Teruntuk kesayanganku,
Setelah kurang lebih kebersamaan kita, maafkan aku jika terlalu banyak goresan goresan luka yang aku torehkan. Maafkan aku jika aku terlalu sering bersikap kekanak-kanakan padamu, memaksakan kehendak di luar kemampuanmu demi kesenanganku semata.
Sungguh, hidupku tanpamu hampa. Hidupku tanpamu tak karuan. Bisa kamu bayangkan, akan ada banyak orang yang protes jika aku berpisah denganmu. Kirim email tak akan semudah yang ku bayangkan. Pun teman-temanku tidak mampu lepas dari teman-temanmu. Begitu berarti kehadiranmu bagi hidup kami.
Di semester ini apalagi. Kamu selalu menemaniku. Tak sekalipun kamu mengeluh. Bahkan ketika aku masih belum memejam hingga dini hari kamu masih setia menemaniku.
Kesayanganku, sampai kapanpun kamu tidak akan tergantikan, hanya kamu The Blue, laptop kesayanganku, :’)
oleh @supervitha
diambil dari supervitha.wordpress.com
#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
25 January 2013
Rindu Itu Sederhana
Rindu itu sederhana. Sesederhana aku mengingat masa lalu.
Kepada kamu, muara semua rinduku.
Sampai saat ini aku masih ragu. Aku masih belum mengerti bagaimana proses semua ini terjadi. Saat aku mendapat nomor handphone kamu, saat pertama kali kita bertemu dan bicara panjang, sampai saat dimana kita memiliki rasa untuk saling menjaga. Semua terjadi begitu saja, tanpa rencana dan rekayasa.
Aku pun tidak mengerti kenapa sampai detik ini aku mempunyai rasa yang amat dalam kepadamu. Kamu cuek, kurang perhatian, kita jarang sekali bertemu, jarang komunikasi, jarang makan bersama, jarang jalan bersama, semuanya jarang.
Kita bukan LDR lho, tapi mengapa untuk bertemu saja sulit? Aku tahu, kamu punya kesibukan yang sulit untuk kamu tinggalkan. Tapi, sedikit saja dari waktu kamu untuk memberiku kabar.
Kepadamu, dengan rindu yang bergumpal. Aku rindu kamu. Sumpah, aku rindu. Aku rindu ketika menghabiskan waktu berjam-jam berbicara dengan kamu. Aku rindu suara kamu. Aku rindu melihat wajah kamu saat kamu bingung. Aku rindu semua yang ada dalam diri kamu.
Kepadamu, dengan sejuta rindu yang kutitipkan pada bintang. Pernahkah kau berpikir tentangku seperti aku berpikir tentangmu? Atau setidaknya kamu memikirkan diriku?
Sekarang, aku tak ingin apa-apa lagi selain kamu ada di hidupku. Hadir dalam setiap hari-hariku. Menyapa aku “selamat pagi”.
Aku bahagia bersama kamu. Dengan apa yang telah kita lalui selama ini. Aku bangga dengan hubungan kita. Tetap terjaga karena kita saling percaya. Tetap satu meski kita berdua.
Aku rindu roti isi keju selai kacang yang kamu beri saat hari pertama Ujian Sekolah dulu. Diam-diam kamu meletakkan itu di mejaku tanpa aku tahu. Aku rindu melewati malam bersama kamu di salah satu restoran cepat saji. Kita berbicara tanpa arah, mencoba menggambar dengan bintang yang ada di langit, main tebak-tebakan dengan struk. Dan, ini yang paling aku rindu. Bagaimana kita hanya punya uang 20.000 tapi bisa berada di sana selama 7 jam lebih.
Kepada kamu, dengan rindu yang kian menusuk.
Aku masih di sini, di tempat awal pertama kita menyapa.
Di tempat pertama kita bertatap mata.
Semua terjadi begitu saja.
Tanpa harapan, tahu-tahu kita menjadi nyata.
Aku masih bisa memandangmu lewat jarak.
Ratusan kilometer bukan halangan atas rindu yang terkuak.
Tetap menyusun kasih di atas serangan muak.
Merajut mimpi meski semakin kurasa sesak.
Terang sorot lampu masih tak mampu meredakan samar.
Jutaan sinar bintang membuatku tak sabar.
Keinginan bertemu walau cuma sebentar.
Melepas rindu yang semakin berkobar.
Cobalah sedikit saja untuk memahami.
Jeritan dera perasan ini.
