01 February 2013

Thank You


dear Mom,

selamat ulang tahun wahai mamakku yang sok keren, hehehehe. 

eh, tapi mamak memang beneran keren kok. you are really cool.

hey mom, you know what, bagiku kau adalah perempuan paling tangguh yang kukenal. mungkin banyak perempuan lain yang lebih tangguh darimu, well, tapi aku tak mengenal merka. so, it is you. perempuan paling tangguh di semestaku. bisa merawat kami hingga sebesar ini.  doamu pasti lebih kencang dari istri Don Vito Corleone.

mamak tau kan,sekarang Ni punya anak murid, 6 orang. ya memang cuma ngajarin gitu-gitu doang. sedikit matematika, sedikit bahasa inggris. mereka tidak sempat mengerjakan pr-nya di rumah. mungkin tidak ada yang mengajari, mungkin orang tuanya sibuk, kelelahan, atau ngantuk. Ni jadi teringat saat kecil dulu ada mamak yang selalu ada membantu membuat pr, terutama matematika. bagaimana dulu kau membuatkan potongan-potongan lidi sebagai alat bantu berhitung, karena tidak membelikanku sempoa-sempoaan. entah terlalu mahal, atau kau terlalu kreatif dan suka berhemat. bagaimana kau membuat potongan-potongan huruf dan angka-angka dari kertas karton mengajariku membaca. membuatkan kursi-kursian dan meja-mejaan untuk boneka-boneka kertasku. mengajariku membuat beberapa bentuk origami. you are so cool, you know that?   

here’s something i’d like to tell you. i never told anyone.
dulu, waktu mamak sakit keras di ICU dan sempat dikabarkan meninggal. waktu itu Ni lagi di rumah, mau sholat Isya. ada yang datang, entah siapa, memberi kabar. Ni langsung sholat dalam isak dan berdoa sama Tuhan, minta supaya mamak jangan diambil dulu, dan Ni janji akan jadi anak baik. dan sedikit “mengancam” karena katanya Tuhan pasti ngabulin doa anak (kecil) buat orang tuanya. and then, you came back to life. it was a miracle. saat itu Ni pikir Tuhan itu memang baik banget ya, Dia langsung kabulin doa anak kecil. and i’m always trying to be a good kid for you, for the family. am i good enough? well i hope so.

you’re a great mom, you know. dengan keterbatasanmu kita, kau berhasil merawat tiga anak lucu. what? you don’t think us cute? oh, okay. we’re just adorable, huh :p

thank you. 

sekali lagi, selamat ulang tahun mak. part of me wanna be cool mom like you. i hope, someday soon.

oh, ada satu lagi yang selalu membuatku takjub. kok bisa sih mamak masak tanpa ribet-ribet gitu? it’s like cooking in silent. dan sekejap makanan enak tersedia di meja. keren.

i love you always, no matter what.

-putri sulungmu. 


Ditulis oleh : @daynif
Diambil dari http://braincrashing.tumblr.com

-Aku Hanyalah Sahabatmu-


Dear, Asra Pertiwi Yennas

aku hanyalah aku, manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, yang mungkin kadang mengejekmu, menertawakanmu, mungkin membicarakanmu, dan maafkan aku akan hal itu.

aku hanyalah aku, aku hanyalah sahabatmu yang mungkin tak terlalu baik untuk menjadi sahabatmu, tetapi aku selalu ingin menjadi sahabat yang terbaik untuk dirimu.

aku hanyalah aku, sahabatmu yang tak cukup sempurna untuk mendampingimu.

yaa, aku adalah aku sahahabat mu Tiwi, sahabatmu yang sering berbagi kesedihan dan kesenangan bersamamu. sahabatmu yang bercanda gurau denganmu, sahabatmu yang mengetahui beberapa kisahmu.

aku mungkin tak pandai untuk mengungkapkan perasaan hatiku dalam secarik kertas yang kita sebut “surat”, aku bahkan mungkin tak pandai untuk membuat kata2 indah untuk mengungkapkan betapa bahagianya dan beruntungnya aku memilikkimu sebagai sahabatku. aku hanyalah aku yang mungkin kau tau betul bagaimana aku :)

