02 February 2013

Surat Kaleng untuk @Fajar3101

Dear my endless love @Fajar3101,

Happy Birthday to u....
Let's celebrate the 31st birthday on 31-1-13! Gonna be a meaningful birthday on a beautiful number, right?

It's ur secret admirer here. Can u guess who? Hohoho... Pasti aku lg yg dituduh nih...aneh2 pake nulis beginian. Maap yak... Biar seru mengharu biru....trus jd sweetest surprise on ur birthday on the weekend gitu..padahal udah apal yak bukan surprise lg... Sekalian biar buka timeline twitter yg dicuekin. Plus jadi browsing2 baca surat2 kaleng orang di kantor pos cinta. Hahaha... Yuk nongkrong di pos cinta...kalo capek nongkrong,  duduk jg boleh, tiduran juga bisa....hehehehehee... Kan dulu semua ungkapan perasaanku menumpuk di diary book, tak ada keberanian mengirimkan surat. Alhasil, regret of letting u go. But not now when I finally found u again. Thank God. Blessed of having a gift like u.

Emang kita pernah ketemu?? Hehehehe...pernah. Tahun lalu kamu pasti baca surat kalengku juga. Kalo dulu kaleng susu, skrg kaleng biscuit. Hehe. Kl tahun depan lg, aku kirim pake kaleng yg lbh gede deh. Drum kali yak... :p

Kita jg pernah ketemu di dunia maya kok. Social media years ago. Hmmmmm....Social media yang diagungkan umat manusia saat ini nyatanya bukan yang terbaik buat kita bicara. Tp setidaknya, Facebook, twitter, Skype, dll telah berjasa turut andil dlm pertemuan kita lagi stelah bertahun-tahun lamanya terpisah. Harus dianugerahi tanda jasa kayaknya ya...Akun2 itu jg yg menginspirasi kita (aku) menyemai lagi perasaan yang pernah ada. Ketika semua jg berakhir di sana, mau tak mau aku jg harus paham kita kembali terpisah. Just believe that God gave me u for forever, wherever we are and one day we'll be reconnected. Semoga abis ini gak di-block lg...hehehehehee meski still unfriend.

Aku ingin berteman. Seperti teman2mu yg lain. Tp apa daya, aku selalu gagal menempatkanmu spt itu. Pertama mengenalmu memang bukan friend, tp lover. Ya. I'm ur lover, admirer. Love at the first sight. Jika benar loving u is wrong, I don't wanna be right deh... Yak. Aku tidak pernah menganggapmu teman biasa. Bahkan ketika aku sedang marah padamu, benar2 marah kecewa atas penolakanmu, aku mengira itulah saat aku bisa melepaskanmu. Ketika kita terpisah bertahun lamanya dan punya kehidupan masing2, aku menyangka itulah saat aku sudah benar2 kehilanganmu. Dan semua itu gagal. Bahkan ketika kita bertemu kembali dan menghadapi kejadian traumatis, aku berpikir inilah saat aku harus benar2 menjadikanmu masa lalu dan mampu melupakanmu. Lagi2 failed!! Aku ingin sepertimu yg santai tanpa beban perasaan apa pun sehingga mampu menjadikanku teman atau bahkan bukan siapa-siapa. Baru aku sadar, aku menderita true love, that i will still love u even when you hate and hurt me. No doctor, no hospital, no medicine for me, but u. When I say FOREVER, I meant it.

Tidak tahu apa mauNya, still waiting for His answer. Setiap doa aku selalu minta yang terbaik menurutNya. Kejadian demi kejadian setahun terakhir ini sepertinya jawabanNya. Aku mungkin harus membuka mata lebar-lebar, mengosongkan hati dan menetralkan perasaan, menyiapkan diri untuk memulai melepaskanmu. Kadang bingung how can we end if we never start... But ending always comes at last.... Hari ini aku melepasmu....
Aku tahu aku tidak akan baik2 saja tanpamu...tp aku yakin ini yang terbaik untukmu, untuk semua. Aku tidak boleh egois menuruti semua keinginanku, aku harus menjaga perasaan semua pihak. Siapa pun berhak bahagia, u deserve ur happiness, me too. Let's make it happen in our life. Take ur way, and I'll take mine. A complete happy small family gonna be the answer. I will committed my life to remake it, just like u. Maybe not because of love but commitment coz I already gave u my one and only heart. Aku pasti akan berubah tp aku yakin nothing's gonna change my love for you....

Two hearts can only be separated by God. If we're not together now, just believe someday somewhere somehow we're gonna have the right moment to be together in this world. Maybe not many days, but a bright day with beautiful rainbow is being prepared for us. Maybe not many nights but one warm night among the stars is waiting for us. I'm sure. I believe in the power of love. You and I....Let's learn from the philosophy of Yin-Yang: interdependent complementary opposites. One cannot exist without other.

