Showing posts with label Surat Cinta #28. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta #28. Show all posts

11 February 2013

Tiga Puluh Lima Detik Itu


Dear Kakak,
Suratku lalu tak sampai padamu ya. Tukang posku mungkin seperti Kakak — ikut memilih berdiam saja dalam bertugas 
Tak apa. Aku masih mendengarkan Kakak  seperti dulu pernah dikatakan : teruslah menulis. Kuiyakan Kak. Sebab aku mau menulis terus dan terus hingga indah — seindah tulisan Kakak. Jika sudah indah pasti tukang posku tak enggan lagi bertugas mengantar suratku. Begitu ya Kak…
Kak, masih bergeming? Lala memohon sekali diajarin terus menulis. Tetapi bagaimana cara Kakak jika dengan diam saja, dan enggan membaca tulisanku?
Semau Kakak…
Gong xi fa cai…
Hari ini memulai tahun baru kalendar china. Tahun ular air. Semoga sejahtera, seperti kata mereka yang merayakan.
Hari ini banyak perayaan, banyak yang berpesta. Pagi sekali aku ke kota. Seperti biasa aku mencari foto-foto terbaik tentang perayaan imlek tahun ini. Warna-warna indah dari bulu kostum sepasang barongsai, nuansa merah para pemain musik.
Semua bertepuk,
semua bersorak,
semua bergembira
Hasil foto-foto ada Kak, mau lihat ya? Tapi bagaimana caranya dengan masih berdiam… baiklah… semua seperti inginmu Kak.
Selepas dari kota, aku mampir untuk makan siang. Menuku nasi gudeg Bu Ahmad, hmmm… kesukaanku. Tapi aku harus bergegas. Ada obat yang harus kubeli untuk Pak No dan aku sudah ditunggunya.
Langit bercahaya, baru saja hujan reda pun aspal tak panas menyisakan genangan basah. Aku berhenti di perempatan jalan lingkar Monjali. Tiga puluh lima detik lagi lampu pengatur lalu lintas beralih warna hijau. Di depanku ada dua kendaraan. Oya aku naik motor. Antrian paling depan sendiri ada bus pariwisata. Jadi ingin ikut piknik… #eh. Lalu berikutnya sebuah kendaraan kecil saja.
Tiba-tiba Kak…
Dari balik depan bus muncul seorang badut, Kak. Matik lah aku… aku terkesiap pun sambil menahan nafas. Ketika aku menengok sebelah kananku, ada badut lagi, Kak, berjalan di tengah pembatas jalan.
Hah… aku makin menahan nafas… semoga dia tak mendekatiku. Para badut itu sedang mencari uang, Kak. Mereka seperti para pengamen tetapi beratraksi pantomim. Kayaknya banyak yang suka, Kak, banyak yang memberi uang. Atau mereka ada yang takut sepertiku ya Kak?
Untung saja sebelum tiba mendekatiku mereka segera menepi, penghitung waktu mundur lampu pengatur lalu lintas segera berakhir.
Whoaaaaah… legaaa aku segera memacu motorku. Semoga mereka hari ini banyak rejeki pun sebab berkat di tahun baru.
Kakak belum mau ketawa juga…

Salam rindu
Lala


Oleh @_bianglala untuk @dzdiazz
Diambil dari http://pelangiaksara.wordpress.com

Lancur


Kepada Perempuan lancur.

Pada perempuan lajur yang lidahnya menjulur.
Mukamu seram, seseram masa lalu sehidupmu yang kelam.
Dianiaya, dijual, diguna, diisi lalu dikhianati sampai mati
Kau mati setelah dicaci maki.

Pada perempuan lacur yang terlanjur.
Ragamu mati, hatimu masih mencari.
Kau mencari cari pelaku, siapa mereka yang telah menodai, menggagahi dan menjual diri lalu meninggalkanmu sendiri.
Mereka tak tahu diri.
Kau tak tahu berbuat apa lagi.

Pada perempuan yang terlanjur bangkit dari kubur.
Membangkitkan tubuh yang bau membusuk, demi dendam yang belum terbayar.
Lunglai, terjuntai, dan sebahagian terburai.
Sehidupmu tak mampu, normamu tak memberkati.
Kau memilih mati dan bangkit lagi demi hati yang belum puas terobati.

Pada perempuan berbau busuk yang terduduk terpekur.
Kembalilah pada liang,
Tumpaskan dendammu dengan doa dan mantra syukur.


Oleh @ulansabit
Diambil dari http://punyaulan.wordpress.com/

Selamat Tanggal 10


Yang telah mendekap hangat semalaman,
Kamu.
Bohong deh kalo kamu lupa hari ini kita aniv, kalo aku sih inget cuman malu ngomongnya hahahaha xD bocah yak? gak apa-apa deh. Anyway, Happy 5th Month Anniversary dear, semoga makin awet dan gak pernah rajet, amien. Ngasih surat ini mau ngomong apa yaaa? Jangan bosen-bosen ya aku kirimin surat terus, hihiii xD. Dari obrolan semalem sebenernya aku seneng dengernya waktu aku tanya “kok gak pernah keceng-keceng?” kamu jawab ‘malu ah udah tua’ *hahahaha macaaaaa? :P* Entah kenapa, difikir-fikir posisi jadi pacar kamu tuh enaknya ya sekarang waktu jadi aku. Soalnya aku tau yang sekarang jadi prioritas pemikiran kamu tuh kerjaan bukan lagi cewek. Bener atau enggak, bisa atau enggak aku sih cuman bisa banyak-banyak berdoa aja. Gak pernah ada yang tahu ke depan itu kayak gimana, jadi ya jalanin aja kayak yang selalu kamu bilang, gak pake muluk-muluk dan banyak drama apalagi banyak janji mau nikahin segala tapi ujung-ujungnya putus juga. *loh loh yang barusan pengalaman yank, hahahaha jangan kayak cowok-cowok yang suka nebar janji yaaaaa*. Aku sih cuman nitip satu hati, yang gak bisa tuh di dapetin di toko-toko terdekat *iklan kali wen ah* dan dari basic kita yang awalnya sahabatan, aku yakin kamu bisa.
Kalo mau ngucapin makasih sama kamu gatau mau ngucapin makasih yang mana dulu saking banyaknya. Kenapa sih bisa baik banget jadi orang tuh? Kenapa bisa sabar banget jadi orang tuh?
Jangan bosen-bosen ya jadi pacar aku yang orang-orang bilang Cina padahal cuman sipit doang. Jangan bosen-bosen pacaran sama aku yang bandel, gak mau kalah,sama susah dibilangin. Jangan bosen-bosen ya pacaran sama aku yang gak cantik-cantik amat, yang perutnya berlipet, tangannya bergelambir, yang suka jerawatan dan sensian abis kalo lagi datang bulan. *pengakuan dosa dan mencoba menyadari kalo saya susah untuk beranjak kurus* Kalo kamu mau keceng-keceng gak boleh!!!! yang boleh aku doang hahaha. Jangan bosen-bosen ya aku cerewetin kalo kamu belom pulang, belom makan, belom solat. Jangan bosen-bosen juga kalo aku bilang loveyou missyou loveyou missyou sampe 1000 kali bahkan lebih :D
semoga akan ada tanggal 10 yang ke , 7, 8, 9, 10, dan seterusnyaaa…
Jaga hati kamu ya sayang, buat perempuan ini. Perempuan yang berusaha untuk selalu ada, Perempuan yang belajar peran sebagai apapun agar kamu selalu nyaman, Perempuan yang paling tidak ingin melihat kamu sakit.