Kamu lah salah satu orang yang menguatkanku, membangkitkanku dan mengembalikan senyumku disaat aku terpuruk. kamu adalah salah satu orang yang memberikan nasehat terbaik untuk kehidupanku. kamu adalah salah satu orang yang mempunya beberapa kisah yang sama denganku ;D, kamu adalah salah satu orang yang aku panggil “sahabat”.

aku akan berusaha bangkit dari keterpurukan ku ini walaupun hatiku sakit, walaupun aku merasa lemah, tapi aku akan selalu ingat perkataanmu yang membangkitkanku, nasehatmu yang mungkin akan aku ikuti.

terimakasih Best, terimakasih kamu telah ada dalam hidupku menjadi salah satu sahabt terbaikku, terima kasih karena kamu mau berbagi kepedihan dengan ku, terima kasih karena kamu “sahabatku” :)

Sahabatmu
-Fani-


Ditulis oleh : @faniatamimiii untuk @tiwi__
Diambil dari http://applepiems.tumblr.com

Prime Membalas, Dear Runa


Untuk Sang Battlechanger, Runa.

Hall-O too Ms. Runa or Runabout! Terima kasih atas suratmu yang lalu. Aku sangat senang kamu bersedia menulis walau diam-diam dari pengawasan Deception lain. Bila kamu bertanya bagaimana lenganku, sekarang lenganku baik-baik saja. Saat terluka kemarin aku sempat datang kepada Rodimus Prime, pemimpin kaum kami sebelumnya. Ia terkenal memiliki cara untuk memperbaiki segala kerusakan.

Aku harus mengirimkan surat ini melalui Beachcomber. Dengan posisiku sebagai panglima Autobots, dan badan besar ini tentu saja, maka aku tidak bisa datang langsung ke markas Deception. Mereka akan mengira ini ajakan perang berikutnya. Maaf bila kamu tidak berkenan. Beachcomber sebagai Dune Buggy adalah seorang Autobot mini yang sangat gesit dan terbiasa melakukan kamuflase agar tidak menarik perhatian. Aku harap surat ini sampai dengan selamat padamu.

Soal pengakuanmu, merupakan hal yang tidak terlalu mengejutkan bagiku. Aku hapal hampir semua anggota Deception, bahkan warna dan jenis mereka. Aku pun tahu siapa yang benar-benar haus kekuasaan dan siapa yang hanya terpaksa mengabdi. Kemampuan menghapal dan sistem sensori yang aku punya dapat menangkap siapa pun sosok lawan, termasuk kamu. Kamu adalah robot mungil berwarna merah yang selalu melindungi tuanmu dari belakang sambil terus-terusan menatap ke arahku saat yang lain sibuk melawan. Begitu, kan?

Awalnya aku anggap itu pandangan benci, namun perlahan aku anggap itu sebuah tanda bahwa rasa ini tersambut. Ya, aku akui kalau aku pun mengagumimu sejak pertempuran pertama kita bertemu. Aku pun kerap memandangimu di sela-sela fokus melawan Megatron dan The Fallen. Raut dan pandangan matamu yang aku anggap hangat dan berbeda. Sosok yang tetap kuat menjadi perisai di balik gerak-gerik yang lembut. Kamu memang layak menjadi bagian Autobot, sayang hal itu sulit. Aku menyesalinya.

Jangan berputus asa, Runa (Oh iya, aku sangat suka namamu). Terus bertahan dalam kelompok. Kamu tahu bahwa aku dan Autobots lain sedang mengusahakan perdamaian demi keselamatan bumi, manusia, dan kita bersama. Tak ada yang tak mungkin. Kamu tidak akan menjadi pecahan besi karena rasa itu bahkan tidak pernah salah. Keadaan kita yang membuat segala menjadi sulit. Terima kasih karena telah berani menyapa dan menyambut perasaanku.

Optimus Prime - Freightliner Tractor Trailer, Sang Prime di markas Autobots.


