08 February 2013

Menikmati Kita


Dear Sayang,

Maaf.
Hanya kata itu yang keluar dari mulutku.
Aku tahu kita jenuh,
mulai bosan akan kata-kata,
dan gerah akan tindakan,
kita seolah-olah dipertanyakan.

Semalam adalah makan malam kita untuk kesekian kalinya. Suaramu mendengung di telinga, di kepala dan di pikiranku. Mungkin kita terlalu lama bersama. Mungkin kita lupa akan kesendirian.

Berkali-kali kita coba memperbaiki makna, yang kita tahu hanya rasa. Rasa itu memudar, seperti tinta yang dicelupkan berkali-kali ke dalam air. Aku kehabisan napas, tenggelam oleh kata-kata rindu. Dan sayang itu membuatku hanyut. Mungkin kita terlalu lama bersama. Mungkin kita telah lupa menikmati kesendirian.

Sayang, itulah kita semalam.
Berkali-kali hilang dalam diam dan semangkuk bakso terlihat begitu istimewa, dibandingkan kamu malam itu. Apakah kamu dan aku hilang dalam tanya? Atau kita hanya berusaha menikmati kesendirian dalam genggaman?

Entahlah.

Satu yang pasti, meskipun berkali-kali kita memudar,
ataupun berkali-kali kesendirian kita terjaga,
aku tetap ingin menikmatinya bersamamu.
Menikmati makan malam, pagi dan siang bersamamu.

Always yours. 

p.s : Will you join me for dinner tonight?


Ditulis oleh : @donagotwit
Diambil dari http://piethstop.wordpress.com

To Do List


Just want you to know that I've accomplished my new year’s resolution. Here they are:

1. Do the things you said I couldn’t do.

I am done doing things you said I couldn’t do. I walked away and never turned back. See? I can do that.

2. Help you with what you couldn’t do alone.

I've helped you let me go, so you didn't have to leave me. No guilty feeling, isn't that what you want?

3. Remind you we are in this together.

Keep in your mind that it takes two to tango. We started this together. We were both wrong. But we had fun, didn’t we? If we’re back like what we were before we met, just remember that you’re not the only stranger. I am too.


February 7
― a stranger’s ex


Ditulis oleh : @dennyed
Diambil dari http://dennyed.tumblr.com

Semoga Sampai Nanti


Selamat senja, kesayanganku.

Lagi-lagi aku menulis untukmu. Akan kuceritakan tentang perjalanan kita baru saja. Mungkin ada yang kau lupa. Juga rindu-rindu yang bertalu kepadamu.

Kira-kira dua pekan sudah perjalanan kita tapaki, berdua. Setiap senja, sering kita habiskan tanpa jeda. Pun yang baru saja.

Kita. Ya, kita apa adanya. Percaya sebagai jalan. Tawa yang selalu berdampingan. Cinta jadi bekal dalam dada.

Bagaimana aku tidak bahagia, sayang? Semesta sungguh membuatku melayang, meski aku tak pernah mampu terbang. Apa kau pernah tahu, Tuhan menyinggahkanmu kepadaku? Semoga sampai nanti, sampai kau tinggal dalam hati, sampai waktu selesai kita jelajahi.


Ditulis oleh : @dzdiazz
Diambil dari http://dzdiazz.blogdetik.com

Kamu Si Sok Tiba-tiba


Ini buat kamu @riesna_

Masih ingatkah pertemuan pertama kita? Ebentar! Memangnya kita udah pernah ketemuan yah? Well, hampir yah hampir!

Pertemanan kita itu agak aneh, beut! Tiba-tiba saja muncul sosok riesna, saling follow-followan, terus saling mengomentarin tulisan masing-masing di blog. Kamu dengan puisi rindumu, aku dengan cerpen fiksiku. 

Tiba-tiba kamu suka cerpenku dan meminta dengan agak maksa khas anak-anak yang ngga dikasih permen minta diajarin bikin cerpen. Hei, aku belum sah jadi cerpenis handal. Belum punya ilmu apa-apa yang bisa kubagikan untukmu. Cuma punya hati, masa iya harus kubagikan juga? Kasian pacar aku nanti.

Puisimu juga keren-keren ko, mengandung rindu. Akkhhh aku suka!!!

Terus-terus kamu tiba-tiba minta email dan membanjiri aku dengan cerpen-cerpenmu maha panjang minta dikomentari. Mangnya aku semacam komentator gituh?

Dan tiba-tiba lagi kamu minta pin bb masih mempertanyakan seputar cerpen. Ikh, ganggu banget yah kamu teh!?! Mau nulis cerpen itu bukan banyak tanya tapi banyak nulis. *so asik ga sik gw tapi gw kan mank asik anaknya*

Ini tiba-tiba yang terakhir sekaligus maha dahsyat ganggunya! Tiba-tiba bbm sibuk apa ngga? Pengen ketemuan karena kebetulan kamu mau ke Jakarta dan akan singgah di Bandung untuk semalam. Terus tiba-tiba minta dicarikan penginapan dengan budget Rp 30.000. TIGA PULUH RIBU RUPIAH!!!! Grgrgrg. Cari penginapan apa cari lap pel? Mangnya aku semacam agen travel gituh?
Terus minta dibeliin siomaynya Mang Kokom. Sapelage Mang Kokom???????

