berkelana? Ah, mungkin kamu tak bisa seperti aku, seumur hidup setia pada Bali dan tak sedikitpun ingin beranjak.

Perbedaan kita masih saja menjadi awan hitam. Aku tak melihat adanya titik terang. Bapak dan ibu masih menahan restunya untukku. Dan aku? Aku masih saja gadis kecil yang penurut. Aku masih percaya, cinta adalah sama pentingnya dengan restu itu sendiri. Aku terjebak, cinta dan restu tidak sejalan, berlawanan malah.

Suratmu selalu membawa senyum bagiku, terutama di hari seperti ini. Jangan hanya bersurat padaku, cepatlah datang!

Masih menunggumu,
Fristia.



Diambil dari fristiaindarini.wordpress.com

Surat #DuaHati @_KataSandy_ dan @erlinberlin13

Aku penanyamu yang lancang.

"Ya, memang harus aku!". Apa boleh buat? Kelemahanmu sudah mampu kuduga. Tanpa menganggapmu rendah, aku memahami itu.

Pada saat lonceng berdentang dua belas kali di malam tahun baru, yang menandai
peralihan dari bulan Desember ke bulan
Januari, kita mengucapkan selamat tinggal
kepada tahun yang silam dan menyambut
kedatangan tahun yang baru. Sungguh tepat bahwa bulan yang pertama ini disebut
Januari. Dewa bangsa Romawi, Janus, yang namanya digunakan untuk menamai bulan pertama ini, selalu ditampilkan berwajah dua; satu menghadap ke masa lalu dan satu lagi ke masa depan.
Apa engkau ingin menyerupai dia? Apa engkau harus terus bermanis didepanku?

Aku akan terus bertanya, sampai engkau mampu menjawab sendiri pertanyaanmu itu.

Padang kerapuhanmu akan terus coba kusiram, dengan air kehidupan yang akan terus kucoba sirami. Lancang memang, namun harus aku bisa-kan.

Aku, penanyamu yang baik.




Oleh @_KataSandy_ untuk @erlinberlin13
Diambil dari febryansandy.blogspot.com


---



Surat balasan @erlinberlin untuk @_KataSandy

Kunci


Aku pernah membaca beberapa literatur tentang Janus. Dalam bait-bait karya sastra terdahulu, maupun tulisan kontemporer dari penulis masa kini. Satu kali Janus memegang kunci di Labirin milik Daedalus dan memaksa seorang demigod untuk menentukan pintu mana yang akan dia ambil.

Semuanya merujuk pada satu kesimpulan: Pilihan.

Aku yakin setiap orang pernah berada dalam posisi ini: memilih keputusan terbaik. Kupikir, Pilihan itu jahat – iya, seperti Janus. Ketika kita dihadapkan pada dua pilihan baik, kita berubah menjadi rakus dan ingin mengambil dua-duanya. Namun, begitu diberikan dua pilihan buruk, kita enggan dan mencoba untuk menghindar.

Tapi, sudah kubilang, pilih yang terbaik. Januari menyodorkan dua jalan bagiku sebagai penentu ke mana aku akan berpetualang tahun ini. Masih betah dengan kubangan masa lalukah atau menapaki masa depan yang buram tanpa petunjuk. Sebenarnya, aku ingin bergelung pada masa lalu yang menawarkan kehangatan semu.

Itu, sampai aku menangkap bayanganmu di jalur masa depan.

Aku tidak tahu, tapi aku percaya kamu memiliki kekuatan untuk menyeretku pergi dari kukungan masa lalu. Jadi, seandainya Janus tengah mempermainkanku sambil melempar kuncinya ke kanan dan kiri, maukah kamu membantuku untuk menyambar kunci masa depan dari tangannya yang sialan itu?

Karena, kita sudah setengah jalan bersama. Bagaimana aku bisa mundur lagi?



