30 January 2013

Kota Kelahiran "Pemalang"


29 Januari 2013

Pemalang Ikhlas,
itulah jargon yang berdiri kokoh terbentang di alun-alun kotamu..
Meskipun kecil, tapi kamu adalah salah satu kota terunik yang aku kenal. Tak ada yang mengenalmu, seperti aku mengenalmu. Sekarang, aku memang sedang berusaha di kota orang, karena aku berjuang untukmu, untuk menorehkan keringatku di mana aku lahir di tanahmu. Banyak kenangan yang telah tertinggal di sana. Hidupku, ragaku hingga jiwaku smua menjadi satu di tanah tempat aku lahir.

Kamu tahu, kadang tiap kali orang tidak mengenalmu rasa sakit pun sempat muncul. Rasanya kamu benar-benar tidak dikenal oleh banyak orang dan itu membuatku lebih bersemangat agar aku bisa mengenalkanmu ke berbagai penjuru di Indonesia bahkan di dunia. (amiiiinnn)

Sudah 438 tahun rupanya kamu berdiri di belahan bumi jawa Indonesia. Lama.. bahkan melebihi umur negeri kita sendiri. Sejarah yang tertulis adalah hal yang paling mengesankan. Hal yang banyak membuatku lebih belajar bagaimana arti tentang kehidupan. Yah budaya pun demikian, aaaaa kangen sama masakan khasnya jugaaaa. Banyak banget. Ada nasi grombyang, lontong dekem, apem comal, srabi goreng, kamir (dorayaki arab) dan masih banyak lagi.. Itu adalah beberapa makanan yang slalu aku rindukan ketika aku pulang. Emang dah Pemalang top banget.

Selamat ulang tahun kota lahirku yang ke 438 tahun (24 Januari 2013). Semoga semakin jaya, maju, makmur dan tentunya menambah jam terbang bagi yang pengangguran. hihihi :D

~Vida Hasan~


oleh @vidahasan
diambil dari http://vidahasan.blogspot.com/

Terima Kasih Attack City


Selamat sore…



Hmn… jadi gini, dalam rangka #30HariMenulisSuratCinta edisi kota, saya memutuskan untuk menujukan surat ini kepada kamu. Kamu mungkin ga kenal saya tapi walau cuma sedikit, saya bisa dibilang mengenal kamu. Padahal udah hampir 2 taun lebih saya menghabiskan lebih banyak waktu disini, tetep aja taunya cuma sedikit. Agak payah emang.

Walau ga saya bawa ke Sukabumi, isi surat ini lumayan panjang loh. Jadi, silakan baca ini sambil nikmati secangkir kopi, susu atau cokelat panas. Sambil ngerokok juga bisa. Sambil napas dan ngemil unyu juga boleh. Sambil kan bulan bu juga bol… ITU AMBILKAN, WOY! AMBILKAN!! Hmn… maaf. Baik, dilanjut saja.

Pertemuan pertama saya dengan kamu begini, kakak saya yang kuliah di Untirta Serang bla bla bla……………………………… bla bla bla ………………………………………………………. bla bla bla…………………………. bla bla bla……………………………………………………… bla bla bla ……………………………. Dan, takdir pun ternyata memutuskan saya juga kuliah disini. Saya yang emang terlahir pasrah, nerimo aja. Toh, sebenernya orang dengan otak cerdas kaya saya begini mau kuliah dimana pun bakalan sama aja.

Hari-hari awal berada disini rasanya berat. Lebih berat dari berat badan saya malah (halah, ini malah berat-ception) kenapa? Karena agak banyak dan saya anak baik, tak ingin memusingkan kamu, jadi dibikin poin deh.

