#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
04 February 2013
Sarung dan Autan untuk Putri Salju
Teruntuk Putri Salju
Di buku cerita
Putri Salju yang baik,
Barangkali kamu tak tahu tentang aku sebagaimana aku tak tahu tentang salju. Ah, tetapi aku lebih mending karena aku pernah mendengar tentang salju sedangkan kamu tak pernah mendengar tentang aku. Ya, ‘kan? Pasti.
Putri Salju yang baik,
Aku cuma kasihan kepadamu. Aku memikirkanmu, tahu—em, sebetulnya aku dan salah satu siswa privatku: Lidi. Ketika kamu tidur itu, tidur begitu saja di hutan, aku kasihan kepadamu. Tanpa sarung ( “Nggak ada autan juga!” Lidi menambahkan). Kamu pasti kedinginan (“Pasti dikeroyok nyamuk!”). Kira-kira, apa itu terlintas di pikiran juru cerita, ya?
Putri Salju yang baik,
Aku cuma berharap, pangeran yang akan datang nanti membawakanmu sarung dan membalurkan autan. Biar kamu tidak kedinginan. Biar kamu tidak digigit nyamuk. Juga, semoga pangeran yang datang nanti membawa teh manis hangat dan nasi bungkus. Habis tidur panjang begitu kamu pasti haus dan lapar, kan?
Sekian saja suratku. Semoga kamu cepat bangun dan bertemu pangeranmu.
Salam,
aku (dan Lidi)
p.s.: dear Lidi, kumasukkan namamu tanpa izin, ya… . Hehehe… .
Oleh @ikafff
Diambil dari http://ikafff.blogspot.com
Selamat Ulang Tahun Mantanku
Selamat Ulang Tahun engkau wahai mantanku. Apa kabar kah dirimu dengan cinta yang baru?? Adakah engkau masih mengingatku di dalam gelap ini??
Bukan,bukan aku yang bakal membahagiakan mu kelak tetapi dia si pemilik hati mu yang baru akan membahagiakan mu di hari ini sampai kamu menatap terakhir senja di bumi. Aku kembali membuka memori lama kenangan kita berdua ketika kita menikmati masa-masa berdua yang penuh dengan canda,cinta serta larut dalam dunia kita berdua.
Iya,iya aku adalah orang yang masih berharap kamu kembali ke dalam cintaku. Seorang pria bodoh yang masih ingin terus bersama mu. Hei!! Coba Ingat lagi bahwa aku adalah masa lalumu yang indah,seperti yang pernah kamu bilang kepada ku
“Tidak ada yang menggantikan kamu di hati. Apabila ada yang menggantikan mu,aku harap dia adalah reinkarnasi mu yang datang untuk menemani hari-hariku”
Ingin,Ingin banget aku memeluk mu dari dekat tapi apalah arti semua ini setelah kita tidak ada hubungan lagi. Raga ku ada di sini tapi hatiku berada di dirimu. Aku hanya bisa menatap,menyaksikan,dan melihat dirimu berada di hati orang lain. Ingat lagi aku pernah berkata.
“Kalau aku harus melihatmu dengan orang lain,aku harap dia adalah orang yang tepat untuk membahagiakan mu meski aku tidak ingin kehilanganmu”
Cukup,cukup aku terlena olehmu setelah bertahun-tahun aku mencari insan lain untuk menggantikan mu tapi tidak ada satupun yang sama dengan dirimu. Aku bahkan harus membuat boneka atau replika untuk menggantikan dirimu. Sebegitu pentingnya kah dirimu bagiku??
Tidak,tidak aku ingin mengganggu hidupmu. Di Hari Ulang Tahun mu aku tidak ingin merusaknya dengan membuka kenangan lama yang pahit yang pernah terjadi di antara kita berdua. Nikmatin hari-harimu dengan si dia apabila kamu bahagia
Iya,iya mengharapkan dirimu kembali apabila kamu jenuh dengan si dia. Kembali lah kamu ke pangkuan ku apabila kamu sudah cukup jauh berjalan. Bahuku akan menjadi tempat sandaran kepalamu,telinga ku akan menjadi pendengar untuk cerita perjalanan jauh cintamu,dan hatiku akan menjadi obat untuk kejenuhan mu setelah kau berjalan jauh.
Selamat Ulang Tahun wahai mantanku. Kado dari ku adalah sebuah ketenangan hati untuk menikmati hari-harimu bersama si dia. Lakukan yang kamu ingin kan dan kamu senangin. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian berdua,tetapi datanglah apabila kamu memerlukan atau menginginkan aku sebagai sandaran mu.
Oleh @IvanMaatheus
Diambil dari http://pemandanganlangit.tumblr.com/
Bagaimana Hatimu?