Diambil dari heyerl.wordpress.com

Surat #DuaHati @vinalvinal dan @Firokida


Banyak Tanya

Selamat menikmati hujan di hari Rabu, Kamu

Kabarku? Hmmm….tertidur larut malam dan terbangun lewat pagi hari dengan pola makan lebih banyak ngemil daripada sepiring nasi, setidaknya aku tidak menemukan masalah yang menyulitkan, maka masih bisa dibilang baik-baik saja kan? Mungkin aku memang baik-baik saja.

Ada kok hal yang lebih membosankan daripada hal yang membosankan, yaitu mengeluhkan kebosanan yang terjadi dan tidak berbuat apa-apa. Aku percaya meskipun kamu bisa memprediksi apa yang akan terjadi, kamu bukan orang yang akan melarikan diri. Kamu masih bisa melakukan banyak hal, sekecil apapun, untuk membunuh kebosanan itu sendiri bukan?

Kehadiranku membawa senyum? Apa kau serius? Apa kau bersungguh-sungguh? Aku sendiri ragu, aku sering melakukan tindakan bodoh. Tiba-tiba marah, tiba-tiba diam, dan tiba-tiba menangis. Kadang-kadang aku bertingkah menyebalkan hingga membuat kamu kesal dan bersuara keras. Apa kau yakin dengan kalimat “maaf  saya selalu bilang saya bosan, mungkin ini efek kalo gak ada kamu ” ? Ya, semoga saja.

Aku sedang membaca buku Chicken Soup pemberianmu dulu, memilih beberapa cerita secara acak yang kemudian mau tak mau harus aku baca sampai selesai. Ternyata pilihan jatuh pada cerita tentang Nenek Ruby. Aku ceritakan sedikit ya

Nenek Ruby baru membeli karpet putih yang indah menggantikan karpet tua yang sudah berumur 25 tahun. Ketika pesta natal, Nenek Ruby membagikan beberapa tabung madu kepada keluarganya. Salah satu cucunya, Sheena, menumpahkan tabung madu yang lengket ke karpet baru itu. Sheena menangis dan berkata “Nek, saya telah menumpahkan madu ke karpet baru nenek”. Nenek Ruby berlutut dan berkata “Jangan khawatir sayang, kami akan memberikan madu yang baru untukmu”

Entah kenapa hatiku agak tersontak membacanya. Ia luar biasa bukan? Adakah hikmah yang bisa kamu ambil dari cerita itu? Bagikan padaku ya :)



P.S : maaf, surat ini agak terlambat datang. Lagi-lagi aku terjebak situasi yang tidak memungkinkan untuk mengirim surat tepat waktu


Oleh: @vinalvinal untuk @Firokida


---




Sepertinya Begitu


Hay, selamat hari terakhir liburan. Kamu yang ada di sana.

Kurasa besok dan seterusnya gak akan ada lagi bosan yang berkepanjangan deh, soalnya anak-anak daerah mulai besok mungkin akan melakukan aktivitas perkuliahan yang sewajarnya. Mungkin bagi sebagian anak angkatan atas sih tidak penting, kamu tau kan alasannya kenapa?

Hari ini begitu menyenangkan seperti semestinya hari yang selalu dituntukan Tuhan. Sebentar terik dan sebentar mendung. Tuhan menjawab doa manuasia yang menguluh akan terik panas dan hujan rintik, mungkin inilah jawabannya. Ngomong-ngomong masalah mengeluh, sebagian manusia memang bertabiat pengeluh tanpa tau arti dari hal yang ia dapati. Semacam tidak percaya akan kehendak tuhan, bahwasanya Tuhan akan memberi yang terbaik buat manusia dan tidak ada hal yang menjadi sia-sia. Memang kehendak Tuhan biasanya untuk para manusia yang mau berfikir, seperti yang tercantum dalam sebuah kitab suci agama. Apakah kau mengerti apa yang sama maksud? Katakan saja kalo tak mengerti, bila perlu sambil acungkan tangan.

