Solo, 24 Januari 2013.
Ini surat ucapan terimakasih. Untuk anda yang kata - katanya selalu aku kutip. Dari lembar halaman dan dari potongan scene.
Ini
surat ucapan terimakasih. Untuk anda yang membuat waktu kosongku jadi
berisi. Setiap di rumah sendiri, atau menunggu dijemput di bawah ring
basket sekolah.
Ini ucapan terimakasih. Untuk anda yang memperlihatkan kepadaku dunia. Dengan cara yang sederhana.
Ini
ucapan terimakasih. Untuk anda yang memotivasi aku untuk menulis
melalui surat cinta. Mengakrabkan diri dengan huruf A-Z di keyboard.
Ini ucapan terimakasih. Untuk anda yang menjadi inspirasi. Menjadi panutan untuk saya contoh.
Untuk semua writer, scriptwriter, seleb twitter, dan letter messenger. Merci beaucoup. Semoga aku bisa menulis sebaik kalian.
Warmest regards,
Calon penerusmu.
Oleh @avirosas
Diambil dari @avirosas
#30HariMenulisSuratCinta adalah proyek non komersil yang digagas untuk menggabungkan kesenangan menulis di twitter dan blog. Proyek belajar menulis bersama ini dilaksanakan setiap 14 Januari - 14 Februari setiap tahunnya. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan proyek menulis yang juga menjadi ajang silaturahmi dari blog ke blog.
25 January 2013
Logika, Ini Hati
Kepada logika,
surat ini ditulis oleh hati dengan hati-hati kepada logika yang terkadang merasa paling benar dan terkadang, memang dia benar.
Halo logika, ini hati. Sekarang pukul empat sore dan aku ingin memelukmu karena terlalu egois sehingga lelah sendiri. Cobalah untuk beristirahat sebentar. Mari kita minum kopi hangat sambil membicarakan sesuatu yang kamu anggap dengan masala.
Begini logika, aku akan menjelaskan sedikit. Tapi mungkin kamu sudah menyediakan alasan atau sanggahan untuk setiap pernyataan yang akan aku ucapkan. Dan pasti kamu sedikit kesal karena keputusan yang aku ambil tanpa melibatkanmu. Hah. Aku memang egois, dan memang aku diciptakan untuk menjadi egois dan terima kasih karena kamu masih dengan berlapang dada memaklumi keegoisanku. Kita memang sahabat sejati. Aku beruntung sekali Tuhan menciptakan kamu sebagai pembuat kenormalan di tengah kenormalan.
Bagaimana kalau aku memijatmu sejenak. Mungkin kamu terlalu lelah mencari alasan untuk tidak mendengarkan aku kali ini. Tapi tak apa, aku pun sering melakukannya. Dan memang, ada perasaan bersalah sedikit ketika itu terjadi. Yah, seperti katamu, aku harus menanggung resikonya. Dan seperti yang biasa terjadi, kamu pura-pura tidak tahu tetapi tetap masih berusaha mengingatkan aku untuk mengangkat dagu seperti orang sombong yang menantang dunia. Itu sebabnya aku yakin, apapun keputusan yang aku ambil, kamu akan selalu seperti itu. Berusaha untuk menjadi normal dan menjadikannya senormal mungkin.
Tenang logika, saat ini aku bahagia. Seharusnya kamu pun begitu. Kita tidak boleh bertengkar terlalu lama. Hanya akan ada kesesakan nantinya. Bagaimana kalau kita berdamai dan meminum secangkir kopi hangat sore nanti. Seperti yang biasa kita lakukan? Beri kabar segera ya.
Ah ya, terima kasih terima kasih dan terima kasih, aku mencintaimu tanpa hati-hati dengan segenap hatiku.
Tertanda, hati-nya anggi dwina gurning.
Oleh @anggigurning
Diambil dari http://ibitetheworld.tumblr.com/post/41339746329/logika-ini-hati
surat ini ditulis oleh hati dengan hati-hati kepada logika yang terkadang merasa paling benar dan terkadang, memang dia benar.
Halo logika, ini hati. Sekarang pukul empat sore dan aku ingin memelukmu karena terlalu egois sehingga lelah sendiri. Cobalah untuk beristirahat sebentar. Mari kita minum kopi hangat sambil membicarakan sesuatu yang kamu anggap dengan masala.
