20 January 2013

Senja Untuk Semesta


Kepada senja yang selalu mempercantik semesta.

Kulihat akhir-akhir ini kau jarang menampakkan keanggunanmu. Ah iya, sekarang musim hujan, pantaslah kau terlihat muram belakangan ini.
Senja, bisakah hari ini kau muncul dengan cantik? Ada seseorang yang ingin aku hibur hatinya. Dia akan membaca suratku seusai berkutat dengan tugas-tugasnya. Aku harap ia senang membacanya. Berikan kehangatan pada sorenya yang melelahkan. Boleh?

Turunkan titik-titik gerimismu siang ini dan berhentilah saat kau akan mewarnai langit dengan warna oranyemu. Karena aku selalu suka kau yang muncul setelah hujan turun. Selalu menghasilkan pelangi yang lebih berwarna. Selalu indah.

Senja, tetaplah mewarnai semesta dengan anggun ya.. :)


Oleh 
Diambil dari http://ceritadikalahujan.blogspot.com/2013/01/senja-untuk-semesta.html

Untuk yang Sudah Menemukan Penggantiku


Jumat, 18 Januari 2013
Untuk yang Sudah Menemukan Penggantiku
Kepada kamu yang sudah menemukan penggantiku,


Apa yang harus aku mulai terlebih dahulu? Menyapamu? Menanyakan kabarmu? Atau menanyakan menganai pacar barumu? Ah untuk apa aku harus berpura-pura baik di surat ini jika sesungguhnya aku kecewa dan terluka. Luka ini kamu biarkan semakin menganga dengan apa yang kau lakukan bersamanya dan aku mampu melihat apa yang kau lakukan.
Tapi jauh di lubuk hatiku memang aku tak bisa memungkirinya bahwa aku memang masih mengharapkanmu diam-diam. Aku sangat terluka ketika mengetahui kamu yang kemudian berputus asa dan menyerah pada kita. Iya memang itu sudah terjadi sengat lama namun tak pernahkah kau sadari luka yang menganga ini? Kau sakiti berulang kali seolah luka yang kau sirami air cuka dan membuatnya semakin pedih. Iya aku minta maaf mengenai aku yang menaruh harapku padamu, tapi ini ulahmu. Aku tak tahu bagaimana menghentikannya.

Kadang aku bertanya, mengenai keikhlasan, sudahkah aku melakukannya selama ini? Melakukan ini pada apa yang terjadi pada kita, sudahkah? Aku tahu aku belum melakukannya. Pernahkah suatu hari aku dibayangi rasa takut? Takut akan kehilangan sesuatu? Takut semua yang semula adalah milikku kemudian menghilang? Iya aku pernah merasakan ini semua, dan terjadi padaku karenamu tentunya. Aku pernah merasa takut akan kehilanganmu dan kamu pergi, sesuatu yang paling menakutkan dan membanyangiku pada akhirnya memang harus terjadi. Tapi apapun yang aku lakukan, semua takkan mampu merubah setiap hal yang terjadi. Memang waktu sudah berubah, waktu terus berjalan, semua tidak akan tetap sama selamanya. Bahwa waktu itu merubah semuanya, itu yang harus selalu aku ingat untuk semua yang telah pergi meninggalkan hidupku, termasuk kamu. Sudahkah diriku ini ikhlas dengan segala hal yang hilang dari hidupku? Belum, aku belum menjadi orang yang seperti itu, merelakan suatu hal untuk pergi itu membutuhkan waktu yang lama. Tidak akan semudah membalikkan telapak tangan tentunya. Terkadang kita akan menjadi seseorang yang terlalu takut untuk meninggalkan semua yang akhirnya harus hilang, andai hati dan perasaan tak pernah berperan dalam hal seperti ini, mungkin tak akan ada rasa sedih dan takut untk merelakan. Eh  maaf, disini maksudnya aku, bukan kita. Karena aku tak pernah tahu apakah kau pernah merasa takut akan kehilangan atau tidak.

Ya, maksud dari surat ini bukan untuk memintamu kembali, aku hanya ingin mengatakan ini saja padamu. Bahwa kehilanganmu adalah hal yang paling menakutkan yang selama ini ada dalam benakku. Bukankah selama bersamamu, aku sudah mengatakannya berkali-kali, entah puluhan atau mungkin ratusan. Dan bahkan kau yang menenangkanku dengan janjimu yang katanya takkan hilang dari kehidupanku dan takkan pergi. Tapi beginilah yang terjadi adanya. Waktu yang memisahkan kita mungkin, tuhan masih belum mengizinkan kita untuk bersama dalam waktu yang lama. Tuhan berkehendak lain terhadap kita. Bukan aku yang menyerah dengan kita, tapi kamu. Aku berusaha sekalipun aku lelah, tapi aku berjuang untuk jauh dari kata meenyerah. Namun tidak dengan kamu.

