#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
10 February 2013
Ibu, Waktuku Akan Tiba
Aku akan pergi membawa semua keringat dan tetesan air matamu. Kali ini aku yang akan berpura-pura marah ketika melihat anak-anakku berlarian riang di tengah hujan. Kali ini aku yang akan menanti dengan cemas menatapi lintingan waktu berharap ia yang menggenggam hatiku segera pulang. Kali ini aku yang akan bersedih ketika makanan yang kusajikan untuk keluarga kecilku tidak digubris dan mereka lebih tertarik dengan makanan siap saji.
Kali ini aku yang akan menahan tangis dan tersenyum lebar ketika anak-anakku tak sengaja melintas di tengah pertengkaranku dengan ia sang kekasih hati. Kali ini aku yang akan menunggu anak-anakku itu tertidur menatapinya dengan lembut dan berbahagia bahwa Tuhan mengijinkanku untuk menyayanginya. Kali ini aku yang akan mengalah untuk tidak keluar rumah dan berdiam menjadi patung menunggu petang. Kali ini aku yang akan mengisi tiap detikku dengan menyaksikan keajaiban pertumbuhannya.
Kali ini aku yang tidak akan menyerah terhadap hidup dan akan senantiasa berlomba dengan takdir untuk menjaga mereka, hidupku. Kali ini aku yang akan tersenyum mengerti menghadapi kekalahan buah hatiku dan meyakinkan bahwa ini adalah awal kemenangannya. Kali ini aku yang akan memeluk kekasih hatiku di tengah getirnya hidup yang kadang berputar terlalu kencang. Kali ini aku yang akan terkekeh menyaksikan jagoan kami terjatuh dari sepeda mininya seperti yang kerap kau katakan, "Sebentar lagi kamu akan pintar, Nak.". Tidak akan ada semua itu jika aku tidak mengenalmu Ibu. Sekarang izinkan ku langkahkan kaki pergi. Akan tiba waktuku.
Giliranku akan segera tiba, Ibu…
Oleh @hauranazhifa
Diambil dari http://hauranazhifa.blogspot.com
Katakan!
Katakan kau mencintaiku,seperti aksara-aksaraku yang melantunkan cinta kepadamu.
Kadang kala, aku butuh mendengar dan membaca. Cinta tak hanya sekedar rasa. Agar mata dan telinga tak hampa, dan hati mata rasa.
Coba kau koreksi aksara-aksara yang tercipta dari jemariku, yang menjadikan dirimu tokoh utama dan inspirasi terindah. Bagian mana yang kau tak suka? Lelahkah kau menjadi peran utama di dalam lembaran tulisanku? Jangan, jangan lelah. Karena satu-satunya caraku menyentuh setiap senti tubuhmu dari jauh adalah dengan menuliskanmu, seperti ini.
Sesekali aku menarik nafas panjang. Untuk memutar kata dan menemukan bait yang indah tentangmu. Agar kau selalu tampan dibaca setiap orang.
Kau jangan terlalu serius membaca tulisanku. Menceritakanmu kepada semesta adalah tugasku, karena aku mencintaimu. Apa tugasmu? Mencintaiku? Lakukan. Meskipun kadang caramu mencintaiku tetap saja membuatku memutar otak lagi dan lagi. Menerka-nerka apa yang kau rasa, menduga-duga apa yang kau mau, dan akhirnya menebak sebisaku, dan akhirnya SALAH. Kau terlalu membiarkanku bermain-main dengan dugaan-dugaan semu.
Instingku kadang kala ada benarnya. Bukan cuma kecurigaan tanpa sebab dan menyudutkan kau sebagai tersangka. Tapi benar, kau tersangka utama. Kau tersangka utama kasus pencurian hatiku.
Rinduku. Ia sekeras batu. Semakin dilempar jauh-jauh, semakin sakit menghantam tubuh.
Cintaku. Tak usah kau tanya. Sebesar apa juga aku tak kuasa menuliskannya. Hanya kau yang bisa merasakannya, dan orang lain hanya menerka-nerka dan menebak sebisanya. Jangan jadikan cintaku sebagai beban, justru ia ingin meringankan. Tapi ia juga tidak untuk dibagikan. Hanya kepadamu dan kepadaku. Bukan orang ketiga, keempat, kelima, atau kesekian.
Ah, sudahlah… Aku yakin orang bosan membaca cinta, kita, dan cerita.
Cukup aku katakan aku mencintaimu. Sudah. Sekarang giliranmu, katakan kau juga mencintaiku.
Oleh @iddailiyas
Diambil dari http://iddailiyas.tumblr.com
Salam Rindu
Bismillahirohmanirohim..
