08 February 2013

Yang Indah


Assalamualaikum cinta ,

       Aku sendiri gak tau , kenapa aku bisa tersenyum saat mikirin kamu , kapan aja . Kadang-kadang , bayang wajahmu mampir setiap kali aku meraup wajah atau lagi main guling pengen tidur atau waktu memberus gigi dan liat ke cermin atau sewaktu aku melakukan apa pun . Kamu tau? Kalau aku udah dapat menebak yang aku bakal lebih dekat sama kamu berbanding jarak dunia realiti ini memisahkan kita bahkan aku udah siap buat berhadapan dengan seorang laki-laki yang bakal menjadi maling terhebat yang bisa mencuri hatiku secara diam . Semua yang aku rasakan ini adalah sejujurnya dari aku sendiri , natural . Gak ada angin yang membisikkan untuk aku mencintai kamu , gak ada burung berkicau supaya aku menyayangi kamu dan gak ada paksaan lain agar aku dekat sama kamu . Terima kasih kerana sudi menjaga hatiku . Setelah A ada B kan? Sebelum F ada E , sebelum Farhana , ada Eko . Kita gak pernah jauh dan sampai kapan pun E dan F tetap sebelahan .

       Mengenali kamu secara kebetulan dan kebetulan itu adalah suatu yang indah . Gula pemanis teh dan kamu adalah gula dalam senyumku . Tangan kanan dan kiriku cuma ada madu , itu untuk kamu . Izinkan aku menjadi bahagiamu selamanya . Waktu memang banyak menyimpan rahasia kita dan waktu juga menyimpan rahasia kapan kita akan bertemu . Waktu mendidik kita sabar untuk bisa bertahan dengan LDR ini . Ingat janji kelingking kita?


Suaru hari , aku akan ajarin kamu ngomong dalam bahasa Melayu ya Encik E . Twitter : @EkoUtomoNugroho


Love and hugs,
Miss F

Oleh @InnallahMaana kepada @EkoUtomoNugroho
Diambil dari http://innallahmaana.blogspot.com

Perempuan Dalam Derap Langkah Reformasi


Hai, ibu. Apa kabarmu? Boleh aku memanggilmu ‘ibu’?

Judul suratku, itu adalah judul bukumu kan? Aku belum sempat membacanya, bukan belum sempat, tapi memang tak tahu harus membacanya dimana, di toko buku sudah tak ada. Nanti, jika Tuhan memberi kesempatan, ijinkan aku memasuki perpustakaan pribadimu dan membaca buku-buku koleksimu. Yayaya? :)

Ibu, aku hanya mengenalmu sebatas cerita-cerita dari jagoanmu. Seingat mungkin aku menanyakan kabarmu. Aku berdoa semoga kau selalu diberi kesehatan dimanapun kau berada.

Anakmu, adalah lelaki yang hebat. Aku yakin kau bangga kepadanya, meskipun menurutnya ia belum bisa membuatmu bangga.

Sering sekali aku mendengar cerita-cerita tentangmu darinya. Kau perempuan hebat, kau seorang ibu yang hebat. 2 tahun yang lalu, pertama kali aku mendengar cerita tentangmu, aku langsung mengagumimu. Ingin rasanya aku bertemu hanya sekedar memeluk dan mencium tanganmu. Ijinkan aku melakukannya suatu hari nanti, ibu.

Ibu, beberapa kali aku mendengar jagoanmu menangis. Menyesal untuk waktu yang sudah terbuang dan tak bisa diulang, atau menangis karena merindukan masa dimana ia masih menjadi seorang anak yang masih bisa mencium tanganmu setiap waktu. Akupun, menangis melihatnya begitu mencintaimu.

Ibu, aku ingin menjadi perempuan hebat sepertimu. Mengabdi kepada keluarga dan juga negara. Dengan segala kesibukanmu menjadi wakil kami rakyat biasa, kau masih bisa menjalankan kewajiban menjadi seorang istri, ibu, dan juga oma. Ibu, ijinkan aku belajar tentang hidup darimu.

Ibu, terlalu banyak kata yang tak bisa aku ungkap dalam selembar surat. Aku berdoa agar suatu hari nanti bisa berbagi denganmu setiap waktu. Aku bangga mengenalmu dari jauh. Mengenalmu dari cerita-cerita jagoanmu.

Jaga kesehatanmu, ibu. Istirahatlah jika lelah. Masih banyak yang harus kau nikmati di hari tua nanti. Jagoanmu masih berjuang untuk membuatmu dan keluarga bangga. Bersabarlah. Namamu selalu ada dalam setiap doaku kepada-Nya.