Mengomentari masalah nenek Ruby ada dua pelajaran yang bisa dipetik. Yang pertama, diapenjaga perasaan, makanya dia tidak mau menyakiti hati cucunya dengan memerahinya. Dia lebih memilih sabar dan lapang dada agar cucunya tidak terbebani dengan terlalu merasa bersalah. Yang kedua, dia terlalu sayang dengan cucunya, dia lebih memilih kedekatan dengan cucunya dari pada sebuah karpet. Karpet bisa dibeli lagi dan banyak orang yang menjualnya, tapi kedekatan tidak bisa dibeli dengan uang. Dia tidak mau mempermasalahkan hal yang penting dibandingkan dengan hal yang dapat dibeli di pasaran.

Jadi kesimpulannya untuk apa mempermasalahkan sesuatu yang dapat dibeli dengan mudah kalo itu bisa menghilangkan sesuatu hal yang sangat penting. Yaitu cinta.

Mungkin saya sok tau, tapi kalo kamu mintapendapat saya yah itu yang bisa saya lihat dari sebuah kejadian itu. Selamat menjalankan aktivitas see you soon.



Surat balasan dari @Firokida untuk @vinalvinal
Diambil dari: http://diarekancil.tumblr.com/

Surat #DuaHati @estipilami dan @idrchi


Peserta Pertama Telah Gugur

Bersama kepastian yang mantap, 14 Februari 2013

Teruntuk Indri,
yang barangkali sedang merayakan hari valentine sendiri.

HAHAHAHA aku sayang kamu, In :”) *ngebaik-baikkin*

Selamat hari valentine ya, kamu. Semoga secepatnya dipertemukan dengan seseorang, yang bisa membawamu pergi jauh-jauh dari lingkar masa lalu.

Ah, aku punya kabar bahagia. Kemarin, Resa mengajakku untuk bertemu. Pada pertemuan kami (mungkin untuk) yang terakhir kalinya, aku benar-benar memantapkan pilihan bahwa ia sudah seharusnya berada pada masa yang sudah lalu. Ia sudah seharusnya kutimbun bersamaan dengan perasaan yang mulai habis digerogoti waktu. Ia sudah seharusnya kutinggal tanpa perlu merasa sesal.

Aku hanya tak habis pikir dengan caranya. Dengan besar kepala ia menanggapi perhatian demi perhatian, dengan acuh tak acuh ia menanggapi setiap perlakuan-perlakuan istimewa, kemudian setelah aku membiarkannya pergi, ia justru kembali lagi, dengan sewujud cinta yang tidak lagi aku damba. Ia justru kembali dengan permintaan yang tidak bisa kukabulkan. Dan aku merasa malahan lebih baik kami jauh dan tidak lagi akrab. Dan begitulah, In, kini hanya tersisa dua, ya? Dan aku masih juga merasa bimbang.

Terima kasih, untuk selalu ada dan selalu pintar dalam mendukung setiap keputusan, In. Kini, biarkan aku mengetahui Nuel dan Manu lebih dalam lagi. Sebab seperti yang pernah kuceritakan, aku tidaklah piawai dalam memilih. Biarlah Tuhan yang pada akhirnya mengambil alih.

Dari yang kini sedang bersebelahan persis dengan sepupumu,

Esti.                


Oleh: @estipilami untuk @idrchi
Diambil dari: http://estipilami.tumblr.com/

---

Manu dan Nuel


Bandung, Februari hari lima belas, 2013

Teruntuk,
Esti
yang akhirnya sudah tak lagi mengalah pada waktu lampau

Hai, kamu..
Selamat Hari Kasih Sayang juga ya, Ti.. Semoga kasih kamu selalu ada yang menyayangi, semoga sayang kamu selalu ada yang mengasihi. :’))

Oke. Berhubung Resa sudah gugur dari kompetisi, mari kubantu kamu mendapat sedikit pencerahan bagi isi hati. Sekarang, biarkan aku menegaskan posisi bahwa aku tak berniat menjadikan siapapun oposisi. Aku netral, akan kucoba memberimu gambaran dua sisi koin—baik dan buruknya mereka.