Baiklah, maafkan kata-kata ini. Jika kamu membaca surat ini hingga selesai, selamat kamu memenuhi keinginanku. Selamat malam, berbahagialah dengan penggantiku.

Dari aku, yang sudah kau temukan penggantinya…


Diambil dari http://penenunkata.blogspot.com/2013/01/untuk-yang-sudah-menemukan-penggantiku_18.html

Weker Biotik


Semalam, untuk pertama kalinya aku melihat kunang-kunang. Berterbangan di tepi kolam seperti kilauan permata hijau. Kemudian hilang bersembunyi dibalik rerumputan. Dari tempat ku duduk, kunang-kunang itu terlihat begitu cantik. Berpendar hijau ditengah pekat malam.
Aku tengah larut dalam canda ketika tau-tau kau muncul dihadapanku. Kita bertemu lagi, weker biotik. Setelah sekian lama nggak pernah bertatap muka, akhirnya Tuhan mempertemukan kita (lagi). Ah, kota ini benar-benar kecil. Kadang temenku punya teman yang berteman dengan temanmu dan akhirnya disitulah kita semalam, duduk di meja yang sama, tapi tidak dalam keadaan "berteman". Karena kau bersama temanmu dan aku bersama temanku. Rumit nggak sih? Nggak juga kan yah. Hahaha..
Lama nggak bertemu sepertinya kau nggak banyak berubah, masih sama seperti beberapa tahun lalu saat terakhir kali kita bertemu. Aku jadi rindu saat kau memanggilku Ros, Rosa Gallica. Dan kau, kau weker biotik, karena kau selalu membangunkanku pagi-pagi sekali. Tapi itu dulu, lama sekali. Setelah kau tiba-tiba menghilang. Kemudian kau kembali dengan penjelasan -setelah sekian lama- . Tapi semua rasa itu telah menguap bersama waktu.
Yah begitulah, kadang kita menyukai seseorang, kadang hanya sementara, kadang terlambat, kadang waktunya yang nggak tepat. Dan kau, kau termasuk yang terlambat. Ah tapi sudahlah, aku membahas ini hanya karena kita bertemu secara tidak sengaja semalam. Mari melanjutkan hidup :)

Oleh 
Diambil dari http://ilrow.blogspot.com/2013/01/weker-biotik.html

Semoga Engkau Bahagia


Teruntuk kamu,

Sepertinya saat ini aku sudah tidak berhak lagi untuk sekedar mengatakan ‘Apa kabar?’ atau bahkan ‘Aku merindukanmu’ haha.

Maaf aku tidak bisa menemuimu langsung, dan lagi-lagi mengirim surat kepadamu.

Aku sepertinya sudah terlambat untuk mengajakmu berbicara empat mata membicarakan perasaan kita –atau mungkin hanya aku– yang telah mengalir hampir tiga tahun ini. Aku takut salah bicara yang malah membuat hubungan kita hancur berantakan. Aku hanya takut kehilangan rasa nyaman darimu. Aku takut kita tak lagi bisa bersenda gurau hingga larut malam, berkeluh kesah, dan membicarakan hal-hal yang tidak penting.

Tapi justru ketakutankulah yang mengakibatkan hal lebih buruk terjadi. Waktu telah merenggut semuanya. Mungkin kau sudah terlalu lelah dengan ujung kisah kita. Mungkin kau telah kehilangan semua kenyamananmu bersamaku. Dan mungkin kau telah lelah menunggu tanpa berujung kepastian.

Hubungan kita mulai renggang. Bahkan kita pernah tak bertegur sapa seharian. Dan kau tidak memberi kabar dengan cara apapun. kau selalu menghindar bila aku terlihat akan menyapamu atau sebagainya. Aku tahu ini semua salahku. Aku yang yang terlalu tebal membentengi hatiku untuk jatuh cinta lagi.

Dan disaat hubungan kita merenggang, Dia datang. Dia membawamu bangkit bersamanya. Dia mulai mengisi hari-harimu dengan senyum dan tawa. Dan dia membuatmu lupa akan aku.

Tapi aku akan baik-baik saja, ya setidaknya di hadapanmu. Aku hanya ingin minta maaf atas semua sikapku. Aku minta maaf karna telah menyakitimu begitu rupa. Terhitung dari detik ini, aku melangkah keluar dari kehidupanmu. Dan aku harap kau bahagia.

Tertanda.

Aku yang pernah mencintaimu begitu rupa.


Oleh 
Diambil dari http://fairlyinsanegirl.wordpress.com/2013/01/18/semoga-engkau-bahagia/

Surat #DuaHati @hannaahan dan @riirinuli


Langit Tak Pernah Sama

*surat cinta ketiga untuk @riirinuli

Selamat Malam, R..