Ditulis oleh : @desimanda
Diambil dari http://orlandoandme.blogspot.com

Untuk Pengawal-Pengawal Keren Saya



Saya pasti perempuan paling beruntung di dunia.
Bagaimana tidak? Saya punya kalian, empat orang laki-laki yang kini saya jadikan pengawal-pengawal saya. Sukarela, tanpa digaji :D

Kalian itu pengawal-pengawal keren saya meski kalian lebih banyak membuat saya sebal dan kesal.

Contohnya seperti kamu, si pengawal nomor dua. Bertahun-tahun yang lalu kerjaan kita itu bertengkar. Rebutan inilah, rebutan itulah. Kejar-kejaran pake sisir sampe sapu ijuk. Kamu masih ingat bagaimana kamu menggedor-gedor pintu kamar saya dengan memegang sisir yang siap dipukulkan ke saya? Haha...

Dan kamu, si pengawal nomor tiga lain lagi tingkahnya. Kalo dilarang ini itu selalu tidak mau dengar. Jagonya cuma merayu pake rayuan yang sudah tidak laku di jaman ini. Gimana bisa marah kalo sudah dikasih pandangan Puss in Boots dari kamu? Don Juan yang entah nyasar darimana.

Kamu, nomor empat, saya tidak tau kamu bisa dapat banyak kalimat-kalimat cerdas untuk membantah saya darimana. Kalo tidak punya amunisi, saya pasti kalah debat denganmu. Wajahmu selalu terlihat serius persis bapak-bapak anggota dewan sana. Menyebalkan bukan?

Dan nomor lima, kerjaanmu cuma mengerenkan diri. Ikut futsal lah, main band lah, kursus gitar lah. Kamu itu selalu ngaku-ngaku ganteng. Giliran dimintai tolong beli mie di warung malah kabur. Jahhh....

Tapi, meski begitu, kalian adalah pengawal-pengawal terbaik saya. Percaya tidak kalo si nomor dua dan si nomor empat itu selalu menawari jasa untuk memasakkan saya makanan (kalo saya lagi malas tapi lapar #ngeles). Atau si nomor lima yang mau mencucikan motor saya meski dengan iming-iming uang. Si nomor tiga tidak pernah keberatan dimintai tolong ini itu.

Pengawal-pengawal saya, adik-adik keren saya. Ya, kalian adalah empat orang adik laki-laki yang luar biasa. Saya beruntung menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarga dan sulung yang jadi jadi puteri di antara 4 orang pengawal. Padahal dulu saya pernah berharap punya adik perempuan. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, mending punya adik laki-laki saja deh. Saya tidak perlu meminjami kalian baju-baju dan mainan saya. Saya tidak perlu rebutan bedak atau parfum, juga tidak perlu khawatir kerudung saya digunakan dengan semena-mena oleh salah satu dari kalian :D

Dulu saya selalu merasa rumah menjadi terlalu berisik dan sesak karena kehadiran kalian. Tapi sekarang, setelah kalian dewasa dan sibuk dengan urusan masing-masing, rumah menjadi sangat sepi. Tidak ada lagi teman rebut-rebutan PS atau saingan menghabiskan pisang goreng. Atau rame-rame nonton film kartun di hari minggu. Nomor dua dan tiga sudah kuliah di Makassar, nomor empat yang kadang masih setia nonton TV di rumah, dan si bungsu yang sibuk dengan upaya mengerenkan dirinya.

Waktu telah merebut banyak hal dari kita. Ada sedikit rasa menyesal kenapa saat kecil saya berharap bisa tumbuh dewasa dengan cepat dan berharap kalian juga cepat dewasa agar saya tidak perlu menjaga kalian lagi. Tidak perlu menggendong kalian kemana-mana lagi atau memandikan atau menyuapi kalian.

Tapi sekarang saya rindu sosok-sosok mungil dan imut yang dulu sering saya cubiti pipinya atau saya dandani wajahnya. Haha...

Meski saya pernah dilempari botol minyak tawon di wajah sampai sebelah mata saya biru, dikejar pakai sepatu atau sisir, saya bahagia pernah melewati masa-masa saat saya begitu dekat dengan kalian.

Tumbuh menjadi lebih tua telah mengubah banyak hal, mencuri banyak kebahagiaan sederhana dan mengambil banyak waktu bersama kita.