Semoga Allah memberkati surat yang aku tulis kepadamu.
Jika cinta sesederhana kata-kata.
Aku bisa mengisi ribuan halaman, jutaan kali dengan..
“Aku mencintaimu, Leli Ristawati.”
Tetapi rasanya tidak akan pernah cukup untuk membalas cinta yang kamu tunjukan padaku.
Mereka mengira aku adalah kekasih yang baik untukmu.
Tanpa mereka sadari, bahwa kamulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Terimakasih untuk mu yang mau repot-repot mengurusku dari jauh saat aku cacar.
Terimakasih untuk mu yang selalu mengkhaawatirkan kondisiku setiap saat.
Menanyakan kondisiku hari ini, sudahkah aku makan dan minum obat, dan selalu menyuruhku mandi dengan air rebusan daun yang bau itu.
Ya, semua kamu lakukan demi kebaikanku. terimakasih utuk kamu yang perduli kepada ku.
Its been 12 day 22 hour and 38 minutes, since our last meet. Its a big lier if I say I did not miss you. I miss every second that I spent with you. I miss your smile, I miss your smell, I miss your warm tight hug.
Maaf.
Maaf atas ke-egoisan yang aku tunjukan selama ini. Membuat ruang gerak mu semakin sempit. Maaf jika cinta yang aku tunjukan padamu selama ini tidak seperti cinta yang kamu tunjukan padaku selama ini.
Salam rindu penuh cinta untuk kamu yang selalu tersenyum manis disana.
Kepada kamu dengan penuh rindu
Ahmad Zulfahmi
Oleh @jowell_07 kepada LeliLynn
Diambil dari http://kuroudojackal.wordpress.com
Surat Penebus Janji
Selamat siang, Mbak? Semoga hari ini membahagiakan untukmu, sehingga lekungan senyummu dapat merekah indah melampaui rona jingga pada senja.
Ah.. Sapaanku memang terlihat kaku. Aku memang selalunya begitu, selalu gagu pada sapaan pertamaku.
Mungkin karena tak terbiasa.
Tak perlu dipertanyakan lagi kan, alasan kenapa aku menulis surat ini?
Anggap saja sebagai penebus janjiku semalam.
Dalam surat ini aku tak bisa berceloteh seperti halnya orang dewasa, karena aku belum sepenuhnya menau tentangmu.
Bahkan awal perkenalan kita, aku juga lupa bagaimana, bermula tentang hal apa?
Lucu memang.. Aku memang (terkadang) orangnya suka pelupa, mungkin akibat penuaan dini kali ya? Hehe..
Yang aku tahu darimu hanyalah caramu meracik kata untuk memotivasi, lihai sekali.
Caramu menyuap kata, bisa meredam tiap sentuhan murung dan menggagalkan kesedihan. Hingga kesepian menghelakan nafas sesaknya.
Aku ini tak pandai memuji perempuan, apalagi untuk merayunya. Mungkin diamlah yang akan berbincang dengan soneta sengketa ego. Jadi maafkan aku jika kata-kataku wagu.
Singkatku, aku hanya ingin berbagi cerita denganmu, walaupun hanya lewat surat penbus janjiku, dan twitter.
Walaupun kita tak saling menau dan bertatap temu, aku harap kita bisa saling bercerita dan melontarkan sapaan yang menjadikan keakraban dalam interaksi aksara mati dan menjadikan kita saling memahami juga mengerti.
mmm.. Aku sudah tak tahu apa yang harus aku torehkan lagi tentangmu dalam tulisanku, aku tak banyak tahu tentangmu.
Semoga dengan datangnya surat ini, kamu tak terganggu.
Selamat menjalani hari, semoga hari-harimu memberi kebahagiaan tiada henti. :’))
Dari lelaki penebus janji.
Oleh @julyyys_ kepada @aniez_wulandari
Diambil dari http://agungjuly.wordpress.com
Lika-Liku Lukaku
Berjalan di jalan yang penuh duri dengan kaki penuh goresan luka sangat menyakitkan. Kulit yang tergores duri menyayat semua permukaan. Aku bahkan harus merasakan pedihnya berjalan sendiri tanpa topangan oleh diri. Setiap duri menusuk sampai ke dalam dagingku. Perih dan pedih merupakan teman perjalanan di jalan saat itu. Luka peninggalanmu merupakan hal yang harus aku terima ketika dirimu meninggalkan ku dan beralih ke orang lain.