Begini logika, aku akan menjelaskan sedikit. Tapi mungkin kamu sudah menyediakan alasan atau sanggahan untuk setiap pernyataan yang akan aku ucapkan. Dan pasti kamu sedikit kesal karena keputusan yang aku ambil tanpa melibatkanmu. Hah. Aku memang egois, dan memang aku diciptakan untuk menjadi egois dan terima kasih karena kamu masih dengan berlapang dada memaklumi keegoisanku. Kita memang sahabat sejati. Aku beruntung sekali Tuhan menciptakan kamu sebagai pembuat kenormalan di tengah kenormalan.
Bagaimana kalau aku memijatmu sejenak. Mungkin kamu terlalu lelah mencari alasan untuk tidak mendengarkan aku kali ini. Tapi tak apa, aku pun sering melakukannya. Dan memang, ada perasaan bersalah sedikit ketika itu terjadi. Yah, seperti katamu, aku harus menanggung resikonya. Dan seperti yang biasa terjadi, kamu pura-pura tidak tahu tetapi tetap masih berusaha mengingatkan aku untuk mengangkat dagu seperti orang sombong yang menantang dunia. Itu sebabnya aku yakin, apapun keputusan yang aku ambil, kamu akan selalu seperti itu. Berusaha untuk menjadi normal dan menjadikannya senormal mungkin.
Tenang logika, saat ini aku bahagia. Seharusnya kamu pun begitu. Kita tidak boleh bertengkar terlalu lama. Hanya akan ada kesesakan nantinya. Bagaimana kalau kita berdamai dan meminum secangkir kopi hangat sore nanti. Seperti yang biasa kita lakukan? Beri kabar segera ya.
Ah ya, terima kasih terima kasih dan terima kasih, aku mencintaimu tanpa hati-hati dengan segenap hatiku.
Tertanda, hati-nya anggi dwina gurning.
Oleh @anggigurning
Diambil dari http://ibitetheworld.tumblr.com/post/41339746329/logika-ini-hati
Surat Untuk Pulang
Hay pulang,
Selalu ada perenungan panjang untuk mengenal kata pulang. Begitupun aku mungkin juga dirimu, bisa jadi dia dan mereka.
Kamu pulang ke kotamu, dan aku pula. Aku dan kamu dalam ruang – ruang ini, yang sama sekali tidak pernah ingin kita kembali pulang. Dulu sekali aku dan kamu tidak pernah berbicara soal kepulangan, aku dan kamu hanya sibuk soal sekarang. Katamu masa depan itu jawaban, bukan untuk janjikan. Hingga akhirnya aku memang sama sekali tidak ingin memiliki dugaan.
Perenungan panjang untuk mengenal kata pulang adalah keabadian. Abadi
untuk tidak akan pernah lagi mencari arti kamu untuk kepulangan.
Perenungan panjang itu akhirnya membawaku akan satu pemaknaan, pulang adalah datang untuk bersalaman. Sekedar saling jumpa bukan mengatakan, tapi memberi tanda aku tidak pulang aku hanya datang.
Pulang, bukan buku dengan coretan. Bukan pula bernama kenangan. Pulang yang kuinginkan adalah keabadian. Dan, bukan perulangan.
Hey Pulang.
00.43
24/1
Arfika
Oleh @arfikapertiwi
Diambil dari http://www.arfika.com
Selalu ada perenungan panjang untuk mengenal kata pulang. Begitupun aku mungkin juga dirimu, bisa jadi dia dan mereka.
Kamu pulang ke kotamu, dan aku pula. Aku dan kamu dalam ruang – ruang ini, yang sama sekali tidak pernah ingin kita kembali pulang. Dulu sekali aku dan kamu tidak pernah berbicara soal kepulangan, aku dan kamu hanya sibuk soal sekarang. Katamu masa depan itu jawaban, bukan untuk janjikan. Hingga akhirnya aku memang sama sekali tidak ingin memiliki dugaan.
Perenungan panjang untuk mengenal kata pulang saat aku dan kamu sama –
sama enggan untuk mempertanyakan. Keangkuhan dalam keengganan itu
menjadikan kata pulang menjadi tak terkatakan. Hanya kebisuan dan
ketukan yang menjadi asumsi adanya keberadaan. Bukan pula aku, tapi juga
kamu melakukan yang sama. Kita memang terlalu seragam meskipun katamu
tak pernah ada kesamaan. Mungkin hanya kebetulan.
Perenungan panjang itu akhirnya membawaku akan satu pemaknaan, pulang adalah datang untuk bersalaman. Sekedar saling jumpa bukan mengatakan, tapi memberi tanda aku tidak pulang aku hanya datang.