Tapi lepas dari apapun, saya selalu mendoakan kesuksesan dunia akhirat kalian. Atau jika hanya boleh memilih salah satu, saya selalu mendoakan kesuksesan akhirat kalian :)

Semoga Allah menjaga kalian. Untuk sekarang dan seterusnya.

Dari kakak di senja hari yang merindukan pagi bersama adik-adiknya.


Ditulis oleh : @D_Liedany
Diambil dari http://kolektor-mimpi.blogspot.com

See You Again, January


Selamat pagi, akhir Januari.

Tidak terasa ya, sudah 31 hari sejak kedatanganmu di tahun ini.
Besok bulan sudah berganti.

Ada banyak kenangan yang kau berikan kali ini, Januari. 
Ya, kau tau? 
Akhirnya aku menyelesaikan semester ini, dan menuju pada semester yang lebih tua lagi. 
Ulang tahunku pun lebih berkesan dari biasanya, kumpulan manusia yang ahh, sudahlah itu memberikan kejutan yang mampu membuatku menangis.
Dan Januari, kau tau apa lagi yang indah kali ini?
Aku bisa memohon pada lilin di atas cake ulang tahunku, walaupun pada kenyataannya, lilin tidak akan membawamu pada mimpi jika kau tidak berusaha. Pada lilin itu, aku memohon dia bisa mencintaiku balik.
Ya, permohonan terabsurd dan nekad yang kubuat didepan teman-temanku.
Januari, kau mengajariku untuk berani.
Aku mulai menerima bahwa skripsiku harus segera kuselesaikan, tanpa ada lagi banyak alasan untuk menundanya.
Akhirnya, aku mulai menikmati ritme mahasiswa tingkat akhir ini.
Semuanya harus selesai segera, ada sebuah lowongan pekerjaan yang kuinginkan.
Ahh, Januari, dalam dirimu, akhirnya aku menemukan mimpi.

Terimakasih Jan, kedatanganmu di awal tahun selalu memberikan kejutan tersendiri.
Padamu banyak orang mengutarakan resolusi.
Mungkin Dewa-dewa jaman dulu sudah punya rencana kenapa namamu ada di awal tahun.
Namamu Janus kan? Sang Dewa Pintu. 
Untuk menjadi pintu yang membukakan sebuah semangat. Ya kan?

Januari, terimakasih untuk segala kenangan di 31 hari ini.
Sampai ketemu lagi tahun depan, ya.
Semoga kau sama ramahnya seperti sebelumnya.
See you again, January. :)

Medan, 31 Januari 2013
Saat menyadari besok sudah Februari

Ditulis oleh : @dhanaalfi
Diambil dari http://dhanabercerita.blogspot.com

My Girl – Anak Marmut Vincentia Natalia



Hei, kamu curang nulis surat duluan. Padahal hari ini aku udah siapin surat buat kamu. Ah, sudahlah, pokoknya suratmu bikin aku terharu banget. Hiks. Surat ini kutulis sengaja tanpa banyak diksi karena kamu gak suka yang banyak diksi, bikin puyeng yah? Hihihi.


Anak Marmut,

Aku gak nyangka ketika Delia memasukkanku ke grup “Writing Writer” bakalan banyak dapet sahabat. Salah satu yang paling istimewa adalah kamu, Li. Ingetkah pertama kita deket banget ketika mulai chat di FB, berlanjut ke BBM? Kamu dengan pribadi yang unik, segar, ceria, dan lucu selalu bikin aku seneng.

Li, kamu hadir di salah satu masa paling kelam dalam hidupku. Menyemangati, setia mendengarkan, dan kamulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun. Voice Note mu waktu itu berhasil bikin aku nangis lama, ngerasa ada seseorang yang bahagia atas kelahiranku di bumi ini sekalipun kita gak pernah ketemu. Kamu selalu berhasil membuatku merasa “Baik-baik saja” saat aku sebenarnya “Tidak baik”. Kamu menerima kekurangan dan sisi gelapku. Benar-benar sisi yang mungkin gak akan orang lain terima kalau tahu.