Kali ini mungkin kita sedang menulis di bawah langit yang sama dalam rentang waktu yang berbeda.
Tapi langit tak pernah sama, R.
Kau berkreasi dengan kalimatmu saat siang, sementara aku saat malam menjelang.

Aku suka perumpamaan mu, bahkan amat menyenangkan dan dibaca terasa nyaman.
Kita, ya kita semua yang se- guru dan rajin menimba ilmu ini punya formula sama, semoga tak rusuh.
Terima kasih karena selama ini kamu telah menemaniku juga mencari dasar dari segala ilmu dan pengalaman baru.

Friendship isn't only about hearing but also listening.
Listen, i have something to tell.

Hari ini, entahlah rasanya beberapa hari terakhir ini banyak hal yang mengusikku dari rasa nyaman.
Ah ya, itu lah sesuatu yang mungkin sepagian ini sudah kita buru untuk segera memulainya.
Aku bahkan masih belum mengerti hendak mulai dari mana.
Membayangkan ke depannya saja sudah membuatku tak kuasa untuk meneruskan imaji ku.
Entahlah hari ini, masih kusimpan semangat membaraku, entah untuk sampai kapan.
Semoga tak terlalu lama aku surut, sehingga saat masa pasangku aku segera berkarya.
Semoga di saat- saat terakhir ini apa yang pernah terjadi selama hampir 4 tahun ini akan segera sempurna.
Sebentar lagi.
Yang pasti, tak akan pernah ada akhir jika tak ada yang pernah dimulai.

Sampai jumpa di tahapan hidup selanjutnya.
Kali ini mungkin kita akan mengambil jalur yang berbeda, dengan jenis penelitian yang berbeda, tapi langkah kita akan selalu sama saat bersuka, bersusah payah, dan saling menyemangati satu dengan lainnya.
Kau mulai, aku mulai.
Selamat berjuang buat mu.


Yang akan selalu menantimu dan diriku berfoto bersama menggunakan toga ber-strip oranye,
HS.

Oleh: @hannaahan untuk @riirinuli
Diambil dari: http://hannasiahaan.blogspot.com/

---

Can You Imagine?

Suratku yang ketiga untuk Hanna Suryadika

Hai kawan, kini aku sering disorientasi tanggal dan hari, mungkin kamu perlu mengingatkanku sesekali :)

I Listen to you, dear.
I can imagine about your dream and my dream, our dream. Kita berfoto bersama, di hari wisuda yang sama dengan pakaian yang sama pula. Indah dan mengharukan dibayangkan, tapi itu pasti bisa menjadi kenyataan.

Aku suka membayangkan bagaimana kehidupan kita nantinya setelah lulus. Kau pernah mengatakan ingin tinggal di Bandung, dan aku sempat berkata Bogor sebagai kota tinggalku kelak. Tapi dimulai dari sini, Kota Surakarta, kita, aku dan kamu mulai membangun identitas diri yang baru.

Ingatkan kamu akan kelakar kita tentang "bapaknya anak-anak" atau "ibunya anak-anak"? Geli rasanya membayangkannya. Kita nanti akan memiliki kehidupan sendiri dengan membangun rumah tangga. Ahh, kau pasti tau bahwa sudah banyak anganku tentang keluargaku kelak. Akupun tahu, kau juga begitu.

Menginginkan yang terbaik untuk anak kita menjadi tujuan kita bersama. Pendidikan yang terbaik, kursus yang terbaik, dan yang pasti kehidupan yang terbaik baik mereka. "Aku nanti ingin anakku les ini, les itu". Haha, sudah ada dalam benak kita saat ini, walau itu mungkin masih 5, atau 7 tahun lagi.

Kau pernah mengatakan bahwa kita (kamu, aku, ichi, momo, ayu) akan jadi wanita karir dan ibu rumah tangga yang baik. Aku juga berharap demikian. Sebagai wanita kita tak hanya ingin merawat rumah dan keluarga juga, kita punya mimpi-mimpi lain lewat jenjang karir kita. Aku juga masih mengingat jelas quotemu yang maha dahsyat "Jangan sampai kita jadi istri yang berbakti pada suami, tapi lupa berbakti pada orang tua." Akan selalu kuingat Hanna.

Selamat Berjuang buat kamu, dan kita (ayu, ichi, momo, aku, dan kamu), perjuangan kita tak akan pernah berakhir kawan :)


Surat balasan dari @riirinuli untuk @hannaahan
Diambil dari: http://ririnwahyuyw.blogspot.com/





Surat #DuaHati @adityalenggah dan @wardaniema


What If?

To: wardaniema@gmail.com
Subject:

Oke, Em. Its done! Its fix. Sial!

Dira gak mau nerusin pernikahan kami. Argh!