Yang selalu menyebut nama kamu di setiap hela doa,
Wenny.


Oleh @wennyshafira untuk @iqbalbarqah
Diambil dari http://sapiiiw.tumblr.com/

Aktivitasku


Hei kamu yang lagi betah sama aktivitasmu!
Bosan ya selalu aku buatkan surat? Kalau aku buatkan kopi setiap pagi, bosan juga? 
Iya, aku tahu kamu tidak suka membaca, tapi kamu suka aku kan? Jadi kamu harus baca tulisanku hihi. 
Kamu masih sibuk? Aku mau cerita sedikit, supaya kamu tahu aktivitasku.
Aku habis mengunjungi seorang kakek yang pakai kursi roda dan sedang disuapi sarapan oleh istrinya (yang juga sudah nenek-nenek). Aku jadi sadar, Cinta tanpa fisik itu seperti mereka ya, sudah jelek berkeriput bahkan sulit berjalan tapi masih saling sayang. Apa kita bisa seperti itu? Kalau iya, aku tidak akan takut untuk jadi tua asal bersamamu.
Terus setelah urusanku selesai aku mampir dulu ke warung bakso, disana aku bertemu seorang ibu, dua anaknya, dan suaminya sedang makan di warung bakso. Mesra sekali keluarga itu, makan bersama, tertawa bersama, tanpa beban. Dan kamu harus tahu, ibu cantik itu buta, dan aku bisa lihat aura saling mencintai mereka, dua anaknya juga lucu sekali. Ternyata benar kata penulis Tere Liye, bahwa Kita sama sekali tidak membutuhkan mata untuk memandang cinta sejati kita. Tidak memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya, ia selalu datang, tidak pernah tersesat. 
Aku segera menaiki angkutan umum meninggalkan warung bakso, cuaca sudah mendung, harus segera pulang. Dan di dalam angkutan aku melihat seorang bule pakai kalung Rosario yang besar, dan di sebelahnya ada perempuan berkerudung. Mereka berbincang dalam bahasa inggris dan aku menangkap pembicaraan mereka. Membicarakan apa yang harus dilakukan kalau sudah sampai dirumah nanti, dan dari percakapannya aku tahu mereka sudah menikah. Semudah itukah cinta menyatukan dua prinsip yang berbeda dan memusnahkan ego? Tapi kok kita yang satu prinsip saja, masih kalah oleh egoisme masing-masing ya? Kenapa coba kita masih kalah sama keegoisan kita?
Perjalananku sudah sampai. Aku sudah di rumah kakakku, dan bertemu keluarga yang jauh lebih bahagia dari orang-orang yang kutemui sebelumnya. Keluarga yang sedang mengajarkan anak-anaknya mengaji, menghafal kitab suci, dan sembahyang berjamaah. Kata kakakku, kalau dalam sebuah keluarga agamanya bagus maka urusan lainnya akan bagus juga. Mau memperdalam agama bareng nggak? supaya kedepannya kita bisa lebih baik nih.
Tak lama aku tertidur, dan bermimpi sedang duduk di ruang tengah berlantai kayu, rumah kita nantinya. Terlihat kalau kehidupan kita akan jauh lebih bahagia dari orang-orang yang aku temui sebelum tidur. tetap akan ada masalah, tapi kita memiliki tiang kepercayaan, kesetiaan, loyalitas, dan saling menguatkan komitmen.
Aku akhirnya terbangun dari tidurku, dan segera menuliskan surat ini. Sepertinya tugas kita untuk memperbaiki diri masih banyak ya, aku jadi ingin cepat-cepat bertemu kamu untuk mendiskusikan hal ini. Sekarang sudah pukul empat dini hari, sedang apa kamu?

Selamat pagi, 
Sudah bangun untuk sembahyang subuh, atau perlu kubangunkan? :)


Oleh @unidzalika
Diambil dari http://chairanidzalika.blogspot.com/

Indah Sekali Bukan?


Hai selamat pagi
Ini minggu pagiku yang keratus kali yang ku lakukaan bermalas-malasan dikasur kamarku. Maafkan calon suamiku, minggu-minggu selanjutnya aku tidak akan seperti ini lagi. Aku akan bangun lebih pagi darimu, kemudian berdandan cantik, membuatkanmu dan anak-anak kita sarapan dengan resep makanan dari ibuku dan ibukmu. Kemudian aku kembali kekamar kita untuk membangunkanmu, dengan mengecupo lembut ujung kening dan bibirmu kemudian kamu bangun tersenyym padaku dan mengucapkan “good morning ibu, i love you” dan kemudian aku menjawab “you too ayah” 
Setelah membangunkanmu, Kemudian aku beranjak kekamar anak-anak kita, si sulung dan si bungsu. Sama seperti yang kulakukan padamu, mengecup lembut kening anak-anak kita dan memintanya untuk mandi dan kemudian sarapan bersama. 
Oohhh indah sekali bukan rencana masa depanku sayang ;)) 
Banyak-banyak berdo’a untuk kita ya, semoga ini bukan hanya sebuah rencana.

Selamat hari minggu, calon.


Oleh @ulliulli
Diambil dari http://asiltawani.tumblr.com/

Bernyanyi untuk Bulan

ini Surat untuk papa aku :)

Masih aku ingat dengan jelas,sepanjang perjalanan aku setiap malam selama beberapa malam waktu duluh.
Waktu itu aku masih kecil,masih SD.aku dan papa selalu berjalan menyusuri sebuah jalan,tiap kami pulang dari rumah seorang kerabat papa.

Aku masih ingat,
Waktu itu aku ngantuk berat,aku ga pernah menyadari kalau papa sebenarnya lelah.Tapi papa selalu menghibur aku di sepanjang jalan yang aku tempuh ribuan kilo itu bersama dia.
Papa ajarin aku nyanyiin bulan di atas langit,
Kata papa,kalau bulan kita nyanyiin nanti bulan nya akan terus terang dan terus menerangi perjalanan kita.
Aku percaya..Aku terus menembangkan nyanyian yang papa ajarkan secara kilat.Dan,benar sekali ternyata cahaya bulan itu terus mengikuti aku dan papa,cahaya itu juga menjadi sangat terang.
Aku jadi sering melihat ke atas sepanjang jalan,dengan di rangkul papa sambil terus mendendangkan lagu bulan yang papa ajarkan itu.