Banyak hari yang kita lalui dengan obrolan-obrolan panjang. Dari masalah wanita sampai tulisan. Ketika awal menulis novel ketiga, aku sering kehilangan semangat. Kamu tahu, yang membuatku selalu terpacu adalah ketika membaca tulisanmu. Terserah orang bilang apa ketika membaca bab-bab awal kisah Bella dan Ian. Tapi pertama kali kubaca, aku langsung terpesona. Pesona mereka menghipnotisku untuk tidak berhenti. Percayalah ini bukan gombal. Heuheu, jadi teringat katamu, “Teteh jagoan ngegombal”. Padahal aslinya mana bisa aku ngegombal, Li. Jangan pernah meragukan kemampuan dan usahamu dalam menulis ya, Li.

Ketika novelku selesai dan mendapat penolakan dari penerbit, kamulah yang bersedih. Aku terharu. Li, aku gak akan menyerah kok. Akan terus kuperjuangkan novel itu. Ada sentuhanmu di sana. Sentuhan semangat yang berkobar. Jadi jangan pernah punya niatan berhenti menulis, ya. Karena kamu akan membuat Eva-Eva yang lain juga terus menenun kata. Berbagi pada dunia. Li, kita gak akan berhenti berkarya, kan. Meskipun rencana duet kita tersendat-sendat, tapi kita akan membuatnya jadi nyata. Akan ada namamu dan namaku dalam novel kita.

Li, banyak hari-hari galau kita lewati bersama. Kadang kita meracau di Twitter dan FB, saat itulah, kita selalu saling mengingatkan untuk berhenti menggalau di jejaring sosial. Biarlah kita saling berbagi, tanpa orang harus tahu kesedihan apa yang menimpa kita. Tapi tetap saja kadang kita kehilangan kontrol, ya. Aku ingat satu hari yang menyesakkan, saat kamu sangat bersedih. Li, jangan pernah ngelakuin hal-hal bodoh kayak gitu lagi ya. Aku gak mau kamu pergi. Waktu itu aku benar-benar menyadari bahwa aku gak bisa memelukmu. Persahabatan jarak jauh ternyata sama sedihnya kayak pacaran LDR. Tapi buatku, kamu selalu terasa benar-benar ada. Aku yakin Tuhan mengirimkanmu bukan untuk waktu sebentar. Tapi sampai kita tua nanti. Akan banyak tahun-tahun di depan sana yang akan kita lewati bersama. Salah satu impianku adalah hadir di hari pernikahanmu nanti. Saat kamu bertemu Mr. Right aka Mr. The One and Only.

Li, kamu itu lucu. Selain selalu membuatku tertawa, kamu suka merasa cemburu. Padahal kamu gak usah ngerasa begitu, karena kamu selalu punya tempat sangat istimewa di hatiku. Li, aku tak pernah punya pikiran ingin pergi ke Pontianak sebelumnya. Tapi sekarang aku sangat-sangat-sangat ingin ke sana. Menemuimu. Katamu waktu itu, “Teh, kalau ketemu pasti kita gak bisa diem”. Li, tahukah kamu kalau aku sangat ingin ketemu. Ingin melihat secara langsung kecerewetanmu, dan pasti kita bakalan ketawa sampai kelaparan.

Aku selalu percaya, Li, hari pertemuan itu akan benar-benar datang. Saat aku bisa memelukmu erat.


Ditulis oleh : @evasrirahayu untuk ‏@lia_neyh
Diambil dari https://tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com

Perkara Perjodohan


Hahaha hahahaaaaaa aaahhhaa hah ...

Bentar!

Aku sedang menertawakan diri sendiri karena menulis surat ini untuk kamu, Miki. Yang bahkan tidak bisa membaca dan jika aku membacakannya untukmu pun reaksimu hanya memiringkan kepala sedikit ke kiri lalu ke kanan dengan kuping tegak berdiri dan lidah menjulur. Berakting mendengar padahal ngga ngerti, iya kan?! 

Kamu memang suka seperti itu kalau aku sudah ngomong panjang lebar ngomel ngga karuan tentang sesuatu yang mengganjal pikiran dan hati. Iya, aku memang butuh hanya di dengar saja ko :)

Kamu memang perasa yah? Kalau hatiku lagi riang gembira kamu pasti marah kalau dipelukin. Tapi kalau lagi sedih kamu diunyek-unyek juga diam saja. 
Padahal badanmu kan empuk enak jadi bantal dan guling. Apalagi kalau habis dimandiin rambutku kalah halus dan wangi sama rambutmu. Pffftt. Ya iyalah harga shampoo dan parfummu dua kali lebih mahal daripada punyaku. Grgrgr!

