19 January 2013

Surat Kaleng untuk @yasayoo

-->
--> -->
--> Halo kak, pasti kaka kaget ya ada yang ngirim surat buat kaka. Aku pikir kaka suka baca, dan mudah-mudahan benar, jadi aku putusin untuk ngirim surat ini untuk kaka.
Apa kabar kak? Sehat? Gimana uasnya? Sukses?
Semoga sehat dan sukses ya kak uasnya, hehe
Aku punya cerita yang mungkin konyol, tapi itu yang aku rasa kak, :D


mulai kita kenal dan berjabat tangan, mata kaka dan senyum kaka itu adalah hal yang menjadi aku ingat selalu. Sampai pertemuan kedua kita, aku kaget banget kak, aku lupa siapa nama kaka saking yang aku inget cuma senyum manis kaka, dan kaka masih inget sama nama aku. Senyum kaka tetap manis, dan masih selalu aku ingat. Oiya kak, pertemuan kedua kita itu bikin aku deg-degan sampai waktu itu aku sempat mau ketemu temen kaka dan nanya kaka ikut atau engga, lemes sih pas denger kaka engga ikut tapi ya gimana lagi masa mau jadi bad mood sepanjang jalan, hehe kan gak mungkin ya kak.

Aku seneng banget kita bisa berteman di media sosial, bisa ngobrol juga pula dan entah kenapa waktu tau kalau twitterku di follow balik, rasanya senang banget dan langsung panik sendiri gitu, ngerasa harus ngebenerin cara nulis aku di twitter, cara bicara aku, semuanya yang menurut aku bakal jadi nilai minus buat kaka, padahal kaka liat isi timeline aku aja belum tentu ya, hehe
Tapi ya begitulah kak rasa panik aku, pas aku tau aku di follow back sama kaka. Eh tapi kakanya jarang online twitter hehe, ketauan ya suka keponya, hihi
Jadi kaka itu suka banget sama MU ya, aku suka foto kaka yang pke baju MU yang menghadap belakang itu, gagah deh keliatannya dan jari yang mengacungkan angka satu itu maksudnya buat MU ya kak?
Aku juga suka MU kak, sekilas aja tapi kak soalnya kalau nonton bola suka pusing sendiri, aku lebih suka nonton pertandingan basket kak, kaka juga suka maen basket ya? Ayo kak tanding sama aku, one on one hahaha
Gak ada ya kak? Di adain ajah yu kak buat kita doang hehe  :p


Sudah dulu ya kak suratku ini, mungkin kalau keberanianku penuh lagi aku bakal kirim surat lagi buat kaka. 

Terimakasih kak sudah mau menyempatkan membaca surat ini, walau mungkin tak penting untuk kaka setidaknya perasaan senang ini bisa ku bagi untuk kaka.
Semoga masih ada pertemuan-pertemuan selanjutnya ya kak.
Salam ketjup dari pencintamu untuk kaka pencinta MU

Surat Kaleng untuk @awangawangku

-->
Assalamuallaikum
Sedang apa kamu? Aaah pertanyaan bodoh ya, pasti kamu lagi berduaan atau lagi sibuk ngingetin jangan lupa makan sama pacar lewat bbm/sms iya kan. Jujur aku ingin menjadi dia yang selalu dapat ucapan selamat pagi siang sore malam, selamat tidur sayang, jangan lupa makan ya, jangan lupa solat, jangan lupa jangan lupa bla bla bla. Hahaha aku tau ini harapan bodoh. Harapan yang tidak tau akan terwujud kapan.

Bila ditanya kenapa aku tertarik dengan kamu, jujur saat awal aku melihat tatapan itu dimana mata ini bertabrakan lurus dengan tatapan mata indah itu haha sedikit merasa berlebihan mengatakan ini tapi ini yang ada, aku jatuh cinta pada tatapan itu. Beberapa hari aku menganggap ini hanya kekaguman sesaat, tapi saat aku yakinkan ternyata tatapan dan sosok itu selalu mampir di setiap pejaman mata, berhari hari aku sulit tidur, bukan insomnia tetapi saat aku mulai terlelap kamu selalu hadir dan aku tak ingin berlarut, segera aku memaksa bangun dak akhirnya satu setengah jam setiap sebelum tidur kamu ada. Aku sedikit tidak yakin kalo aku sedang merasakan jatuh cinta, aku bertanya kepada beberapa orang sekitarku jawaban tetap sama aku sedang jatuh cinta. Aku takut merasakan rasa ini lagi tapi sikapmu selalu memaksaku untuk tidak melupakan tatap itu. Aku takut diberi harapan kosong lagi. Pernah seseorang bilang "bulan tidak dapan kamu singgahi apabila kamu tidak berusaha" kurang lebih itu yang ia maksud, tapi aku perempuan aku takut untuk memulai, aku takut menerima konsekuensi.
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif

Aaaaah!!! Sudahlah aku fikir memendam perasaan jauh lebih baik. Sakit sih sekali malah tapi aku hanya bisa berdoa apabila kamu yang terbaik akan ada jalan menuju hubungan bahagia bersama kamu nanti. Yang harus kamu tahu aku masih akan mencintaimu dalam diam dan dalam kemunafikan. Terimakasih telah mengizinkan aku merasakan cinta yang "belum berbalas". Dan maaf apabila surat ini terlalu berlebihan. Salam manis dari AKU :)

Surat Kaleng untuk @okeph


Maaf Mengganggu :)

Hai bang okeph,
Aku udah lama loh meratiin kamu di timeline.Aku bisa nemu akun kamu waktu itu following aku RT twit kamu. Twit kamu lucu banget waktu itu, aku langsung kepo trus stalking akun kamu dan.... ahh aku suka akun kamu dari pertama baca :)
Sekarang aku udah jadi salah satu follower kamu. Lumayan sering (pengen) berinteraksi sama kamu tapi takutnya ganggu. Jadi, aku sesekali aja RT atau reply twit kamu yang pinter dan seger itu.
Aku emang gak setiap hari stalking akun kamu, aku takut privasi kamu keganggu.Aku cukup liat kamu ada di timeline dan itu udah bikin aku seneng :)
Segini dulu aja ah surat perkenalannya. Aku takut menyita banyak waktu kamu kalo kepanjangan karena aku tau kamu sibuk sama deadline program kamu yang banyak itu :p

Nb: Tanggal 15 bulan depan, gajinya jangan di abisin buat Guinness sama Sampoerna lagi ya, aku takut beneran ada darah keluar dari mata kamu :'(


Sincerely,


Me 

Surat Kaleng untuk @maskriwul


KEPADA SESEORANG YANG BERSEMBUNYI DIBALIK KACAMATANYA



Halo?

Ah, aku tak pandai berbasa-basi. Bahkan untuk memulai surat ini aku tidak tahu mau memulainya dengan kata apa sampai kemudian terlintas dibenakku kata Halo. Ah, klise memang.

Aku terpikir apa ya sampai ingin mengirimkanmu surat ini tanpa identitas. Entah.

Banyak yang bilang, cowok yang memakai kacamata itu punya daya tarik tersendiri dan aku tidak pernah sama sekali membenarkan pernyataan itu karena yang ku tahu cowok berkacamata itu biasanya anti-sosial dan terkesan nerd. Tapi aku salah telak saat melihat kamu dengan lihai membidikkan kameramu padasuatu objek di saat hari-hari ospek fakultas.Aku malu mengakui ini.

Bahkan menyapamu pun aku selalu mengurungkan niatku.Sehingga ada jarak yang menguasai kita. Ah maksudku, aku dan kamu. Lancang sekali aku menyebut kita sementara kamu bukan siapa-siapa aku bahkan mungkin tak mengenalku.

Aku mengagumi sorot mata dibalik kacamatamu itu, kak. Aku suka kamu yang suka sastra, samasepertiku. Aku sering mengunjungi blogmu dan menikmati setiap kata-kata yang kamu tulis. Aku memfollow akun kamu di twitter.Kamu pasti mulai menebak-nebak siapa aku ya?

Nikmati saja rasa penasaranmu, kak.Aku lebih suka seperti ini, mengagumimu diam-diam. Tak perlu kamu tahu.

Kita pernah saling berpapasan dan lagi-lagi aku tak pandai memulai duluan sekadar untuk menyapamu. Aku hanya melempar senyum tipis kala itu.Dan kutahu kamu tak pernah memperhatikanku. Tetapi beginilah yang membuatku bahagia.Mengagumi sosokmu sendiri.

