28 January 2013

Surat #DuaHati @evanjanuli dan @myaharyono


 \\\\\Kamu siap?


Dear Mia,

Hari ke dua puluh enam bulan pertama.

Cinta itu memang tentang perbedaan dan memang semestinya perbedaan bisa menjadi pelengkap tapi nyatanya tidak semua bisa dan mau mencintai perbedaan. Ketika perbedaan yang ada terlalu besar dan terlalu mendalam maka tidak sedikit orang yang akan menolak adanya perbedaan tersebut.

Aku telah mencoba berbagai macam cara untuk membentuk jembatan atas perbedaan yang ada tetapi perbedaan yang menyangkut keimanan dan latar belakang memang tidak bisa dijembatani dengan mudah. Bukan aku yang mudah menyerah ataupun dia yang tidak berjuang tapi memang keadaan tidak mengijinkan.

Namun, segala perbedaan itu sudah aku anggap sebagai cerita masa lalu yang aku tulis di halaman awal buku hidupku.

Sekarang aku sudah siap menulis cerita baru di halaman baru.

Apakah kamu sudah siap menulis cerita baru bersamaku?

Apa yang kau takutkan, Mia?

Love,

.E.


Oleh: @evanjanuli untuk @myaharyono


---




Complicated Heart

Dear E,

Aku lega kamu tak malu tentang masa lalumu.

Masa lalu. Dua kata itu yang sangat kutakuti. Masa lalu milikmu. Dan masa lalu miliku.

Aku takut cemburu pada masa lalumu yang terbungkus rapi dalam wadah yang indah bernama kenangan. Merajai setiap pikiranmu dan menguasai hatimu.

Lalu dengan masa laluku. Bagaimana jika ia kembali? Aku masih menanti kedatangannya dengan setia. Suara hati ini mengatakan bahwa cintaku dulu tak pernah benar-benar pergi. Ia hanya bersembunyi dan kembali sesuka hatinya.

How can I be sure someone else going to be my last, if I always think about my past?

Help me,

Mia


Surat balasan dari @myaharyono untuk @evanjanuli
Diambil dari: http://mimidanpipi.tumblr.com/

Untuk Ibu (mantan) Calon Mertua


Ibu , apa kabar? Sehat kan?

Ibu, semalam Cha mimpi lagi curhat sama Ibu. Di cafe pojok yang dulu sering kita singgahi sembari menunggu aa' selesai meeting di kantor sebelah. Masih ingat kan Bu? Cha gak bakal lupain itu.

Bu, di mimpi semalam Cha liat muka ibu sangat payah karena lelah. Kenapa Bu? Ibu capek karena apa? Bukankah semua beban di pundak ibu telah terangkat seiring dengan pernikahan aa' dengan 'wanita pilihan' nya itu? Anak lelaki Ibu satu - satunya telah menemukan pasangan hidupnya. Iya kan Bu? Lalu masalah apa lagi yang membuat Ibu menjadi semakin lelah? Cerita ke Cha, Bu. Untuk sekedar berbagi, untuk sekedar meringankan beban di hati, sama seperti dulu Bu. Sungguh, tak ada lagi amarah ataupun dendam di diri Cha kepada Ibu ataupun aa'. Cha sudah ihklas, dan marilah kita kembali menjalin silahturahmi yang hangat seperti saat dimana Cha dan aa' menggoreskan kisah kenangan masa lalu itu.

Bu, kalau selama ini Cha menghindar dari Ibu ataupun Bapak ataupun keluarga aa' yang lain, bukan karena Cha benci kalian. Bukan. Sungguh. Cha hanya ingin menghargai wanita yang telah menjadi pendamping aa' kini, untuk memberikannya kesempatan menjadi bagian dari keluarga kalian, untuk menjadikannya wanita yang bahagia di sisi keluarga suaminya. Cha harus tau diri lah Bu, siapalah Cha ini kini. Semuanya telah berakhir dalam keegoisan yang Cha ambil sendiri. :) Yah walaupun terkadang masih ada airmata sendu mengingat wanita yang kini memeluk erat hati aa' bukanlah Cha.