Udah riweuh ribet rusuh ngga jelas dan nyatanya kamu ngga jadi ke Bandung malah langsung ke Jakarta!!!! *jedotin pala ke bantal* Asik-asik kamu ketiduran. Begitu aku tanya, "Udah di mana? Nyampe Bandung jam berapa?" baru ngabarin "Lagi di Cikampek nie. Ngga ke Bandung dulu langsung ke Jakarta".
T.T Kamu telah meriweuhkan hidup aku seharian itu! ARRHGGG!

Sudah yah jangan ada tiba-tiba yang lainnya lagi, nanti aku jantungan gimanah?

Tertanda,
-Aku yang Lucu-


Ditulis oleh : @ch_evaliana untuk @riesna_
Diambil dari http://3v4s-mind.blogspot.com

Melankolis (Ingatanku)


Untukmu, Yang pernah bertahta dihatiku, @mputsrupudt,

Apa kabar hatimu? masihkah kau mencintaiku?
Ya, aku tahu!
Kau hanya bunga di taman pujangga
yang teduh permai di pandang mata
Yang tak dapat di sentuh asa
Hanya ada di bibir saja...

Hai kau yang pernah dihatiku,
Satu musim diantara ilalang.
Hadir bersama rasa yang belum aku tahu namanya.
Baru aku tahu setelah semuanya tiada disisi.
Ya cinta,
Musim dimana bunga bermekaran,
Dan bintang bersinar dengan indah di atas langit bersama rembulan.

Ketahuilah, Hai kau yang pernah dihatiku,
Kini musimku telah berlalu.
Meninggalkan harmoni dalam tandatanya.
Bernadakan balok-balok sendu dan rindu. Rindu milikmu!
Yang kini aku rajut sendiri tanpamu

Mampukah kau mengerti itu?
Dimusim yang kau bawakan kemarin lalu kau bawanya lagi pergi.
Jangan bawakan aku lagi seikat rasa itu,
Walau aku menginginkannya.

Tahukah, Hai kau yang pernah dihatiku,
Hatiku ini berdarah
Hatiku terluka
Namun aku masih saja mencintaimu, masih saja memujamu
Dan masih saja merindukanmu!

Biar ada kata ''ANDAI'' terucap dari bibirku
Jangan lagi kau ucap janji andai kau tak dapat menepatinya padaku
Dengan itu aku ingin kau mengerti,
Bahwa senandung rinduku ini milikmu.

Hai kau yang pernah dihatiku,
Aku merindumu dalam luka
Aku merindumu dalam hati yang kian rapuh setiap harinya
Biarkan semua tetap seperti ini.
Hingga aku tak sanggup lagi bertahan pada satu rasa yang aku jaga ini.
Karena aku tau,
Kau tak lagi menjadi miliku ..

Hai kau yang pernah dihatiku,
Banyak nada dan balok irama yang tak aku mengerti artinya.
Yang senandungnya indah tapi memilukan
Membuat liangan air mata ini mengalir tanpa sebab
Membuat denyut nadi menjadi tak beraturan
Membuat nafas serasa sesak
Membuat rasa hadir dalam benak
Tapi itu entah apa??
Terdengar ditelinga menenangkan
Hadir dalam pikiran menghanyutkan
Leburlah jiwa-jiwa tanpa pertahanan
Dalam balok-balok nada berdarah
Nada-nada itu bermain anggun dan lincah dalam otak dan telingaku
Menari
Dan menyayat setiap bayang yang hadir dalam benak
dan kepalaku sakit rasanya
Sebuah mimpi yang menakutkan hadir bersama irama yang berdarah
Dan balok-balok dengan tajii tajamnya...

KOTAK EMOSI ASTRAJINGGA
Jakarta, 3 Februari 2012

Ditullis oleh : @edoy_aa untuk @mputsrupudt
Diambil dari http://aaedoyastrajingga.blogspot.com

7 Yang Ke - 21


Untuk yang tersayang, @adricabe

Selamat tanggal 7 yang ke-21! Gimana rasanya pacaran sama bidadari selama 21 bulan? 

Aneh rasanya kita bisa bertahan sampai hari ini. Mengingat kita lebih rajin berantem daripada kencan romantis. Mengingat momen pertama kita ketemu—yang nggak pernah kamu ingat—yang membuktikan bahwa memang pertemuan pertama itu nggak berkesan. Sama sekali. Aku kebetulan ingat karena memang aku pengingat yang baik. Bukan karena kejadiannya berkesan. Aku ingat betul saat itu kamu berdiri di parkiran belakang, pakai jaket merah, kaos hijau dan rambut kribo mu mungkin nggak disisir dan mengembang seperti ada dedaunan rimbun di atas tubuhmu yang cungkring. Kamu seperti bonsai pohon beringin gagal yang kurang asupan sehingga batangnya menciut. Hehe