Aku jadi tidak pernah melihat ke bawah,ke arah kaki,dimana aku dan papa melangkah cukup jauh.
Aku jadi tidak mengeluh,malah aku terlihat sangat antusias.
Anehnya,perjalanan yang mestinya terasa sangat jauh dan melelahkan itu malah membuat aku ketagihan.
Aku malah merasa sangat cepat sampai ke rumah,aku malah ingin terus terusan berjalan seperti itu sambil mengadahkan kepala ku ke atas,mendendengkan lagu bulan,di rangkul dengan papa,dan aku dengan senang hatu bisa melihat cahaya bulan yang sepertinya mengerti akan  nyanyian yang aku dendangkan sepanjang perjalanan itu.

Sekarang aku rindu semua itu.
Apa papa masih mau,menggandengku dan berjalan sejauh itu sambil mendendangkan lagu untuk bulan.Atau akan ada seseorang yang seperti papa,yang bisa melakukan hal yang sama seperti aku kecil duluh.

Entahlah,,
Yang pasti saat ini aku ingin itu bisa terulang kembali.

Buat papa..

Kapan kita nyanyiin bulan lagi yaaah :* :*

oleh  ‏@Put3rena_grasti
diambil dari http://pujatya.blogspot.com

Surat Buat Agen Neptunus

Dear Agen Neptunus yang hobi berkhayal,


Halo agen Kugy! Gimana kabar? Masih sibuk nulis surat untuk Neptunus? Atau sibuk nulis dongeng-dongeng ajaib? Kalau boleh, kasih saya ijin buat baca dongeng-dongeng kamu dong! Ada yang terbaru nggak? Pasti ada kan? Seingat saya, dongeng kamu yang terakhir tentang Pasukan Alit, ya kan? Dongeng yang kali ini tentang apa, Gy? Ah saya penasaran, pengen baca dongen kamu, pasti ajaib!

Kugy, tolong bilang ke Neptunus dong, saya boleh jadi agennya nggak? Nambah satu lagi boleh kan? Tapi zodiak saya bukan Aquarius, tetep boleh kan? Boleh ya? Pliiisss.. Agen Neptunus Non Aquarius :) Tapi yakin deh, saya bakalan jadi agen yang baik kok, beneran!

Kugy, boleh nggak saya nulis surat buat Neptunus? Tenang aja, saya bisa bikin perahu kertas kok! Hmm, kalo masalah aliran air, di deket rumah saya ada aliran air kok, deket banget malah. Jadi saya bisa kirim surat buat Neptunus kapan aja saya mau.

Kugy, bagi radar-nya dong! Sebentar lagi kan saya (mungkin) dilantik jadi agen Neptunus, masa saya nggak punya radar sih? Nggak banget kan? Tapi kalo nggak boleh, ya udah, nggak apa-apa kok :)

Kugy, kita punya kesamaan loh. Kita sama-sama hobi nulis, ya cuma satu yang nggak sama, saya nggak bisa nulis dongeng, hehehe. Makanya pinjemin saya dongeng kamu dong, saya pengen baca. Siapa tau pas habis baca dongeng kamu saya jadi bisa nulis dongeng. Kan ajaib tuh!

Trus ada lagi kesamaan kita, kita sama-sama suka ombak. Kamu bener, Gy, ombak itu emang lagu alam paling merdu. Saya tambahin ya, kalo pantai itu lukisan alam paling indah. Oh iya, Gy, kapan-kapan ajak saya ke pantai dong, siapa tau ntar saya ketemu Neptunus, kan saya perginya bareng agen Neptunus *senyum genit*

Ya udah, Gy, segini aja surat saya. Salam buat agen Neptunus yang satu lagi ya! You know who I mean laaaahh :3 Oh iya, maaf ya kalo saya cerewet dan banyak maunya, hehehe

Salam Khayal,
yang juga hobi berkhayal.


ps: thanks buat Teh Dewi ‘Dee’ Lestari yang udah menciptakan Novel Perahu Kertas dan menciptakan karakter Kugy. Saya suka novelnya, ceritanya, dan juga karakter tokoh-tokohnya! Teh Dee, saya salah satu penggemar tulisan-tulisanmu! Nice story, great character! :)


oleh @sintrooong
diambil dari http://agustinasss.blogspot.com

Ini Kebetulan Atau Takdir?

 Ini Kebetulan Atau Takdir?
Hai, kamu. Percayakah kamu pada suatu kebetulan? Atau kamu akan menyebut kebetulan itu sebagai takdir Tuhan? Maka baca dulu ceritaku, nanti kau akan paham apa itu kebetulan dan takdir.

Pagi ini, aku mengetikkan ini di depan leptop tepat setelah aku membuka mata, ngulet, dan ke kamar mandi. Dan dengan sangat sialnya, lagi-lagi aku mengalami mimpi tentang “Pria Terakhirku”. Mimpinya ada 2 rasa, kadang manis, kadang pahit. Yang membuat bangun tidurku langsung ingin mengetik adalah Rio. Iya, jadi fasenya gini, mimpi Rio-> melek -> mikirin Rio -> ngulet -> sadar Rio cuma sahabat -> nyesek -> ambil nafas panjang -> boker sambil ngalamun -> buka leptop.

Banyak sekali kebetulan atau takdir yang aku alami bersama dia. Dan kini aku mulai bingung menceritakannya dari mana. Dari awal pacaran aja setiap ada kebetulan atau takdir, apapun itu. Salah satu dari kita akan menjawab, “Itu berarti kita jodoh. Amin”. Ah, kekanakan memang. Tapi tau apa kalian tentang pasangan yang sedang dilanda jatuh cinta? Kalian hanya mengontrak, dan dunia menjadi milik pasangan itu. :p

Aku sampai tertawa mengingat betapa lucunya kita dulu. Kita menyimpulkan “Jodoh” hanya berdasarkan kebetulan atau takdir Tuhan. Ah, klise memang. Tapi kita meng-amin-i dengan sepenuh hati. Semoga saja “amin” kita juga di-amin-i oleh para Malaikat dan dikabulkan Tuhan. Amin. :)

Awalnya gini, bulan puasa Agustus tahun 2011. Waktu itu kita masih dalam masa PDKT. Kita cari tempat buat buka bersama, dan akhirnya memutuskan Mie Ayam 2 Rasa di jalan Sulawesi. Itu juga karena pilihanku, entah mengapa, pria jarang memberi masukan mau makan dimana. Nah, tepat setelah pulang buka bersama yang hanya berdua itu, aku menemani dia sholat di rumahnya. Setelah itu kita jalan-jalan naik motor, kehabisan akal kemana, kita nongkrong di Alun-alun sebentar. Karena di Alun-alun ramai dan sepertinya feelingku saat itu dia mau mengatakan suka, maka aku meminta pulang. Di teras rumah, tepat seperti feelingku, dia benar-benar mengatakan suka sambil menggenggam erat tanganku, matanya serius tapi tulus. Ah, aku yang tadinya agak marah karena suatu hal langsung dibuat luluh. Akhirnya, kita jadian 17 Agustus 2011.