Manu, yang selama puluhan tahun aku mengenalnya sebagai sepupu, belum pernah sekalipun mengecewakan aku. Dengan surga kecil yang Tuhan titipkan pada senyum ramahnya, aku yakin kamu akan mudah jatuh cinta. Dan ia adalah teman bicara yang sangat menyenangkan. Cerdas, wawasannya luas. Bicarakan apa saja yang ada dalam pikiranmu, pasti ia tahu cara menanggapinya. Yang barangkali kelak kamu kurang menyukainya, perihal sifatnya yang seringkali malas. Karena menyadari kemampuan dan kecerdasannya, Manu tak jarang jadi pemalas dan menunda-nunda banyak hal.

Selanjutnya, Nuel. Aku baru mengenalnya dua tahun belakangan ini. Manu seringkali mengajaknya ikut acara keluarga, maka tak heran Nuel cukup akrab di pandangan mata. Sejauh yang aku tahu, Nuel sudah tak punya Ibu. Banyak yang bilang ia jadi pendiam sejak peristiwa kehilangan itu. Nuel juga tak bisa cepat akrab dengan perempuan. Ia terkadang terlihat cukup tak nyaman jika berdekatan dengan lawan jenis. Malu, mungkin. Namun ketika sudah kenal lebih dekat, Nuel menjadi sangat menyenangkan dan perhatian. Pernah suatu kali, ia rela menjemput ibuku ketika hujan turun lebat sekali. Hanya karena aku dan Manu sedang ada ujian di kampus, kakakku sedang ke luar kota, dan ayahku belum pulang kerja. Ibuku entah mengapa justru menghubungi Nuel, dan bukan supir taksi. Beruntungnya, Nuel langsung setuju menjemput. ;’)

Begitulah, Ti. Perihal dua sisi koin—Manu dan Nuel—yang barangkali kamu perlu tahu. Sebetulnya masih banyak cerita yang ingin kutuliskan. Namun biar saja isi hati dan kepalamu yang meramu segala  fakta minim itu menjadi sebuah jawaban besar. Kuharap aku cukup membantumu, ya.. :D

yang selalu berharap kamu memilih yang terbaik,
Indri.


Surat balasan dari @idrchi untuk @estipilami
Diambil dari: http://abcdefghindrijklmn.tumblr.com/

Surat #DuaHati @brutalita dan @enkanaa


Tuhan Mengirimku Padamu

It is not simply a cosmological coincidence.

Rona pipiku tidak pernah pudar sejak awal bibir kamu menyentuhnya. Detak jantungku terasa lebih nyaman dari biasa sejak kamu dekap aku di bawah senja. Lidah juga bibirku tak sekalipun kelu terus-menerus merapal nama Kana dalam setiap doa. Luka lama seakan sembuh tiba-tiba dan aku tak ingin menanyakan kenapa. Hati ini seketika berhenti mencari dua, tiga pun lima sejak kau tuntun aku di jalan cinta. Tuhan ciptakan kita, pertemukan aku dengan Kana untuk satu tujuan. Bahagia.

Mari kuperjelas segalanya, kasih. Masalah datang silih berganti setiap kali. That is how life should be. But let me say something, baby. Tidak perlu lagi kamu lelah berlari sebab kini kau punya empat kaki. Aku akan menggenggam tanganmu, berjalan bersamamu setiap hari. Kamu tidak lagi sendiri. Tidak akan pernah sendiri. Akan kuajarkan kau cara berbagi suka-tawa-ria-bahagia-sedih-letih-pedih-perih.

Aku hanya seorang kekasih. Aku tidak akan mampu mengobati. Biarlah itu menjadi urusan kedua hati. Biarlah mereka saling mengisi dan melengkapi. Tugas kita hanya menjaga mereka tetap bersama dari pagi ke pagi.

Mbum,

Aku dan kamu telah lebur jadi satu. Jangan takut terlihat lemah. Berhentilah berpura-pura kuat setiap saat. Jangan ragu terlihat rapuh di hadapanku. Aku telah cinta kamu dan beserta segala retak-pecahmu. Melihat lemahmu, bukan jarak yang ingin ku ciptakan. Tapi dekat. Hangat air matamu tidak akan mengikis bongkahan rindu yang kian membatu. Jangan takut jatuh saat melangkah sebab telah kusediakan kedua bahu untukmu.

Ay, aku disini.