Serang panas. Usut punya usut ada yang bilang kamu punya sebutan Kota 9 Matahari. Dari pada punya usut atau punya sebutan begitu, mending punya pacar tau. Balik lagi! Kalo kepanasan apa saya ngeluh? Iya! Wong, orang lain juga. Bahkan temen saya yang udah belasan taun tinggal disini ngeluh juga. Jadi kesimpulan dari poin pertama ini, gapapa ngeluh: ANJIS, SERANG PANAAAS!! FAAAK, KIAMAT BOCOOOR!! MATAHARI PUNYA DENDAM SAMA KOTA INI AAAK!! Karena orang sini asli juga ngerasa hal yang sama. Tetang yang ini pernah saya twit lewat akun saya, @viorexy (Jangan lupa follow! EAAAK!)
Ngekos, jauh dari rumah yang semua-muanya udah ada. Sulit emang awalnya beradaptasi. Namun demi kemaslahatan (entah ini sebenernya punya arti apa) saya sendiri dan karena saya emang kece, bersahaja, awesome dan mengagumkan (IYA INI GA NYAMBUNG TERUS MUSOLAH BUAT LO?! KALO BUKAN, GAUSAH AMBIL WUDHU JUGA KALI!) akhirnya seiring berjalannya waktu, saya tetap hidup sampe hari ini. Yang nyesel saya masih idup di dunia ini inget, malaikat nyatet, broh!
Ini bukan kota saya, saya disini cuma hidup sementara waktu aja. Sebenernya ini muncul dibenak saya (woasik, benak!) abis ngobrol sama temen yang udah malang melintang (duileh, kek garis bujur aje melintang) di dunia per-bayi beruang-an. Keren ya temen saya tuh. Banget. Makanya saya sayang banget juga. OKEEE, LANJOT! Temen saya ini sering benci sama anak Tangerang yang hobi ngeluh-ngeluh soal kamu. Untung saya bukan termasuk anak Tangerang yang dia benci. Kalo dia benci saya, atulah sayanya mah sedih seumur idup :’( YAK, TEROOOS! Buat saya, orang yang ngeluh atau malah mencemooh tentang bagaimana kamu, logat bahasa dan orang-orang yang tinggal di disini itu pasti karena dia masih baru. Dia belom kenal kamu. Saya sudah kenal kamu. Sedikit. Nanti lama kelamaan juga orang baru itu bakalan ngerasa sendiri gimana kamu bisa menghadirkan nyaman yang tak terbantahkan… saatnya bilaaang: ASEK ASEK HOY!
Yaaak, time flies… awal yang terasa berat itu pelan-pelan jadi enteng kayak berat badan saya yang sempet naik, naik lagi, turun, naik lagi, terus turuuun. Dan kayanya ini paragraf paling pendek dan paling ga nyambung dibanding yang lainnya ya.

Walau banyak yang bilang Bandung dan Jogja adalah tempat terbaik untuk jatuh cinta, tapi kamu tak kalah untuk bisa membuat saya jatuh hati pada segala yang ada disini. Terima kasih atas semua tawa suka, canda bahagia, pelukan-pelukan hangat, cium ciscis (NDAK USAH BERPIKIRAN DIRTI!) dan entah apa yang saya sendiri susah jelasinnya. Yang pasti, kotak memori di dalam pikiran saya masih menyisakan banyak ruang untuk beberapa taun ke depan lagi.


oleh @viorexy
diambil dari http://rexysukadi.wordpress.com/

Untukmu, Maniseku.


Dear manise...
Aku merindukanmu, maniseku..
 pulang ke pangkuanmu adalah satu hal yang aku inginkan saat ini.
 Ingin rasanya mendapati kedua kakiku berpijak ditanah suburmu,
 ingin rasanya kudapati kedua mataku memandangi senja dibalik gunungmu, diatas pantaimu.