Miki, ini serius. Terima kasih yah sudah mau menunggu dan menyambutku riang gembira di rumah saat aku pulang terlalu larut malam. Saat Mama, Papa, dan Oki sudah tidur di kamar masing-masing hanya kamu yang setia duduk manis di kursi tamu menunggu anggota keluarganya yang satu belum pulang juga. Walaupun sebagai imbalannya aku harus ngajak kamu jalan-jalan dulu di tengah malam buta atau kasih permen sebagai oleh-oleh. Pamrih ih!

Berkat pendengaran tajammu yang kata Tante Wikipedia frekuensinya dari 16Hz hingga 70KHz kita ehmpp kami sekeluarga merasa aman terjaga sentosa jaya. Sudah berapa kali kamu berhasil mengagalkan kasus pencurian di rumah. Dari yang mau nyuri sepatu baru sekali pakai, burung si Papa yang konon harganya berjuta-juta, sampai kejadian kemarin motornya Oki. 

Padahal kamu cukup lama menggonggong, mencoba memberitahu ada pria asing di depan rumah yang lagi asik-asik ngegergaji gembok. Kita ehmp kami kurang peka tapi untunglah Mama langsung ngecek ke jendela dan pencurian motor pun berhasil digagalkan. Iyeh hidup Miki! Cie cie cie yang langsung dapat sekotak susu dan sekaleng kornet.

Miki, kamu jangan terlalu banyak makan! Diet ah! Udah semok bohai eplok cendol gembrot gitu diajak lari ngelewatin sepuluh rumah aja udah minta pulang, minum sambil ngos-ngosan, terus tepar di kasur! Pffft. Nanti kamu kalah cepat sama tikus yang suka pesta pora di dapur.

Eh, katanya umurmu di kali tujuh itu sama dengan umur manusia yah? Berarti tahun ini kamu umurnya 56 dong. What! Lima Puluh Enam Tahun, tua banget dan masih jomblo aja. Makanya kalau dijodohin sama orang tua itu jangan sok jual mahal pake sok galak segala yah pada takut lah tuh pejantan. Padahal di rumah guling habis kamu gesek-gesek. (--") 

Malu deh sama umur udah tua gitu memangnya ngga sakit hati dibilang perawan tua? Malu tuh sama reputasi berhasil menangkap tikus dan mengagalkan tindak pencurian tapi gagal dalam soal cinta. Mumpung aku masih kerja jadi wedding organizer nanti semuanya aku yang atur. Kamu tinggal kawin aja.

Jadi maunya tipe yang gimana sih? Kemarin Pitbull putih gagah malah kamu gigit kakinya. Herder ganteng kamu cuekin. Golden ramah baik hati malah kamu gonggongin terus sampai dia nyumput ketakutan di kolong meja. Chiwawa yang selalu setia main ke rumah plus pipisin gerbang depan kekecilan buat kamu, ingat badan hey! Ehmmmphhhh kamu pengen yang kaya Ayahmu Labrador tampan atau Ibumu yang cantik kampung? Apa mau cari jodoh sendiri? Ngga! Kamu ngga boleh keluar rumah sendirian pasti langsung hilang. Sssttt ingat katanya ini katanya yah yang hitam itu dagingnya lebih enak, mau kamu berakhir di piring jadi sangsang atau tinoransak?!!? Camkan! Atau kamu mau berserah padaNya saja karena jodoh di tangan Tuhan.

Jangan-jangan kamu (yang sudah dianggap) sebagai si bungsu ngga mau ngelangkahin si sulung, aku? Whuuaaa terharu. Heh, ngga usah ngeliatin aku kaya gitu!


Berasa dia lagi diomongin kali yah.
Tertanda
-(yah anggap aja) Si Sulung-


Ditulis oleh : @ch_evaliana
Diambil dari http://3v4s-mind.blogspot.com