Thank u for always be there raising me up and living my life. Thank you for showering me with warm sweet moments. I don't care whether u lied to me or u did it truly by ur heart. Sweet moments will last longer. I don't care if u laugh at me for what I did. I love u, that's all I know.

Wishing u the very special birthday this year. Nothing but the best may come to ur days... Hope I'll c u again on the next birthday. For it's not a goodbye, just a c u later......

Happy weekend, darl....


Loving u as always

Surat Kaleng untuk @Fhajrhel

Menggagumimu, cukup sekian nyaliku


Dingin dan gemercik hujan mengantarkan aku pada layar kaca yang ada dihadapanku saat ini, entah tiba-tiba aku ingin menulis sesuatu tentangmu yang belakangan ini memenuhi isi kepalaku. Semoga saja tulisan ini tidak berlebihan, karna yang aku tau Rabb ku itu Maha Pencemburu makanya perihal ini ku simpan rapi di dalam qolbu. Walau sejujurnya ingin sekali kau tau tentang kagum yang ku simpan sejak dulu.

ya.. teruntuk kamu yang hanya bisa terjangkau oleh anganku.



Sebuah nama sebuah rahasia tapi tidak bisa dikatakan rahasia lagi mengingat sahabat-sahabat terdekatku sudah mulai tau perkara asa hingga rasa yang aku sandarkan padamu.. Maaf, tadinya ingin ku telan sendiri, tapi apa mau di kata namanya juga rasa smakin di simpan justru malah smakin bikin gelisah :)

Biasalah wanita salah satu bentuk ujiannya adalah mengendalikan rasa.

Sebenarnya, bisa dikatakan aku adalah orang yang supel dalam bergaul, jelas kau tau itu. Tapi entah kenapa saat di hadapanmu aku harus bekerja keras untuk berlaku senormal mungkin agar tetap stay cool meski akhirnya aku menjadi linglung, dan bersikap seperti baling-baling yang hanya berputar di satu titik tanpa kendali, sulit berhenti. Lalu mereka bilang aku salting, tapi bagiku itu tidak penting karna aku yakin kau pun tak menyadari.

Ketika tak bertemu aku rindu, tapi ketika tepat dihadapanmu pandanganku mengembara jauh, melintasi gerbang laku yang malu-malu, sulit memfokuskan diri, dan ingin segera pergai tanpa sempat membaca situasi. Bahkan kedua mataku yang biasanya jeli tak mampu menerjemahkan apa yang terjadi.

Sesekali jiwaku berteriak “jadilah aku, setidaknya kau akan tau bagaimana rasanya menyimpan pilu dari decak kagum yang tak pernah kau tau.”

Sungguh kekaguman yang tertimbun pada si pemilik senyum itu sebenarnya bukan dalam tempo yang singkat, melainkan sejak duduk di bangku sekolah dulu entah sudah berapa tahun yang lalu dan ku biarkan saja begitu. Sampai akhirnya kekaguman itu berkembang pesat diluar dugaanku bahkan sudah melahirkan sebuah asa yang sulit aku eja. Semoga Alloh memaafkan andaikata terselip hal yang berlebihan, karna tak jarang aku sampai menyelipkan namamu di antara semoga dan aamiin-ku.



Jakarta, lupa tanggal

Ini ku tulis sebelum aku tau, kau telah menyimpan sebuah nama dalam hatimu.
Jadi maafkan jika suratku mengganggu.

 

Surat Kaleng untuk @epiit

Apa kabar? Aku yakin kamu baik-baik saja karena kali ini aku tidak menerima pesan singkat yang bertuliskan kamu rindu seperti yang biasa kamu kirimkan setiap liburan semester datang. Atau mungkin, kamu sengaja tidak mengirimkannya padaku liburan semester ini?

Aku memberanikan diri menulis surat ini walaupun aku sendiri tidak yakin akan menuliskannya dengan benar. Tapi setidaknya aku mencoba. Kemarin, tanpa sengaja aku menemukan selembar foto kita yang terselip di buku diktat mata kuliah yang paling aku benci. Foto kita ketika liburan bersama dengan teman-teman yang lain di pulau Sempu. Aku terlalu menyukai foto itu sehingga aku sengaja menyelipkannya di buku yang jarang sekali aku baca, supaya aku tidak melihatnya terlalu sering karena itu akan membuatku semakin dalam menyukaimu. Tapi itu terasa percuma ketika setiap hari aku harus bertemu denganmu di kelas.

Aku masih ingat dengan jelas, perjalanan liburan kita setelah semester 3 berakhir. Mulai dari kita packing, naik kereta, sampai menyusuri hutan pulau Sempu. Rasa lelahku sedikit berkurang saat aku tahu, aku melaluinya bersamamu. Masih ingat senja pertama yang kita lihat di pulau Sempu? Sangat indah bukan? Seperti hatimu, tempat hatiku tertawan.