Akhirnya gini, bulan Februari tahun 2013. Waktu itu kita masih dalam masa complicated. Kita cari tempat buat makan malam mingguan. Tadinya aku (lagi) yang memilih Warung Klangenan. Tapi, entah ini cara Tuhan menolak kita makan disana mungkin. Disana ada teman-teman Rio, dan Rio jelas malulah kalo mau makan disana sama pacarnya. Akhirnya kita makan dimana? Ya, bener banget. Di Mie Ayam 2 Rasa jalan Sulawesi itu (lagi). Feelingku udah ngga enak sepanjang perjalanan, mengingat tempat itu adalah tempat yang kita singgahi sebelum jadian. Walaupun di motor dan tempat makan kita masih bisa tertawa bersama layaknya pasangan sempurna. Tapi aku bisa melihat di matanya, dia menatapku memelas, seperti tak sanggup akan mengatakan sesuatu tapi apa daya. Dan yang membuatku semakin galau di motor, dia mengendarai motor dengan sangat pelan. Dia benar-benar ingin menikmati masa-masa terakhirnya bisa naik motor bersamaku. Tepat seperti feelingku, bedanya saat dia meminta di teras, aku menyuruhnya masuk ke ruang tamu. Lebih baik kita bersahabat saja. Hanya kalimat itu dan kecupan kening serta pelukan hangat sepersekian detik yang mengakhiri hubungan percintaan kita.

Percaya atau ngga kalian, satu tahun yang lalu. Di bulan Februari juga. Aku sedang sangat galau dan ingin mengakhiri hubungan dengan Rio. Tapi, aku ngga tega mutusin, aku juga masih sayang. Jadi aku memilih bertahan dengan kegalauanku selama beberapa bulan sampai pengumuman SNMPTN. Lama memang aku menahan galau pengen-mutusin-tapi-ngga-tega. Galauku ngga main-main, sampai insomnia setiap hari tidur jam 2-4, pas UN SMA malah ngga tidur sama sekali. Leher bagian belakangku sering sakit saking stres-nya kata Mama. Mereka mengira aku stres karena UN dan SNMPTN, padahal mereka semua salah. Maka dari itu, kini, aku bisa ikhlas dan bersabar ketika dia meminta kita bersahabat saja. Aku memposisikan diriku satu tahun lalu menjadi dirinya kini. Dari pada dia stres kaya aku setahun yang lalu? Aku ngga tega banget tau orang yang paling ku sayang nyimpen galau karna pengin-mutusin-tapi-ngga tega :’)

Jadi, balik lagi ke soal tempat makan di 2 cerita dengan akhir berbeda di atas. Menurut kalian, ini kebetulan atau takdir? Tempat yang kita singgahi sebelum jadian dan sebelum putus sama, yaitu Mie Ayam 2 Rasa. Oh, apa karena Mie Ayam-nya ada 2 rasa itu ya? Mungkin awalnya manis, dan akhirnya pahit. Ah, kacau, abaikan otakku yang mulai memikirkan hal aneh-aneh.

Aku seseorang yang percaya Tuhanku. Maka, aku sebut ini kebetulan yang sudah diatur Tuhan (takdir). Aku yakin, jika aku memperjuangkan mati-matian untuk mempertahankan kita, tapi semesta beserta isinya berkonspirasi besar-besaran untuk memutuskannya. Kita bisa apa, sayang? Dan sekali lagi, aku juga yakin. Jika kamu mati-matian berjuang melupakan dan membuangku dari hidupmu, tapi semesta beserta isinya berkonspirasi besar-besaran untuk menyatukan lagi. Kita bisa apa, sayang? Selain berdoa dan bersyukur bahagia atas nama cinta?

Jadi, menurut kalian, ini kebetulan atau takdir? :)


Minggu pagi, di depan leptop, di ruang tamu rumahku, seperti yang dulu sering kita duduki bersama.

oleh @skrylrst
diambil dari http://wanitasetengahedan.blogspot.com

Pesan Pemilik Hidup dan Mati

Aku luruh, aku rapuh, aku memunajatkan petunjuk-Mu ya Allah. Saat ku buka lembaran firman-Mu dalam harta agamaku. Inikah jawabanmu, ya Allah ????

Kepada seluruh umatku. Aku heran mengapa kalian masih saja berifkir negatif denganku perihal takdir ? Di dalam Al-Quran bukankah sudah aku jelaskan ? Ada 3 perihal takdir yang tidak dapat dirubah. Apakah kamu lupa akan ketiganya ? Baik, akan ku jelaskan agar kamu lebih bisa memahami takdir itu. Pertama kematian, kedua rezeki dan ketiga jodoh.
Pertama sudah pasti kamu ketahui bukan, bahwa jika kematian sudah menjemput, lantas apapun yang kamu lakukan akan terasa sia-sia. Dimanapun kamu bersembunyi, pasti kematian akan tetap menjelang. Yang hanya bisa kamu lakukan adalah terus berdoa dan terus beribadah kepadaku. Agar ketika kematian itu datang, kamu sudah memiliki banyak bekal untuk menuju rumahku. Kali ini kamu bukan hanya pergi ke rumah kerabatmu. Dengan membawa roti dan minum, kamu sudah bisa selamat dari kelaparan. Tapi kamu pergi menuju rumahku, tentu bekal seperti itu tak akan pernah bisa menolongmu. Perbanyaklah beribadah kepadaku. Perbanyaklah berbagi dengan sesamu. Perbanyaklah mengajarkan yang baik kepada anakmu kelak. Niscaya akan memudahkanmu ketika menuju ke rumahku. Karena semua yang kamu miliki di dunia nantinya akan terputus ketika sudah pergi ke rumahku. Hanya ada 3 amalan yang akan ikut serta denganmu. Pertama amal jariyah, kedua ilmu yang bermanfaat dan ketiga doa dari anak yang shaleh dan shalelah.
Kedua yaitu rezeki. Kalau kamu mengeluh kepadaku kenapa hidupmu sangat amat berbatas. Mari hendak syukuri semuanya. Aku lebih mengetahui mana yang baik untukmu. Walau aku yakin, sebagian besar umatku pasti selalu meyakini yang terbaik untukku. Bukankah sudah ku jelaskan juga di Hadits, "Apa saja yang kamu fikirkan baik untukmu, belum tentu baik menurutku. Dan apapun yang kamu fikirkan buruk bagimu, mungkin itu adalah yang amat baik untukmu". Syukuri saja apa yang sudah ku berikan untukmu. Jangan mudah mengeluh atas semua yang sudah ku berikan. Nikmati saja semuanya. Maka dengan begitu, kamu akan lebih merasa bahagia menjalaninya. Tentunya dengan di landasi keikhlasanmu. Karena aku hanya akan memberikan rezekiku untuk apapun yang kamu butuhkan. Bukan untuk yang kamu inginkan. Kalau aku merasa, kamu masih aman dalam ruang lingkup kebutuhanmu. Maka lebih indah ku berikan rezekiku kepada yang memerlukan.
Ketiga yaitu jodoh. Pasti kamu sangat bahagia ketika membicarakan ini. Tapi tak jarang pula kamu mengeluh atas jodoh yang telah aku siapkan padamu. Bukankah di Al-Quran telah ku jelaskan, "Lelaki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik. Begitu pula sebaliknya. Namun, wanita buruk hanya untuk lelaki buruk". Baik dan buruk dalam hal ini, ialah perilakunya. Bukan karena baik atau buruk wajahnya. Jika kamu ingin mendapatkan yang terbaik, maka rubahlah dirimu dahulu menjadi yang terbaik. Jika saat ini kamu merasa belum menemukan pasangan bagi dirimu. Bersabarlah. Lagi-lagi aku menjelaskan bahwa aku hanya akan memberi apa yang kamu butuhkan. Bukan yang kamu inginkan. Jadi bersabarlah. Karena jodoh terbaikmu masih aku simpan. Dia masih aku siapkan untuk menjadi yang terbaik bagimu. Hingga waktunya tiba, saat aku sudah memberikannya padamu. Dia amat layak untukmu.