Aku selalu mencari-cari cerita dibalik kacamatamu, kak. Aku ingin masuk kesana dan memperkenalkan diriku sebagai yang mengagumi sorot matamu.

Ah, andai saja lidahku tak kelu untuk menemanimu ngobrol di salah satu sudut kampus. Tapi sayangnya,aku lebih suka seperti ini, mengagumimu sendirian..


Surat Kaleng untuk @ajenglembayung

Surat Cinta untuk Ajeng Lembayung


Dear Ajeng,

Kemarin, Jokowi menggelar public hearing tentang rencana proyek besar 6 ruas jalan toll di Jakarta. Malamnya, Jokowi keluyuran menyambangi para korban banjir di berbagai tempat di Jakarta. Luar biasa buatku, karena baru sekali ini ada pemimpin di negeri kita yang begitu. Berbagai gebrakan pada awal 100 hari kepemimpinan Jokowi serta wakilnya Ahok telah memukau hatiku. Mereka telah menunjukkan padaku bahwa impian dan kerja keras akan membawa kebaikan bagi semua yang mau menjalankannya. Selain itu, bolehlah kita berharap kelak Indonesia ini akan lebih baik karena masih ada sosok-sosok yang bisa diharap dan dipercaya membawa perubahan kearah itu. Jeng, Indonesia luar biasa.

Ajeng,
Ini semestinya surat cinta. Tapi kenapa aku buka dengan cerita Jokowi? Seperti kamu tahu, aku perlu kegairahan untuk menulis. Kamu tahu bahwa setiap mengawali sebuah tulisan apapun itu, aku selalu memulai ddengan merangsang imajinasi dan memunculkan kegairahan dalam otakku. Lead seperti ini jarang kuhapus karena ia menyimpan konteks yang tak terlepas dari teks-teks utama yang kemudian hadir perlahan-lahan.

Hal-hal yang menggairahkan buatku, tak selalu tentang perempuan telanjang dada atau perempuan berhidung mbangir. Keberanian merubah hidup, keberanian merubah kemapanan, keberanian mengambil risiko adalah juga sesuatu yang menggairahkan dan luar biasa.

Seperti juga kamu, bagiku adalah sosok yang menggairahkan dan luar biasa. Untuk itulah surat ini kutulis. Untuk kamu. Ya, kamu menggairahkan dan kamu luar biasa!

Tapi sayangnya Ajeng, aku gagal menyelisik lebih dalam pada kali kesekian pertemuan kita di Bali 2009 lalu itu. Aku gagal memanfaatkan peluang dan gagal menyadari makna penting hadirmu. Kita sama sama tidak sendiri kala itu, tapi tenang, aku mengingat secara detail kebersamaan denganmu kala itu.

Malam itu, di Sanur Village Festival adalah tempat pertama kita bertemu kala kamu di Bali. Kamu tengah sibuk mendampingi begitu banyak anak-anak Taiwan yang tak mengerti apapun bahasa kita, tapi kamu mengerti bahasa mereka. Sempat aku simak, kamu bicara mandarin begitu fasih kepada mereka. Aku terkagum-kagum. Kesempatan pertama kita bertemu ini tidak lama mengingat kamu sedang kerja. Aku pun tak memaksakan diri karena secara bersamaan Kucha Pecha Night juga berlangsung disana. Sambil membiarkan kamu bekerja, aku menikmati berbagai presentasi kreatif.

Pertemuan selanjutnya tak berlangsung lama. Kita hanya memastikan, tepatnya kamu hanya ingin memastikan aku tahu dimana kamu tinggal selanjutnya mengingat kamu harus gant hotel. Kamu kenalkan aku pada teman manismu. Galuh? Ya dia manis, imut. Kala itu ingin kuajak kamu dan dia menyaksikan pentas mengenang WS Rendra. Kamu menyanggupi, Galuh tidak.

Lalu, malam itu..malam terakhir kebersamaan kita di Bali.

Malam itu, kita mulai dengan menyimak acara budaya yang asyik, disebuah kafe di Sanur. Semua tentang WS Rendra. Disana, kita bertemu beberapa teman budayawann, pekerja teater dan juga aktifis pembela korban Napza. Kamu ingat kan? Pentas-pentas teatrikal untuk mengenang WS Rendra itu menarik. Sangat menarik seingatku. Ada musikalisasi puisi, ada art perform dan ada yang nge band.