We had a fight a couple minute ago. I swear to God, I yell at her so loud. I never did that before.


Aku gak tahan lagi, Em. I want to be a nice guy, but i cant. I'm so mad at her.

Sial!

Ceritanya nanti saja ya. Lagi gak bisa mikir apa-apa sekarang.

Damn!

Oleh: @adityalenggah untuk @wardaniema


---



What If?

to : aditya.lenggah@gmail.com
subject :


What?!! are you sure? ini aku ga ngerti deh, kalian batalin rencana pernikahan atau cuma postpone? he? gimana sih dit, aduuuuh yang bener ah, jangan becanda deh.

ini ya dapet berita koq ya ga nyenengin gini, udah Jakarta banjir hebat eh kamu kebanjiran juga. Pokoknya begitu baikan cerita ya, jangan emosi dulu. Pasti ada jalan




Surat balasan dari @wardaniema untuk @adityalenggah
Diambil dari: http://miftachaliq.blogspot.com/

Surat #DuaHati @starlian dan @egbertz


MY EX BF’S GAY


Dear Vari,
It’s been a month we didn’t talk, didn’t text or chat. Hey kamu dimana?

Sabtu kemarin saya datang ke acara pernikahan seorang teman.





















Cantik ya teman saya, mirip Brandy yang penyanyi itu. Namanya Attire. Bukan tentang Attire atau Nathan, suaminya, yang saya mau ceritakan. Jadi saya datang ke Gereja ditemani Clint, yeah who else. Sebelum acara pemberkatan dimulai, I met Julian with his boyfriend. Yes, B-O-Y-F-R-I-E-N-D.

Pagi itu, hanya kami berdua mungkin dari para tamu undangan yang terlihat awkward. Tapi bukan Agnes namanya kalau tidak bisa mencairkan suasana. Saya pun datang menghampiri dia dan pacarnya, Rowan, memeluknya seperti seorang teman. Saya tersenyum padanya dan dia mencium pipi saya sambil berbisik “Hey, beautiful ex”. Saya pun mengenalkan Clint. Mereka bertiga cepat akrab. Sebelum pulang dari acara pemberkatan, saya menjawil tangan Rowan dan berpesan pada mereka untuk tidak menggoda Clint, apalagi berusaha naksir.

Saya cerita ke Ibu di rumah kejadian di pesta pemberkatan Attire, dan bukannya fokus pada persoalan Julian beliau malah meminta saya untuk mengikuti jejak Attire.

Pernikahan. Mungkin tidak cocok untuk saya. case closed.

Itu saja. Jadi apa kabarmu, bocah Barcelona?

PS: Dengerin lagunya Caley Rose deh, My EX BF’s Gay, seru. Hahahahaha


Oleh: @starlian untuk @@egbertz


---

Comforting Sounds

Hi Nes,

Saya selalu di sini. Surat kamu salah satu penyambung saya dengan keadaan yang lain.
Tampak cocok sekali temanmu yang menikah dengan pasangannya, yes she's beautiful.
Tapi saya tidak menyangka kamu akan bertemu dengan Julian.
Semoga dia baik - baik saja melihat kamu dengan Clint. Atau semoga dia baik - baik saja melihat Rolan dengan Clint.

Ah, pernikahan. Banyak yang mengidamkan, banyak juga menolaknya.
Dan diantaranya mungkin banyak yang ragu.
Saya juga tidak mau membicarakan hal - hal mengenai pernikahan saat ini.

Saya belum sempat cerita, kemarin saat perjalanan ke sini saya sempat berkenalan dengan beberapa orang.
Yah, perjalanan Jakarta - Barcelona tidak sebentar. Dan menghabiskan waktu dengan diam hanyalah salah satu pilihan. Ada Andreu dan temannya Marc. Mereka habis berlibur ke pulau Komodo.
Ada juga Diana, Clara, Ariadna & Marc. Mudah - mudahan saya tidak salah menulis nama mereka.
Saya akan bercerita mengenai mereka di surat saya selanjutnya. Tampaknya saya menemukan teman - teman baru dalam perjalanan ini.

Nothing is pure anymore but solitude

Biarpun begitu saya masih sempat menghabiskan waktu dengan kesendirian. Apalagi dengan mendengar Mew - Comforting Sounds

Saya kemarin berkunjung ke daerah Montjuïc, bahkan dengan suhu yang tidak terlalu dingin pun saya benar - benar menikmati pemandangan kota Barcelona.
Dan keindahannya membuat saya terpaku, sehingga lupa mengambil foto.
Tenang saja, nanti saya akan kesana lagi.

ps : ada banyak lagu yang harus saya dengarkan hahahaha



Surat balasan untuk @starlian dari @egbertz
Diambil dari: http://lubang-hitam.blogspot.com/