Terima kasih telah melahirkan jagoan sepertinya, ibu. Karena darinya, aku bisa mengenal perempuan hebat sepertimu.

tertanda,

perempuan yang mengidolakanmu.

Oleh @iddailiyas
Diambil dari http://iddailiyas.tumblr.com

Cincin


Dear cincin,
          Beragam melodi rindu kusenandungkan untukmu. Berbotol-botol rasa kularung dari tepi bengawan itu. Berkarung-karung surat cinta kuikatkan pada kaki merpati; ditujukan kepadamu. Adakah surat-surat itu tiba di pangkuanmu?

Dear cincin,
          Penaku melolong tiap malam tanpa menunggu purnama: memanggil dirimu. Dirimu belum juga menampakkan diri di situ, di pintu itu.

Dear cincin,
          Aku ingin bertemu denganmu. Sangat ingin. Sangat ingin kamu melingkariku. Membalut aku. Memadu. Menikmati waktu. Apa itu terlalu berlebihan? Ah, apakah ada hal yang berlebihan jika itu menyangkut tentangmu?

Salam,

Jari manis

Oleh @ikafff
Diambil dari http://ikafff.blogspot.com

Surat Sapa ke-Dua


Dear, G.

Selamat pagi Bandung. Cuacanya ngga semendung kemarin tapi matahari mau keluar tanpa malu-malu ko. Pagi ini udah bahagia aja. Alhamdulillah ya :) Selamat pagi kamu :) Gimana semalem? Tidurnya nyenyak? Pagi ini rencana mau kemana selain ngampus? Eh aku ngga tau loh kalo kamu udah UAS atau belum. Kalo di liat tetangga aku sih dia masih pake baju kaya ke kampus biasa. Belum pake seragam Ujian Item-Putih. Ini surat ke-dua ya? Ya semoga di baca ya :) Bukan jadi surat pajangan semata :p :) hihihihihi Mama sama Papa sehat? Salam ke mereka ya dari aku :) hihihi Masih suka ngerokok sama minum kopi sama begadang juga? Hmm.. dasar ya kamu :) Cuma mau ingetin, awas penyakitnya kambuh lagi gara-gara ngerokok sama minum kopi. Dulu inget kan kamu sakit gara-gara penyakitnya kambuh? Kamu liat kan betapa khawatirnya aku denger kamu sakit waktu itu? Selama aku ngobrol sama kamu, kamu bahkan ngga pernah ngeluh apa-apa sama aku. Tau-taunya sakit? Itu kejutan terburuk tau. Sedih liat temen yang selama ini baik banget sama aku, tiba-tiba sakit. Alhamdulillahnya ngga sampe dibawa ke rumah sakit. Tapi ya itu, jangan ngeremehin penyakit, sehat itu mahal ka :’) :) Hihihihihi. Kamu kemana aja waktu 6 bulan kemarin? Ngga pernah ngasih kabar? Lupa ya sama temen?  Ciyeee yang udah dapet temen baru sih beda :p Lupa sama temen lama :p hahaha *Engga deng becanda ko* Beberapa bulan kemarin aku sempet mau hubungin kamu lewat chating, tapi aku ngga enak sama kamu. Aku takut kamunya sibuk terus ganggu kamu lagi waktu kuliah atau ngerjain tugas. Oh ya mau kasih selamat ngga sama aku? Aku udah bisa move one dari kamu dong :3 :) hahahaha ciyeeeee :p :’) Hmm abisnya kamu gitu sih, ngasih harepan mulu tapi ngga pernah ngasih kepastian :”) Jadinya aku ngerasa di PHP-in sama di Harkos-in sama kamu :’) Waktu kamu ngilang-ngilang ngga jelas gitu, aku mutusin buat buka hati sama orang lain. Temen sepupuku waktu kuliah dulu. Tapi kamu dateng lagi, ya aku ngga bisa boongin kalo aku sebenernya lebih seneng dan nyaman sama kamu :’) Tapi takdir berkata lain, kamu ngilang sampe sekarang ngga pernah ngasih kabar ke aku, padahal aku selalu ngasih kabar aku gimana-gimana setiap harinya ke kamu. Tapi kamu? Jangankan kabar, ‘say hi’ aja kamu bahkan ngga pernah. Yaudah akhirnya aku bener-bener mutusin buat move on dari kamu. Dan akhirnya AKU BERHASILLLLLLL! YEAY :”) :) Gimana kabar kamu sama pacar barunya? Ciyeeeee gitu deh yang punya pacar baru ngga mau cerita-cerita :p hahahaha siapa-siapa? Aku juga mau tau dong orangnya :) Hmm apa dia cantik? apa dia baik? sebaik aku ke kamu? apa dia kuliah di kampus kamu juga? apa dia asli orang bandung? Aaaaaaaaa aku penasaran sama semua cerita baru tentang pacar baru kamu itu :) Hmm.. Ini surat ke-dua untuk kamu ya :) jangan lupa dibaca :) Aku mau ngingetin jangan sering-sering ngerokok sama minum kopi sama begadang ya :) Aku takut kamu sakit lagi kaya waktu itu. Besok-besok aku akan menulis surat lagi untuk kamu. Jadi ditunggu ya :)