Menjahit luka karamnya hati.
Pada saat pertemuan kita nanti.
Kadang, aku tak butuh kata rindumu. Aku butuh cintamu. Aku butuh waktumu untuk bertemu. Hanya itu. Selamat menempuh hidup baru, Andhika. Semoga keputusanmu meinggalkanku pergi adalah yang terbaik. Maaf atas semua salah. Benar katamu, kita yang salah. Tuhan yang benar.
Dari yang tak akan pernah bisa memilikimu utuh,
David
oleh @shandyputraa
diambil dari http://anotherdidhurt.tumblr.com
Kepada kamu, muara semua rinduku.
Sampai saat ini aku masih ragu. Aku masih belum mengerti bagaimana proses semua ini terjadi. Saat aku mendapat nomor handphone kamu, saat pertama kali kita bertemu dan bicara panjang, sampai saat dimana kita memiliki rasa untuk saling menjaga. Semua terjadi begitu saja, tanpa rencana dan rekayasa.
Aku pun tidak mengerti kenapa sampai detik ini aku mempunyai rasa yang amat dalam kepadamu. Kamu cuek, kurang perhatian, kita jarang sekali bertemu, jarang komunikasi, jarang makan bersama, jarang jalan bersama, semuanya jarang.
Kita bukan LDR lho, tapi mengapa untuk bertemu saja sulit? Aku tahu, kamu punya kesibukan yang sulit untuk kamu tinggalkan. Tapi, sedikit saja dari waktu kamu untuk memberiku kabar.
Kepadamu, dengan rindu yang bergumpal. Aku rindu kamu. Sumpah, aku rindu. Aku rindu ketika menghabiskan waktu berjam-jam berbicara dengan kamu. Aku rindu suara kamu. Aku rindu melihat wajah kamu saat kamu bingung. Aku rindu semua yang ada dalam diri kamu.
Kepadamu, dengan sejuta rindu yang kutitipkan pada bintang. Pernahkah kau berpikir tentangku seperti aku berpikir tentangmu? Atau setidaknya kamu memikirkan diriku?
Sekarang, aku tak ingin apa-apa lagi selain kamu ada di hidupku. Hadir dalam setiap hari-hariku. Menyapa aku “selamat pagi”.
Aku bahagia bersama kamu. Dengan apa yang telah kita lalui selama ini. Aku bangga dengan hubungan kita. Tetap terjaga karena kita saling percaya. Tetap satu meski kita berdua.
Aku rindu roti isi keju selai kacang yang kamu beri saat hari pertama Ujian Sekolah dulu. Diam-diam kamu meletakkan itu di mejaku tanpa aku tahu. Aku rindu melewati malam bersama kamu di salah satu restoran cepat saji. Kita berbicara tanpa arah, mencoba menggambar dengan bintang yang ada di langit, main tebak-tebakan dengan struk. Dan, ini yang paling aku rindu. Bagaimana kita hanya punya uang 20.000 tapi bisa berada di sana selama 7 jam lebih.
Kepada kamu, dengan rindu yang kian menusuk.
Aku masih di sini, di tempat awal pertama kita menyapa.
Di tempat pertama kita bertatap mata.
Semua terjadi begitu saja.
Tanpa harapan, tahu-tahu kita menjadi nyata.
Aku masih bisa memandangmu lewat jarak.
Ratusan kilometer bukan halangan atas rindu yang terkuak.
Tetap menyusun kasih di atas serangan muak.
Merajut mimpi meski semakin kurasa sesak.
Terang sorot lampu masih tak mampu meredakan samar.
Jutaan sinar bintang membuatku tak sabar.
Keinginan bertemu walau cuma sebentar.
Melepas rindu yang semakin berkobar.
Cobalah sedikit saja untuk memahami.
Jeritan dera perasan ini.
Menjahit luka karamnya hati.
Pada saat pertemuan kita nanti.
Kadang, aku tak butuh kata rindumu. Aku butuh cintamu. Aku butuh waktumu untuk bertemu. Hanya itu. Selamat menempuh hidup baru, Andhika. Semoga keputusanmu meinggalkanku pergi adalah yang terbaik. Maaf atas semua salah. Benar katamu, kita yang salah. Tuhan yang benar.
Dari yang tak akan pernah bisa memilikimu utuh,
David
oleh @shandyputraa
diambil dari http://anotherdidhurt.tumblr.com
Halo Laki - Lakiku
Halo laki-laki berkaos oblong dan sandal jepit.