Untuk kamu
3 Desember
16.15 hey, percaya atau tidak hingga saat ini aku masih menebak-nebak bagaimana perasaanmu. Apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan? Ataukah kamu sudah terlalu nyaman dan menganggapku seperti sahabatmu yang lain? Gesture dan retorika mu, seperti memberi isyarat bahwa kamu pun merasakan apa yang aku rasakan, tetapi timeline dan status mu yang aku baca semakin membuatku tidak mengerti, bagaimana sebenarnya perasaanmu itu.
Hey disini aku menuggu kepastian dari perasaan mu itu. Menuggu kesiapan hati mu untuk menerimaku sebagai bagian dari kesibukanmu.
Saat jalan itu selesai dibangun, akankah kamu mau membuka pintu hatimu dan membiarkan aku menetap di dalamnya?
Untuk aku
Hey ! kapan kamu akan berhenti menjadi pengecut?! Jika kamu mencintainya nyatakan saja ! takut ia menolak cintamu? Hellooooo… that’s a risk right? Jalani saja ! jika nantinya ia menolak cintamu dan lebih memilih menjadi sahabatmu, itu hak nya! Kewajibanmu hanya menyatakannya!
Aku bosan diam.
Aku ingin berteriak lantang.
Menembus segenap celah dan semua lubang .
merasuk ke ujung telinga semua orang.
Aku mencintainya !!
Oleh @jowell_07 kepada @LeliLynn
Diambil dari http://kuroudojackal.wordpress.com
Rindupun Lelah
Aku tak tahu harus menulis apa lagi, permainan aksara ini cukup menguras pikiran dan hati. Terlalu banyak yang aku tuliskan tentangmu, tentang kita, tentang harapan, dan juga mimpi. Nyatanya, kau lebih dari sekedar aksara. Kau lebih dari sekedar nyata meskipun maya di pelupuk mata. Kau lebih dari sekedar paragraf-paragraf atau rima-rima yang mengalun indah.
Sayang, seperti halnya aksara yang mengalir dari jemariku yang lelah. Rindupun, ia lelah mengaduh kepada semesta. Ia hanya butuh pelukan agar tak terlalu lama berjeda.
Bagaimana keadaan hatimu sekarang? Ah, aku tak butuh jawaban. Aku hanya butuh kau datang dan kita berpelukan, tak peduli di bawah hujan atau senja yang muram.
Datanglah kapanpun kau mau, sayang. Aku masih di tempat yang sama, dengan hati yang sama, dan kau masih bersemayam indah di dalamnya.
Tertanda,
Rindu yang lelah.
Oleh @iddailiyas
Diambil dari http://iddailiyas.tumblr.com
Perjanjian dengan Langit
Selamat minggu, Langit.
Bisa kah kamu diam-diam menjadi kelabu lalu mengantar hujan untukku?
Aku terlalu rindu hujan hari ini.
Bisa kah kamu membuat dia memandangmu terus? Lalu ingat akan aku yang juga suka memandangi kamu?
Ah, ayolah Langit.
Hari ini saja, tolong kabulkan inginku.
Entah, aku suka kamu.
Saat biru mudah dan bermain bersama si putih.
Atau saat kelabu dan memacu hujanku.
Aku tetap suka.
Jangan terlalu percaya diri,
sebelum kamu bisa memberiku warna yang terus menyerang soreku.
Oranye, jingga, biru, coba hadirkan itu lagi..
Nanti aku akan memanggilmu lebih manis.
Bukan Langit, sepert sekarang. Tapi Senja.
Bagaimana?
Siap-siap untuk sore ini yah, Langit..
Jika iya, besok kubuatkan surat yang berisi panggilan Senja di dalamnya.
Jadi begini perjanjian kita.
Siang ini, bermain lah bersama putihmu yang banyak bentuknya.
Lalu nanti sore, muncul lah bersama angkuhnya warna-warna itu.
Kemudian malam, antarkan hujan bersama gelap kelabumu.
Bagaimana?
Aku tunggu yah.
- aku di Bumi yang suka Langit -
Oleh @imaadew
Diambil dari http://imaadew.tumblr.com
Surat Pembelaan Diri
Dear kamu,
Sudah lama aku tidak pernah lagi menuliskan isi hatiku untukmu. Kamu pasti tahu alasannya. Ya, aku tidak mau lagi menulis seraya menangis. Karenanya kubuat jeda waktu untuk memulihkan hati dan pikiranku tentang kamu.
Ya, aku memulihkannya dari rasa benci. Kamu pasti tahu, perilakumu membuatku otomatis membencimu. Perilakumu jelas-jelas membuatku sakit hati tanpa memberiku kesempatan untuk sekedar membela diri atas tuduhanmu.
Kamu pasti tahu dulu aku menangis tak sanggup bicara di hadapmu. Padahal kala itu hatiku meracau ingin bela diri. Tapi apa daya. Aku tak punya kuasa atas air mata yang terus menjajahku. Aku kalah atas rasa sedih yang mendalam saat dihempaskan olehmu.