Perihal jodoh, carilah jodohmu seperti yang telah Nabi Muhammad jelaskan. Yaitu bernilai 1000.
1 yaitu : Seagama denganmu, yaitu Islam.
0 yaitu : Berasal dari keluarga baik-baik.
0 yaitu : Baik parasnya (Tampan atau Cantik).
0 yaitu : Baik hartanya (Kaya)

Aku tidak mengajarkan kepadamu untuk menjadi orang yang sombong karena menginginkan mencari jodoh seperti itu. Aku menegaskan kembali, bahwa "Carilah". Namun belum tentu jodoh seperti itu yang aku berikan. Jika kamu menginginkan seperti itu, rubahlah dahulu dirimu. Dan Nabi Muhammad menyarankan nilai tersebut agar kamu bahagia di dunia maupun akhiratku. Utamakanlah mencari yang angka 1 dahulu.

Perlu kamu ketahui, buat apa kamu mengeluh akan ketiga hal tersebut ? Bukankah kita sudah sepakat mengenai ketiga takdir tersebut sejak kamu di dalam kandungan ibumu ? Sebelum aku meniupkan ruh padamu. Kalau kita belum sepakat, mungkin sekarang kamu belum lahir dan tidak bernyawa. Karena di saat aku meniupkan ruh padamu, di saat itulah kita pernah sepakat akan ketiga takdir itu. Itu pula yang aku sepakati dengan kedua orangtuamu, keluargamu, temanmu dan semua mahklukku.

Tertanda,

Sang Pemilik Hidup dan Mati


oleh @putriaryaa
diambil dari http://aditiaputriarya.blogspot.com

Tentang Matahari

Pernah dengar cerita tentang matahari?
Bagaimana ia membagi sinarnya untuk kita seakan ia sendiri tak membutuhkannya?
Aku pernah mendamba membagi kasih ini seperti matahari membagi cahayanya.
Bukan, bukan aku terlalu pemilih atau tidak ada yang memilihku, apa kau pernah tau tentang kisah seorang ahli strategi yang terlalu takut strategi yang dibuatnya gagal?
Aku hanya takut gagal.

oleh @sheananda
diambil dari http://sheananda.tumblr.com

Ucapan Selamat Dariku

Apa kabar wahai tuan si pemilik hati yang teduh, lama tak melihat mu lewat depan rumah lagi. Wah aku rupanya rindu kepada seseorang yang tidak mengenalku dan telah bersama pujaannya. Terdengar sangat bodoh dan memalukan sekali memang. Tapi aku masih setia kok menulis surat untukmu, tapi aku bingung, harus memakai nama siapa, agar kau sudih membacanya.

Apa kabar wahai tuan pujaanku, kuliat kabar melalui akun jejaring sosialmu, rupanya sebentar lagi kau akan menjadikan wanitamu itu halal dimata Allah. Kau dan dia rupanya sebentar lagi akan hidup bersama (untuk sementara). Karna terkadang memang mungkin Allah memberi takdir makhluknya untuk salah pilih dahulu, Tapi percayalah Cinta yang tulus dan baik itu datangnya memang selalu terlambat. Aku sering mendengar kata-kata ini.

Aku tak masalah, kabar itu sama sekali tak membuatku berhenti mencintaimu apalagi menyurutkan langkahku untuk meraihmu. Aku masih setia tersenyum dan bermimpi. Sebab aku paham betul, pintu pengadilan selalu terbuka untuk siapa saja, anak para jaksa dan pengacarapun butuh makan dan biaya hidup lainnya. Jika tidak, robohlah kantor pengadilan dan dijadikan lapangan sepak bola oleh anak-anak setempat. Itu lebih baik, dari pada tuan-tuan berdasi kembali mengambi alih dengan membangun gedung mewah yang hanya untuk sesamanya saja. Maka lebih baik dijadikan lapangan sepak bola saja agar Indonesia kelak bisa masuk Piala Dunia suatu hari nanti.

Aku akan tetap mencintaimu, dan juga tanpa menyurutkan langkahku untuk memilikimu.

Dan aku, aku baru saja berbohong. 

oleh @tenri28
diambil dari http://tulisananditenri.blogspot.com

Salam, Penemu Favorit

Hari #28, 10 Februari 2013
 
Dear Les Paul Gibson,
Seharusnya saya menulis ini dengan Bahasa Inggris ya? Tetapi Inggris saya pas-pasan. Jadi saya harap ada malaikat yang mau menerjemahkan ini untuk Anda.
Hai, Tuan Gibson. Saya penggemar Anda dan sedang menabung untuk membeli barang yang Anda temukan pertama kali. Ya, saya ingin sekali punya gitar listrik.
 
Dari kecil saya mendengarkan ayah saya memainkan benda bersenar itu dan lama kelamaan saya jatuh cinta. Jika saya mendengar suatu lagu yang menurut saya bagus, saya akan berlarian ke rumah, mengunduh lagunya, dan mengubahnya sesuai yang saya mau dengan gitar butut saya—umurnya sudah 11 tahun—atau lebih, saya tidak tahu berapa lama ia mendekam di toko gitar—dan suaranya tetap oke kok. Dari situ saya percaya diri soal musik. Yaaah... bukannya permainan saya bagus. Saya memang orang yang over pede.
 
Tetapi orangtua saya tidak mengizinkan saya untuk bermain musik secara serius. Mereka selalu berkata, “Anggap saja itu hobi.” Begitulah. Tetapi saya bangga bisa bermain gitar meskipun hanya sekedar hobi. Mengapa? Karena dari jutaan remaja yang memiliki hobi buruk, saya bukan salah satunya. Saya bangga jika ada yang ‘menganggap’ saya hanya karena saya bisa—sekadar bisa—bermain gitar.
 