Semuanya,ya setiap goresan yang kau tinggalkan menusuk ke dalam sendi-sendi tulangku. Perasaan yang kau tusuk dengan pisau perselingkuhan mu sangat menyakitkan. Sekujur tubuhku gemetar dan meriang setiap kali engkau bersama dia. Sesuatu yang tak ingin ku lihat di dalam hidupku yaitu engkau bersamanya menikmati setiap titik-titik kehidupan. Kemana engkau ketika aku terpuruk? Janjimu yang kau katakan hanya ucapan basi yang terlontar dari bibir manismu. Bukan kah pernah bilang kepada ku
Dunia kita adalah perjalanan ini. Setiap perjalanan mu akan ditemani olehku. Di kala engkau kehausan saat perjalanan,aku lah orang yang memberimu kelegaan,aku yang akan mengangkatmu di kala kau jatuh saat berjalan,dan aku lah orang yang akan memikul mu saat kau kelelahan dan tidak kuat berjalan.
Perkataan mu di kala itu menyejukkan hatiku. Angan ku yang melambung jauh telah terbuai oleh manisnya tutur katamu. Lidahmu yang gemulai setiap mengeluarkan kata-kata merupakan hal yang selalu aku percaya di kala kau berbicara akan kerasnya kehidupan ini. Sungguh aku tidak mengerti akan semua ini. Semua yang telah kau lakukan kepadaku. Semua yang kau perbuat kepada ku,dan semua yang telah aku dan kau lakukan di perjalanan ini.
Hal yang sungguh sulit aku percaya. Atau kah memang diriku yang bodoh dan terlena oleh mu. Engkau tinggalkan aku di saat aku penuh luka dan butuh bantuan untuk berdiri kembali. Betapa menyedihkannya kisah cinta ku ini. Lalu untuk apa aku harus memikirkan mu lagi?? Bukankah aku juga pernah sendiri dan tidak kenapa-kenapa ketika aku jatuh. Semua pertanyaan berkecamuk di batinku. Semua dan setiap kata-kata tentang mu dan tentang kita berkecamuk di pikiran ku.
Hei,kamu yang di sana?! Bisakah kau liat luka ku?? Setiap lika-liku lukaku yang telah kau goreskan. Perih dan pedih ini harus ku tanggung sendirian demi kesenangan semua yang kau impikan. Indah yang ku harapkan ternyata bertepuk sebelah tangan dengan ku. Cita-cita yang ku gantungkan bersama diri mu kini hanya omong kosong belaka. Terlalu besar yang kuharapkan pada mu tapi tidak sesuai dengan balasannya.
Jika mencintaimu harus dihadapin dengan sakit hati aku takkan siap dengan hal itu. Luka ku sudah terlalu perih. Kini yang ku butuhkan adalah orang yang sanggup mengobatinya. Seseorang yang pasti bukan dirimu. Nikmatinlah setiap kesenangan mu bersama dia. biarkan aku menunggu seseorang untuk mengobati luka ini. Mengobati setiap lika-liku lukaku.
Oleh @IvanMaatheus
Diambil dari http://pemandanganlangit.blogspot.com
Kamu yang (dulu) Membodohkan Aku
Selamat Sabtu, Siang.
Ah..hari Sabtu yang cerah. Tiba-tiba ingat kamu, yang dulu menjadi yang pertama untuk hal itu.
Di mana kamu sekarang ya? Masih pelatihan di negara antah berantah?
Tiap lewat depan daerah rumah kamu, selalu senyum-senyum sendiri.
Tiap liat orang-orang yang seprofesi sama kamu, selalu seneng sendiri.
Tiap inget kamu, jadi pengen ketawa.
Ketawa karena kenapa dulu aku bisa menjadi bodoh berkali-kali hanya karena kamu.
Senyum-senyum sendiri karena inget kamu dulu bisa begitu manis sama aku, di awalnya.
Seneng karena ngebayangin kamu dengan seragam itu, pasti tambah ganteng. *eits jangan GR ya!
Iya, kamu emang udah cakep sih dari sananya.
Dan kenapa bisa ya dulu kamu jadi bagian dari aku, aku jadi bagian dari kamu?
Ngga tahu. Takdir mungkin. Ga ada yang kebetulan kan di dunia ini?
Hehe.
Suka deh waktu inget kamu nungguin aku bimbel berjam-jam, demi aku mau maafin kamu, trus balikan lagi sama kamu.
Damn, aku pernah juga ngalamin kisah tradisi SMA gini :))
Inget deh waktu kamu mati-matian ngerayu aku selama perjalanan pulang, biar maafin kamu.
Kamu masih semanis itu ngga ya sekarang?
Oke, ini udah tahap gawat..aku nulis ini bener-bener sambil senyum-senyum sendiri. Untung kantor udah sepi.