Aku merindukan mereka yang ada disana, manise..
Ingin rasanya aku bermain mesra dengan pantaimu
Biarkan buih-buih ombak menggulung mesra menggelitik kakiku
Senja disana kurindukan

Aku ingin maniseku seperti dulu
Tapi bukan berarti aku tak menyukai maniseku yang sekarang
Aku menyukaimu bagaimanapun keadaanmu sekarang
Selalu ada doa yang terpanjat dilangit sana
Untuk mereka yang ada disana
Dan untukmu, aman, jayalah kota Ambon maniseku..

dari,

Aku, yang lahir dan tumbuh di tanahmu


oleh @Unhysakinah
diambil dari http://unhysakinah.blogspot.com/

Ubud - Kota Pesona Di Balik Layar


Hai Ubud!

Entah kapan bisa aku ke sana. Suatu hari nanti, aku akan menghabiskan nafasku bersama partikel udara di Ubud. Suatu hari nanti, aku harus menyelaraskan tubuhku pada atmosfer di sana walau hanya dengan beberapa pergantian rembulan--di kota pesona di balik layar. Mengapa? Karena, pertama kali aku bertemu dengan Ubud, meskipun hanya melalui layar bioskop atau televisi, dan penggambaran tentang Ubud lebih jauh pun aku peroleh melalui bacaan lalu, kali pertama  aku merasakan cinta pertama kepada kota itu. Padahal, jelas saja aku belum pernah menapakkan kakiku di sana.

Aku sudah berjanji kepada lidahku,  kelak ketika aku sudah berpenghasilan, aku akan menabung dan melaju ke sana. Tunggu aku, Ubud. Simpanlah pesona indah kotamu laksana film, buku, dan/atau foto yang menggambarkanmu, Ubud.

Sudah ya surat ini aku tulis. Harapan untuk berkunjung ke sana selalu ada bersama untaian kalimat yang kutulis ini. Semoga saja, dengan atau bersama handai tolan  atau pun kekasih, aku kan bersua denganmu. Tunggu aku, kota pesona di balik layar.

Salam

Tika

oleh @_tikakarlina
diambil dari http://tikakarlina.blogspot.com/

Surabaya, Aku Ingin Bandung


Hey, kamu. Bosan denganku?

Ah, jangan. Aku belum terlalu bosan denganmu. Aku masih ingin menghabiskan sisa waktuku, sebelum menikah, untuk menikmati setiap sudut jalan dan gedung-gedung yang menjadi salah satu faktor bumi cepat rusak itu. Terkadang aku benci dengan perkembangan pesatmu, tapi aku juga butuh gedung-gedung modern-mu untuk melepas penat, bahkan untuk mencari uang. Miris memang. Btw, aku masih sering nyasar menyusuri jalananmu. Bahkan hampir 22 tahun aku hidup denganmu, aku masih mengandalkan google map agar tak menghabiskan waktu untuk nyasar-nyasar.

Kemarin, linimasa terlalu ramai membicarakanmu. Hanya karena seorang @KeiSavourie. Entah apa yang mereka ributkan? Perkembangan modern-mu yang meniru ibu kota? Atau karena kita mempunyai aksen medok yang katanya gak pantes untuk kota metropolitan? Hahaha, lucu sekali. Sebagai orang asli Surabaya, aku tak memiliki aksen medok sama sekali.

Oke, terlepas dari semuanya, aku mencintaimu. Terlalu banyak kenangan indah yang ada pada dirimu. Bukan… bukan berarti aku mengingat-ingat masa lalu. Sesekali aku ingat kejadian-kejadian yang terjadi kepadaku saat aku menikmati setiap ruangmu. Tragedi timezone sutos, misalnya. Ah sudahlah, itu hal konyol yang tak perlu diingat-ingat.

Surabaya, jangan pernah menjadi seperti Jakarta. Tetaplah berdamai dengan kami. Jangan menyakiti kami dengan keadaan semburat pemerintah. Cukup beberapa titik kemacetan saja yang membuat kami tersiksa, selebihnya jangan.

Kau tahu? Aku mencintaimu. Dan seseorang telah membuatku mengkhianatimu. Bandung. Iya, aku jatuh cinta kepadanya, dan segala isinya. Ia adalah kota kedua yang akan aku singgahi jika penatku kepadamu tak terbendung lagi.