Bagi saya, gitar itu pacar paling setia. Disaat semua lelaki bermain kata untuk mendapatkan wanita, gitar saya yang usianya sudah 11 tahun tetap bernada sama tanpa harus memperindah diri agar dilirik gitaris yang lebih jago. Ia tetap di sini bersama saya, meskipun saya sering kali menjadikannya objek pembantingan saat kesal. Malah sekarang saya yang tidak setia; sedang berusaha menabung untuk mencari gitar yang lebih bagus.
Bagi saya juga, musik itu seperempat jiwa dunia. Musik berhasil mengenalkan Indonesia di mata dunia, dan mengenalkan dunia luar ke Indonesia. Musik bisa menyatukan segala etnis tanpa pandang bulu. Musik seakan suatu aliran magis yang membuat siapapun menjadi satu.
Karena itulah saya mencintai musik, mencintai gitar, dan mencintai Anda. Terimakasih telah membuat hari-hari saya berarti. Semoga Anda bahagia di alam sana karena doa penggemar selalu menyertai Anda.
 
Salam cinta,
 
(Semoga menjadi) gitaris

oleh @tullatul
diambil dari http://gulajawadua.blogspot.com

Kepada Jarak, dari Rindu

Kepada, jarak…

Dalam kamu, ada aku yang diam-diam menusuk. Telak. Tepat mengenai pusat jantung. Mereka mencoba percaya, karena aku, adalah cara mereka mengucapkan terima kasih pada pertemuan.

Aku tak memaksa mereka. Kadang mereka yang butuh aku sebagai bukti bahwa mereka sedang jatuh cinta. Mereka mengagungkan aku. Dan entah, mengapa mereka selalu meyalahkanmu? Apa salahnya menjadi dirimu? Kadang, aku ingin menjadi dirimu. Kau mampu memisahkan mereka yang sedang bersama. Sedangkan aku, hanya sebagai tameng atas kekesalan mereka terhadap dirimu.

Mungkin, suatu waktu kita dapat bersatu. Antara kamu, aku, dan mereka. Antara jarak, rindu, dan cinta. Sekian dari aku, semoga kau memahami.

oleh @shandyputraa
diambil dari http://anotherdidhurt.tumblr.com

Glavt


Sku menulis surat ini dipenghujung senja. Ketika ku pikir hampir nggak ada lagi orang yang bisa ku tulisi surat. tapi pikiran apa itu? Aku masih punya kalian. "Glavt." Temen - temenku.. Eh bukan, sahabat - sahabatku yang sudah memenuhi cerita didua hari terakhir ini. Yang dua hari ini bangun pagi-pagi buta bersamaku.

Entah udah berapa lama kita saling kenal. Yang jelas sudah lebih dari separuh umurku. Dari kita masih sama-sama belajar perkalian dan pembagian. Hingga saat ini, hingga salah satu dari kita ada yang menjalani hidup baru.

Aku sadar, mencoba buat ngejaga komunikasi satu sama lain itu nggak mudah. menyatukan 6 pikiran jadi satu keputusan jauh lebih nggak mudah. Tapi yang aku tau, kita sama-sama berusaha untuk menurunkan ego masing-masing. Walaupun kadang aku terlalu seenaknya.. Maafkan aku untuk itu ya. Dari kalian aku belajar banyak hal, mengetahui banyak orang yang nggak pernah ku kenal sebelumnya. Dengan cara kita sendiri tentunya, hahaha.. 

Dari kalian juga aku tau, kalau apapun yang temanmu lakukan, apapun itu.. Kamu cuma bisa mendukung dan mengingatkan. Kalau teman nggak pernah meninggalkan temannya untuk alasan apapun. Kalau teman selalu menerima apa adanya kita.

Kalian ingat? Waktu kita bodoh banget ngikutin tarian di film AADC? Atau waktu kita janjian pake baju warna samaan setiap kali kita les? Atau waktu kita sama-sama jadi bocah petualang, entah untuk tujuan apa. Atau.. ah, terlalu banyak kekonyolan yang bisa kita tertawakan hari ini.

Mengenal kalian adalah kado dari Tuhan untuk hidupku. Semoga kita benar-benar selamanya ya. aku sayang kalian. banget.

Ah iya, hampir lupa. happy wedding our princess lia with dody. Semoga jadi keluarga yang sakinah. amin.




p.s. kau ingin tau Glavt itu apa? Glavt itu.. ah, cukup kami yang tau :)


Ditulis oleh : @nrsfrn
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com

Untuk si Pejuang Cinta..


Untuk kamu yang selalu gagal dalam kisah cintanya,

Hai kamu si pria pejuang cinta. Apa kabarmu hari ini? Masih kah kamu berjuang dengan cintamu? Apa kabar dengan cinta yang kau kejar itu? Masih tak mampu kau gapai kah? Aku tahu kau bukan seseorang yang mudah menyerah, tapi jika akhirnya banyak alasan membuatmu berhenti, ya mau apalagi. Sudah sejauh apa sekarang perjuanganmu? Kau tak lupa bukan bahwa kau harus selalu menyelipkan senyuman sekalipun kau kecewa. Aku ingin selalu menjadi orang yang mengingatkan dan menguatkanmu bahwa semua yang menimpamu mengenai cerita cintamu itu bukan sepenuhnya salahmu, dan jangan sampai kau berhenti berjuang saat kegagalan menimpamu. Bukan salahmu ini semua terjadi padamu, aku tahu kamu adalah seorang pejuang cinta yang tak pernah lelah untuk berusaha mengejar cintamu. Ini semua terjadi bukan salahmu, kegagalan yang kerap kali menimpamu pun bukan salahmu, janganlah kau merasa bahwa kau tidak ada ada artinya, janganlah kau merasa bahwa kau adalah orang yang tidak pantas mendapatkan sebuah cinta yang indah untukmu. Bersabarlah karena tuhan sedang menyiapkan sebuah kisah cinta yang sangat indah untukmu, god is writing your love story. Jangan lelah untuk bersabar dan berjuang karena tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang indah untukmu jika kamu tak mencarinya sendiri. Bukan gagal sebenarnya, ini hanya sebuah keberhasilan yang ditunda oleh tuhan, bisa karena waktu yang tidak tepat atau orang yang tidak tepat, cinta datang ketika nanti semuanya dirasa sudah tepat dan baik untukmu. Entah aku tak pernah mengerti dengan apa yang menimpamu, dewi fortuna mungkin lupa akan kamu sehingga kamu terlewat di daftarnya mungkin. Kamu adalah seseorang yang aku tahu selalu membuat tertawa orang di sekitarmu, membuat orang di sekitarmu bahagia dan membuat orang di sekitarmu merasa nyaman. Kau harus tahu jika banyak yang bilang bahwa katanya perempuan jatuh cinta pada laki-laki yang mampu membuatnya tertawa dan itu caramu, perempuan jatuh hati pada laki-laki yang mampu membuatnya nyaman dan bahagia, menurutku lebih baik kau pertahankan jurus andalanmu hingga kau mampu memikat wanita cantik yang kau idam-idamkan itu. Percayalah bahwa suatu hari dia akan luluh dan menghampirimu lalu memintamu untuk menjadi miliknya, dan kau akan tersenyum bahagia saat masa itu datang.