Pulang, bukan buku dengan coretan. Bukan pula bernama kenangan. Pulang yang kuinginkan adalah keabadian. Dan, bukan perulangan.
Hey Pulang.
00.43
24/1
Arfika
Oleh @arfikapertiwi
Diambil dari http://www.arfika.com
Namaku Cinta
Dear, hari ini aku mau cerita, tentang seorang teman yang memaksa untuk setia pada pasangannya.
Padahal, pasangannya ga baik-baik amat.
Suka mukul, ngomong kasar, jarang tepat janji.
Kata teman itu, memang begitu seharusnya cinta. Menemani bukan hanya pada saat baik, tapi juga pada saat buruk.
Tapi, aku kok ga pernah dengar dia cerita yang baik, ya?
Malahan aku lebih sering lihat dia biru-biru, sakit punggung, atau tiba-tiba muncul dengan mata bengkak.
Lalu ingatanku melayang pada perjanjian kita bertahun lalu.
Aku bilang, sekali saja kamu berani pukul aku, kita pisah.
Kamu bilang, oke!
Maka, aku pegang ucapanmu, dan kita menikah.
Dear, soal konsep cinta ini, sebenarnya aku juga kurang paham.
Pecinta semestinya mendulukan kebahagiaan pasangannya, atau kebahagiaannya sendiri.
Apakah wajar jika dalam perjalanannya nanti, cinta menyakiti satu atau dua?
Kadang, ada haru saat melihat pecinta sabar menunggui pasangannya yang kepala batu.
Prinsip mereka kira-kira begini. “Air saja, jika menetes terus-menerus, akan melubangi batu”.
Tapi kalau dipikir, air kan tak mengenal sakit, ya.
Sedang mereka, bisa saja kelelahan dan mati dalam harapan.
Dear,
Namaku cinta.
Aku berjanji,
tak membuatmu terluka.
Oleh @atemalem
Diambil dari http://rehatemalem.wordpress.com
Padahal, pasangannya ga baik-baik amat.
Suka mukul, ngomong kasar, jarang tepat janji.
Kata teman itu, memang begitu seharusnya cinta. Menemani bukan hanya pada saat baik, tapi juga pada saat buruk.
Tapi, aku kok ga pernah dengar dia cerita yang baik, ya?
Malahan aku lebih sering lihat dia biru-biru, sakit punggung, atau tiba-tiba muncul dengan mata bengkak.
Lalu ingatanku melayang pada perjanjian kita bertahun lalu.
Aku bilang, sekali saja kamu berani pukul aku, kita pisah.
Kamu bilang, oke!
Maka, aku pegang ucapanmu, dan kita menikah.
Dear, soal konsep cinta ini, sebenarnya aku juga kurang paham.
Pecinta semestinya mendulukan kebahagiaan pasangannya, atau kebahagiaannya sendiri.
Apakah wajar jika dalam perjalanannya nanti, cinta menyakiti satu atau dua?
Kadang, ada haru saat melihat pecinta sabar menunggui pasangannya yang kepala batu.
Prinsip mereka kira-kira begini. “Air saja, jika menetes terus-menerus, akan melubangi batu”.
Tapi kalau dipikir, air kan tak mengenal sakit, ya.
Sedang mereka, bisa saja kelelahan dan mati dalam harapan.
Dear,
Namaku cinta.
Aku berjanji,
tak membuatmu terluka.
Oleh @atemalem
Diambil dari http://rehatemalem.wordpress.com
Surat Tak Berjudul
Surat ini tak berjudul, tak bertuan.
Pernah berpikir hal terburuk terjadi dalam hidupmu?
Pernah berpikir apa yang terjadi jika besok kamu mati?
Aku sering memikirkan hal bodoh seperti tadi. Hal-hal kecil yang tanpa disadari menjadi besar saat semuanya nanti terjadi.
Apa kau masih ingin tahu?
Ingin tahu siapa saja yang akan menangis terisak saat kau akhirnya pergi?
Ingin tahu siapa yang tersenyum puas saat kau mati?
Ingin tahu siapa yang tak peduli sama sekali?
Ingin tahu apa orang-orang yang menyakitimu di dunia akan menyesali perbuatannya?
Ingin tahu perasaan orang yang kau sayangi?
Atau, kau hanya ingin tahu rasanya mati?