Coba katakan pada aku, apa sebenarnya mantra sihirmu. Lama-lama aku bingung, kenapa berhenti mencintaimu sama susahnya dengan menjilat ujung hidungku sendiri? Kenapa tidak tertawa pada semua lelucon basimu sama susahnya dengan membangun menara dari kartu remi?
Halo laki-laki yang terobsesi menjadi keren.
Coba kamu sekali-sekali bertanya ke aku, seberapa besar aku mencintaimu. Aku pasti akan diam saja. Karena aku kehabisan kata-kata. Bukan. Bukan berarti cintaku sebegitu sempurnanya, hanya saja aku terbiasa mencintai kamu tanpa kata-kata. Dan aku tahu aku tidak perlu itu.
Halo laki-laki berperut buncit.
Coba saja kamu tahu seperti apa hari-hariku. Aku bukannya selalu mencari cara untuk membuat kamu selalu mencintai aku. Sebaliknya aku selalu menabahkan diri sendiri, bersiap jika seandainya kamu direnggut suatu hari. Atau jika tetiba rasa cintamu berhenti. Tapi, halo kamu, aku benar-benar tidak pernah takut. Aku cuma takut sendiri akan menguasaiku, tapi aku tahu kenangan akan kamu tidak akan pernah kubiarkan mati.
Halo laki-laki dengan sedikit ekspresi.
Coba sekali saja kamu tunjukkan pada aku, kamu belum berhenti mencintaiku. Lalu aku berjanji, aku akan berhenti berpikir kamu akan pergi.
oleh @santaaurelia
diambil dari http://santa-aurelia.blogspot.com
Coba katakan pada aku, apa sebenarnya mantra sihirmu. Lama-lama aku bingung, kenapa berhenti mencintaimu sama susahnya dengan menjilat ujung hidungku sendiri? Kenapa tidak tertawa pada semua lelucon basimu sama susahnya dengan membangun menara dari kartu remi?
Halo laki-laki yang terobsesi menjadi keren.
Coba kamu sekali-sekali bertanya ke aku, seberapa besar aku mencintaimu. Aku pasti akan diam saja. Karena aku kehabisan kata-kata. Bukan. Bukan berarti cintaku sebegitu sempurnanya, hanya saja aku terbiasa mencintai kamu tanpa kata-kata. Dan aku tahu aku tidak perlu itu.
Halo laki-laki berperut buncit.
Coba saja kamu tahu seperti apa hari-hariku. Aku bukannya selalu mencari cara untuk membuat kamu selalu mencintai aku. Sebaliknya aku selalu menabahkan diri sendiri, bersiap jika seandainya kamu direnggut suatu hari. Atau jika tetiba rasa cintamu berhenti. Tapi, halo kamu, aku benar-benar tidak pernah takut. Aku cuma takut sendiri akan menguasaiku, tapi aku tahu kenangan akan kamu tidak akan pernah kubiarkan mati.
Halo laki-laki dengan sedikit ekspresi.
Coba sekali saja kamu tunjukkan pada aku, kamu belum berhenti mencintaiku. Lalu aku berjanji, aku akan berhenti berpikir kamu akan pergi.
oleh @santaaurelia
diambil dari http://santa-aurelia.blogspot.com
Girl With 1000 Angels
Kepada Perempuan dengan seribu malaikat pelindung,
Ditulis oleh : @donagotwit untuk @zeeinme
Diambil dari http://piethstop.wordpress.com
Aku beruntung, mempunyai seorang teman, sahabat dan kakak sepertimu. Saat Allah menciptakan dirimu, dia sudah tahu bahwa kamu adalah cahaya keluarga, menceriakan, menghangatkan, menerangi keluarga. Dengan gaya, pikiran dan semangatmu, kamu menjadi begitu sempurna dengan adamu.
Kak,
Semua orang selalu berusaha menjadi yang terbaik. Mengejar kesempurnaan dengan segala cara. Menjadikan satu tujuan tanpa menghiraukan keadaan. Kamu tidak pernah seperti itu. Kamu hentikan semua keinginanmu untuk memberikan ketenangan dalam keluarga. Kamu tiup cita-citamu menjauh dan menarik seluruh keluarga ke dalam pelukanmu. Aku sendiri tidak akan sanggup sepertimu. Tapi kamu hilangkan semua urusan dunia, menggali-gali lubang kemarahan, ketidakadilan, kebencian dan menutupnya dengan doa dan senyuman.