Aku pengen deh ketemu lagi sama kamu..Pengen ngobrol sama kamu.
Ngga ya, aku ngga ada niat buat jalan lagi sama kamu, aku cuma pengen liat kamu yang sekarang.
Udah berubah jadi laki-laki yang punya tanggung jawab dan setia atau ngga..atau masih jadi kamu yang dulu? Yang bisa punya 3 pacar dalam sekali pacaran. Dan aku termasuk salah satu yang masuk perangkap. Shit lah! :)))
Aku tahu sih kamu ngga mungkin baca ini. Kamu juga ga mungkin nghubungin aku, karena kita bener-bener lost contact, entah sejak kapan..
Aku seneng ngeliat facebook kamu yang bareng pacar kamu. Nunjukin kalau kamu udah berani punya komitmen. Dan awet sampai sekarang. Keren! Kamu udah mulai berubah.. :)
Aku cuma pengen ketemu sih.
Ada perubahan apa dalam diri kamu?
Kita masih bisa ngobrol lagi yah, Dek..
Suatu saat nanti..
Tapi hati-hati yah, biasanya cowok yang dulu pernah ada hubungan sama aku trus ketemu lagi, bisa jatuh cinta lagi loh..
Hehehe
See yaaaa, Ian.
Sukses yah di sana..
Oleh @imaadew
Diambil dari http://imaadew.tumblr.com
Pacar Pertama di tanggal 8
Hai jelek,
Entah kamu saat baca senyum-senyum sendiri atau apa, entah pas baca mikir "ih apaan sih. lebay". hha
Ini surat dari hati walaupun saya suka merangkai kata, tapi kata-kata ini tulus dan keluar begitu saja dari saya. Harusnya kemarin surat ini dikirimkan, tapi toh kamu juga menyukai angka 9. Benar kan? tenang saja semua itu sudah terekam di memori otak saya.
Kamu, apa rasanya jadi pacar pertama saya? Apa rasanya saat tahu kamu pacar pertama saya?
Kamu tahu, saat teman-teman saya mengetahui saya mempunyai pacar mereka berkata bahwa akhirnya ada yang bisa menaklukan 'hati batu' saya. Ya, saya menutup dan membangun tembok tinggi saya untuk siapa saja yang berusaha masuk, karena saya takut hati yang rapuh dan berharga ini hancur. Kelas 2 SMA tembok itu hancur, hati itu menurut dan tidak sekeras batu lagi, tapi pikiran ini berusaha menolaknya. namun tetap hati yang menang, itu semua karena kamu. Kamu yang nama belakangnya hanya beda satu huruf dengan nama belakang saya,dan kamu yang berjuang menunggu saya selama 8 bulan.
Dengan segala kesederhanaan kamu, kamu mendekati dan menawari diri untuk mencoba masuk hati ini mencoba menjaga hati ini. Keyakinan itu timbul, keyakinan bahwa kamu memang orangnya, dan entah mengapa pikiran saya mengikuti hati ini. Kamu menang dan aku kalah. Jika kamu bertanya apakah sekarang saya menyesal? jawabannya tidak sama sekali.
Karena saat ini kamu masih menjadi pemilik hati ini, tepat tanggal 8 kemarin berarti sudah 51 bulan kamu menempati ruang di hati ini. Terima kasih ya jelek. Sebuah panggilan yang dari dulu selalu ada dan masih ada.
Sudah 51 bulan apa kamu sudah bosan dengan saya ? Apa kamu menyesal memilih saya ? entahlah hanya kamu yang tahu.
Perjalanan ini masih panjang terlebih kita LDR, sesuatu hal yang ditakuti oleh setiap pasangan yang ada. namun, saya percaya kamu. Saya percaya kamu disana akan menjaga hatimu. Mungkin disana kamu merasa 'jomblo' ya, saya pun disini merasa seperti itu. Tapi saya tidak pernah sedikit pun mencari sepertimu, atau berusaha mencari pelarian atas kekosongan saat kamu tidak berada di dekat saya, karena hati ini masih ada pemiliknya yaitu kamu.
Eh ya sebelum saya mengakhiri surat ini, kamu tahu, angka 8 itu istimewa, karena tidak akan terputus saat kamu menulisnya. hmm begitu juga yang saya harapkan dengan kita. Pacar pertama adalah sesuatu yang istimewa namun bukankah akan lebih bahagia lagi jika dapat menjadi yang terakhir dalam hidup seseorang. Aamiin karena hanya Allah SWT yang tahu. :)
dadah jelek sayang, dadah @shansankids , aku merindukanmu.
Salam sayang,
Oleh @kaikarizka kepada @shansankids
Diambil dari http://kaikarizka.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)