Tapi menurutku kamu termasuk orang yang terlalu selektif dengan kriteria jodohmu, kadang kau mengacuhkan yang mempedulikanmu dan mempedulikan yang mengacuhkanmu. Ini bodoh? Tidak ini cinta namanya. Ya begitulah cinta, kau tak pernah bisa meminta kepada siapa rasa itu akan dijatuhkan, jatuh cinta itu tak pernah memilih orang untuk dicintai, ini hanya terjadi begitu saja. Setiap orang tentu saja pernah merasakan apa itu jatuh cinta, tanpa tahu cinta itu akan datang darimana, untuk siapa, pada siapa, bagaimana caranya dan dari mana datangnya yang jelas yang dia tahu ketika jatuh cinta adalah dia merasa bahwa pikirannya dipenuhi orang yang mereka cintai. Sebagai temanmu berbagi cerita, aku hanya mau mengingatkanmu untuk tetap berusaha mengejar cintamu, karena cinta tak akan datang jika kau hanya menunggu dan berdiam diri. Kejarlah dan perjuangkan, sainganmu untuk mendapatkan cintamu mungkin tidak hanya 1 atau 2 orang, jika kau ingin berhasil tentu yang harus kau lakukan adalah berjuang dan berusaha lebih keras dan lebih keras lagi. Aku akan selalu mendukung apa yang kau lakukan sejauh itu hal yang baik untukmu, jika kau memang lelah dikecewakan, kau boleh beristirahat dulu namun harus tetap berjuang.. Ingat, akan selalu ada pelangi setelah hujan reda. Jangan merasa bahwa kamu akan terus-menerus di kecewakan dan jangan merasa bahwa kamu tidak akan mendapat bahagia, aku yakin bahagia sedang menunggu untuk dicari olehmu.

Carilah aku jika kau butuh untuk berbagi sesuatu, kau tahu kan terkadang seorang pria pun butuh di dengar? Dan aku pun ingin kau dengar, jadi tolong ikuti kata-kataku ini ya. Baiklah, aku sudahi dulu surat ini. Semoga kamu tak pernah lelah mencari cinta..
Dari aku, yang menghargai perjuanganmu.



Ditulis oleh : @maharanifilen
Diambil dari http://penenunkata.blogspot.com

Tinta Cinta Untuk Ibunda


Untukmu, Tinta Cintaku,

Simbok,

Ini surat keduaku. Meskipun surat yang kemarin belum sempat kubacakan tepat di hadapanmu, tapi aku janji suatu saat aku akan membacakannya untukmu. Aku tahu bahkan tanpa dibacakan sekalipun, kau selalu tahu isi hatiku. Sebab itu aku selalu mencintaimu. Dulu, kini, dan nanti. Sebab keterbatasanmu adalah kelebihan yang kumiliki saat ini. Sepenuhnya akan kukembalikan padamu, suatu saat nanti.

Simbok,

Maafkan aku, sebab aku tak bisa mengingat semua fragmen kehidupanku tentangmu. Tapi, tenang saja. Aku takkan pernah lupa setiap detik kebaikan yang kauberikan. Sebab semuanya terangkum dalam hatiku menjadi sebuah cerita panjang perjalanan kehidupanku. Proses hidup yang tak pernah lepas dari doamu, pelajaran hidup yang tak pernah jauh dari ridhomu. Terima kasih untuk itu.

Simbok,

Kau mungkin sudah lupa saat seringkali kau berkata, “Wis ben. Ora popo wong tuane bodo. Sing penting anake podho pinter.”

Bukan sekali saja kauutarakan itu padaku. Aku kecil waktu pernah mendengarnya. Saat itu aku baru saja lulus TK dan memasuki SD. Sekolah Dasar. Iya. Sekolah Dasar sebagai awal mula aku memperoleh pendidikan yang sesungguhnya. Tidak hanya sekadar menyanyi atau menggambar saja. Aku juga belajar tentang banyak hal. Semua berkat kegigihanmu untuk membiayai sekolahku.

Simbok,

Masa SD adalah masa-masa ujian kedekatanku denganmu. Betapa tidak, waktu itu aku yang bilang padamu untuk meninggalkanku.

“Mbok. Merantau aja. Enggak papa kok aku ditinggal.”

Simbok pun menurut. Dan, akhirnya sejak saat itu aku telah kautinggal merantau jauh ke Madura. Beruntung aku dilahirkan dari rahim seorang perempuan tegar sepertimu. Jadi, aku tidak cengeng. Aku menikmati masa kecilku meski jauh darimu. Sebab begitu, kau akan bisa membiayai sekolahku.

Simbok,

Kau memang perempuan biasa, tapi melahirkan anak-anak yang luar biasa dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan, kau tetap bangga dengan itu semua. Pun, dengan aku yang juga selalu bangga punya ibu seperti Simbok. Seorang perempuan renta yang tak pernah rapuh semangatnya. Seorang perempuan tua yang tak pernah menyerah berjuang sepanjang usia. Berjuang untuk kebahagiaan anak-anaknya melalui doa.

Simbok,

Cukup dulu ya. Besok disambung lagi.

Aku, dengan segenap cintaku.
@momo_DM

Ditulis oleh : @momo_DM
Diambil dari http://bianglalakata.wordpress.com

Surat Balasan Yang (Sangat) Lambat


Hai Ibanq.

Pertama, aku minta maaf karena baru sempat membalas suratmu. Beberapa kegitan dan banyaknya kemalasan membuat surat ini tertunda untuk dibalas. HAHAHAHA.

Kamu baca lagi deh surat kamu, kamu bilang ada yang gak disadari yaitu cinta? Buatku, yang namanya cinta itu pasti disadari kok. Gak mungkin kamu gak sadar ketika kamu cinta sama orang. Kalau kamu gak sadar, kamu gak akan peduli sama orang yang kamu contain, hmm, menurutku ya.

Aku tidak menganggap surat kamu itu rayuan kok, santai, aku gak se-GR-an itu, hahaha. Btw, terima kasih sudah follow, ya. Timelineku sampah sebenernya apalagi akhir-akhir ini. Stuck mau ngetwit apa, mulai bosan dengan isi timeline dan get a life! Kehidupan nyata jauh lebih menarik. Tapi yaaaaaa tetep aja nggak bisa lepas dr twitter. Maaf yak kalau timelineku sekarang gak semenarik dulu. Sekarang hanya berisi keluhan-keluhan tentang hidup yang aku jalananin sehari-harinya. I need to buy and write diary nih kayaknya haha. Eh, timelinemu juga menarik dan rapi makanya aku follow kamu juga.