Kamu tahu? Sebelum Ayah menjemputku pulang, diam-diam aku mengamatimu sedang tidur sambil menulis sebuah cerita tentangmu. Aku langsung pura-pura tidur ketika kamu tiba-tiba terbangun dan memanggil namaku. Aku lega sekali saat kamu melanjutkan tidurmu sehingga aku bisa meneruskan ceritaku, tapi cerita tentangmu masih belum berakhir, sampai sekarang. Saat itu aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena membiarkanku berada sangat dekat denganmu. Aku berdoa, Tuhan, jika ini benar cinta yang baik, perbolehkanlah aku ada disisinya dan mengisi hatinya, jika saatnya sudah tiba.

Ini adalah liburan setelah semester 5 berakhir, dan semua orang sepertinya sudah tahu bahwa aku menyukaimu, tapi aku masih belum berani mengatakannya langsung padamu, maafkan aku. Aku hanya takut jika kita tidak memiliki perasaan yang sama, takut ketika perasaanku membuatmu tidak nyaman dan risih karena aku tidak ingin kamu memiliki waktu yang sulit karena aku.


Salam,
Wanita yang masih berusaha mencuri hatimu

Surat Kaleng untuk @siapapun_

Menitipkan Rindu Pada Siapapun…

Teruntuk kamu, @siapapun_

Hari ini, entah kenapa terlintas di benakku untuk kembali mengunjungi blog-mu—setelah sempat absen dalam waktu yang cukup lama. Aku berharap mendapati tulisan-tulisan barumu. Namun, hasilnya nihil dan aku sedikit kecewa. Apakah kamu sedang sibuk? Sedang tak bergairah menulis? Atau tidak ingin menulis lagi? Entahlah… Lagi-lagi, sebagai
pengagum tulisanmu, aku hanya bisa pasrah dan berharap yang terakhir tidak benar-benar terjadi.

Oh ya, apa kabarmu, Dan? Semoga baik-baik saja ya… dan keberuntungan senantiasa menyertai setiap langkahmu. Hmmm… tak banyak yang aku ketahui tentangmu, selain kamu orangnya  ramah, lucu, dan ‘membumi’. Aku bisa merasakannya, feeling-ku biasanya tepat –tentunya setelah kepo sana sini juga hahaha. Untuk yang satu ini maafin aku ya? :p

Dan… sejujurnya aku ingin mengenalmu lebih jauh. Aku ingin punya sahabat sepertimu. Banyak hal dalam dirimu yang membuatku terkagum-kagum; banyak hal bermanfaat yang bisa kupetik darimu; banyak hal yang ingin kubagi denganmu. Tapi, siapalah aku? Seseorang yang bahkan tak pernah bertatap muka dan ngobrol secara langsung denganmu, sok kenal pula.  Aku bukan siapa-siapa… Dan sejak hari itu juga, sudah
kuputuskan untuk ‘menjaga jarak’ darimu. Ya, pastinya ada alasan aku
melakukannya. Bukan, bukan karena dirimu bermasalah.

Dan… mungkin dulunya ada mention-mention-ku yang kurang berkenan di
hatimu. Aku minta maaf ya… Maafin juga kalau suratku ini berlebihan.

Akhirnya surat ini harus kuakhiri sampai di sini. Senang pernah
‘mengenalmu’, walaupun waktunya singkat… Bye, Ramdan.


Dari seseorang  di masa lalu.

Surat Kaleng untuk @dewapramyg

dear mas ganteng...
bisakah saya memanggilmu dg sebutan itu ? anggap saja kamu telah mengiyakan.. :D tidak tahu kenapa saya sangat suka menyebut dengan itu..
dan ya,, karena ini surat kaleng jadi mungkin kamu tidak tahu siapa saya.. saya hanyalah seseorag yang sering memperhatikanmu, bahkan sejak pertama saya bertemu denganmu di kampus ini.. :D
jujur saja saya bingung mau nulis apa di surat pertama saya ini, tiba-tiba saja jadi grogi, hehe :p
kamu keren! iya, kamu keren mas! terimakasih ya sudah membuat saya berani bermimpi,, ya,, terimaksih juga masih sering diijinkan untuk melihatmu..

Surat Kaleng untuk@diveradios

Surat Perkenalanku


Kepada yth @diveradios
di tempat


Hei, kamu. Pasti kau tidak akan menduga akan mendapatkan surat  melalui cara ini kan? Kau pasti juga tidak tahu siapa aku.
Jangan menduganya, kau tidak pantas menduga, dugaanmu seringnya meleset. Aku tau itu.
Aku adalah aku yang selama ini mengawasimu tanpa kamu tahu bahwa kamu sedang diawasi.
Aku akan mengajakmu perlahan masuk ke dunia ku, agar kita mulai bisa mensinkronkan dunia kita.
Agar aku tidak takut lagi untuk muncul dan bertemu denganmu.
Sampai saat itu tiba, biarkan aku memperkenalkan diriku dengan cara ini ya.