Kekasihmu disini. Selalu disini. Datanglah kapan saja sesuka hati.

Aku menunggu.

Aku tidak akan jauh. Tidak pernah jauh. Akan selalu dekat. Lebih dekat daripada darah dalam nadimu sendiri.



Oleh: @brutalita untuk @enkanaa


---






Bahagiaku Kekasih

Sampai
Senangnya hati, hari ini jalan jalan sama pacar mencari bakso..
Walaupun baksonya tutup..-____-
Senangnya hati, hari ini bercanda tawa daripagi hingga senja hari..
Walaupun kadang guyonannya keterlaluan -____-
Senangya hati, hari ini bisa dipeluk pacar..
Walaupun kadang aku gabisa meluk pacar pas nyetir -____-
Senangnya hati, hari ini bisa makan pentol sama pacar..
Walaupun baksonya tutup -____-
Senangnya hati, hari ini bisa hujan hujan sama kamu
Walaupun pakai mantel. -____-
Senangnya hati, hari ini bisa makan mie sama pacar..
Walau keselek sambel.. -____-
Senangnya hati, hari ini digandeng pacar..
Walau yang digandeng mukanya manyun.. -____-
Senangnya hati, hari ini pake kacamata
Walau rambutnya gondrong katamu.. -____-
Senangnya hati, hari ini bisa ketemu sama pacar..
Walau nggak 24jam.. -____-
Senangnya hati, hari ini dan seterusnya punya pacar seperti Talita Sagitarani..
Walau bawelnya Masya`owoh.. -____-
Senangnya hati, hadi ini bisa ngepost di tumblr.
Walau ngepostnya telat.. -____-

Senangnya hati jika bersamamu :))


Surat balasan dari @enkanaa untuk @brutalita
Diambil dari: http://kadalkrispi.tumblr.com/

Surat #DuaHati @evanjanuli dan @myaharyono


Say Yes

Dear Mia,

Hari ke tiga puluh bulan pertama.

Harapan tidak akan datang menghampir, kita sendirilah yang membuat harapan menghampiri kita.

Tidak ada yang tahu masa depan akan menjadi seperti apa, sama halnya aku tidak tahu bagaimana meyakinkanmu tentang masa depanmu sendiri jika bersamaku. Tapi yang jelas, aku ingin menulis halaman berikutnya di bukuku dengan nama kita.

Delapan tahun aku menunggu untuk mengatakan apa yang seharusnya sudah aku katakana delapan tahun yang lalu. Apakah delapan tahun cukup bagimu untuk meyakinkan seberapa besar aku ingin menuliskan namamu di bukuku?

Mengatakan “ya” tidaklah sesulit itu, mengetahui hal yang akan terjadi setelah mengatakan “ya” baru sesulit itu. Namun, terkadang kita harus mengatakan sesuatu jika kita menginginkan sesuatu.

Aku juga akan menanyakan sesuatu karena aku ingin tahu jawabannya. Aku pun sudah siap untuk menerima kemungkinan jawaban yang tidak seperti aku harapkan. Bagiku, tidak ada jawaban yang salah, yang ada hanyalah ekspektasi kita yang salah.

Jadi apa jawabanmu?

Love,

.E.




Oleh: @evanjanuli untuk @myaharyono


---




Too Good To Be True

Dear E,

Tak ada yang lebih membahagiakan ketika bertahun-tahun mati rasa, lalu seorang datang mencoba menghidupkannya lagi.

Untuk itu, aku berterima kasih padamu. Bukan atas cinta yang kamu tawarkan. Tapi senyum yang tersungging di bibirku saat membaca setiap suratmu.

Aku tak ingin menyakitimu dengan mencoba memaksakan hatiku. Memberikan harapan yang semu kepada orang yang tulus padaku, akan membuatku dihantui rasa bersalah seumur hidupku.

Aku butuh waktu dan jarak untuk menyadari arti hadirmu di hidupku, E. Because you’re just too good to be true.

Kamu tak keberatan kan?

Mia.


Surat balasan dari @myaharyono untuk @evanjanuli
Diambil dari: http://mimidanpipi.tumblr.com/