Lebih baik jangan cari tahu, karna hidup untuk dinikmati, bukan berharap esok mati.
Bandung, 24 Januari 2013
-Tanpa Nama-
Oleh @chikalalaki
Diambil dari http://chikalalaki.tumblr.com
Pernah berpikir hal terburuk terjadi dalam hidupmu?
Pernah berpikir apa yang terjadi jika besok kamu mati?
Aku sering memikirkan hal bodoh seperti tadi. Hal-hal kecil yang tanpa disadari menjadi besar saat semuanya nanti terjadi.
Apa kau masih ingin tahu?
Ingin tahu siapa saja yang akan menangis terisak saat kau akhirnya pergi?
Ingin tahu siapa yang tersenyum puas saat kau mati?
Ingin tahu siapa yang tak peduli sama sekali?
Ingin tahu apa orang-orang yang menyakitimu di dunia akan menyesali perbuatannya?
Ingin tahu perasaan orang yang kau sayangi?
Atau, kau hanya ingin tahu rasanya mati?
Lebih baik jangan cari tahu, karna hidup untuk dinikmati, bukan berharap esok mati.
Bandung, 24 Januari 2013
-Tanpa Nama-
Oleh @chikalalaki
Diambil dari http://chikalalaki.tumblr.com
Surat Kepada Para Pengunjung
surat ini saya tuliskan khusus untuk kalian yang mengunjungi pasar malam sederhana saya ini: bianglalaaa.wordpress.com
: kalianterima kasih telah menyempatkan diri untuk menghabiskan beberapa menit dari seribu empat ratus empat puluh menit kalian dalam waktu satu hari. sebelumnya, selasa minggu lalu saya sempat menuliskan surat pertama yang berjudul: surat untuk calon pengunjung. jadi, karena blog ini sudah berjalan sekitar tujuh hari lebih, saya memutuskan untuk menuliskan sebuah lanjutan: surat kepada para pengunjung. dan jangan pernah tanya kenapa saya menggunakan kata untuk di surat pertama dan kata kepada di surat kedua ini. haha.
hari ini saya tidak punya hal khusus yang ingin saya ceritakan. tapi, saya ingin memberitahukan kepada kalian satu rahasia kecil saya. dan seperti rahasia-rahasia pada umumnya, maukah kalian menyimpan rahasia kecil ini untuk kita saja? sebab bagi saya, rahasia yang tidak dibocorkan kepada orang lain, selamanya akan menjadi hal yang sangat mendebarkan bagi si pemberitahu dan yang diberitahu. saya dan kalian. kita.
begini, siang ini saya menyempatkan diri keluar dari gua pribadi saya haha. iya, kamar kos saya adalah gua pribadi di mana saya merenung, menulis, dan melakukan apa saja. makanya, di mata anak-anak kosan lainnya, melihat saya keluar dari kamar adalah hal langka, kecuali sekedar mengambil handuk untuk mandi atau mencari makan. kalian tahu, tempat apa yang sangat saya senangi, bahkan saya rela berjam-jam atau bahkan seharian berada di sana? gramedia. dan dalam hal ini, gramedia terdekat dari kos saya, bernama gramedia bintaro plaza.
entah kenapa, berada di antara rak-rak atau tumpukan buku–komik, novel, majalah–sangat menyenangkan. kadang saya membayangkan, betapa asiknya bila memiliki rumah kelak, lantas membangun sebuah ruangan dengan beberapa rak buku yang disusun seperti perpustakaan dan ruangan itu menghadap langsung ke taman rumah yang dihiasi beraneka bunga warna-warni. rahasia yang ingin saya bagikan: saya adalah manusia intorvert dan ekstrovert dalam waktu bersamaan.
saat sedang membaca buku, saya cenderung introvert, merasa tidak ingin diganggu oleh siapa dan apa pun. antisosial. bahkan, hape yang bergetar sekali pun tidak akan saya sentuh, kalau sedang membaca. sebab, saat membaca itulah, saya merasa seperti janin di dalam perut seorang Ibu.