Ibu,
Tetaplah menjadi seorang wanita yang tegar, tetaplah kuat dalam menjalani sisa kehidupan ini. Apapun yang Bapak katakan kepada Ibu, apapun yang 'dia' debatkan dengan Ibu, jangan takut ya Bu.  Tetaplah yakin Ibu mampu menjalani itu semua. Ada aa' yang takkan pernah jauh untuk menjadi sandaran keluh kesah Ibu, ada istri aa' yang mungkin sudah mulai bisa Ibu ajak berbagi cerita, ada banyak anak - anak Ibu di kantor yang akan selalu setia mendengar curhat dari Ibu, dan tentunya masih ada Cha disini bu, yang sampai kapanpun akan tetap menjadi anak Ibu, apapun statusnya kini. Cha akan selalu siap menjadi teman terbaik Ibu dalam menghadapi ujian dari Tuhan ini. Kita pasti bisa menghadapinya, Bu.

Janji ya Ibu tidak akan pernah menangis lagi? Iya dong.

Nanti bulan depan Cha ke Bandung dan Cha mau liat senyum ibu yang bugar ya :)

Love & Kiss,
@lionychan


p.s : Ibu kalau mau pergi kemana - mana please pakai sopir, jangan sampai tabrakan lagi seperti minggu kemarin. Jangan buat kami cemas dengan keselamatan Ibu ya :*



Oleh @lionychan
Diambil dari http://www.lionymayestica.com/2013/01/untuk-ibu-mantan-calon-mertua.html

Semoga Aku Masih Yang Terbaik


Selamat pagi, sayang..
Hari ini aku berencana untuk merubah hidupku, dan itu semua dimulai dari penampilan. Tujuannya? Agar kamu mau pulang.
Tapi berjam-jam aku habiskan di depan cermin, tak ada satupun yang menurutku kurang. Aku terlalu bersyukur dengan hidupku.

Aku memang punya kulit yang lebih gelap dari dia, tapi kulit ini tidak pernah tersentuh siapapun, kecuali untukmu, dan hanya akan untukmu, tidak akan ada orang lain.
Aku juga punya badan yang tidak lebih menarik dari dia, tapi badan ini tidak pernah aku pamerkan ke orang lain, karena jika aku tidak mampu menjaga tubuhku sendiri, dimana harga diriku?
Aku jauh lebih miskin dari dia, tapi aku menghargai kamu sebagai lelakiku dan aku tidak ingin menjadi perempuan yang kaya. Aku ingin kita menjadi pasangan yang kaya.
Dan aku punya kehidupan yang lebih sederhana dari kehidupannya. Mauku, ada kamu di dalam kehidupanku. Kita akan hidup bahagia seperti yang pernah kamu janjikan, kita rencanakan, dan aku doakan. Seandainya kamu pulang nanti.
Tapi aku punya cinta yang lebih besar darinya, tapi karena semua kekuranganku diatas, kamu menganggapnya kecil, kemudian kamu pergi.
Aku tidak ingin menjadi dia, aku ingin lebih dari dia. Tapi menurutku aku sudah lebih dari dia. Menurutmu? Semoga masih iya. Aku masih ingat bagaimana kamu menatapku dalam dan berkata bahwa aku wanita terbaik, dan terakhir. Saat itu.

Bagaimana dengan sekarang? Jika memang menurutmu dia lebih baik dariku, perkenalkan dia sebagai calon istrimu seperti kamu memperkenalkanku sebagai calon istrimu di kehidupanmu tahun lalu. Bawa dia, katakan bahwa dia yang terbaik, lebih baik dari aku. Nikahi dia di hadapanku.
Namun jika dia tidak lebih baik dariku, segeralah pulang, sayang.. Sebelum aku punya hati yang lebih besar dari dia untuk merelakanmu.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you. As long as you let me love you.
Pps. Aku tidak akan menjanjikan apapun setelah kamu pulang, aku hanya akan membuktikan bahwa pilihanmu benar.
Ppps. Semangat kerjanya ya sayang!