Kita berkenalan tanpa melalui proses jabat tangan. Karena orang-orang sekitar manggil kamu ‘cabe’ jadilah aku manggil kamu ‘mas cabe’. Walaupun ya tadi, kamu lebih mirip bonsai beringin kurang asupan daripada pohon cabe. hehe

Kemudian, berkat seorang teman yang tiba-tiba secara kampret me-mention account twitterku dalam conversationnya sama kamu, akhirnya kita saling follow. Dan aku masih nggak tau namamu siapa. Sampai ada notifikasi friend request di facebook dari seseorang bernama Adri Prasetyo. Dan setelah bertanya sana-sini akhirnya aku tau ternyata Mas Cabe dan Adri Prasetyo adalah orang yang sama  :)

Tuhan mengirim kamu, justru di saat aku mulai mengambil kesimpulan bahwa aku hanya bagian kecil dari tumpukan file-file berdebu di atas lemari yang berada di dalam ruangan yang langit-langitnya penuh sarang laba-laba. Justru ketika aku mulai berpikir mungkin Tuhan sudah memalingkan mukanya dari mahluk kecilnya ini.

Sebutlah kamu adalah kejutan paling sialan yang diberikan-Nya sejauh ini. sebagian dari entah berapa milyar tangkai bunga yang berdiri tegak yang menegaskan betapa kerdilnya perasaan kita dapat dipermainkan tanganNya . Semua terjadi begitu saja. Dari mulai curhat-curhat bersama jam 2 pagi yang busuk nan ajaib, hingga lunch-dinner gerilya di tengah perang saudara Libya. Dari mulai kepalaku yang jatuh di pundakmu di kereta api, hingga setangkai mawar yang kuntum mawarnya hilang diterpa hujan badai di perjalanan kita yang basah kuyup....demi nonton pentas seni di kampus!

Aku jadi ingin meralat pernyataan sebelumnya. bahwa kamu ternyata bukan hanya sekedar kejutan paling sialan. Tapi kamu adalah kombo Avada Kedavra-Expecto Patronum yang diberikan dalam bentuk smash Liem Swie King di masa jayanya. Kamu adalah khat yang diolah menjadi derivat dari cathinone yang sanggup mengontrol syaraf pusat dengan meningkatkan pengeluaran katekolamin sehingga pecandunya tak pernah lelah. Kamu adalah bencana kekeringan yang kita berdua tak kan sanggup mengatasinya kecuali berdoa agar hujan lekas turun. Kamu adalah jawaban atas pertanyaan bagaimana bahagia yang sederhana bisa tercipta.

Sesederhana itu pula kita mampu bertahan sampai hari ini. 
Love,
-FIKA-

Ditulis oleh : @fkrdp untuk @adricabe
Diambil dari http://fikarachmadianputri.blogspot.com

Daster Mama


Mama, sudah lama banget loh kita nggak saling sua. Dua belas tahun tepatnya. Mama terakhir melihatku saat aku masih duduk di kelas satu SMP. Coba tebak sudah berapa kali hari ulang tahun kulewatkan tanpa Mama. Padahal, tidak ada gantinya merasakan pelukan Mama di hari bahagia itu, bahkan di setiap pagi dan malam kala aku butuh kehangatan Mama. Lalu, beberapa bulan lagi giliran Mama yang bertambah umur, sayangnya kita pasti tetap tidak bisa bertemu.

Jangan ditanya bagaimana rindunya. Aku memang bukan anak cengeng. Bahkan, aku dengan mudahnya tegar ketika Mama pergi dulu. Tapi, tak jarang aku terbaring pilu kala sakit, ingin dirawat Mama. Tak jarang aku melamun kosong ketika melihat orang lain membanggakan mamanya. Apa perpisahan itu selalu menyedihkan ya, Ma?  Ternyata aku begitu menginginkan Mama. Tapi memang tak guna bila aku menyesali keadaan.

Maaf bila sudah menjadi anak nakal. Belum bisa membuat Mama bahagia dan bangga. Mama pergi ketika aku belum bisa membuktikan apa-apa. Ada dayaku demi meminta Mama ada. Keinginan kita berdua tak cukup kuat untuk itu. Miliran kata rindu pun tak akan berpengaruh. Sesekali aku melihat Mama dan pandangan yang selalu sama seperti dulu, menenangkan dan nomor satu. Ya, aku melihat Mama dalam mimpi-mimpi.

Tapi, tak ada yang dapat membuat tenang dan mengobati rindu selain untaian kata doa untukmu. Aku pun yakin Mama bahagia sekarang. Semua memang tidak dapat kita ubah atau pertahankan selalu. Semoga kita selalu saling mengenang. Aku ingat kepingan kenangan bersama Mama, seperti ketika Mama mengucir kuda rambutku sebelum aku pergi sekolah, ketika Mama membuat kepalan nasi berbentuk pesawat agar aku mau makan, hingga kenangan pahit ketika Leukimia merenggut kebersamaan kita untuk seterusnya. Berbahagialah di sana, Ma. Aku akan menemanimu dengan doa.

Dari: Anak tengah yang suka memakai baju dastermu.


Ditulis oleh : @desimanda
Diambil dari http://orlandoandme.blogspot.com