Disaat itu, aku merasa kamu sangat pas membawakan diri. Beberapa teman bahkan berpikir kita pasangan ideal. Aku menikmati pemikiran itu, walau kita tahu sama tahu kalau kita biasa-biasa saja.

Sepulang dari acara itu, malam terasa panjang untuk kita berdua. Makan malam di warung nasi tempong, mampir sejenak di kost lalu muter-muter sepanjang malam di Kuta. Banyak obrolan dan cerita diantara kita dan luar biasanya, kita mampu mengendalikan diri untuk tidak tergoda setan. Aku tepatnya, tidak memasukkan setan kedalam pikiranku karena seperti kamu tahu, ada malaikat bersamaku.

Setelah pertemuan itu, berbagai rencana pertemuan selanjutnya kita rencanakan tapi semua gagal sampai hari ini.

Dan kemudian, aku baca surat cintamu untuk sebuah kompetisi. Kamu menulis sebuah surat cinta yang membuatku tersenyum. Kalimat-kalimat itu kamu alamatkan pada sebuah nama lain, tapi hatimu padaku. Pada memori kita yang singkat itu dan baru saat itulah kusadari, Jeng, kamu mungkin kumiliki. Kamu mungkin kucintai. Kamu mungkin menjadi pendamping hidupku. Kamu mungkin tak bisa kelain hati. Kamu mungkin akan hidup bersamaku.

Aku mungkin bisa berharap lagi. Mungkin akan menyapamu lebih dalam. Aku takkan lewatkan lagi cerita diantara kita ini.

Ajeng,
kamu tahu banyak puisi pernah kutulis. Banyak imajinasi telah menjelmat menjadi serangkaian kata dalam blog? Engkau memainkan peran pada banyak tulisan-tulisan yang kubuat. Pernah kupinjam namamu untuk menjadi satu karakter dalam tulisanku. Kamu ingat itu?

I'm Spy..in the house of love...
...I know your deepest, secret fear ..(The Doors)

Ya Jeng,
berawal dari penggalan lagu The Doors itu disambung dengan panjangnya cerita diantara kita, dari cerita-cerita yang kamu sampaikan, aku tahu terlalu mendalam dan tanpa permisi kupinjam namamu untuk menulis sebuah cerita yang kamu komentari itu. Kamu, berarti sesuatu buatku. Tentu, tanpa kalimat cetar membahana yang menyebalkan itu!

Masihkah kamu ingat pusi yang pernah kutulis? Judulnya, Hatiku Tak Lagi Beku. Kuingatkan lagi teksnya berikut,

"Ada perempuan muda mencintaiku setulus hati
sedari usia muda ia menyemai itu
sampai hari ini sampai malam ini
memilih setia dalam cinta pada lelaki kepala batu

berulangkali kuabaikan
berulangkali kucampakkan
tak goyah jua cintanya padaku
dan maaf ini bukan cerita palsu

Ada perempuan muda mencintaiku setulus hati
sampai kini ia meretas hati
ikrar janjinya sampai ia mati
akan mempertahankan ikrar itu pada diri ini

keteguhannya membuka mata hatiku
tentang hati yang tak semestinya beku
tentang masa lalu yang semestinya berlalu
karena dia sangat mencintaiku

Ada perempuan muda mencintaiku setulus hati
dan hatiku tak lagi beku"

Ajeng,
Kupersembahkan puisi itu untukmu. Aku percaya, akan ada kegairahan luar biasa dalam hidupku bersamamu. Jangan menangis membaca ini.

Aku ingin hatimu, hatiku, tak lagi beku. Mari melepas sauh dan mulai mengarungi samudera cinta. Mungkin kita akan kelaparan ditengah samudera sana, mungkin kita akan terdampar pada sebuah pulau antah berantah tanpa setetes air pelepas dahaga. Tapi apa peduliku? Ada kamu, ada kamu bersamaku. Itu sudah cukup.