Teman Setia Chating Kamu,

-Kikey-

Oleh @kikeyooo
Diambil dari http://keyforkikeey.tumblr.com

Yang Terhormat: Menteri Perasaan


Kepada Yang Terhormat:
Menteri Perasaan

(Pembukaan)
Bahwa sesungguhnya perasaan dicintai itu adalah hak seluruh manusia. Dan oleh sebab itu, maka hubungan tanpa status/teman tapi mesra/pedekate yang terlalu lama/atau apapun yang sejenisnya HARUS DIHAPUSKAN. Karena tidak sesuai dengan peri perasaan dan tidak adil bila yang merasakan hanya sebelah pihak.

Dan ketika perjuangan perasaan yang berawal dari rindu telah sampailah kepada saat yang berbahagia, maka kedua orang tersebut harus meresmikan hubungan mereka: baik itu dengan jadian, pacaran, atau bila ingin serius lagi adalah melangkah ke pelaminan.

Atas berkat rahmat yang diberikan semesta dan dengan didorongkan oleh keinginan untuk saling berbagi perasaan, maka orang-orang dapat menyebut diri mereka sedang jatuh cinta.

Kemudian daripada itu, untuk membentuk sebuah hubungan yang serius, kemesraan yang tidak ditutupi dengan banyak kebohongan, perhatian yang tidak diumbar-umbarkan kepada banyak orang, maka disusunlah Undang-Undang Perasaan yang dapat menjaga perasaan dari sebuah kepahitan dengan berdasarkan:
1. Perasaan yang tulus dari dalam hati
2. Keadilan dalam memberikan perhatian selama pendekatan
3. Persatuan perasaan yang sama, bukan karena paksaan apalagi karena belas kasihan
4. Relationship yang dipimpin oleh keduanya dan bukan sebelah pihak, serta
5. Kesetiaan tanpa tindakan atau keinginan untuk melirik orang lain ketika masih menjalin hubungan.

Oleh @Judika_judik
Diambil dari http://judikabm.tumblr.com

Alangkah


Alangkah lebih baik jika secangkir teh panas bersanding dengan keripik singkong yang pedas. Favoritku teh tawar tanpa gula.

Alangkah lebih baik jika setiap manusia memiliki rambut di kepala yang bagus, kualitas dan modelnya. Menurutku, rambut yang bagus mampu “menyelamatkan” kondisi wajah.

Alangkah lebih baik jika nasi putih hangat yang mengepulkan asap ditemani dengan ikan asin (sepat atau jambal), lalaban, dan sambal terasi yang pedas. Itu akan menjadi makan siang yang paling menyenangkan.

Alangkah lebih baik jika segelas Cola ditambahkan dengan susu kental manis. Belum pernah mencobanya? Cobalah!

Alangkah lebih baik jika BBM pacar langsung dibalas, begitupun sebaliknya. Hubungan yang resiprok tentu lebih disukai bukan?

Alangkah lebih baik jika senyuman selalu datang mandiri, tanpa dipaksa. Semua orang menyukai ketulusan.

Alangkah lebih baik jika telapak tanganku tak lama mencari temannya, telapakmu.

Alangkah lebih baik jika kita bisa memilih mana Broadcast Message yang memang pantas untuk dikirim ke semua kontak. Belajarlah menjadi pintar!

Alangkah lebih baik jika nyamuk tak pernah ada. Ya, tak pernah ada.

Alangkah lebih baik jika jalan yang kita pilih mampu menjadikan kita lebih hidup, dengan segala resiko dan “kado”.

Alangkah lebih baik jika aku mampu memahami bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini.

Alangkah lebih baik jika aku menjadi lebih baik.

Rada susah ya? Tapi aku kita pasti bisa!