Melalui surat ini, ijinkanlah aku kini membela diri atas urusan sepele yang mengganggumu.
….
Perlu kamu tahu, saat kita jauh, aku mengirit mencari jalan termurah menghubungimu bukan berarti aku pelit. Aku menyisihkan harta bendaku untuk nanti membantumu saat kita berumah tangga. Aku tidak mau menghabiskannya saat kita jauh. Aku ingin menggunakannya ketika kita bersama.
Perlu kamu tahu, ketika aku menangis, itu bukan berarti karena aku merengek. Bukan aku mengeluh. Aku hanya merasa sedih. Seharusnya kamu sadar bahwa aku masih hidup dan memiliki hati. Jadi, aku bisa menangis saat merasa sedih. Dan aku bercerita padamu tentang kesedihan bukan berarti aku bersikap manja, aku hanya percaya padamu untuk melihat air mataku dan mendengar sisi burukku.
Perlu kamu tahu, aku tidak akan pernah menjadi sosok seperti bundamu. Aku adalah aku dengan pribadi unikku. Kau tuntut aku sedemikian rupa pun percuma. Kami adalah sosok berbeda.
Perlu kamu tahu, aku menunggumu dulu bukan berarti kamu adalah sosok sempurna. Jangan terlalu besar rasa. Aku menunggumu hanya karena aku menginginkannya. Hatiku menginginkannya.
….
Jika kamu ingin mencari sosok kuat untuk mendampingimu, lamarlah manusia yang tercipta dari besi dan baja.
Jika kamu ingin mencari sosok yang tak pernah menangis, carilah manusia yang hatinya sudah mati.
Jika kamu mencari sosok yang sama sekali tak berbeda dengan bundamu, carilah cara untuk menggandakannya.
Jika kamu tidak sanggup bersahabat dengan jarak dan waktu, nikahilah dirimu sendiri. Niscaya kau takkan pernah kecewa. Kau hanya mencintai dirimu sendiri. Kurasa.
Selamat berbahagia….
Dari aku,
Yang telah bangkit dari segala penilaianmu.
Oleh @hotarukika
Diambil dari http://hotarukika.tumblr.com
Aku Belajar Darimu
3.2.2013
Hai, muridku. Apa kabar? Semoga kamu sedang menjalani quality time bersama mama, papa, dan adikmu.
Muridku.
Pasti kamu tidak tahu. Tidak tahu bahwa sebenarnya aku mengagumimu. Tidak tahu bahwa sebenarnya kamu adalah sumber inspirasiku. Tidak tahu bahwa sebenarnya aku belajar darimu. Tidak semua guru itu tahu segalanya. Kadang kala, guru merasa bahwa murid harus mengikuti jalan pikiran guru. Kamu yang mengajari aku. Ternyata ada sudut pandang lain yang mesti aku lihat. Tidak hanya melihat dari sudut pandangku. Aku masih selalu ingat pada peristiwa di mana aku belajar tentang 'sudut pandang lain'. Kamu ajari aku walapun tidak secara langsung. Kamu punya jalan pikiran yang berbeda dengan teman-temanmu. Itulah salah satu pertanda kecerdasanmu.
Saat ini, kamu sudah bertambah besar. Aku mengenalmu sejak usiamu 5 tahun. Kamu dulu menyukai dramatisasi. Ayahmu pernah bercerita bahwa kamu seringkali berpura-pura jadi guru dan memaksa orangtuamu menjadi murid. Kegiatan dramatisasi ini akan berlangsung berjam-jam. Selama itu pula, kamu tidak membiarkan orangtuamu untuk berhenti menjadi murid. Tahukah kamu? Role play yang kamu mainkan secara tidak langsung bercerita pada orangtuamu tentang guru-gurumu. Ah..orangtuamu jadi tahu bagaimana tindak-tanduk kami -para guru- ketika mengajar di sekolah. Mengingat itu, kadang aku jadi malu. Apakah kamu masih menyukai bermain drama seperti itu?
Kamu semakin besar. Suatu ketika, gurumu pernah bercerita tentang nilai-nilaimu yang menurun. Padahal, kamu adalah anak yang cerdas. Tapi ketika kamu berada di kelasku, aku melihat antusiasme dalam dirimu. Aku senang. Antusias. Seseorang mengatakan bahwa antusias berasal dari bahasa Yunani: 'en' dan 'theos' yang artinya 'di dalam Tuhan'. Itu artinya Allah bersamamu. Jika kamu tidak menunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya, kamu mungkin sedang merasa kesulitan. Apa pun kesulitanmu, Allah pasti menolongmu. Berdoalah dan tetap berusaha. Aku akan mendoakanmu.
Gurumu.
Oleh @Jo_iin
Diambil dari http://bintang-dan-air.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)