nah, beda lagi kalau sedang tidak memegang atau membaca buku, saya cenderung akan ekstrovert. tahu apa yang akan saya lakukan? saya akan berjalan mengelilingi bintaro plaza dari lantai satu ke lantai tiga, balik lagi dari lantai tiga ke lantai satu, sampai akhirnya saya bosan atau kelelahan. tujuan saya cuman satu: memperhatikan para pengunjung yang berlalu lalang di bintaro, yang entah bersama kekasih, bersama keluarga, bersama sahabat atau malah sendiri, seperti saya haha. memperhatikan orang-orang yang tidak dikenal sangatlah menyenangkan. saat melihat seorang gadis melingkarkan tangan ke lengan kekasihnya, saya selalu membayangkan bahwa mereka berdua adalah kalian, para pengunjung yang pernah mampir ke blog ini, lalu saya menuliskan tentang mereka di sini, saya bayangkan mereka mampir lagi ke blog ini dan membaca tulisan ini. atau, saat melihat beberapa gadis cantik dan manis berpakaian SMA yang tertawa-tawa, saya juga membayangkan bahwa mereka adalah kalian. kemudian, saat melihat sepasang kekasih yang sedang berduaan namun yang mereka tatap adalah gadget masing-masing, saya pun membayangkan mereka adalah kalian, yang sedang membaca blog ini. begitu seterusnya, ketika saya melihat satu orang ke orang yang lain ke orang-orang yang lain. jadi, kalau kalian merasa pernah menangkap basah seorang lelaki sedang menatap atau mencurilihat ke arah kalian lalu dengan malu-malu lelaki itu mengalihkan perhatiannya, barangkali itu saya haha.
ah ya, bagi kalian yang mampir ke blog ini, bila berkenan, coba berikan sebuah komentar atau tanggapan, dan apalagi kalau avatar-nya mempergunakan avatar diri kalian
salam penuh cinta,
@bianglalaaaaa
bintaro plaza, 24 januari 2013
Oleh @bianglalaaaaa
Diambil dari http://bianglalaaa.wordpress.com
Bulan Ke-Tiga
Ini sudah bulan ke-tiga.
Terasa lama, karena tak banyak momen menyenangkan yang berhasil aku dan kamu jalani.
Terasa menyakitkan, karena ternyata hari ini baru aku sadar, kamu masih sama sekali belum bisa mempercayai seorang lelaki yang memberimu perhatian, hanya karena lelaki lain pernah melukai hatimu. Menduakanmu.
Terasa melelahkan, karena sepertinya berjuang sendirian, walau sebenarnya kamu pun di sana berjuang melawan dirimu sendiri.
entah mungkin kamu diam-diam membaca surat ini, dibalik sikap dingin dan cuek yang kamu tunjukkan, sikap seolah menanggapi sewajarnya saja, asal aku senang kamu membalas chat. Kalau memang iya, kamu baca, dan kamu sedikit bisa membayangkan peluh yang aku usap kala kelelahan mencari cara mendapat perhatianmu.
Tahukah kamu, di luaran ada banyak sekali gadis yang menginginkan perhatian, sebesar yang aku berikan padamu saat ini? sadarkah kamu itu? mungkin tidak, karena pikiran kamu terlalu kelam dengan luka masa lalu, dengan kehati-hatian yang terlalu.
ah, anggaplah ini hanya prolog cerita fiksi.
*tutup laptop*
Oleh @bejanawaktu
Diambil dari http://harcoustic.tumblr.com
Terasa lama, karena tak banyak momen menyenangkan yang berhasil aku dan kamu jalani.
Terasa menyakitkan, karena ternyata hari ini baru aku sadar, kamu masih sama sekali belum bisa mempercayai seorang lelaki yang memberimu perhatian, hanya karena lelaki lain pernah melukai hatimu. Menduakanmu.
Terasa melelahkan, karena sepertinya berjuang sendirian, walau sebenarnya kamu pun di sana berjuang melawan dirimu sendiri.
entah mungkin kamu diam-diam membaca surat ini, dibalik sikap dingin dan cuek yang kamu tunjukkan, sikap seolah menanggapi sewajarnya saja, asal aku senang kamu membalas chat. Kalau memang iya, kamu baca, dan kamu sedikit bisa membayangkan peluh yang aku usap kala kelelahan mencari cara mendapat perhatianmu.
Tahukah kamu, di luaran ada banyak sekali gadis yang menginginkan perhatian, sebesar yang aku berikan padamu saat ini? sadarkah kamu itu? mungkin tidak, karena pikiran kamu terlalu kelam dengan luka masa lalu, dengan kehati-hatian yang terlalu.
ah, anggaplah ini hanya prolog cerita fiksi.
*tutup laptop*
Oleh @bejanawaktu
Diambil dari http://harcoustic.tumblr.com
Subscribe to:
Posts (Atom)