Oleh @meyrzashrie
Diambil dari http://meyrzashrie.blogspot.com/2013/01/semoga-aku-masih-yang-terbaik.html

Setengah Hati


Semalam kau datang menghampiriku, membawa setengah hatimu. Sementara setengahnya lagi ku rasa masih tertinggal disana, disamping kenangan. Entahlah, ku rasa semangatku perlahan mulai luntur. Hatiku perlahan berjalan membelakangimu. Ah, tapi aku sendiri belum terlalu yakin.
Dulu, langitku sempat memiliki dua bintang. Walaupun akhirnya aku memilih untuk hanya memandangimu. Kemudian kau sering datang dan pergi sesukamu, membiasakan aku dengan langit hitam kelam itu. Ya, aku memang mulai terbiasa. Awalnya aku pikir itu bagus, tapi sekarang hal ini berubah menjadi tanda tanya. Kenapa aku tak lagi gusar menunggumu? Kenapa aku tak lagi gencar mencarimu? Aku mulai merasa kehadiranmu tak lagi menerangi langitku. Bukan lagi seperti kilau permata di pasir hitam, melainkan sekedar titik putih. Apakah setengah hatiku mulai berlalu meninggalkanmu? Ah.. aku nggak taauuu..
Hari ini, mungkin aku masih berdiri ditempat itu. Menunggumu seperti biasanya..




Oleh @nrsfrn
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com/2013/01/setengah-hati.html

Untukmu, Awal Inspirasiku.


Dear kamu,

Kamu baik-baik saja, kan?
Tidak usah kamu jawab. Aku tahu kamu baik-baik saja. Pertama kalinya aku minta maaf, sebab baru sekarang aku menemukan keberanian untuk mengutarakan isi hatiku padamu, meskipun hanya lewat surat. Kamu tidak marah, kan? Aku tahu kamu tidak sepertiku. Yang kadang berteriak saat lelah mencarimu. Yang suka merutuk dalam hati saat melihatmu dalam keadaan tidak seharusnya.

Dear kamu,

Jujur kuakui tentang rasaku padamu. Sebenarnya debaran ini telah lama bersemayam di hatiku, tetapi aku malu untuk mengutarakannya. Bibirku kelu saat berhadapan denganmu. Aku memilih diam. Bukan itu saja, jemariku tak cukup mampu menerjemahkan isi hati lewat kata-kata. Entah mengapa aku sendiri juga tidak tahu.

Ah!
Aku jatuh cinta terlalu dalam padamu. Sampai-sampai aku tak ingin kehilanganmu. Bibirmu, tanganmu dan semua yang ada pada dirimu menguatkanku. Saat matahari pagi membelah hari, kau setia menemani. Saat hujan menderas, kau tak pernah lepas, menghangatkanku hingga tuntas.

Dear kamu,

Asal kamu tahu, saat aku memegang tanganmu adalah saat aku bisa menemukan semangatku untuk merangkai kata. Pun saat bibirku menyentuh bibirmu adalah saat pertama kutemukan inspirasi dan makna bagi setiap deretan aksara yang tercipta.

Dear kamu,

Terima kasih untuk kesetiaanmu. Kumohon jangan pernah tinggalkan aku yang selalu mencintaimu, sebab bagiku, kau takkan pernah tergantikan di hatiku.

Dan, malam ini aku sudah puas mencumbumu. Sekadar mencium bibir dan mulai mencecap aroma yang terkandung dalam tubuhmu, aku akan mampu melahirkan karya baru. Sekarang saatnya kamu kembali ke tempatmu yang seharusnya. Selamat beristirahat, Cangkir Kopi Kesayanganku.

Aku yang selalu mencintaimu,

@momo_DM



Oleh @momo_DM
Diambil dari http://bianglalakata.wordpress.com/2013/01/27/untukmu-awal-inspirasiku/

Kak Vuje yang Kece

Kubiarkan orang lain menganggapku gila.