Aku tidak pintar berkata dan bercerita secara langsung, karena aku tidak pandai berbohong.
Dengan menuliskan kata-kata ini, aku dapat menyembunyikan maksud lain dalam setiap katanya.
Sehingga secara teknis aku tidak berbohong, hanya menyampaikan kebenaran dengan cara yang berbeda.
Selamat datang di dunia penulis, penyelam.
Kau tau, aku ingin bercerita banyak hal tentang aku. Aku hanya begitu takut, takut menghadapi kenyataan apa yang akan terjadi kemudian.

Aku penggemar beratmu sekaligus orang yang membencimu.
Kau tau, aku kesal padamu karena diam mu.
Pernah aku bercerita pada seorang saudaraku.
"Aku sebel sama dia, dia ga ngapa-ngapain tapi bikin kesel"
"Lho.. kok bisa?" kata dia
"Iya, justru dia yang ga ngapa-ngapain itu jadi apa-apa buatku" semburku membalas pertanyaan itu.
Kau tau, selama ini aku begitu tertekan oleh kehadiranmu dalam hidupku? Jangan, jangan meminta maaf. Kau tau aku membenci kata itu.

Tidak ada yang salah jadi jangan sekalipun kau mencoba meminta maaf kepadaku.
Diam mu adalah bebanku, kau dapat dengan ringan bercerita begitu banyak tentangmu. Tapi tahukah kamu aku begitu tersiksa karena itu?
Aku tahu kau tidak salah, ini kesakitanku.
Bukan, aku bukan iri. Hanya merasa bahwa aku tau kau sudah jauh didepanku dan itu mengintervensiku dengan sendirinya. Tanpa kesadaran siapapun.
Namun, entah mengapa. perlahan aku mampu menerima hal itu.
Kau tau, menerima dan mengakui kekalahan diri sendiri itu begitu menyakitkan?

Kau tau rasanya? Pasti kau tidak tahu,
Rasanya begitu menyakitkan.
Dan aku merasakan itu, saat aku memutuskan untuk jatuh kepadamu.
Ya, aku jatuh padamu. Aku kalah lagi darimu.
Entah untuk yang keberapa kali.

Rasa sakit disaat aku memutuskan untuk jatuh itu tak terperi rasanya. Begitu menyakitkan.
Namun secepat kedatangannya, secepatk itu juga dia pergi membawa kelegaan luar biasa kedalam dada ini.
Paru-paruku terisi oksigen lagi, setelah sekian lama sedikit demi sedikit aku menghirup sianida itu.
Aku membiarkan diriku jatuh. Entah itu sebuah kebahagiaan atau petaka untukmu.
Aku tidak tahu.

Surat Kaleng untuk @chachichuicha

Hey…., kamu lagi ngapain?
Aku harap kamu melakukan hal yang baik dan nggak ngerugiin kamu, aku harap kamu makin kuat dan tegar yaa…. Semoga karier kamu makin suksess, kuliah kamu sukses, dan kamu bisa banggain orangtua kamu dan keluarga kamu yang laennya :-)
Kamu tahu ga? Aku pengen banget ngingetin kamu makan, ngingetin kamu buat jaga kesehatan, becandaain kamu, ngucapin selamat tidur dan hal lainnya yang biasa orang pacaran lakuin. Tapi aku bukan siapa-siapa kamu dan kamu pantes dapetin sosok yang bisa jaga kamu, bimbing kamu, dan kesempurnaan laennya yang kayanya kriteria itu jauh banget dari aku.
Tapi kalau aku masih punya celah dan kesempatan, aku bakal coba buat kamu bahagia sebisa aku, gak akan kecewain kamu, atau bikin kamu sedih, ya tapi itu juga kalau masih ada buat aku. Semoga aja ada jalan yang bisa bikin kamu dan aku jadi kita ya…  :-)
Oh iya, kamu tahu ga? Aku nggak tau kenapa jadi seneng banget bikin tulisan-tulisan tentang kamu, mikirin kamu, dan hal laennya yang tentang kamu lumayan nyita perhatian aku. Itu namanya apa ya? Ah, aku gak berani bilang itu ‘cinta’, definisinya nggak ada yang clear n terlalu rumit ;-)
Yaudah singkat aja dari aku, kalau kebanyakan takutnya nyita banyak waktu kamu buat baca surat ini, kamu pasti lagi sibuk banyak tugas kan? Oh iya, satu lagi deh, nggak tahu kenapa aku paling seneng kalau liat kamu lagi senyum, jadi keliatan manis n makin cantik, hehe…..

dari aku.