“Jika Bandung adalah seorang manusia, ia adalah kekasih yang penuh kesan sebelum pertemuan dengan cinta sejati” – Ruang Temu, @Maradilla.

Di sana adalah ruang temuku bersamanya. Aku menitipkan separuh hatiku di sana. Di satu daerah di Bandung timur bernama Cikutra.

Jika nanti aku meninggalkanmu demi kota itu, aku minta tetap jaga keluargaku seperti aku selalu berusaha menjagamu.

 ————————————————————————

Kepada Bandung, tempat dimana hatiku berada…

Aku menitipkan kekasihku di salah satu ruangmu. Jaga dia seperti aku menjaga mimpi-mimpiku untuk menempatimu. Berikan dia udara segarmu dan oksigen terbaikmu. Sisakan untukku satu ruangan besar di bukitmu untuk kujadikan tempat berteduh nanti. Rumah minimalis dengan halaman luas, pemandangan tangkuban perahu di pagi hari dan city light di malam hari. Suatu hari nanti aku akan menemuimu, meminta kembali hatiku, dan menghabiskan sisa hidupku denganmu…

Doakan aku :)

Oleh @iddailiyas
Diambil dari http://iddailiyas.tumblr.com

Taman Simpang Empat Pangkalan Jati


Kepada taman di simpang empat Pangkalan Jati
Kalimalang

Hai,
          Terima kasih sudah hadir dan membuat hijau daerahku. Terima kasih sudah menaungi mereka. Terima kasih sudah mengizinkan mereka menyebutmu rumah.
          Semoga aku bisa duduk-duduk di situ. Dengan aman. Dengan nyaman. Tanpa tatapan aneh orang-orang. Ah, betapa aku kelewat peduli apa kata orang!
          Semoga ada lebih banyak tempat sepertimu. Terima kasih.

Salam,

Orang lewat

Oleh @Ikafff
Diambil dari http://ikafff.blogspot.com

Kotaku 0231


Selamat pagi cirebon,
selamat pagi kode telpon 0231,hha
Aku datang, akhirnya aku kembali dari kota perantauanku, 

Hei apakah kamu ingat dulu aku membencimu, aku sangat tidak menyukaimu. Ya itu karena aku di paksa tinggal di kota ini, aku harus meninggalkan gemerlap ibukota indonesia ke kota ini.
Maafkan aku, dulu aku bilang bahwa aku tidak mau berlama-lama di kota ini.

Namun sepertinya aku terkena karma, aku jatuh cinta. aku jatuh cinta dengan kota kecil ini. Kota yang terkenal setahun sekali karena menjadi jalur mudik,hhaha. Kota yang terkenal dengan kota udang, kota yang terkenal dengan kota wali.

Dan di kota ini aku menemukan pangeranku,ya kamu mempertemukan aku dengannya, sejak saat itu kota ini menjadi kota kenangan bagiku dan baginya. Jadi bagaimana aku tidak mencintai kota ini.

Kamu tahu di kota perantauanku aku sangat bangga aku berasal dari cirebon. Malah aku menjadi duta pariwisata sepertinya.hha aku sering mengajak teman-temanku ke kota ini. Hmm memang cuaca di kota ini tergolong panas, karena berada di dekat pantai pesisir dan itu membuat semua yg datang sedikit berkeluh kesah. aku saja terkadang tak tahan dengan rasa panas itu. Tapi begitu aku ajak wisata kuliner, waah mereka senang sekali. Makanan di kota ini unik dan bervariasi, dan aku yakin semua orang pasti langsung jatuh cinta.

Hei cirebon, sekarang sepertinya kamu sudah maju, sudah banyak pembangunan disana-sini. tapi yang kuminta tetaplah sederhana saja, karena itu yang membuatku jatuh cinta. 


-aku-

Oleh @kaikarizka
Diambil dari http://kaikarizka.blogspot.com