Surat Kaleng untuk @andrewryann

Secarik Kagum di Tahun Pertama


Dear @andrewryann

Baru kemarin rasanya menanggalkan status SMA lalu beralih pada tahun pertama dunia kuliah.
Hai kak, masih pekat rasanya ingatan yang mengatas namakan kagum.
Dimana saat itu kakak berdiri di depan podium dengan jas almamater.
Bukan terlalu melebihkan, tapi kakak nampak gagah kala itu.
Apalagi waktu kakak berteriak lantang, diiringi semangat menggebu, sekejap membangunkan bulu bulu pada tengkukku.
Kakak itu kagum dalam diam, yang hanya bersuara dari jarak radius meter.
Coba tanya aku, hal apa yang aku suka selain melihat langsung pemandangan matahari terbenam di pantai, mungkin salah satunya lengkungan bibir kakak yang manis dan simetris.
Bukan hanya paras yang mampu memacu degup jantung saat kita berpapasan.
Aku juga suka saat saat ketika kakak berbicara di depan khalayak. Sederhana, berisi, tapi elegan.
Sebaiknya, kusudahkan surat kaleng ini, sebelum aku makin menenggelamkan diri pada candumu yang tak pernah berujung.

sincerely,
me

Surat Kaleng untuk @imamaulanayusup

Surat Kaleng Pertama Untukmu

Untukmu,
@imamaulanayusup

Halo kak! Apa kabar? Boleh ya aku panggil kak? Hehe

Ehm apa ya? Mungkin ini surat pertamamu dari pengirim yang tidak ada namanya, mungkin. Semoga
saja. Kalau begitu aku yang pertama kan? Hahaha

Apa kabarmu disana kak? Kamu yang masih di tempat yang sama, sama-sama tidak bisa aku jangkau
maksudnya haha. Bagaimana perasaanmu ketika menerima surat ini? Senangkah? Penasarankah?
Hahaha aku suka membayangkanmu yang sedang mengerutkan kening, membuat kedua alis tebalmu itu
terlihat solah-olah menyatu seperti ulat bulu :p sayang aku tidak bisa memberitahumu siapa aku, karena
kalau aku beri tahu bukan surat kaleng dong namanya haha

Baru beberapa bulan kita tidak saling bertemu, eh maksudnya aku yang tidak melihatmu di kampus
bukannya kamu yang melihatku. Ya, aku sudah merindukanmu. Bukan, bukannya aku merindukanmu
sebagai seorang kekasih, aku merindukanmu sebagai seorang pengagum. I bet now you know who I am,
aren’t you? Ya, sudah lama aku mengagumimu. Lama sekali kalau kau mau tahu. Lagipula kau memang
pantas untuk dikagumi kok kak! Setidaknya menurutku.

Bagaimana aku tidak mengagumimu? Bagaimana bisa aku tidak kagum denganmu yang memiliki senyum
setulus hati? Bagaimana bisa aku tidak kagum denganmu yang teguh pada pendapatnya sendiri?
Bagaimana bisa aku tidak mengagumimu yang memiliki toleransi tinggi? Bagaimana bisa aku tidak
mengagumi kamu yang kagum pada Tuhanmu sendiri? Bagaimana bisa aku tidak kagum dengan kamu
yang menjaga diri untuk perempuanmu nanti? Semoga perempuan beruntung itu aku kak! Hahaha

Kak, apa kamu masih suka berjalan-jalan? Berjalan-jalan untuk mengagumi indahnya pemberian Tuhan
melalui alam? Sudah berapa banyak tempat yang kau kunjungi kak? Aah, aku iri denganmu yang bisa
berjalan-jalan kemanapun kau mau, sekali-kali bisakah kau ajak aku untuk pergi bersamamu kak?
Dengan begitu aku juga bisa belajar mengagumi indahnya pemberian Tuhan melalui alam dan tentunya
melalui dirimu.

Sudah dulu ya kak, aku bingung mau menulis apalagi. Menulis surat ini membuat otakku memutar
begitu banyak bayanganmu di kepalaku. Dan parahnya bayanganmu itu membutakan aksaraku
hahaha semoga kamu sehat selalu ya kak, oh ya jangan pernah berhenti mengagumi Tuhanmu dan
jangan pernah berhenti menjaga dirimu untuk perempuanmu nanti, karena itu alasan mengapa aku
mengagumimu. Oh ya mengenai aku yang sudah lama tidak melihatmu kak, aku hanya bisa berdoa
semoga Tuhan kita sudi untuk mempertemukan kita lagi.

Sampai berjumpa dengan aksaraku selanjutnya kak, atau langsung dengan diriku saja? Haha dadah
kakak tampan beralis tebal.

Pengagummu dari balik tembok malu.