Padahal mereka saja yang tak bisa melihatnya.

Cinta cinta tanpa batas. (Cinta tanpa batas - The Vuje)


Benar, Kak, itu lagu yang kau nyanyikan bersama saudara-saudaramu. Suaramu keren, dan lagu tadi adalah soundtrack of my life sekitar setengah tahun lalu. Singkat kata sempat ada drama dan lagu Cinta Tanpa Batas tadi menjadi suara pemberontakan dari dalam diriku untuk memperjuangkan cinta yang kuanggap benar. Ya, biarkan saja mata mereka mau memandang seperti apa dan persepsi mereka bagaimana. Seburuk apapun itu, silahkan. Yang penting kami sebagai pelakunya menjalani dengan bahagia. Sangat bahagia. Mereka hanya belum bisa melihat binar yang terpancar dari mata kami berdua. Itu urusan mereka. Dan dari mana lagi saya bisa mendapatkan ilham seperti itu kalau bukan dari bait-bait nada merdu yang keluar dari pita suara Kakak? Itulah fase pertama saya “mengenal”mu.

Fase kedua (sebenarnya ada fase satu setengah. Tapi, ah sudahlah itu kita lewatkan saja) adalah 14 hari yang lalu saat saya memutuskan untuk mengikuti program #30HariMenulisSuratCinta. Awalnya saya sangsi, karena tidak yakin bisa menulis secara konsisten selama 30 hari. Lalu saat kulihat tukang pos saya itu kamu, jadilah saya menulis surat pada hari pertama, dan kedua, dan ketiga, sampai hari ini. Perkenalkan aku adalah yang (hampir) setiap hari memenuhi tab mention-mu dengan surat-surat cinta yang tak bisa kusampaikan sendiri.

Kakak Pos Cintaku,

kamu sangat perhatian sekali pada surat-surat yang masuk ke kotak suratmu. Satu-satu kau baca dengan seksama. Dan luar biasa sekali rasanya saat kau mengirim ulang surat kami dengan tambahan komentar-komentar yang membangun darimu. Membuat kami semangat menulis lebih baik lagi di hari berikutnya, dan menanti komentar apa yang akan kau berikan tentunya. So thoughtful. Bosse pasti bangga mempunyai pengantar surat bersuara, berwajah, dan berhati indah sepertimu.

Kak Ika,

masih ada setengah bulan lagi masa tugasmu menjadi pengantar surat sarat curhat bagi kami-kami ini. Semangat dan selalu tempelkan senyum perangko di hari-harimu ya, Kak. Dan terima kasih Kak, kamu adalah alasan kami (saya khususnya) untuk terus menulis.

Salam kenal,

@tfnyaprdht

image

KAKAK MEMANG LEBIH BAGUS DARI HIT!



oleh @tfnyaprdht untuk @ikavuje
diambil dari http://breakfastattifanys.tumblr.com

Kepada Setan


Dear Setan.

Surat ini tanpa pengirim, aku harap kau tak tau siapa pengirim surat ini. Aku tidak meragukan kemampuanmu, aku percaya kemampuan diriku, menyembunyikan diri darimu.

Kau kenal aku? Pernah melihatku? Kurasa tidak. Kurasa kau tidak perduli. Aku fans beratmu. Aku sudah lama memperhatikanmu, aku sudah lama ingin menyuratimu, aku juga ingin kau mengenalku.

Aku iri akan cintamu  pada Tuhan, bisakah kau mengajarkanku, bagaimana kau mencintai dengan begitu pongahnya. Akupun ingin melakukan hal yang sama, aku ingin mencintai Tuhan dengan sombong sepertimu.

Tapi tolong jangan beri tahu Ia, bahwa kau menerima surat ini, aku tak ingin Dia tau, dari mana aku berguru. Aku takut Dia tidak membalas cintaku jika ia tahu aku belajar darimu.

Hormatku.

- perempuan di balik ruang ibadah -


oleh: @ulansabit
Diambil dari http://punyaulan.wordpress.com/