Kak,
Semua wanita mengidolakan seorang pangeran. Memujanya dengan segala kata-kata dan ketulusan seorang wanita. Ketika sang pangeran menyakiti semuanya berubah, menangis tujuh hari tujuh malam dan tidak percaya lagi atas pangeran. Bagimu, pangeran itu adalah Papa. Dan tidak ada yang melebihi dia. Kekecewaan, keraguan, harapan-harapan palsu, semuanya sudah kamu pahami dengan jelas. Sehingga kamu selalu menjadi tegar. Selalu bisa menghadapi pria-pria yang bertopeng pangeran. Kamu berikan ketulusan, dari awal sampai akhir, tanpa pernah menyerah atas namanya cinta. Cinta itu ada, yakinilah ia. Bertahan sampai kamu bertemu dengan cinta yang sesungguhnya.
Kak,
Setiap ibu menginginkan anak yang baik. Kamu tidak memberikan satu kata itu kepada Mama, tapi seluruh pengartian dari kata baik itu sendiri. Pengorbanan, ketabahan hati, kekuatan lahir dan batin, semua yang kamu miliki kamu berikan kepada mama dan kami, keluargamu. Siapa yang bisa bertahan menjaga ibunda bertahun-tahun, menemaninya melawan rasa sakit? Mengorbankan seluruh perasaan, keinginan, memendam hasrat untuk mencari kesenangan dunia, semuanya kamu lawan demi Mama. Dari subuh sampai tengah malam, dari tempat tidur sampai ke kamar mandi, semuanya kamu sanggupi. Aku rela kalau Mama lebih banyak mendoakan dirimu. Karena kamu memang pantas mendapatkan perlindungan dunia dan akhirat dari kami semua.
Kak,
Setiap adik menginginkan satu, seorang kakak sepertimu.
Berbahagialah, berbahagialah selalu di setiap hari-harimu.
Happy beautiful day, my lovely sister!
Peluk cinta,
Adikmu yang selalu mengagumimu.
Ditulis oleh : @donagotwit untuk @zeeinme
Diambil dari http://piethstop.wordpress.com
Untuk Kamu, Makhluk Aneh Dari Pluto
Untuk kamu mahluk aneh dari Pluto.
Suratmu telah kubaca sedari tadi pagi. Maaf lama ku balas. Otakku terlalu kacau kala itu, tidak marah kan?
Aku cuma mau bilang terimakasih sama kamu, karena kamu telah rela meluangkan waktumu yang sedikit itu hanya demi menulis sepucuk surat untukku. Jujur, aku sampai detik ini bingung harus menulis apa di surat balasanku ini. Aku tidak begitu pintar menyusun kata-kata dan merangkainya hingga menjadi sebuah kalimat yang puitis. Aku terlalu kaku. Jadi, sebelumnya aku minta maaf jika surat ini isinya tidak sepuitis surat yang kamu tulis untukku.
Terimakasih juga kamu ternyata masih mengingat senyumku seperti apa. Karena jujur saja, aku hanya tersenyum saat mata kamera menangkapku saja, selebihnya bibirku ini susah sekali untuk tersenyum. Bukan berarti aku jutek lho, aku hanya merasa malas saja. Di duniaku tak ada hal yang luar biasa untukku senyumi. Kehidupanku monoton, biasa saja. Mungkin beda dengan duniamu, seperti yang ku lihat nampaknya begitu banyak warna disana.
Ah, kamu membayangkan kita saling bertatapan di bangku kereta ya, aku masih mengingatnya kok. Saat pertama kali kita saling mengenal, bertukar kata tentang kereta, bercakap tidak jelas seperti sedang bermain drama puitis, sungguh sangat aneh jika ku ingat kembali. Tapi aku suka.
Oia, maaf jika di awal surat aku menyebutmu dengan sebutan “mahluk aneh dari Pluto”. Aku juga tidak tahu kenapa, kata-kata itu muncul begitu saja di benakku. Habisnya, kamu memang aneh sih. Kadang-kadang kamu seperti begitu antusias saat membalas pesan singkatku, tapi terkadang juga kamu seperti orang yang bosan berbicara denganku. Aneh kan? Iya kamu aneh, hehehe.