Saya sudahi dulu ya, tolong jangan diludahi.

Oleh @inggaharya
Diambil dari http://inggaharya.wordpress.com

Dear Borin


Dear Borin,

Barusan aku liat-liat facebook kamu yang belum sempet kamu log out. Tenang, aku nggak bakal terlalu curious kayak dulu. Aku kapok. Hidup kamu emang nggak banyak drama kayak aku, tapi waktu itu aku bener-bener kejebak dengan permainan konyol kamu. Jadi, aku cukup ngeliatin aktivitas wall kamu. Update foto-foto dan status facebook kamu. Itu pun karena nggak sengaja.

Aku nggak pernah liat profil facebook kamu lagi sejak kamu nge-block aku lebih dari setahun lalu. Waktu kamu lagi pacaran—backstreet—sama cowok yang sekarang udah jadi mantan kamu. Cowok yang bikin kita sekeluarga jadi sering curiga dan nggak lagi percaya sama kamu. Cowok yang sering maksa kamu jadi anak yang agak kurang bener. Tapi ya udah lah, toh sekarang kalian udah putus dan kamu balik jadi anak yang lebih baik. Apalagi pacar kamu yang sekarang cowok baik-baik.

Jadi, waktu barusan aku liat-liat wall facebook kamu, aku ngerasa agak terkejut. Ya pokoknya beda aja dari kamu yang dulu, yang lagi alay-alaynya dan susah banget dikasih tau. Sekarang, kamu udah berubah. Ya harus lah. Kamu udah bukan kanak-kanak lagi. Udah masuk kuliah. Udah gede. Udah akil balig.

Dan waktu aku baca status-status facebook kamu, aku kayak ngerasain sesuatu yang lain. Maksudku, sebuah sisi lain dari diri kamu. Borin versi lain dari yang setiap hari aku temui di rumah.

Ternyata, ada banyak hal yang kulewatkan tentang kamu. Entah apakah selama ini aku terlalu fokus pada kehidupanku sendiri atau kamu yang terlalu menutup diri. Dan entah kenapa aku cenderung lebih suka menilai seseorang melalui tulisannya daripada tingkah lakunya. Bukan hanya lebih suka, melainkan juga lebih bisa melihat ke dalam diri orang itu. Semacam menerawang sisi batinnya. Tulisan memang bisa direkayasa, namun aku percaya, selalu ada bagian-bagian yang menunjukkan sisi kebenarannya. Sisi terjujurnya.

Melalui status-status facebook kamu yang kubaca, aku seakan bisa lebih mengenal kamu secara personal, sebagai seorang manusia, sebagai seorang anak perempuan remaja yang sedang beranjak menuju sedikit lebih dewasa. Seseorang yang memiliki kehidupannya sendiri dengan caranya sendri bersama orang-orang yang ia percayai.

Aku menyadari, kita punya lebih banyak perbedaan dibanding persamaan. Namun aku masih bisa melihat sedikit bayanganku terpantul di kamu. Entah bagian yang mana, tapi aku bisa merasakannya. Sebut saja itu sebagai hubungan romantis di antara kakak dan adik. Ikatan batin, atau apa pun kamu menamainya. Oh, ya, aku baru ingat. Kamu nggak suka membahas absurditas semacam ini. Kamu lebih suka membahas makanan dan jajanan-jajanan enak.

Borin, sampai kapan pun, aku nggak bakal pernah maksa kamu untuk berubah menjadi orang lain. Kamu ya kamu, dengan segala kekurangan dan kelebihan kamu. Dan aku berharap kamu pun selalu bangga dengan diri kamu sendiri. Tapi itu bukan berarti kalau aku bakal ngelolosin kamu ketika kamarku kotor dan berantakan gara-gara kamu, buku-bukuku nggak beraturan dan nggak lengkap, pulpenku hilang, netbook-ku superlowbat, kabel earphone-ku putus, sweterku kotor dan berbau abis kamu pake diem-diem. Inget itu!

Oh, ya. Aku tau, kalaupun kamu tau aku nulis surat cinta buat kamu, reaksi kamu pasti bakal lempeng-lempeng aja, selempeng rambut kamu abis dicatok. Tapi, ya seenggaknya kamu bakal tau, walaupun aku lebih sering bersikap ketus ke kamu, dan walaupun aku nggak pernah mengatakannya, aku sayang banget sama kamu.

Bandung, 7 Februari 2013
-D-


Ditulis oleh : @daaduun
Diambil dari http://ininyadadun.wordpress.com