BROOOOOOO! Aku beneran ada lakik! Dan lagi-lagi kami double LDR. KL-Jakarta, Jakarta-Bandung. Sigh. Ah apalah itu pencitraan? Aku gak pernah pake lotion kok. Oke ini garing. Pacar kamu mana? Gak ada? Kasihan, pantes aja ampe tipes gitu kemarin-kemarin, gak ada yang ingeetin makan ya? Duh sedih sini tante pukpuk dulu. Dan ngomong-ngomong chord yg waktu itu kamu mensen ya gimana ya, pesona seorang Virgo emang gitu sih, bikin orang-orang terdekatnya gak berdaya kalo gak ada mereka. Apalah ini hahahaha.

Mblo, jaga diri ya mblo. Tau gak punya pacar mbok ya perhatian ama diri sendiri gitu. Hahaha. Tetap ngetweet yang rapi dan menarik. Dan terima kasih sekali lagi ya :)

-Mutia Amalia-


Ditulis oleh : @mutiaamalia untuk @ibanqm
Diambil dari http://mutiaamalia.tumblr.com

Untuk Hati Yang Berhenti Mencintaiku


Apa kabar hatimu, Kekasih?
Hatiku di sini masih berusaha menangkap degup yang sesak karena rindu.
Apa detak di jantungmu masih tak berirama bila mendengar namaku?

Kekasihku...
Hitungan hari yang kita lewati tanpa kata rindu sudah tak dapat kuhitung lagi. Aku sepi, ternyata.
Aku melukis senyum di wajahku di atas airmata yang terus mengalir deras bila aku mendengar namamu.

Kekasihku...
Kamu tidak pergi kemanapun, memang.
Aku tahu itu. Kamu selalu ada.
Hanya saja hatimu sudah berhenti mencintaiku saat ini.
Hatimu sudah mati. Mati untuk merasakan rindu yang selalu kukirimi lewat doa.

Kekasihku...
Aku tak mengerti harus bagaimana lagi untuk menghidupkan kembali hatimu yang mati. Segala cara telah kucoba, termasuk merekatkan jarak. Percuma.
Hatimu sudah membeku. Airmataku pun tak mampu meninggalkan lubang di situ.

Menyerah?
Tidak.
Bukankah kita pernah berjanji untuk saling mencintai sampai detak di hati kita masing-masing tak ada lagi?
Bukankah kita pernah berjanji untuk tetap saling menggenggam dalam keadaan apapun?
Bukankah kamu pernah berkata, kita akan selalu bersama walau di keadaan terendah dan terjauh kita?
Apa kamu lupa?

Kepada hatimu yang berhenti mencintaiku...
Aku akan memberikanmu hatiku bila perlu. Untuk kamu bisa merasakan bagaimana aku mencintaimu sepenuh hati.
Berjanjilah sayang.
Berbahagialah setelah ini.
Biarlah aku dengan cinta ini. Menunggu sudah kulakukan sejak dulu. Sejak kamu memintaku untuk menunggumu dengan sabar, di tempat kita berjanji untuk tidak pernah saling meninggalkan.

Tertanda,
Hati yang tak pernah mati mencintaimu.


Ditulis oleh : @OkkyYolanda
Diambil dari http://okkyyolanda.blogspot.com

Selamat Pagi…


Aku bangun lebih dulu pagi hari ini. Tampaknya kamu masih menjelajah mimpi. Bibirmu bergerak-gerak, tersenyum, lalu sudut matamu berdenyut. Apa yang sebenarnya kamu lihat dalam mimpi? Sungguh aku berharap jawabannya adalah aku. Kamu seharusnya tahu, wajahmu yang sedang tidur tak pernah membosankan. Seakan menyimpan dunia dongeng tersendiri, dan aku tak mampu menembusnya.

Tidakkah aroma ini mengganggu tidurmu? Coklat adalah favoritmu. Selalu aku nikmati raut wajahmu yang jenaka saat memejamkan mata, dengan pipi menggembung, hidung kembang kempis, melumat habis seluruh coklat dalam sekejap. Coklat bertebaran di sekitar bibirmu, belepotan sekali. Wajah yang bahagia karena endorfin coklat itu tak pernah gagal menggodaku, untuk sekedar membersihkan bercak-bercak coklat di wajahmu. Dan tolong hentikan, kamu nyengir selebar-lebarnya, menampakkan barisan gigi putih yang telah ternoda coklat, seraya tergelak seperti bocah tanpa dosa. Selalu aku nikmati saat-saat seperti ini. Dalam bahagiamu yang sederhana… meski seakan tidak ada aku di sana.

Aku menyerah… memutuskan memandangimu, menikmati wajah damaimu, berharap aku dapat menelusuri alam bawah sadar itu. Mengenalmu, seperti membuka sebuah pintu yang selama ini tertutup rapat dan tak pernah berani kubuka. Sesederhana kamu mencintai Willy Wonka, sesederhana itu juga aku mencintaimu. 

Entah sampai kapan kau tertidur seperti itu. Roti bakar sudah mulai dingin. Mungkin sebuah kecupan bisa mewakili barisan huruf yang terlalu banyak ini. 

Happy (never been told) Anniversary
XOXO


Ditulis oleh : @noichil
Diambil dari http://noichil.wordpress.com

Baik-baik ya, Ace


Dear, My Ace.

Maaf karena ngga bisa ngejaga kamu dengan baik.
Maaf kalau kamu harus ilang dari aku dan pindah ke tangan orang lain yang asing bagi kamu. Bahkan aku sendiri ga tau siapa orang itu.
Maaf karena aku ngga sadar kamu ilang, kamu pergi.
Maaf..

Makasih karena udah nemenin aku setahun tiga bulan ini.
Makasih udah jadi yang paling setia dan deket sama aku.
Makasih udah jadi temen sebelum dan ketika bangun tidur.
Makasih udah ngerekam semua memori ku dari waktu ke waktu.
Makasih udah banyak banget ngebantu aku, kapan pun, dimana pun.
Makasih udah rela aku apain aja. Dibanting di kasur, foto-fotoin aku, semuanya..

Serius.
Ini rasanya ngga enak banget.
Ngga enak banget tiba-tiba ngga ada kamu.
Lebih nyesek daripada putus..

Maafin..Maaf..
Aku pengen kamu balik lagi.
Tapi aku gatau caranya.

Baik-baik di sana ya, Ace..
Kalau aja aku bisa minta kamu ngambek sama orang yang ngambil kamu sekarang. Bisa ga kamu tiba-tiba rusak waktu dipakai itu orang yang ngambil? Ngga bisa ya? :’)

Siapa pun orangnya, semoga dia bisa jaga kamu ya, Ace. 
Ga malah jual kamu ke orang lain sana sini.
I will missing you.

Bye, Ace..

- pemilik yang lalai menjagamu -

Oleh @imaadew
Diambil dari http://imaadew.tumblr.com