Hey mahluk aneh,
Aku sebenarnya tidak suka saat kamu bilang suaraku “serak basah”. Aku benci kata-kata itu dari dulu. Entah kenapa, pokoknya aku membencinya. Jangan bilang seperti itu lagi ya. Sedang apa sekarang? Aku bingung mau menuliskan apalagi di surat ini. Oia, satu lagi, jangan pernah menjanjikan sesuatu hal padaku. Aku memang orangnya pelupa, tapi tidak semua hal aku bisa lupa begitu saja. Janji seseorang misalnya, aku tanpa sengaja entah bagaimana caranya, setiap janji yang di keluarkan seseorang padaku pasti akan teringat terus-menerus. Dari janji yang kecil, sampai janji yang terlalu besar aku bisa mengingatnya dengan jelas. Jadi, jangan berjanji apapun padaku ya. Takutnya aku menaruh harap pada janjimu, tapi tidak bisa terpenuhi. Itu akan menyakitkan nantinya.
Hey mahluk aneh, nampaknya aku mulai kehabisan kata-kata. Aku sudahi saja ya.
Aku senang bisa mengenalmu, bisa berbicara tentang apa saja, meskipun tidak jelas tapi aku menikmati setiap kata yang mengalir begitu saja. Yasudah, terimakasih telah membaca suratku, jika sempat, balaslah suratku segera. Bye!
Dariku untuk kawan baruku.
Ditulis oleh : @ekapusp untuk @deus_amoris
Diambil dari http://justrendezvous.wordpress.com
Sebuah Undangan Di Halaman Masjid
Kamu ingat kapan akhirnya kita bertemu kembali?
Iya saat itu Idul Fitri 2012 lalu, seusai semua orang menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri dan bersalam-salaman meskipun tidak saling mengenal hanya sekedar silaturahmi dan meminta maaf.
Saat itu aku hendak menuju halaman masjid lalu melihatmu sedang berdiri disana, dan akhirnya kita pun saling bertatapan seolah mengenal, sambil menerka dan mengingat itu siapa?
Iya kita memang pernah saling mengenal, pernah dekat dan sudah dekat. Itu sekitar 17 tahun lalu saat kita sekolah dalam lingkungan yang sama pada sebuah komplek sekolahan yang terdiri dari 5 Sekolah Dasar, meskipun tidak satu sekolah.
Semesta saat itu pun seolah memang menakdirkan kita untuk terus dekat, pagi kita sekolah dasar dan siangnya sekolah agama dan kita pun satu kelas.
Banyak hal yang sering kita lakukan saat itu, dan tidak pernah tau serta merencanakan hal apa yang akan terjadi dimasa depan, ya begitu polosnya kita berdua saat itu.
Sejak akhirnya kita bertemu kembali disebuah halaman masjid, bersalaman dan bertegur sapa tentang kabar yang selama ini terjadi.
Banyak hal sudah berubah terutama tentang isi hati, ternyata kita berdua sama-sama terlambat dalam menyampaikan isi hati sampai akhirnya sama-sama sudah ada yang memiliki.
Sore ini kau pun menjanjikan bertemu disebuah halaman masjid seperti saat pertama kali kita bertemu, untuk menyampaikan kabar bahagia tentang penyatuan dua keluarga. Aku senang mendengarnya dan terlebih tau pria yang akan mendampingimu adalah seorang pria yang baik yang kelak akan jadi imam untukmu dan aku pun percaya itu.
Masjid ini memang memiliki banyak cerita, dari masa kanak-kanak sampai akhirnya kita telah beranjak dewasa.
Serta bertemu dan berpisah di masjid ini.
Ditulis oleh : @fqdh_
Diambil dari http://duatujuhsore.tumblr.com
But Then I Did
I promised you that you would always be the only one in my eyes. You believed that whenever we were on our dates, I would never look at someone else. But then I did.
I promised you that you would always be the only one I ever texted and talked to on the phone. You believed that I would never respond to those who flirted at me. But then I did.
I promised you that you would always be the only one in my heart. You believed that I would never fall in love with someone else. But then I did.
I promised you that I would always be there for you every time you needed me. You believed that I would never leave your side. But then I did.
I promised you that I would always keep all my promises. You believed that I would never break them. But then I did.
I promised you that I would always accept what happened no matter what. You believed that I would never wonder how it would feel like if I were you, and if you were me, and if everything were the other way around. But then I did.
If I were you, I would never believe in anything I said.
January 24
― a man who believed too much
Ditulis oleh : @dennyed
Diambil dari http://dennyed.tumblr.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
